SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Sekte Pagoda Suci


__ADS_3

Sepanjang sejarah dunia Kultivator, tidak ada yang bisa keluar dari ' Penjara Es Abadi.' Namun kali ini tepat di hadapannya dimana Ryu dengan mudah mematahkan teknik tersebut.


" Terimalah Api Hitam ini." Ryu menjentikkan jarinya melepaskan Bola Api Hitam ke arah Patriak Sekte Salju Abadi.


" Bboooom." Tubuh Patriak Sekte Salju Abadi terlempar puluhan meter hingga menabrak bangunan yang dimana langsung runtuh.


" Aaarrrggghhhh."" Patriak Sekte merasakan kekuatannya oleh Api Hitam tersebut.


Seketika Paktriak Sekte tersungkur tidak berdaya karena meridiannya terbakar.


" Craaash." Ryu menebas kepala Patriak Sekte kemudian melempar tubuh dan Kepala Paktriak di depan para Murid Sekte.


Saat itu juga, para Murid kehilangan semangat untuk bertarung sehingga dengan mudah mereka dapat dikalahkan.


Setelah beberapa saat, para anggota Sekte Salju Abadi berhasil dimusnahkan tanpa perlawanan yang berarti.


Tanpa diberi Instruksi,para anggota Pasukan Semesta pun kembali mengambil Harta dan Sumberdaya yang ada di Sekte Salju Abadi yang tentu tidak lupa untuk mengambil Inti Roh Hewan Kontrak dari anggota Sekte Salju Abadi.


Sedangkan untuk Hewan Kontrak milik anggota Pasukan Semesta, Ryu meminta mereka untuk menguburnya tanpa mengambil Inti Roh.


Setelah Semua selesai mereka mengubur jasad Pasukan Semesta yang mati dalam pertarungan dengan memberi penghormatan terakhir.


Terbang Kembali Menuju Sekte Pagoda Suci, namun mereka tidak menyerang secara Langsung.


Hal itu dikarenakan hari sudah mulai gelap dan Pasukan juga butuh Istirahat.


Ryu dan rombongannya pun tengah berada di dalam Hutan yang tidak jauh dari Sekte Pagoda Suci.


Para anggota Pasukan Semesta juga langsung membuat beberapa kemah dan sebagian menyiapkan makanan untuk mengisi perut.


*****


Tidak berselang lama, berita kehancuran empat Sekte Besar menyebar luas ke seluruh Kekaisaran Naga Hitam dan Kekaisaran Naga Air.


Namun mereka tidak dapat mengetahui siapa yang menyerang keempat Sekte Besar tersebut.


Tetapi bagi Patriak dan Tetua Sekte Tirai Air, mereka setuju bahwa yang melakukan hal tersebut adalah Ryu walaupun kasus tersebut sulit untuk dipercaya.


" Patriak apa yang harus kita lakukan sekarang? " Tanya Tetua Jila.


" Tetua Jila, Tetua Siwu... Perintahkan semua Murid agar berlatih lebih keras lagi berikan semua Sumberdaya untuk mereka lebih banyak lagi. Aku yakin Menantuku akan meminta bantuan kita nanti." Ucap Patriak Mao.

__ADS_1


" Baik Patriak." Sahut Tetua Jila dan Tetua Siwu.


...********...


( Sekte Pagoda Suci )


" Pasukan Semesta... Ikuti Instruksi yang aku beri tahu sebelumnya." Ucap Ryu dengan suara lantang.


" Baik Dewa Agung." Sahut mereka bersamaan.


" Shuijing, Jiu... Mengamuk lah sepuas hati kalian!" Ucap Ryu sambil menoleh ke arah kedua Hewan Kontrak tersebut.


" Ggooooaaarr.... Ggooooaaarr. " Auman keras dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She menerjang gerbang Sekte Pagoda Suc dengan Elemen Air, Elemen Petir, Elemen Angin dan Elemen Es.


Kedua Hewan Kontrak tersebut yang awalnya hanya memiliki satu elemen. Namun karena Ryu memiliki delapan elemen, sebuah keistimewaan dari Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga memiliki delapan elemen yang dimiliki Ryu.


Untuk Ryu yang sekarang sudah memiliki elemen Petir Hitam, Api Hitam, Angin, dan Air dari Penguasa elemen, tentu saja serangan elemen tersebut sangat kuat dibandingkan dengan elemen Cahaya, Kegelapan, Es dan Racun yang belum sempurna.


" Kwaaaaaaak." Xin Chie, Tianhe, Yuwang dan Qin Shuomei yang juga tidak mau kalah langsung terbang dengan perubahan wujud mereka lalu menjatuhkan Kobaran Api, Petir, disertai elemen cahaya dan kegelapan dari setiap kepakan sayap mereka.


Begitupun dengan Sheng Zhishu, Huli Yue dan Shu Meilu, dengan perubahan wujud Kirrin, Rubah dan Harimau. Mereka menerjang ke arah lawan yang ada di depan mereka.


" Aaarrrggghhhh." Teriakan memilukan dari murid yang tubuhnya tertusuk jarum tersebut.


Kini Xie Hua, Yunjiang, Ting Ye, Wang Mingjun dan Li Jilan langsung maju untuk membantu Pasukan Semesta di bagian tengah.


Untuk sisi kiri terlihat Ling Queqi, Jiang Caiping, Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying juga ikut membantu anggota Pasukan Semesta.


Di sisi kanan juga terlihat Hong Kian, Lan Liwei, Bing Ruyue, Zhang Qixuan dan Jinying ikut membantu anggota Pasukan Semesta.


Melihat Ryu yang sudah melancarkan serangan, di tengah kerumunan anggota Sekte Pagoda Suci, Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang memiliki perubahan wujud langsung melesat untuk membantu Suami mereka.


" Ggooooaaarr." Sosok Rubah wujud dari Jiu Wei Hu menerjang sangat ganas kepada musuh yang di depannya.


Disisi pihak musuh, mereka terlihat kelabakan akibat serangan dari Berbagai arah sehingga membuat mereka harus membagi kelompok.


Namun sayangnya bagi mereka yang mendapatkan bagian melawan Para Hewan Kontrak, harus meregang nyawa tanpa perlawanan.


Para Tetua yang melihat kejadian tersebut sangat geram langsung mengeluarkan Hewan Kontrak Naga berwarna merah.


Jiu Tou She dan Tou Shuijing yang melihat kejadian itu merasa darahnya ikut mendidih langsung menghadang Puluhan Naga merah tersebut.

__ADS_1


Jiu Tou She yang sudah berada di ukuran Tubuh maksimal malah menelan puluhan para Naga merah tersebut dengan Sekali terkam.


Begitupun dengan Tou Shuijing yang tidak ingin ketinggalan bagian, dengan ukuran tubuh raksasa juga menangkap dan menelan Naga merah tersebut seperti berebutan dari Jiu Tou She.


Melihat kejadian tersebut, para Tetua merasa ketakutan karena Naga yang mereka dambakan selama Ini dengan mudah ditelan oleh Jiu Tou She dan Tou Shuijing.


" Wuush." Sosok Naga berwarna Emas melayang di udara menyembur elemen Api miliknya.


"Patriak " Para Tetua sangat senang melihat sosok yang berada di atas Naga Emas.


" Panggil semua Naga Peliharaan Kita! " Sahut Paktriak.


" Baik Patriak." Salah satu tetua mengeluarkan seruling berukir Naga dari Cincin Ruang miliknya.


Tetua tersebut dengan cepat meniup Seruling Giok, Seketika Puluhan Naga merah lain berdatangan menghadang Jiu Tou She dan Tou Shuijing.


" Kenapa Tubuh Tubuh ini bergejolak untuk menelan mereka hidup-hidup" Gumam Jiu Tou She.


" Hei... Bukan kamu saja. Aku juga ingin menikmati hidangan itu." Ucap Tou Shuijing sambil menoleh ke arah Jiu Tou She.


Dengan ukuran kedua makhluk raksasa tersebut, seakan seisi wilayah pertarungan menjadi gelap ditambah lagi dengan kedatangan kelompok Naga merah yang sangat besar dan banyak.. Semakin menambah gelapnya tempat tersebut.


Namun dari semua serangan para Naga tersebut seakan tidak berarti sama sekali bagi Jiu Tou she dan Tou Shuijing.


Bahkan Jiu Tou She dan Tou Shuijing semakin menunjukkan kekuatannya dengan meremukkan para Naga Merah dan menelannya baik Masih hidup hidup maupun yang sudah mati.


" Gege... Biar aku melawan Naga Emas itu." Ucap Yinshi yang sudah berbentuk Naga Emas


" Shi'er.. Apa kamu yakin?" Ryu sedikit ragu.


" Gege bisa liat sendiri." Yinshi membuat tubuhnya semakin besar seukuran Naga Emas yang sebagai lawannya.


" Craaash... Craaash... Craaash." Cakaran dari Yinshi dengan kekuatan penuh menyambar Naga Emas sangat cepat.


" Craaash.... Craaash... Craaash." Sambaran Cakar yang tajam disertai Elemen Cahaya dan Angin merobek dan menembus Sisik Naga tersebut


Kedua sosok Naga emas tersebut bertarung di udara hingga membuat tekanan udara membuat pepohonan yang ada di bawah mereka mulai bertumbangan meskipun berada di tempat yang tinggi.


" Ggooooaaarr." Auman keras dari Yinshi membuat tubuh Naga Emas dan Patriak terpental dan jatuh ke Tanah.


Naga Emas yang merasa Kewalahan akibat kecepatan serangan dari Yinshi, kini sangat geram namun tidak bisa berbuat apa-apa karena kalah cepat.

__ADS_1


__ADS_2