
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Melihat Pengurus Istana dan ketiga Jenderal yang keluar dari barisan, Raja Xi Siao menggerutu dalam hati, namun tidak berani bertindak karena 5 Jenderal dan 15.000 Pasukan yang dikirim sebelumnya pasti sudah mati di tangan Kekaisaran Awan ditambah lagi dengan Pasukan Gabungan hampir 100.000 itu menandakan bahwa Pasukan Kekaisaran Awan lebih kuat dari mereka.
Raja Xi Siao juga berfikir dengan dengan 2500 Pasukan yang tersisa adalah hal yang mustahil untuk melawan ditambah lagi dengan 3 Jenderal yang keluar memiliki Pasukan masing-masing 500 Itu menandakan Pasukannya hanya tersisa 1000 yang memiliki 2 Jenderal yang tersisa.
Melihat hal itu, 2 Jenderal yang lain juga membawakan Prajuritnya keluar dari barisan yang kini hanya menyisakan Anggota Kerajaan yaitu Raja Xi Siao dan keluarganya saja.
Kedua Jenderal itu juga tidak ingin bertindak bodoh yang sudah pasti membuat mereka akan kehilangan nyawa dengan cuma-cuma yang sudah pasti mereka akan kalah.
Melihat hal itu, Ryu mengerutkan kening karena rencana Penyerangan seakan percuma.
" Sepertinya biar aku sendiri yang membereskan." Ryu melompat dari Punggung Jenderal Heilong hingga berdiri tepat di depan Raja Xi Siao dan Putranya.
" Salam Tuan Pendekar." Sambut mereka serempak karena belum tau Kalau Ryu adalah Kaisar.
' Sial... Kenapa jadi begini.' Raja Xi Siao menggerutu dalam hati.
" Aku tidak ingin terlalu lama." Ryu melepaskan Pukulan keras kepada Raja Xi Siao.
" Bboooom." Tubuh Xi Siao terpental mengenai dinding Istana.
" Haaahh... Masih Pendekar Langit Tahap Awal." Ryu sedikit kesal karena tidak ada lawan seimbang.
" Kraaack... Kraaack... Kraaack.... Kraaack " Ryu kembali memukul Keempat Anak dari Xi Siao yang masih berada di Pendekar Bumi Tahap Menengah membuat tulang rusuk mereka langsung Patah.
" Hentikan! " Sosok Wanita Cantik keluar dari dalam Istana penuh dengan amarah.
" Kamu Siapa berani mengancamku?" Ryu langsung mencekik leher Wanita tersebut membuatnya tidak bisa bernafas.
" Gluug." Penasehat Agung dan yang lain memegang leher mereka masing-masing.
" Wuush." beberapa sosok mendekati Ryu.
" Salam Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak.
Mendengar ucapan tersebut, Para Jenderal dan Prajurit langsung berlutut begitu juga dengan Para Pengurus Istana.
" Hormat Yang Mulia Kaisar." mereka langsung berlutut hingga menyentuh tanah.
" Mmmm... " Ryu mengangguk sambil melepaskan cengkeramannya kepada Wanita tersebut.
__ADS_1
" Mifeng, Jiejia, Geledah seluruh isi Istana ini! Jangan ada satupun yang tertinggal." Ryu memberi Perintah.
" Baik Tuan." Zi Mifeng dan Jiejia membawa Pasukan Semesta masuk ke dalam Istana.
" Yang Mulia Kaisar, Tolong ampuni Hamba." Raja Xi Siao dan Putranya berlutut di depan Ryu.
" Slaaash... Slaaash... Slaaash." Ryu memotong leher Xi Siao dan Putranya.
" Aku telah memberi Toleransi selama ini dan membiarkan kalian tinggal di Wilayah Kekaisaran Awan. Tapi kalian berani menentangku." Ryu menatap mereka dengan tajam.
Semua yang ada di tempat itu terdiam karena apa yang dikatakan Ryu memang benar, selama ini mereka diberikan kebebasan untuk tinggal di Wilayah Kekaisaran Awan tanpa memungut apapun.
" Salam Tuan " Zi Mifeng dan Jiejia telah kembali dengan membawa Puluhan Wanita termasuk para Pelayan.
" Bunuh mereka Semua." Ryu memberi Perintah.
" Tunggu! Kaisar Ryu... Jangan samakan Raja Xi Siao dengan Para Wanita ini." Nan Sian langsung bersuara.
" Apa maumu?" Ryu sedikit kesal.
" Ampun Yang Mulia Kaisar... Kami hanya menjalankan tugas kami sebagai seorang Istri." Ucap ketiga Wanita.
" Ampun Yang Mulia Kaisar, Kami hanya Seorang Istri dari Putra Mahkota." Ucap Dua Wanita lain.
" Ampun Yang Mulia Kaisar, Kami hanya menjalankan tugas sebagai Istri Pangeran Kedua." ucap Dua Wanita lain.
" Ampun Yang Mulia Kaisar, Kami hanya menjalankan tugas sebagai Istri Pangeran Ketiga." Ucap Dua Wanita lain.
" Ampun Yang Mulia Kaisar, Kami hanya menjalankan tugas sebagai Istri Pangeran Keempat." Ucap Dua Wanita lain.
" Ampun Yang Mulia Kaisar, Kami hanya Selir yang diambil secara paksa oleh Raja Xi Siao." ucap 10 Wanita lain.
" Ampun Yang Mulia Kaisar." Kami hanya sebagai Pelayan Istana. ucap 20 wanita lain.
" Mohon maaf Yang Mulia Kaisar, bukan karena aku ingin menggurui, Setiap Wilayah punya adat dan tradisi. Terlebih untuk Kerajaan dan Kekaisaran. Jika kamu membunuh mereka, maka Hukuman Langit akan berlaku untukmu." Jenderal Li Chun bersuara.
" Jenderal Li Chun, Apa maksudnya?" Ryu mengerutkan kening sambil menoleh ke arah Li Chun.
" Apa Yang Mulia Kaisar tidak tau, mengapa seluruh keluargaku hancur? Dulu Aku pernah menghancurkan sebuah Kerajaan untuk menyelamatkan Adikku karena Ingin menjadikannya sebagai Selir Pangeran."
" Saat itu aku membunuh mereka semua tanpa ada yang tersisa karena aku tidak percaya dengan adanya Hukuman Langit itu. Setelah beberapa Tahun, seluruh keluargaku dibunuh oleh Klanku sendiri."
" Entah kebetulan atau tidak, tapi aku berharap kamu tidak mengalami hal serupa denganku." Li Chun terlihat serius.
" Jika itu benar, lalu kenapa Aku masih hidup? bukankah aku sudah menghancurkan Keluarga Kaisar sebelumnya." Ryu tidak percaya dengan hal tersebut.
" Kamu berbeda karena itu adalah Hak mutlak untukmu dan memang Kekaisaran Awan milik Leluhurmu. Terlebih lagi ada Li Jilan, jadi kutukan itu tidak berlaku lagi." Li Chun tidak ingin Ryu mendapatkan kutukan Langit seperti dirinya.
" Lalu bagaimana dengan Jutaan Tahun yang lalu Klan Liu yang dimusnahkan?" Ryu mengerutkan keningnya.
" Untuk itu aku tidak tahu. Mungkin saja mereka menyisakan satu dari klan Liu. Tapi itu sudah berlalu, bahkan aku sendiri belum lahir." ucap Li Chun.
" Aku mendengar dari Menteri Shan, Ayah Kaisar Zou juga pernah melakukan hal yang sama. Mereka telah menghancurkan Kerajaan Angin tanpa ada yang tersisa. Dan Sekarang, Hukuman Langit itu terjadi saat kamu menghancurkan Keluarga Kaisar sebelumnya." ucap Jenderal Li Chun.
" Aku juga pernah mendengar. Yang Mulia Kaisar, lebih baik kita menghancurkan sebuah Sekte dari pada Kerajaan maupun Kekaisaran." Jenderal Heilong bersuara.
Mendengar ucapan dari Heilong, 4 Paktriak dan 3 Maktriak Sekte saling berpandangan lalu menatap tajam ke arah Jenderal Heilong.
" Ah... Maaf, kalian tidak termasuk. Karena kalian telah membantu Yang Mulia Kaisar." Heilong memperbaiki ucapannya.
" Kaisar Ryu... Aku juga mengetahui tentang Hukuman Langit itu. Tapi selepas itu, Kerajaan disini harus diisi oleh Raja yang baru demi keamanan Rakyat biasa. Tapi jika mereka ingin melawan, maka Hukuman Langit itu tidak berlaku." Nan Sian ikut bersuara.
__ADS_1
" Kecuali untuk Selir, mereka bisa dibebaskan Kembali ke tempat asal dengan jaminan kehidupan yang layak." Lanjut Nan Sian.
Mendengar ucapan tersebut, Ratu Kerajaan Xi dan Empat Istri Xi Siao langsung menggelengkan kepala menandakan mereka harus tunduk.
" Apa tidak ada cara lain?" Ryu tidak mungkin lagi menambah Istri, Apalagi Lima Orang sekaligus.
" Jika Kaisar Ryu memiliki Keluarga, maka bisa diserahkan kepada Anggota Keluarga." Ucap Jenderal Jintao.
Mendengar ucapan dari Jenderal Jintao, Ryu menatap ke arah Lima Wanita tersebut. Meskipun mereka terlihat Cantik, namun bagi Ryu jika memiliki Istri yang banyak maka tidak ada waktu untuk berpetualang lagi.
Dalam hati Kelima Wanita tersebut sangat tertarik kepada Ryu. Disamping Terlihat Gagah dan memiliki Latar Belakang Kaisar, tapi juga Tampan Berwibawa.
" Haaahh... Seharusnya Kerajaan ini tidak membuat masalah denganku." Ryu bergumam sambil menoleh ke arah Zuge lalu menoleh ke arah Hong Kian.
' Untuk mengurangi jumlah Istri, sepertinya aku memiliki ide. Dengan begitu aku tidak kerepotan.' Ryu membatin.
" Maktriak Hong Kian... Apa kamu mau menjadi Istriku?" Ryu menatap Wanita tersebut meskipun usianya sudah lebih dari seratus tahun, namun masih terlihat muda bahkan lebih Cantik dari Kelima Istri Xi Siao.
" Deeeg." Jantung Hong Kian seakan mau copot seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Ryu.
Begitupun dengan yang lain kini membulatkan mata dengan rahang terbuka lebar.
Hong Kian tidak menyangka di Usianya sekarang ternyata ada yang ingin mempersuntingnya bahkan sosok seorang Kaisar.
" Ba... Baik Yang Mulia Kaisar. Aku akan menerimanya." Hong Kian seakan bermimpi namun sangat senang.
" Zuge... Apa kamu mengakui aku sebagai Ayahmu?" Ryu menatap Zuge dengan senyuman manis.
" Ah... Itu... " Zuge melirik ke arah Ibunya seakan minta Petunjuk. Zuge berfikir dari segi Usia, Ryu jauh lebih muda darinya meskipun dia belum menikah.
Melihat tatapan tersebut Hong Kian lang mengangguk setuju karena dia tau apa yang ada di fikiran Ryu.
' Kaisar Ryu... Kamu benar-benar licik, kamu memanfaatkan situasi ini kepada Putraku.' Hong Kian tersenyum sambil menggelengkan kepala.
" Baik Kaisar Ryu. " Zuge terlihat pasrah.
" Kalau begitu, Kamu adalah Putraku juga. Dengan begitu Aku memintamu untuk menjadi Raja disini." Ucap Ryu.
" Deeeg." Kelima Wanita tersebut sangat kaget karena harapan mereka sudah pupus.
" Ba... Baik Ayah." Zuge menatap ke arah Ryu sedikit geli dengan sebutan tersebut.
" Apa ada yang tidak Setuju dengan Keputusanku?" Ryu menatap ke Arah mereka secara bergantian.
" Apapun Keputusan Yang Mulia Kaisar, Itu adalah Mandat untuk Kami." ucap mereka serempak.
Baik Jenderal Jintao, Nan Sian, Zhao Luyi, Zhao Liying serta yang lainnya seakan tidak percaya dengan ide gila dari Ryu. Namun setelah difikir-fikir, Itu adalah pilihan yang tepat karena Hong Kian terlihat lebih muda dan cantik dibandingkan Kelima Wanita tersebut.
" Baiklah... Kalau begitu Kalian harus menghormati Raja Zuge. Aku tidak bisa terlalu lama, karena aku akan menghancurkan tiga Kerajaan lain dan Kekaisaran Shin. Sepertinya disini tidak ada yang membuatku berkeringat." Ryu sedikit kesal.
Mendengar ucapan dari Ryu, mereka sangat yakin bahwa ucapan tersebut bukan hanya bualan semata.
" Yang Mulia Kaisar, Kami bisa membantu." ucap ketiga Jenderal menawarkan diri.
" Tidak Perlu. Berikan layanan yang terbaik untuk Rakyat disini! Jangan hanya untuk kepentingan pribadi." Ucap Ryu.
" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap mereka.
" Raja Zuge... Kami Pamit dulu. Anggap saja ini sebagai Hadiah Pernikahan kalian nanti." Ryu memberikan 5 Peti Besar berisi Batu Roh.
" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap Zuge.
__ADS_1
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu berjalan keluar Pintu Gerbang Istana.
Setelah semua sudah berada di Kapal Udara, mereka melanjutkan Perjalanan menuju Kerajaan selanjutnya yaitu Kerajaan Qu.