SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 62. MENINGKATKAN KULTIVASI


__ADS_3

Berbeda dengan Ryu, meskipun dia tidak membutuhkan Inti Roh dibawah Usia 10 Ribuan Tahun lagi. Tapi sangat berharga untuk Istrinya Sheng Zhishu yang awalnya memakai Energi Kehidupan dari Tumbuhan untuk kekuatannya, kini akan diganti dengan Inti Roh Siluman mengingat dia sudah memiliki Darah campuran juga.


Banteng Iblis merupakan Siluman yang memiliki Fisik yang luar biasa jika digabungkan dengan Inti Roh Kirin, maka akan beda lagi Ceritanya karena mereka akan saling menutupi.


" Junior, Terimalah! Kuharap kamu tidak melupakan Kami disini." Shandian Dohuang memberikan Inti Roh Kerbau Tanduk Api berusia Ribuan Tahun Tingkat Abadi.


" Ka Ryu, Aku harap kamu akan kembali lagi kesini suatu hari nanti." Yihua tidak ingin terlalu terpengaruh oleh perasaannya langsung menuju ke arah Ryu dan memberikan Inti Roh Ular Tulang Putih Berusia Ribuan Tahun Tingkat Abadi.


" Akan aku usahakan!" Ryu juga menerima Inti Roh tersebut.


Ryu sempat berfikir, kenapa itu sangat kebetulan. Mengingat Inti Roh yang mereka berikan itu sangatlah berharga. bahkan jika saja dulu dia mampu mengambil semua Inti Roh Tingkat Abadi maka kekuatanya sekarang jauh lebih kuat.


Ryu pun memberikan pesan Jiwa kepada Xin Chie agar menyiapkan Pil Kultivasi untuk Anggota Sekte sebagai ucapan terimakasih mengingat kebaikan mereka.


" Ryu'er, Kau ambil saja semua Kitab yang dipinjamkan padamu. Dengan begitu kita Impas " ucap Guru Erlong.


Beberapa Guru dan Murid lain juga tidak ingin ketinggalan memberikan Hadiah kepada Ryu karena telah membawa kembali Kitab Petir ke Klan mereka.


Ada yang memberikan Koin Emas, Batu Roh, Inti Roh Siluman hingga terlihat tumpukan ketiga Harta tersebut


"Terimakasih atas kebaikan Kalian semua, Kuharap kalian juga menerimanya sebagai ucapan terimakasih karena kalian telah menganggapku sebagai bagian dari Keluarga Sekte ini." Ryu memberikan Tumpukan Senjata hasil jarahannya dan juga Pil Kultivasi Tingkat 8 yang sudah dicampur bunga Spiritual Krisan.


Tentu saja mereka sangat senang karena senjata yang diberikan Ryu adalah Senjata tingkat Tinggi apalagi ditambah dengan Pil Kultivasi Tingkat 8 tetapi memiliki Aura yang sangat kuat puluhan kali lipat.


" Ryu'er... Ini Pil Kultivasi Tingkat 8, tapi kenapa Auranya sangat Kuat? Apa ini hasil gabungan dengan Kelopak Bunga Spiritual Krisan?" Paktriak sambil memegang sebuah Pil Kultivasi ditangannya.


" Paktriak, aku juga tidak tau, Karena aku menemukannya saat aku terdampar di Pinggir Pantai saat diserang Perompak." Ryu menyembunyikan identitas dari Pil tersebut.


Mereka pun langsung percaya mengingat, Cheung juga pernah menceritakan kalau dia seorang diri yang Selamat dari serangan Perompak saat menuju Benua Bintang.


" Saudara Ryu, ternyata kita mengalami nasib yang sama. Tapi kamu beruntung bisa menemukan Pil yang sangat berharga ini." Cheung juga setuju dengan cerita Ryu.


Sebenarnya Ryu tidak enak harus berbohong, namun tidak semuanya yang harus dia ceritakan kepada orang lain.


" Jika begitu, Aku Pamit undur diri" Ryu melangkahkan kakinya menuju Gerbang Sekte.


" Saudara Ryu... Jika kamu berkunjung Ke Istana Kerajaan Petir, pakailah Lencana ini." Shandian Rou melempar sebuah Lencana ke arah Ryu.


" Baiklah." Ryu menangkap Lencana tersebut sambil berjalan.


Sesampai di luar Gerbang Sekte, Ryu langsung menggunakan Langkah Kilat untuk mencari tempat yang Aman pinggiran Hutan yang letaknya sudah jauh dari wilayah Sekte.


Merasa sudah aman, Ryu langsung menuju ke Dunia Kecil dimana Ketiga Istrinya juga menunggu kedatangannya.


" Suamiku, " sambut mereka serempak.


" Aku rasa kita meningkatkan Level Kultivasi dulu sebelum melanjutkan Perjalanan." ucap Ryu.


" Mmmmmm " mereka mengangguk setuju.


" Istri Zhishu, untuk sementara kamu menyerap Inti Roh Ini dulu sebelum Berkultivasi. Aku rasa kamu sudah mengerti." Ryu memberikan Inti Roh Kirin, Inti Roh Banteng Iblis, Inti Roh Kerbau Tanduk Api, Inti Roh Ular Tulang Putih, dan Inti Roh Harimau Gunung usia Puluhan Ribu Tahun Tingkat Abadi Pemberian Guru Wugui.


" Aku mengerti" Sheng Zhishu mengambil Kelima Inti Roh tersebut.


" Aku akan menanam Apel Matahari ini dulu dan Memberikan Semua Batu Roh ini di Pohon Akar Jiwa Langit" ucap Ryu.


" Suamiku, biar Aku saja yang menanamnya" Sheng Zhishu menadahkan tangan.


" Ah... Aku lupa " Ryu tersadar kalau masalah Menanam Sumberdaya Langka adalah keahlian Sheng Zhishu lalu memberikan benda tersebut.


Sesaat benih Apel Matahari langsung melayang di udara ke halaman depan Rumah yang dibalut sebuah cahaya kemudian masuk kedalam Tanah.


" Suamiku, jangan terlalu banyak fikiran." Xin Chie mengingatkan.


" Maaf. Aku terlalu bersemangat. Kalian Berkultivasi saja dulu untuk beberapa Bulan" ucap Ryu.

__ADS_1


" Dengan Pil Kultivasi yang kita miliki sekarang, aku rasa kita mampu mencapai minimal Level 56. Pilnya ada di Ruang Sumberdaya, kami akan pergi dulu Karena Ka Zhishu harus menyerap Inti Roh terlebih dahulu sebelum Berkultivasi." Xin Chie Berjalan ke Ruang Kultivasi bersama Sheng Zhishu dan Huli Yue.


Ryu sendiri langsung menuju Pohon Akar Jiwa Langit untuk memberikan Batu Roh lalu menuju Kediaman Zi Mayi dan Zi Mifeng agar merawat beberapa Sumberdaya langka untuk beberapa bulan kedepan.


Tentu saja hal itu membuat Zi Mayi sangat senang, mengingat selama ini dia dan bawahannya Hanya bermalas-malasan selain Berkultivasi.


Setelah memberi perintah, Ryu kembali Ke Istana Emas langsung menuju Ruang Kultivasi yang terlihat sudah mulai.


Dalam Ruangan Yang Besar tersebut, selalu memancarkan Aura gabungan yang sangat kuat membuat Zi Mayi dan bawahannya seakan mengalami sedikit tekanan saat melewati wilayah Istana ketika merawat Sumberdaya.


" Tidak aku sangka, Aura Majikan Kita sangat mengintimidasi" ucap Zi Mayi.


" Kamu benar. Mungkin suatu saat Nanti mereka akan lebih kuat dari kita " ucap Zi Mifeng.


" Jika begitu, aku ingin minta Tolong sama majikan kita agar menarik Aura Pembunuh ini yang terkadang Membuat kepalaku seakan mau Pecah. Bahkan bawahanku juga mengalami hal yang sama." Ucap Zi Mayi.


" Aku dan Pasukanku juga mengalami hal yang sama. Kami juga kadang sampai ada yang berhalusinasi hingga Pingsan dengan Aura Pembunuh yang Pekat ini." ucap Zi Mifeng.


" Aku rasa kita ada di tangan Majikan yang cocok." Zi Mayi melanjutkan pekerjaannya bersama bawahan.


" Aku harap begitu." Zi Mifeng juga menjalankan aktivitasnya merawat semua hamparan Bunga yang seakan tidak ada habisnya.


Hal yang belum diketahui oleh Para Kultivator di Benua Bintang, dimana bermunculan Organisasi Misterius dari Sekelompok dari Dunia Iblis, Sekelompok dari Dunia Siluman, Sekelompok dari Dunia Peri, bahkan dari Dunia Dewa yang memiliki tujuan yang sama yaitu menguasai Dunia Manusia.


Bahkan ada dari Dunia yang masih Misterius juga masuk ke dalam Dunia Manusia dimana dari Gabungan antara Iblis dan Dewa.


Terlihat tiga Sosok Wanita Cantik seusia 22 Tahun seakan muncul dari Ruang Hampa di bagian Hutan di Benua Bintang.


" Hahahaha. Akhirnya kita sampai juga." ucap sosok Wanita Berbaju Merah dengan tingkat Kultivasi Level 58


" Sepertinya dari Kalangan Iblis, Dewa, Siluman dan Peri juga lebih dulu datang dari kita." ucap sosok Wanita berbaju Biru dengan Tingkat Kultivasi Level 58


" Yinshi, Yunjiang, tujuan kita kesini hanya mencari Apel Matahari saja." ucap Wanita berbaju Putih Tingkat Kultivasi Level 59


" Tianhe, Kamu tenang saja. Apa salahnya kita sedikit Bermain di Dunia ini sambil menjalankan misi." Ucap Yinshi.


" Jika itu ada, maka kita Bunuh saja atau kita serap Energinya. Dengan begitu, kita akan lebih cantik lagi." Tianhe senyum Jahat.


" Aku yakin, sepertinya tidak ada yang lebih Cantik dari kita. Bahkan di Dunia Dewa yang terkenal akan keindahan dan kecantikan masih jauh dari kecantikan kita." Yinshi terlihat senang.


" Kamu benar. Bagaimana kalau kita sedikit bermain Ilusi dengan beberapa Pria di Benua ini. Dengan begitu, kita akan mendapatkan sedikit Keuntungan." Yunjiang memberikan usul.


" Aku sepakat. Lagi pula di dunia ini belum ada yang mencapai Level 70 atau yang memiliki Jiwa Langit. Jadi aku rasa kita aman." Ucap Tianhe.


" Tapi... aku harap ingin mendapatkan Jodoh di Dunia ini. Soalnya Dunia inilah yang terakhir kita Kunjungi." Ucap Yinshi.


" Hahahaha. Jodoh kita belum dilahirkan, jadi kita harus bersabar. Lagi pula, aku tidak mau cari pasangan dibawah Levelku." Ucap Tianhe.


" Ciihhhh... Dunia Dewa juga tidak ada yang membuat kita tertarik, apalagi Dunia Manusia ini." Ketus Yunjiang.


"Labih baik kita Bermain Ilusi dulu dengan Manusia disini. Jika Perlu, kita bisa bermain dengan Kelompok Iblis, Dewa, Peri atau apapun yang kita temui " Yinshi yang sudah tidak Sabar.


" Mmmmmm." keduanya mengangguk.


Sesaat mereka berjalan keluar Hutan, langsung berjalan melalui jalan setapak untuk mencari korban mereka.


Di suatu tempat lain Bagian Benua Bintang kini juga terdapat Kelompok yang sedang berkumpul dengan Sosok Pria Tua dan sosok Wanita Cantik berpakaian Minim berwarna Hitam seakan memperlihatkan Kemolekan den Lekuk tubuhnya.


" Senior Beifang, Sebaiknya kita Mulai dari sini saja. Ternyata dari Dunia Siluman dan Dunia Peri itu juga sudah muncul di Benua Lotus." ucap Wanita Berpakaian minim.


" Nona Yuwang, sebaiknya kita kumpulkan kekuatan terlebih dulu. Lagi pula Peri dan Siluman sudah lama menduduki Benua Lotus. aku yakin, mereka sudah mengumpulkan Kekuatan." usul Beifang.


" Tentu saja. Lagi Pula mengumpulkan para Kultivator di Benua Bintang ini bukanlah hal yang sulit. Dengan Teknik Iblis Nafsu milikku dan Teknik Iblis Penggoda Semua Bawahan, Aku yakin banyak yang rela mati untuk kita." Yuwang sangat Yakin.


" Tapi tetap saja Nona harus berhati-hati. Karena kita tidak tau Dalamnya Lautan." Beifang mengingatkan.

__ADS_1


" Senior jangan Khawatir, aku tau resikonya." ucap Yuwang.


" Satu lagi. Meskipun kita tidak bisa menemukan Keberadaan Dewa disini, tapi aku yakin, mereka juga memiliki Tujuan yang sama. Apalagi ditambah Tiga Dewi Iblis itu, kita akan kerepotan." ucap Beifang.


" Haaahh... Lagi-lagi Tiga Dewi Iblis itu. mereka cukup merepotkan dengan Teknik Ilusi sampah itu membuat kita banyak kehilangan Pasukan di Dunia Iblis. Ditambah lagi dengan Dewa itu, aku yakin mereka akan menyusup di berbagai Sekte Alih-alih dengan kata menegakkan Keadilan. Tapi tujuan mereka sama busuk." Yuwang terlihat Kesal.


" Sepertinya kita jangan sampai ketahuan, lebih baik kita bergerak sembunyi-sembunyi. Atau kita juga menyusup ke Sekte Aliran Hitam di Wilayah ini." usul Beifang.


"Itu lebih mudah. Serahkan saja padaku!" Yuwan senyum licik.


......................


DI BENUA LOTUS, SEKTE LEMBAH PERSIK:


" Lapor Paktriak. Sekte Hutan Siluman kembali menyerang Kawasan pemukiman Warga lagi." Jianheng memberi informasi.


" Mereka seakan tidak ada efek Jera sama sekali. Lalu bagaimana dengan Murid kita?" tanya Lin Feng.


" Untuk sekarang mereka sedang dirawat karena banyak yang luka akibat insiden tersebut." Ucap Jianheng.


" Kalau begitu, Suruh Paktriak Fang Yan dan Semua Sekte Cabang untuk memperkuat Penjagaan. Aku yakin, Sekte Tirai Bambu bawahan Peri Kegelapan itu pasti akan kembali menyerang." Perintah Lin Feng.


" Baik Paktriak " Jianheng memberi hormat langsung meninggalkan Ruangan.


" Tetua Meng, Bagaimana dengan Penyisiran dari Tetua Qixuan?" tanya Lin Feng.


" Untuk sekarang Tetua Qixuan juga dalam perjalanan kesini untuk membawa anggota Sekte Pedang Kuno untuk bergabung bersama kita." Ucap Liu Meng.


" Syukurlah... Tetua Tianba, bagaimana dengan Guru Lun dan Guru Jingmi?" Tanya Lin Feng.


" Mereka telah berhasil memukul mundur Sekte Hutan Siluman." ucap Tianba.


" Maaf Paktriak, ada hal yang tidak kalah Penting. Ada Empat Sosok Naga Raksasa bersama Pasukannya telah berhasil melumpuhkan Serangan dari Peri Kegelapan saat berada di Wilayah Perbatasan Kekaisaran Wilayah Ketiga Gunung itu. Salah satu dari mereka yang bernama Naga Biru mengatakan kalau mereka adalah bawahan Tetua Agung." ucap Jianying.


" Apa? bagaimana bisa?" Lin Feng merasa tidak percaya.


" Benar Paktriak. saat kami Kewalahan, Mereka lah yang membantu kami bahkan menyembuhkan beberapa Murid Sekte yang sedang terluka." Jianying meyakinkan mereka.


" Kalau begitu, Sepertinya mereka memang Bawahan Tetua Agung. Aku harap jangan sampai ada Anggota Sekte kita yang mengganggu Wilayah mereka. Dengan begitu, mereka akan merasa aman dan mungkin bisa membantu ketika kita diserang." Ucap Jianying.


" Tetua Jianying buatkan ketiga Gunung itu sebagai Wilayah Terlarang Sekte Lembah Persik." Perintah Liu Meng.


" Baik Tetua Meng, aku juga berfikir demikian." Jianying langsung meninggalkan Ruangan Paktriak.


" Syukurlah, Pasukan Naga itu ada di Pihak kita. Jika tidak, Sekte kita bisa hancur." Lin Feng bernapas lega.


" Sepertinya Ryu'er sudah menyiapkan segalanya sebelum dia melakukan Perjalanan Panjang." ucap Liu Meng.


" Semoga Perjalanan mereka tidak terganggu, agar mereka bisa cepat kembali." Lin Feng penuh harap.


" Kalau begitu, kami pamit dulu!" Liu Meng meninggalkan Ruangan tersebut bersama yang lain.


......................


Satu Tahun berlalu saat Ryu dan ketiga Istrinya mulai Berkultivasi, kini mereka telah keluar dari Ruang Kultivasi dengan sebuah senyuman yang puas.


Ryu dan Ke tiga Istrinya kini semua Sudah mencapai Level 56 Dengan Aura masih Tingkat Dewa Raja, Tulang Naga Bumi, Jiwa Tingkat Bumi dan Qi Tingkat Bumi 1000 Lingkaran.


Untuk Elemen:


Ryu, Petir Tingkat Langit.


Sheng Zhishu, Api Tingkat Bumi.


Xin Chie, Api Tingkat Bumi.

__ADS_1


Huli Yue, Petir Tingkat Raja.


Sheng Zhishu yang awalnya sudah berada di Level 53 harus terlambat karena harus menyerap Kelima Inti Roh Siluman terlebih dulu, sehingga ada waktu jeda untuk melanjutkan Berkultivasi.


__ADS_2