SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 78.SUNGAI TANPA DASAR


__ADS_3

Sungai Tanpa Dasar dinamakan karena sangat dalam dan tidak seorangpun yang mencapai dasar sungai ketika ingin menyelam.


Sungai itu sendiri sangat panjang mengitari seluruh Wilayah Kerajaan Air yang bermuara di Lautan Wilayah Kerajaan Angin.


" Aku yakin di Sungai ini Pasti banyak menyimpan Harta atau barang berharga" Ryu sambil menatap sungai tersebut yang memiliki lebar kisaran 200 meter. "Aku Harus menyiapkan sesuatu terlebih dulu sebelum menjelajahi dasar sungai ini." Ryu berjalan menuju ke Klan Feng.


Menurut keterangan beberapa Kultivator yang sedang berbincang di Kedai Penginapan yang pernah Ryu datangi, Klan Feng seperti sebuah Sekte namun tidak memiliki nama lain selain nama Klan itu sendiri.


Saat dalam perjalanan ingin mencari tempat untuk beristirahat, Ryu bertemu dengan Lima Sosok Pria Tua yang sedang membawa beberapa Kultivator yang sedang terluka.


" Senior, Apa yang terjadi?" Ryu Penasaran dengan apa yg menimpa mereka.


" Anak Muda, Kami mendengar sebuah Pertempuran di bagian Hutan bagian Barat dari sini. Ternyata kami menemukan mereka sedang dihadang Sepasang Siluman Kura-kura berusia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Surgawi. Beruntung kami tepat Waktu menyelamatkan mereka." Ucap Salah satu Sosok Pria Tua.


" Anak muda, jika boleh tau kamu mau kemana? Tempat seperti ini sangat berbahaya jika melakukan perjalanan Sendirian." Tanya Sosok yang lain.


" Sebenarnya aku ingin bertemu dengan Klan Feng. Ada sedikit hal yang perlu saya Sampaikan." ucap Ryu.


" Apakah ada hal yang sangat penting? Kabetulan Aku adalah Paktriak dari Klan Feng. Dan mereka yang terluka itu adalah Anggota Klan kami. Namaku Feng Duan" Feng Duan sambil menyelidik.


" Salam Paktriak Duan, Perkenalkan Namaku Ryu. Sepertinya mereka banyak kehilangan darah, biarkan saya sedikit membantu." Ryu memberikan beberapa Pil Pemulihan


" Terimakasih Anak Muda." Feng Duan Senyum ramah langsung membagikan Pil tersebut kepada Anggota Klannya.


Hingga menunggu beberapa saat, kondisi mereka mulai pulih dan luka sayatan di tubuh mereka mulai menutup.


" Terimakasih Tuan Muda." mereka langsung memberi Hormat.


" Ryu'er... Sepertinya Pil milikmu sangat mujarab, aku sebagai Paktriak mereka juga mengucapkan terimakasih." Feng Duan sangat senang.


" Ryu'er, Sepertinya kamu Seorang Pengembara. Jika kamu berada di Kerajaan Api, berkunjunglah ke Klan Huo. Kebetulan Aku Paktriak dari Klan Huo. Namaku Huo Wu. Tapi kamu harus berhati-hati, disana banyak Sekte Aliran Hitam." Huo Wu memperkenalkan diri sekaligus mengingatkan.


" Paktriak Wu, Paktriak Duan, mohon maaf sebelumnya jika boleh tau apa yang membuat kalian ada disini?" Ryu merasa itu adalah hal aneh.


" Ryu'er, kamu sangat jeli. Sepertinya kamu orang baik, tidak ada salahnya aku memberikan hal ini kepadamu. Kami ingin memutuskan untuk kerjasama, mengingat Ratusan Tahun yang lalu Klan Kami seperti Kerabat dekat. Lagi pula akhir-akhir ini aku melihat banyak Pergerakan dari Kelompok maupun Sekte Aliran Hitam yang begitu kuat. Jadi kami ingin menjalin kerjasama untuk menekan pergerakan tersebut." Ucap Huo Wu.


" Jadi semua yang ada disini? " Ryu sambil memandang Empat sosok yang lain.


" Mereka adalah Para Tetua di Klan Huo. Kami melakukan perjalanan jauh sudah tentu sangat berbahaya, itulah aku membawa mereka." Ucap Huo Wu.


" Jika begitu kebetulan sekali." Ryu mengeluarkan dua buah Kitab " Aku datang dari Benua Lotus, Berniat untuk mengembalikan Kitab yang pernah aku temui ketika menjalankan misi mencari Sumberdaya" Ryu memberikan mereka masing-masing satu Kitab.


" Apa? Kitab Air? " Feng Duan memegang Kitab tersebut dengan tangan gemetar.


" Ryu'er.. Terimakasih Banyak. beruntung sekali Kitab ini ditemukan oleh Orang Baik, Jika tidak mungkin mau jadi apa Benua ini." Huo Wu menahan rasa keterkejutannya.


" Ryu'er, sepertinya hari mulai gelap. Lebih kamu bergabung bersama kami. Aku rasa disini cukup aman." Feng Duan membawa Rombongan ke tanah lapang.


Sesampai di tanah lapang, Mereka mendirikan Kemah masing-masing termasuk Ryu juga membuat tenda sendiri.


Sesekali Ryu terlihat khawatir, mengingat Hari sudah Malam dan waktunya dia Harus secepatnya Pulang. Namun Feng Duan dan Huo Wu seakan ingin mengajaknya untuk berbicara.


" Ryu'er, Sebaiknya besok pagi kita langsung menuju Klan Feng." ucap Feng Duan.


" Mohon maaf sebelumnya Paktriak, sebenarnya aku hanya ingin mengantar Kitab itu saja. Aku sudah lama tidak pulang Ke Benua Lotus dimana tempat kediamanku " ucap Ryu.


" Jadi begitu ya? Sepertinya kamu banyak mengalami kendala saat mengembalikan Kitab ini. Sebagai ucapan Terimakasihku, terimalah meskipun itu belum cukup untuk membayar jasamu." Feng Duan memberikan Inti Roh Siluman Kura-kura berusia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Surgawi.


" Terimakasih Paktriak." Ryu terlihat sangat senang karena tidak perlu repot-repot lagi mencarinya.


" Ryu'er, Terimalah ini sebagai ucapan Terimakasihku. Meskipun aku tau ini tidak cukup untuk menggantikan rasa lelah mu " Huo Wu memberikan 2 buah inti Roh Siluman Naga Air berusia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Abadi.


" Terimakasih Paktriak, ini sangat berguna sekali." Ryu berniat untuk memberikan kedua Inti Roh tersebut kepada Sheng Zhishu dan Xin Chie.

__ADS_1


Feng Duan dan Huo Wu mengira kalau Ryu hanya bersandiwara agar tidak mengecewakan pemberian mereka, karena Ryu memiliki Elemen Petir.


Ryu sendiri tidak mempermasalahkan Kura-kura tersebut memiliki Elemen Angin, namun yang dia fikirkan adalah bagaimana dia bisa bertahan lama di dalam Air. begitupun Naga Air yang memiliki Elemen Api Putih, namun khasiatnya juga bisa membuat Sheng Zhishu dan Xin Chie bisa bertahan di dalam Air karena sekarang mereka sudah memiliki Apel Matahari untuk memperkuat Elemen mereka.


" Ryu'er, sepertinya hari Sudah malam sebaiknya kita istirahat." Feng Duan mengakhiri pembicaraan langsung menuju Tenda miliknya.


Begitupun Ryu dan Huo Wu juga masuk ke tenda masing-masing.


" Wuush" Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu masuk ke Dunia Kecil.


Di dalam Istana Baru Mereka yang terlihat berkilauan karena sudah dilapisi dengan Kristal dan disertai Jamrud dengan berbagai macam warna, Terlihat Ketujuh Istrinya memandang Ryu dengan penuh selidik.


" Maaf, hari ini aku terlambat." Ryu merasa bersalah.


" Sayang, kamu sedang apa sampai lupa waktu" Tianhe mendahului yang lain.


" Tadi aku sedang bertemu dengan Paktriak kedua Klan Feng dan Klan Huo. Aku tidak enak meninggalkan pembicaraan mereka." ucap Ryu.


" Suamiku, kamu kan bisa kirim Pesan Jiwa kepada kami. Sudahlah lebih baik kita istirahat." Sheng Zhishu merasa Suami mereka tidak pernah berbohong.


" Aku sangat lelah." Ryu beralasan langsung menuju Kamar.


" Sudahlah, jangan terlalu berfikir lebih jauh." Xin Chie menatap ke arah Tiga Dewi Iblis dan Yuwang masih Emosi juga langsung menuju Kamar mereka.


" Jika kalian masih marah, masih banyak Kamar lain." Huli Yue Berjalan santai menuju Kamar.


" Tidak Mau " Mereka langsung berlari kecil mendahului Huli Yue dan Xin Chie langsung masuk ke Kamar.


Keesokan Pagi, Ryu keluar dari Dunia Kecil langsung mengembalikan tenda kembali ke Cincin Ruang lalu berpamitan dengan mereka untuk melanjutkan Perjalanan.


Setelah merasa cukup jauh dari rombongan, Ryu langsung mengaktifkan Armor Pelangi dan menggunakan Langkah Kilat menuju ke arah bagian Hulu Sungai Tanpa Dasar.


Setelah memasuki Hutan, Ryu kembali membuat Pelindung Tempurung Kura-kura langsung menyerap Inti Roh Kura-kura yang baru saja dia dapat dari Feng Duan dan Inti Roh Naga Air juga dia berikan kepada Sheng Zhishu dan Xin Chie.


Setelah beberapa saat Ryu sudah menyelesaikan Proses Penyerapan inti Roh tersebut lalu mengeluarkan bawahannya.


" Berkat bantuan Inti Roh Siluman Buaya itu, Mungkin bisa bertahan selama Satu Minggu." Jawab Zi Mayi.


" Bagus. Sekarang kita mulai menyusuri Hutan ini terlebih dulu sampai Ke Hulu Sungai." perintah Ryu.


" Baik Tuan." Zi Mayi dan Zi Mifeng membawa Pasukan menyusuri Hutan.


" Chaizu, kita berangkat sekarang! Jinying, kamu Bantu kelompok Mifeng dan Shizi kamu bantu Mayi." Ryu langsung menyusul mereka.


Setelah menempuh Perjalanan selama seharian, kini mereka menghentikan perjalanan mengingat Waktunya Ryu untuk Pulang.


Begitupun Semua bawahan Ryu juga ikut ke Dunia Kecil untuk memulihkan tenaga dimana kadang bertemu sekelompok Siluman meskipun tidak menjadi masalah berarti.


Keesokan pagi mereka kembali melanjutkan perjalanan hingga selama lima Hari Mereka telah berada di bawah kaki Gunung tempat bagian hulu sungai.


" Tuan, Sepertinya Wilayah Gunung ini banyak sekali Siluman yang sudah berusia Ratusan Ribu Tahun. Tapi itu tidak masalah Tuan, biarkan kami membereskannya." ucap Zi Mayi.


Sebenarnya Ryu tidak terlalu menginginkan hal tersebut mengingat tujuannya adalah menjelajahi Dasar Sungai dimana tidak pernah terjamah oleh siapapun.


" Baiklah, Aku tunggu kalian disini saja. Jika menemukan Sumberdaya ataupun hal yang aneh, kabarkan padaku." Ryu mempersilahkan mereka.


" Dengan senang hati Tuan." Zi Mayi dan Zi Mifeng terlihat senang.


" Ggooooaaarr " Chaizu dan Shizi mengaum seakan tidak mau kalah dengan yang lain. Melihat tingkah mereka, Jinying juga ingin ambil bagian.


" Haaah... Sepertinya kalian memang senang bertempur. Pantas saja Aura Pembunuh kalian dulu sangat Pekat." Ryu bergumam.


Seketika suara pertempuran pun langsung terdengar di balik Gunung di berbagai tempat membuat gempa kecil.

__ADS_1


" Tidak ada salahnya jika aku membuat Armor Pelangi untuk kalian semua. Hitung-hitung sambil menunggu kalian kembali." Ryu langsung mengeluarkan Tungku Penempa.


" Untuk apa juga Banyak menyimpan Harta jika tidak digunakan." Ryu mengambil Batu Meteor, Batu Pelangi dan batu Bintang hingga mengambil berbagai Sumberdaya dan Inti Roh Siluman dari hasil jarahan di Sekte Gunung Es.


Untuk kekuatannya sekarang, Ryu mampu membuat 25 Armor Pelangi Sekaligus hingga dalam waktu sehari dia mampu membuat 100 buah hingga pada hari ketiga dia telah menyelesaikan 300 Armor Pelangi mengingat semua bahan hanya tinggal sedikit.


Perbedaan Armor Pelangi yang dipakai Ryu dan 7 Istrinya hanya darah Gabungan saja dari Ciptaan Armor Pelangi dibuatnya sekarang, namun dari segi ketahanan tetap sama.


" Sepertinya mereka belum kembali." Ryu langsung menuju Dunia Kecil mengingat sudah sore.


Pada keesokan pagi saat Ryu sudah keluar dari Dunia Kecil, kini mereka telah berkumpul di tempat Ryu berada.


" Tuan, " Sambut mereka Serempak.


" Syukurlah kalian semua tidak ada yang kurang." Ryu melihat mereka masih dalam kondisi Prima.


" Itu semua berkat Nona Xin Chie yang membolehkan kami mengambil Pil sesuai kebutuhan kami. Jadi kami bisa mengambil sendiri jika memerlukan." Ucap Zi Mifeng.


" Baguslah dengan begitu aku tidak perlu menghawatirkan kalian lagi." Ryu mengeluarkan Armor Pelangi.


" Pakailah pada diri Kalian semua. dengan begitu kalian tidak mudah untuk dilukai." ucap Ryu.


" Terimakasih Tuan." mereka memakai Armor Pelangi yang seakan menyatu dengan Kulit keras mereka. Begitupun Chaizu dan Shizi juga memakainya, namun Jinying yang sudah mendapatkan sebelumnya, hanya memilih diam memperhatikan mereka.


" Apa yang Kalian dapatkan?" tanya Ryu.


" Kami hanya menemukan benda ini Tuan. Selebihnya seperti Sumberdaya yang ada di Dunia Kecil. dan semua kami langsung simpan di Ruang Penyimpanan." Zi Mayi memberikan sebuah benda berbentuk ginseng.


" Ginseng Air... Berapa banyak yang kalian dapatkan? " Ryu terlihat senang.


" Hanya Sedikit Tuan. Tapi aku yakin benda itu pasti banyak di dam sungai ini. karena kami mengambil Ginseng Air itu tengah berada di dekat Sumber." Ucap Zi Mifeng.


" Kalau begitu, tunggu apa lagi? kita Harus menyusuri Dasar sungai ini! bila perlu sampai ke Muara sekalian." Ryu langsung masuk ke air yang dikuti Bawahannya.


Mereka pun langsung menyelam ke dalam Air hingga memakan waktu hampir seharian namun masih belum mencapai dasar sungai.


Melihat Waktu masih belum menemukan tanda-tanda dari dasar Sungai, Ryu langsung memberikan pesan jiwa kepada Istrinya tentang keberadaan mereka.


Tiga Hari berlalu Mereka masih belum menemukan dasar Sungai hingga tepat Hari keenam Mereka menemukan sebuah tanda-tanda dasar Sungai.


Ryu yang melihat Jinying mulai Gelisah, dia pun mengibas tangannya untuk mengembalikan Jinying ke Dunia Kecil.


Seketika Chaizu dan Shizi juga mulai kehabisan nafas, dengan segera mengibaskan tangannya untuk mengembalikan mereka.


' Benar-benar mengerikan. Semoga saja bisa menemukan Ginseng Air yang sudah mencapai 1 juta Tahun.' Ryu yang terus menyelam ke bawah.


Hingga beberapa saat mereka sudah sampai di Dasar Sungai, yang terlihat Hamparan Ginseng Air.


' Mayi, Mifeng, Ambil dan makan Ginseng ini untuk menambah ketahanan kita di dalam air. Carilah Ginseng yang sudah berusia 1 juta Tahun, maka kita akan Selamat.' Ryu memberikan sebuah Pesan Jiwa kepada mereka.


Tanpa menjawab, Mereka berdua langsung memerintahkan Anak Buahnya untuk memakan dan mencari keberadaan Ginseng Air yang sudah berusia 1 juta Tahun.


Kini Ryu baru mendapatkan sebuah Ginseng seperti yang dia inginkan dan memakannya. Secara perlahan kakinya seakan menyatu dengan dasar Sungai.


' Apakah kalian sudah menemukan?' tanya Ryu.


' Aku baru dapat satu Tuan.' Jawab Zi Mifeng


' Aku Juga.' jawab Zi Mayi


' Bagus. Sekarang makan dan resapi sampi menuju Dantian kalian' ucap Ryu.


Tanpa menjawab, mereka pun langsung memakannya lalu mengalirkan ke dalam Dantian seketika Kaki Mereka juga Terlihat menyatu dengan tanah.

__ADS_1


" Hahahaha... Tuan mengapa seperti ini.?" Zi Mayi dan Zi Mifeng sangat senang.


" Itu Khasiat dari Ginseng Air yang sudah berusia 1 Juta Tahun. Jadi selamanya kita bisa masuk bebas ke dalam Air. Cari yang lain lagi! " Perintah Ryu kepada mereka.


__ADS_2