SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
SILUMAN KURA-KURA


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Selesai memulihkan diri, Ryu mulai melangkahkan kakinya sambil memeriksa keadaan hingga menemukan sebuah lorong raksasa membentuk jurang namun masih bisa dilewati.


" Apa mungkin lorong ini adalah tempat tinggal Siluman Kura-kura itu? " Ryu sejenak berfikir sambil menunggu kedatangan anggota Sekte yang lain.


Setelah menunggu beberapa saat, kini anggota Sekte Lembah Persik telah muncul dari belakang Ryu.


" Tetua Agung." Sahut mereka serempak sambil memperhatikan lorong raksasa tersebut di depan mereka.


" Mmm... Aku akan memeriksa lorong raksasa ini. Jika kalian ingin tinggal, tunggu saja disini." Ucap Ryu.


" Tetua Agung... Tempat itu terlalu berbahaya." mereka sedikit khawatir.


" Kalau begitu, kalian tunggu disini. Biar aku sendiri yang memeriksa. Atau kalian boleh memeriksa wilayah ini, siapa tau ada Sumberdaya yang bisa kalian pergunakan." ucap Ryu.


Mendengar ucapan tersebut semua saling berpandangan satu sama lain meskipun mereka tau bahwa Ryu telah berhasil mengalahkan penunggu lorong raksasa tersebut, namun belum tentu masih aman ketika menyusuri lorong raksasa.


Meskipun mereka tidak tau Dewa Siluman jenis apa yang dikalahkan oleh Ryu, tapi mereka bisa menebak dari kerusakan pada area pertarungan yang mereka lewati.


Setelah berfikir cukup lama, kini Tetua Jianheng, Tetua Xiuying, Tetua Tianba dan Tetua Shen memberanikan diri untuk bersama dengan Ryu.


Sedangkan yang lain memilih untuk mencari Sumberdaya yang ada di hutan tersebut.


Setelah membagikan tugas, Ryu langsung melangkahkan kakinya diikuti lima Tetua.


Karena lorong raksasa tersebut sangat gelap, Ryu bersama Tetua yang lain menciptakan Energi Api untuk menerangi jalan mereka.


Semakin mereka masuk kedalam, lorong itupun semakin gelap yang terpaksa membuat mereka harus mengeluarkan Qi lebih banyak lagi.


Setelah berjalan berkisar 100 meter dari mulut lorong raksasa, kini mereka disambut berbagai Sumberdaya langka yang tentu mereka tidak akan melewatkan kesempatan tersebut.


Meskipun Ryu tidak membutuhkan Sumberdaya untuk meningkatkan Kultivasi lagi karena akan berbeda khasiat ketika berada di Dunia Abadi, jadi Ryu hanya memilih Sumberdaya yang bersifat meningkatkan kekuatan fisik.


Disamping itu juga Ryu mengambil Sumberdaya untuk memurnikan darah dari berbagai Ras karena Ryu berencana untuk menggabungkan darah dari berbagai Ras ketika sudah berada di Dunia Abadi.


Semakin mereka masuk kedalam, kini mereka disambut tumpukan Kristal, Batu Pelangi dan Batu Bintang yang berserakan memenuhi lorong raksasa.


Melihat hal itu terlalu banyak. Ryu mengeluarkan sebuah peti dimensi untuk mengambil semua benda tersebut.


Melihat apa yang dilakukan Ryu, kelima Tetua mengerutkan kening karena Ryu begitu antusias mengambil barang tersebut yang mereka fikir sudah terlalu banyak.


Sambil berjalan Ryu terus mengumpulkan tumpukan Harta tersebut hingga mencapai bagian terdalam lorong kini terlihat sebuah tumbuhan berwarna ungu mulai dari batang, daun hingga kelopak.


__ADS_1


Tanpa menunggu lama Ryu langsung mengambil tumbuhan tersebut dengan spiritualnya lalu menyimpan di Cincin pemulihan.


Setelah tidak ada lagi yang bisa diambil, Ryu bersama kelima Tetua kembali ke mulut lorong raksasa dimana yang lain sudah berkumpul.


" Tetua Agung." sambut mereka serempak.


" Apa di sekitar sini sudah diperiksa?" Tanya Ryu.


" Sudah Tetua Agung, sepertinya Siluman disini tidak ada lagi." jawab Nuan.


" Mmm... Kalau begitu kita lanjutkan perjalanan." Ryu mengeluarkan kapal udara.


" Baik Tetua Agung." jawab mereka serempak lalu masuk ke dalam kapal.


" Tetua Jianying, kamu ganti tetua Jianheng mengemudi kapal ini." Ryu memberi perintah.


" Baik Tetua Agung." Jianying menundukkan kepala lalu menuju ruang kemudi.


" untuk mengisi waktu, kalian boleh Istirahat." ucap Ryu.


" Baik Tetua Agung." mereka mengangguk lalu masuk ke kamar masing-masing.


Begitu juga dengan Ryu kini langsung menuju kamar utama kapal udara untuk beristirahat.


Setelah sampai di kamar utama, Ryu membersihkan diri hingga beberapa keluar dari kamar mandi langsung membaringkan tubuhnya.


" Pendekar Ryu... Aku ingin itu lagi." Jinying langsung muncul di atas Ryu yang sedang berbaring.


" Aku capek." Ryu membuat alasan.


" Kamu istirahat di Alam Jiwa saja. Dengan begitu akan ada banyak waktu." Jinying menarik tangan Ryu langsung masuk ke Alam Jiwa.


" Sepertinya kamu sangat liar." Ryu senyum tipis menatap ke arah Jinying yang berada di atasnya.


" Apa kamu tidak menginginkannya?" Jinying menutup mata seketika semua pakaian yang dia pakai menghilang.


" Tapi aku sangat menginginkannya." Jinying bergerak liar berusaha membangkitkan gairah Ryu.


" Aku ingin mengolah Aura Dewa Agung dulu." Ryu berdalih.


" Pendekar Ryu... Kamu jangan mengelak, kamu telah merenggut kesucian ku jadi kamu harus bersikap layaknya pria sejati." ucap Jinying.


" Itu kehendakmu sendiri." ucap Ryu.


" Deeeg." jantung Jinying seakan terhenti seraya meneteskan air mata.


" Pendekar Ryu... Apa kamu tidak mencintaiku?" Jinying menghentikan aksinya.


" Jinying... Aku tidak tau latar belakangmu, aku pernah membaca sebuah Kitab tentang kehidupan Ratu Neraka. Kamu jangan pernah menganggapku sebagai mainanmu." Ryu mengetahui kehidupan Ratu Neraka dimana dia menghabiskan waktu bersama ratusan Pria tidur dengannya.


Mendengar ucapan dari Ryu, Jinying langsung terdiam karena memang hal itu ada benarnya.


Namun itu semua adalah kehidupan masa lalunya sebelum dibangkitkan oleh Ryu yang kini sudah mengalami proses kelahiran kembali.


" Pendekar Ryu... mungkin itu di kehidupan sebelumnya, tapi sekarang aku benar-benar mencintaimu. Aku juga ingin hidup bahagia selamanya bersamamu." Jinying berkata jujur.


Mendengar ucapan dari Jinying, Ryu langsung terdiam mencoba mencerna ucapan tersebut karena Ryu tau bahwa Jinying adalah orang yang kejam dan licik.


Disisi lain Jinying beranggapan bahwa Ryu menolaknya sudah tentu karena tidak bisa menerima Jinying yang pernah berhubungan dengan banyak Pria.


" Pendekar Ryu... Aku tau kamu tidak bisa menerima keadaanku karena kamu berfikir bahwa aku sudah kotor. Namun harus kamu ketahui saat aku dibangkitkan, tubuh dan jiwaku kembali suci. Itu artinya kamulah yang pertama kali menyentuh tubuhku." Jinying memahami keadaannya.


" Tapi jika kamu tidak puas dengan tubuh baru yang kamu ciptakan, Aku bisa kembali suci hingga ratusan kali." Jinying berniat untuk mengambil tubuh wanita yang masih memiliki Yin Murni sebanyak mungkin agar Jinying tetap suci.


" Jinying... Aku tidak pernah berfikir seperti itu. Hanya saja aku berfikir kamu akan kembali menjadi orang jahat. Aku memang bukan orang yang baik, tapi aku hanya melakukan hal yang menurutku benar." Ryu kini mulai melunak.

__ADS_1


" Gege... Aku berjanji akan setia padamu. Jika perlu aku akan mengikrarkan sumpah langit." Jinying meneteskan darahnya berjanji dalam hati lalu mengucap sumpah langit di hadapan Ryu.


Melihat apa yang dilakukan Jinying, Ryu hanya bisa menggelengkan kepala karena menurutnya itu sudah berlebihan.


" Jinying... Tidak seharusnya kamu seperti itu. Aku minta maaf." Ryu mengusap rambut Jinying seraya memeluknya.


" Mulai sekarang aku akan memanggilmu Gege." Jinying merasa senang sambil membalas pelukan Ryu.


" Haaahh... Sepertinya aku akan menambah Istri lagi." Ryu menghela nafas panjang.


" Tidak masalah... Tapi aku tinggal disini saja, Aku belum siap bertemu dengan Istrimu yang lain." Ucap Jinying.


" Baiklah... Sepertinya tempat ini sangat aman untukmu." ucap Ryu.


" Gege... Apa kamu ingin melakukannya lagi? Gege tenang saja... Kali ini aku tetap suci lagi, karena aku sudah mengambil puluhan tubuh wanita yang memiliki Yin Murni. Jadi sebanyak itu juga Gege akan menikmatinya. Anggap saja sebagai menebus kesalahanku di kehidupan sebelumnya." Jinying berbisik mendekati telinga Ryu.


" Kamu tidak perlu melakukan itu. Jika kamu terus suci, sampai kapan kamu bisa memberikan keturunan untukku?" Ryu mengerutkan keningnya.


" Ah... " Jinying tersadar akan kebodohannya.


" Kamu kenapa?" Ryu mengerutkan keningnya.


" Aku sudah mengucapkan sumpah langit akan menebus kesalahanku. Karena sebelumnya Aku memiliki 120 Pria, jadi sebanyak itu juga aku mengambil tubuh wanita yang memiliki Yin Murni untuk dipersembahkan kepada Gege." Jinying merasa sesuatu yang buruk akan menimpanya berkeringat dingin sambil menatap ke arah Ryu.


" Apa?" Ryu membulatkan mata dengan rahang terbuka lebar.


" Haaahh... Sudah terlanjur." Jinying menghela nafas panjang.


" Jika seperti itu akan lama kamu memberikan keturunan untukku." Ryu menggelengkan kepalanya.


" Lakukan saja setiap hari. Dengan begitu sumpahku akan cepat selesai." Jinying mendorong tubuh Ryu seakan sudah siap menelan Ryu hidup-hidup.


" Nanti saja... Aku ingin mengolah Aura Dewa Agung dulu." Ucap Ryu.


" Tidak bisa... Kamu lakukan setelah ini saja." Jinying melotot.


" Haaahh... baiklah." Ryu tidak bisa mengelak lagi karena Jinying seakan terus memaksanya.


Mereka pun mengarungi lautan Surgawi bersama di Alam Jiwa hingga pertarungan mereka masih seimbang karena semua tenaga mereka seakan habis terkuras.


...----------------...


Di Sekte Lembah Persik beberapa jam setelah keberangkatan Ryu bersama Anggota Sekte Lembah Persik lainnya :


Terlihat Xin Mei setengah berlari ke kediaman Ryu, namun tidak menemukan siapapun.


Karena orang yang ingin dia cari tidak ada di tempat, Xin Mei langsung menuju ke arah kediaman Liu Meng.


" Mei'er.. Ada apa?" Tanya Liu Meng.


" Aku baru saja mendengar Gege Ryu sudah pulang. Paman, Apa dia disini?" Tanya Xin Mei.


" Ryu'er sudah pergi bersama anggota Sekte yang lain untuk menyerang Pasukan Siluman satu jam yang lalu." Ucap Liu Meng.


" Mei'er... Ada apa kamu mencarinya? Tidak baik karena kamu sudah memiliki Suami." Liu Meng menyadari kalau Xin Mei masih memiliki perasaan kepada Ryu.


Oleh karena itu Liu Meng menghindari hal tersebut yang bisa menimbulkan fitnah.


Mendengar ucapan dari Liu Meng, Xin Mei langsung terdiam karena hal itu memang ada benarnya.


" Baik Paman... Aku akan mendengar nasehat Paman. Kalau begitu aku pamit dulu." Xin Mei berlari kecil meninggalkan tempat tersebut.


Di tempat lain terlihat Qixuan sedang duduk melamun sambil memegang seruling miliknya.


" Tetua Agung... Sepertinya aku tidak bisa melupakanmu. Tapi sekarang kamu malah memiliki banyak Istri." Qixuan menggelengkan kepala karena baru mendengar bahwa Ryu sudah memiliki 21 Istri.

__ADS_1


Dalam fikiran Qixuan kembali mengingat saat mereka bersama Ryu memainkan Pedang di Sekte Pedang Kuno.


Terlihat dari wajahnya sekilas tersenyum, namun beberapa saat kembali murung.


__ADS_2