SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
AURA DEWA AGUNG 3


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Mereka pun terus memeriksa ke seluruh Hutan hingga Ryu menemukan Bunga yang terlihat sangat aneh namun sangat indah.


Bunga tersebut memiliki corak warna sebening kristal mulai dari batang, daun hingga kelopak bunga yang semuanya berwarna kristal.



Dari bunga tersebut memiliki Aura yang sangat kuat walaupun Ryu masih belum mengetahui fungsi dari bunga tersebut, tapi bagi Ryu sendiri lebih baik untuk mengambilnya sebagai pelengkap hiasan di Istana Emas sambil mempelajarinya.


Dengan hati-hati Ryu menciptakan ruang hampa dan memasukkan Bunga kristal tersebut ke Cincin miliknya.


Begitupun dengan Anggota Sekte Lembah Persik yang lain juga mengumpulkan Sumberdaya yang mereka temukan.


Setelah melakukan penelusuran di seluruh Hutan selama dua hari, Ryu bersama kelompoknya tidak ada lagi mengalami kendala apapun meski sering bertemu dengan Siluman yang masih berusia ratusan ribu tahun.


Merasa tidak ada lagi keberadaan Siluman, Ryu membawa mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Hutan yang kedua langsung menggunakan Kapal udara.


" Tetua Jianheng, kamu ambil alih untuk mengemudi kapal ini menggantikan Tetua Shen." Ryu memberi perintah.


" Baik Tetua Agung." Jianheng menuju ruang kemudi.


" Yang lain silahkan istirahat sejenak untuk memulihkan tenaga." ucap Ryu.


" Baik Tetua Agung." ucap mereka serempak lalu memilih kamar masing-masing untuk istirahat.


Setelah mereka pergi Ryu langsung masuk ke kamar utama kapal langsung mengolah Aura Pembunuh yang dia kumpulkan menjadi Aura Dewa Agung.


Ryu memang berencana untuk mengumpulkan Aura Pembunuh sebanyak mungkin untuk dijadikan sebagai Aura Dewa Agung yang menurutnya sangat membantu ketika saat bertarung tanpa harus mengeluarkan Qi namun memiliki pengaruh yang besar karena langsung menyerang mental pihak lawan.


Untuk Mayat Siluman Ryu memang berniat mengumpulkan sebanyak mungkin untuk menambah energi alam dan memperluas Dunia Quzhu.


Begitu juga dengan Inti Roh Siluman, Ryu berniat menyerapnya untuk menambah kekuatan fisik saat berada di Dunia Quzhu.

__ADS_1


Di Alam Jiwa terlihat Jinying sedang memikirkan sesuatu karena sejak awal dia terus memperhatikan Ryu yang membunuh Ribuan Siluman hingga sampai saat ini.


" Aku harus meningkatkan Kultivasiku di Dunia Fana ini, jika tidak Pendekar Ryu akan lebih mudah membunuhku." ucap Jinying sambil memikirkan cara untuk meningkatkan Kultivasi secepat mungkin.


" Ada satu cara... Aku harus meminta meminta mayat Siluman yang sudah berusia jutaan tahun itu. Tapi itu tidak cukup, aku membutuhkan gabungan elemen cahaya dan elemen kegelapan milik Pendekar Ryu. Itu artinya aku harus berhubungan intim dengannya." Jinying memasang wajah memerah membayangkan jika itu terjadi padanya.


Ditambah lagi dengan tongkat milik Ryu yang sangat besar, tentu saja akan membuatnya menderita.


Bahkan di kehidupan sebelumnya saja Jinying yang sebagai Ratu Neraka sering melakukan hubungan intim kepada siapapun yang dia inginkan.


Di kehidupan sebelumnya Jinying dikenal sebagai Ratu Neraka karena mampu hubungan intim dengan ratusan Pria sekaligus dan ini dia lakukan setiap waktu demi mendapatkan kekuatan.


Jinying berfikir jika di kehidupan sebelumnya bertemu dengan Ryu, sudah tentu dia juga akan keawalahan menghadapinya.


Apalagi dengan tubuh baru yang dia miliki sekarang masih menyimpan Yin Murni, karena dia sudah menggabungkan dari ratusan wanita yang memiliki Yin Murni ditambah lagi dengan wanita lain yang tentu akan menjadikan Jinying kembali ke usia remaja.


Setelah cukup lama berfikir, akhirnya jinying memutuskan untuk melakukan hal itu bersama Ryu karena tidak ada pilihan lain.


" Pendekar Ryu... Aku membutuhkan mayat Siluman itu untuk meningkatkan Kultivasiku." Jinying keluar dari tubuh Ryu.


" Berapa banyak yang kamu butuhkan?" tanya Ryu.


" Aku membutuhkan mayat Siluman yang sudah berusia jutaan Tahun saja. Untuk yang sudah mencapai tingkat Surgawi bisa menaikkan satu level, untuk yang sudah mencapai tingkat Suci bisa menaikkan lima level dan untuk yang sudah mencapai tingkat Abadi bisa menaikkan sepuluh level." ucap Jinying.


" Aku tidak bisa memberimu Siluman yang sudah mencapai tingkat Abadi karena aku juga membutuhkannya." ucap Ryu.


" Tidak masalah... tingkat surgawi dan suci sudah cukup." ucap Jinying seraya menggoda Ryu.


" Baiklah, ini untukmu." Ryu mengeluarkan 20 mayat Siluman Beruang dan 5 mayat Siluman Kera.


Melihat apa yang dilakukan Jinying, Ryu kembali duduk bersila untuk memadatkan Aura Dewa Agung.


Namun kini rencananya dihentikan oleh Jinying, secara perlahan Jinying meraba tubuh Ryu.


" Jinying... Apa yang kamu lakukan?" Ryu merasakan sentuhan lembut tersebut meskipun masih dalam keadaan mata tertutup.


" Pendekar Ryu... Selama ini kamu sudah banyak membantuku, jadi sudah selayaknya aku memberikan hal yang berharga untukmu." Jinying langsung duduk di pangkuan Ryu sambil memeluknya.


Ryu yang tidak tahan dengan apa yang dilakukan Jinying langsung membuka mata, alangkah kagetnya Ryu saat melihat sosok yang di pangkuannya sudah tidak memakai sehelai kain pun.


" Gluug." Ryu menelan ludah naluri seorang pria normal langsung bangkit.


" Pendekar Ryu... Aku harap kamu melakukannya dengan perlahan." Jinying merasakan sesuatu yang tegang di pinggulnya.


Dengan suka rela Ryu melepaskan pakaiannya yang juga dibantu oleh Jinying.


Permainan lidah mereka pun mulai beraksi seakan saling mengambil sesuatu yang berharga di mulut lawan.


Dengan posisi masih di pangkuan Ryu, Jinying merangkul tubuh Ryu sekuatnya sambil menggoyangkan pinggul mengarahkan Goa miliknya yang sudah basah.


Begitupun dengan Ryu meski masih dalam posisi duduk, namun tangannya begitu liar memberikan pijatan lembut ke arah Gunung kembar Jinying.


Setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya Ryu menyatukan bagian Inti tubuh mereka hingga Jinying merasakan sakit yang luar biasa karena miliknya yang masih kecil diterobos paksa oleh goyangan pinggulnya sendiri membuat Jinying menggigit bibirnya sendiri seraya meremas punggung Ryu.

__ADS_1


" Kamu jangan memaksakannya. Coba kamu tahan dulu." Suara terdengar dari Ryu memahami rasa sakit yang Jinying rasakan akibat ulahnya sendiri.


" Mmm." Jinying mengangguk menghentikan gerakan pinggulnya dengan posisi milik Ryu masih terbenam di lobang miliknya yang terasa penuh.


" Biarkan saja begitu sampai kamu tidak merasakan sakit lagi." ucap Ryu seraya memainkan lidahnya di mulut Jinying.


Jinying yang hanya menurut juga melakukan hal yang sama membalas permainan lidah dari Ryu tetapi tidak berani lagi menggoyangkan pinggulnya.


Dengan sentuhan lembut di kedua gunung kembar miliknya oleh Ryu, kini Jinying tidak merasakan sakit lagi melainkan kini diganti dengan sensasi yang luar biasa sampai ke ubun-ubun kepalanya.


' Pantas saja semua Istrinya begitu menikmati apa yang dilakukan oleh Pendekar Ryu.' Jinying membatin, merasa Ratusan Pria yang berhubungan intim dengannya dulu seakan tidak ada artinya dibandingkan dengan Ryu.


Jinying mulai memahami kondisi tersebut meskipun di kehidupan sebelumnya Jinying sangat berpengalaman tapi untuk melawan milik Ryu yang sangat besar tentu saja tidak seekstrim yang dia fikirkan.


Belaian lembut dari Ryu kini membuat Jinying seakan melayang baru pertama kali merasakan kenikmatan yang sebenarnya.


Suara jeritan sebelumnya kini tidak terdengar lagi karena sudah tergantikan dengan suara yang manja.


Ryu yang perkasa terhadap Istrinya yang lain, namun dengan kehadiran Jinying, posisi mereka bisa seimbang yang membuat keduanya terkapar karena sudah banyak mengeluarkan tenaga.


" Jinying... Ternyata kamu bisa mengimbangi ku." Ryu tersenyum mengakui kehebatan Jinying.


Mendengar pengakuan dari Ryu, Jinying hanya tersenyum yang juga mengakui kehebatan Ryu karena hanya Ryu yang mampu membuatnya mencapai puncak kenikmatan yang sebenarnya.


Di kehidupan sebelumnya Jinying merasakan adalah hal sia-sia, meski ditemani ratusan Pria namun hanya merasakan kenikmatan yang semu.


Niat awal Jinying ingin membunuh Ryu serta seluruh Istrinya, kini tergantikan dengan perasaan melindungi Ryu namun tetap berfikir untuk membunuh Istrinya yang lain agar Ryu akan menjadi hak milik sepenuhnya.


" Pendekar Ryu... Aku minta Pil pemulihan itu." Jinying berencana memulihkan rasa sakit pada bagian intimnya agar bisa melakukan hal itu lagi dengan Ryu.


" Mmmm... Kamu ambil saja sepuasnya." Ryu memberikan cincin pemulihan kepada Jinying yang berisi berbagai Pil.


Saat Jinying memulihkan diri, kini terdengar suara ketukan pintu hal itu membuat Jinying merasa kesal dengan buru-buru kembali ke Alam Jiwa.


Begitupun dengan Ryu kini langsung memakai kembali pakaiannya lalu membuka pintu.


" Tetua Agung... Kita sudah sampai di Hutan yang kedua." Tianba memperhatikan Ryu yang terlihat berkeringat dan menaruh curiga.


Namun setelah memeriksa keadaan sekitar tidak ada orang satupun, Tianba menepis pikirannya kembali ke kelompok.


Ryu yang menyadari kecurigaan Tianba, langsung memperbaiki penampilannya yang acak-acakan.


Setelah mereka semua di Hutan yang kedua, Ryu juga melakukan hal yang sama seperti saat berada di Hutan sebelumnya.


Kini Anggota Sekte Lembah Persik dengan senantiasa mengumpulkan Inti Roh dan Mayat Siluman meski bertarung sedikit mengeluarkan tenaga, karena mereka yakin di kedalaman Hutan pasti ada Dewa dari Siluman seperti Hutan sebelumnya yang pasti akan membuat mereka keawalahan.


Karena berkat bantuan Aura Dewa Agung yang mampu membunuh Siluman yang sudah berusia ratusan ribu tahun ketika berada di jarak 10 meter di sekelilingnya tanpa harus bertarung.


Sedangkan yang berjarak diatas 10 meter sampai 15 meter hanya bisa membuat Siluman pingsan dan yang berjarak diatas 15 meter sampai 20 meter membuat gerakan Siluman melambat seperti ditimpa beban berat.


Yang tentu hal itu membuat Anggota Sekte Lembah Persik merasa tertolong.


Sambil mengumpulkan Mayat Siluman dan Inti Roh. mereka juga tidak melewatkan kesempatan untuk mengambil Sumberdaya yang mereka temui.

__ADS_1


Sudah tidak terhitung lagi jumlah Siluman yang mereka bunuh, beruntung saja dengan kotak dimensi yang Ryu berikan memiliki luas 100 ribu kilometer yang tentu masih mampu menampung jutaan tumpukan mayat Siluman.


__ADS_2