
Sesaat sebuah debu cahaya seakan terbang mengelilingi Istana lalu Berjejer rapi dan masuk ke dalam Tanah Sheng Zhishu pun langsung duduk kembali ke tempat asalnya.
" Haaahh... Beruntung aku belum membuat Pil dari Sumberdaya yang kamu kirimkan ke Ruang Sumberdaya, jadi mulai besok aku akan membuatnya untuk Kita saat bunga itu bermekaran." ucap Xin Chie.
" Ka Chie, Kamu tenang saja..Biar aku yang memetiknya." Huli Yue menawarkan diri.
" Satu lagi, aku menemukan benda ini. tapi aku belum mengenalnya dengan jelas." Ryu memperlihatkan sebuah benda berbentuk Akar.
Melihat benda itu, Ketiga Istrinya juga terlihat Bingung lalu saling berpandangan mencoba mengetahui benda Aneh tersebut.
" Aku rasa jawabannya di sini" Ryu membuka Kitab yang berdekatan dengan Benda tersebut.
Ryu langsung membaca Kitab tersebut dengan teliti, sementara Ketiga Istrinya menantikan penjelasan dari Suami mereka.
" Nama benda Ini Akar Jiwa Langit. Fungsinya untuk meningkatkan Energi Alam agar mampu menanam Harta Langit yang tidak bisa tumbuh Dunia ini. Jadi Tanaman Dunia Dewa, Dunia Iblis, Dunia Peri, Dunia Siluman maupun Dunia Manusia bisa dijadikan satu tempat saja." ucap Ryu.
" Maksudnya Jika aku menanam Sumberdaya dari Dunia Manusia, Dunia Iblis, Dunia Dewa dan Dunia Siluman di Dunia Peri pasti akan tumbuh? Tanya Sheng Zhishu.
" Benar... Begitupun sebaliknya. Bahkan jika Batu Roh memadai, Maka Semua Sumberdaya tersebut akan tumbuh dengan cepat hingga berkali-kali sesuai dengan berapa banyak Batu Roh yang akan memberikan suplai pada Akar Jiwa Langit " Ryu menjelaskan.
" Kalau masalah tumbuh sampai dewasa aku masih Bisa. Tapi Jika ada Sumberdaya yang hanya bisa dipanen usia Ratusan hingga Usia Ribuan Tahun sepertinya benda ini cukup membantu." ucap Sheng Zhishu.
" Bagaimana dengan Apel Petir yang hanya berbuah 100 Tahun sekali dan hanya menghasilkan 7 buah saja." Tanya Xin Chie.
" Apel Petir memang termasuk Harta Langit. Tapi kita tidak bisa menggunakannya hanya satu kali. Lebih baik kita tanam Sumberdaya Tingkat 10 saja karena Sumberdaya itu hanya bisa dipakai jika sudah berusia Ratusan Tahun. " ucap Ryu.
" Apa yang dikatakan Suami kita memang benar. Lebih baik kita tanam sebagian Sumberdaya Tingkat 10 saja, Sisanya bisa digunakan untuk membuat Pil." Sheng Zhishu menimpal.
" Kalau begitu, Apa yang ditunggu." Ryu langsung bangkit dari tempat duduknya menuju bagian belakang Istana yang cukup jauh.
Setelah merasa sudah memilih tempat yang tepat, Ryu langsung menabur Batu Roh kemudian meletakkan Akar Jiwa Langit di atasnya.
Seketika Kumpulan Akar tersebut langsung memanjang hingga menyatu pada suatu titik lalu tumbuh sebuah Pohon Baru secara perlahan hingga mencapai ketinggian 30 Meter dan terlihat memancarkan Cahaya dari dalam Pohon.
" Sepertinya aku harus mencari lebih banyak lagi Batu Roh. Tapi Aku rasa ini sudah cukup untuk menanam tanaman Langka." Ryu berjalan kembali Ke tempat semula.
" Suamiku, bagaimana? " Tanya Xin Chie.
" Untuk menanam Sumberdaya lain sudah bisa. Tapi kalau untuk mempercepat waktu, masih kurang Batu Roh." Jawab Ryu.
" Yang Penting bisa ditanam dulu. Kabetulan aku memiliki Buah Tangan Budha, Ini adalah Harta Langit Dunia Peri untuk meningkatkan Jiwa Spiritual." ucap Sheng Zhishu.
" Tidak perlu buru-buru, sepertinya Suasana hati ini begitu Romantis." Huli Yue terlihat manja mengankat sebelah kakinya ke atas kaki Ryu langsung menciumnya dengan lembut.
" Aku fikir juga begitu, selama ini kita sibuk berlatih. Sampai tidak ada waktu untuk hal lain yang juga tidak kalah Penting." Xin Chie juga mengangkat salah satu kakinya ke atas kaki Ryu lalu mencium beberapa bagian tubuhnya.
" Lebih baik kita lakukan di dalam kamar saja.lagi pula Kamar tidur kita cukup luas." Sheng Zhishu berjalan masuk ke dalam Istana.
Xin Chie dan Huli Yue yang mendengar ucapan itu langsung menghentikan aksi mereka dan saling berpandangan lalu mengisyaratkan kepada Suami mereka untuk mengikuti mereka.
Ryu yang faham maksud mereka hanya senyum tipis beranjak dari tempat duduk langsung mengusap Rambut keduanya Istrinya lalu berjalan ke arah Istana menggandeng kedua Istrinya tersebut.
......................
Pada keesokan hari, Ryu telah keluar dari Dunia kecil langsung berjalan menuju ke Ruang kerja Paktriak.
Sesampai di Ruangan Paktriak Ryu langsung menyapanya dengan menundukkan kepala yang juga disambut ramah oleh Paktriak Shandian Shan.
__ADS_1
" Paktriak, jika boleh tau ada apa Paktriak memanggilku?" Tanya Ryu.
" Aku memanggilmu karena ada beberapa hal. Salah satunya mengenai Guru Erlong tidak mengajarkanmu dengan baik. Tapi juga ada yang saya tanyakan mengenai sesuatu yang ada dalam tubuhmu." ucap Shandian Shan.
" Apa ada yang salah?" Ryu sedikit heran.
" Aku tidak tau harus memulainya dari mana. Tapi Aura Pembunuh yang ada pada tubuhmu sepertinya sudah hilang. Tapi aku merasakan ada Aura yang lain yang bahkan lebih Kuat seakan tubuhku sendiri sedikit terkena efek. " Shandian Shan kebingungan.
" Paktriak, mungkin itu hanya kebetulan. bahkan aku sendiri tidak tau mengapa Aura Pembunuhku menghilang tiba-tiba." Ryu menyembunyikan tentang Aura yang dia miliki sekarang.
" Kebetulan ya? ahh... sepertinya itu diluar pengetahuanku. Lalu bagaimana dengan Kualitas Tulang, Jiwa Spiritual dan Qi milikmu yang sangat besar.? Tanya Shandian Shan.
" Maaf Paktriak, aku menemukan Teknik itu tanpa sengaja. jadi aku juga menjawabnya." ucap Ryu.
" Haaahh... Ryu'er... Dalam Dunia Kultivator, Teknik peningkatan kualitas Tulang itu sangatlah penting. Dalam teknik itu sendiri terdapat Lima Tingkatan, yaitu:
Tulang Pendekar,
Tulang Petapa,
Tulang Raja,
Tulang Kaisar
Tulang Bumi.
Sedangkan Tulang Langit dan Tulang Semesta tidak Pernah ada yang mencapainya kecuali ada Harta Langit yaitu Anggrek Darah Naga yang hanya bisa Tumbuh di Dunia Siluman." Shandian Shan menjelaskan.
'Kenapa sedikit berbeda dengan teknik yang kupakai? Apakah Teknik Tulang Naga yang dipakai Oleh Siluman ada perbedaan Teknik penguatan Tulang yang dipakai oleh Kultivator pada umumnya.' Ryu mencoba mencerna ucapan tersebut.
" Sepertinya Kamu telah mencapai Tulang Kaisar, tapi ada yang aneh karena Tulang Kaisar yang ada pada tubuhmu jauh lebih Kuat dan Padat dari Tulang Kaisar pada umumnya." ucap Shandian Shan.
" Untuk Tingkatkan Qi milikmu sendiri sepertinya sudah maksimal karena mencapai Tingkat Bumi dengan 1000 Lingkaran, sungguh diluar Nalar. Karena hanya seorang jenius saja bisa mencapai lingkaran yang Sempurna dan Padat." Shandian Shan terlihat senang.
" Maaf Paktriak bukankah masih ada Dua Tingkatan lagi setelah mencapai Tingkat Bumi.? " Tanya Ryu mengingat Kitab yang dia baca masih ada Tingkat Langit dan Tingkat Semesta lagi.
" Kasusnya sama dengan Anggrek Darah Naga. Jika kamu pergi ke Dunia Dewa dan mendapatkan Harta Langit Buah Persik Bulan, maka kamu bisa mencapai Tingkat Langit bahkan sampai Tingkat Semesta. Tapi sama saja, kamu harus menyerap Ribuan Persik Bulan baru bisa mencapainya." ucap Shandian Shan.
" Jadi begitu. Paktriak, bagaimana Tingkat Jiwa Spiritual?" Ryu kembali bertanya.
" Teknik Jiwa juga ada lima Tingkatan; Jiwa Pendekar, Jiwa Petapa, Jiwa Raja, Jiwa Kaisar dan terakhir Jiwa Bumi. Tapi jika di kamu memiliki Buah Tangan Budha yang sangat memadai, maka kamu bisa mencapai Jiwa Langit bahkan Jiwa tingkat Semesta. Secara Otomatis Ranah Kultivasimu juga meningkat, Tapi sepertinya kamu telah mencapai Ranah Dewa. Aku rasa kamu sudah mengalami Perjuangan Hidup dan mati dan sering melakukan Pertempuran." ucap Shandian Shan.
Paktriak juga memberikan pembelajaran kepada Ryu tentang Penguatan Elemen yaitu hanya ada Lima tingkatan maksimal Sampai Tingkat Bumi. Jika ingin Mencapai Tingkat Langit sampai Tingkat Semesta harus menggunakan Buah Apel Matahari yang kebetulan hanya bisa Tumbuh di Dunia Manusia namun Sangat sulit didapatkan karena Buah Apel Matahari hanya tumbuh di tempat yang padat Qi dan termasuk Harta Langit.
Dengan penuh teliti dan kesabaran Paktriak terus menjelaskan semua hal di dalam Dunia Kultivator bahkan Pengetahuan yang lain hingga Ryu begitu Antusias tidak ingin melewatkan satupun dari penjabaran yang dikatakan oleh Paktriak dengan penuh haru karena selama ini dia hanya belajar melalui Kitab yang sudah tidak terhitung lagi jumlahnya.
Sekalipun ada memiliki beberapa Guru namun tidak ada yang memiliki Wawasan yang sangat luas seperti Shandian Shan.
Ryu sangat bersyukur bisa masuk ke Sekte Menara Petir dan bertemu dengan Paktriak Shandian Shan, bahkan jika dinilai dengan Gunungan Harta itu tidak ada artinya.
" Terimakasih atas bimbingan dan Pengetahuan dari Paktriak. Sudah semestinya Aku mengembalikan Kitab ini kepada Pemilik sah, dimana aku menemukan Kitab ini beberapa Tahun yang lalu saat aku melakukan Perjalanan." Ryu memberikan Kitab Petir kepada Paktriak.
" Kitab Petir yang sudah hilang Ratusan Tahun yang lalu." Shandian Shan begitu senang karena Kitab harta Klan Shandian telah kembali.
" Ryu'er, Ceritakan padaku bagaimana kamu bisa menemukannya?" Shandian Shan terlihat Antusias.
" Maaf Paktriak, Aku menemukan Kitab itu saat aku memasuki Dunia Kecil Tuzi. Dimana ada kerangka Manusia juga ada disitu." Jawab Ryu.
__ADS_1
' Leluhur SHANGDI' terpintas dalam fikiran Shandian Shan.
" Ryu'er... Apa kamu juga menemukan Kitab lain bersamanya?" Tanya Shandian Shan.
" Mmmmm" Ryu mengangguk meski sedikit Ragu.
" Hahahaha... Akhirnya nama baik Klan Shandian telah kembali." Shandian Shan terlihat senang lalu memberikan Pesan Jiwa Kepada Seluruh Guru untuk berkumpul di lapangan Sekte bersama seluruh Murid.
" Ryu'er, terimalah pemberian dariiku. Sebagai ucapan Rasa Terimakasih padamu. Aku harap kamu menemukan tempat yang cocok untuknya " Shandian Shan memberikan sebuah Botol Giok berisi Bibit Apel Matahari.
" Paktriak, Tapi ini..." Ryu merasa tidak enak.
" Nama Baik Klan sangat berharga dari Harta Langit. Terimalah!" ucap Shandian Shan.
" Baiklah Paktriak " Ryu berusah menyembunyikan rasa senangnya.
" Ryu'er, sepertinya tugasmu sangat berat. Kalau Klan Feng dan Klan Shui masih bisa berkompromi. Tapi kalau Klan Bing dan Klan Huo, mereka adalah Orang-orang Kejam dan Licik. Maaf bukan kami tidak ingin membantu, tapi situasi sekarang itu bukan hal yang baik. Kuharap kamu mangerti." Shandian Shan terlihat Serius.
" Aku mengerti Paktriak." Ryu terlihat senang karena jalannya terbuka untuk meninggalkan Sekte.
" Tapi sebelum melanjutkan Perjalanan, sebaiknya kamu meningkatkan Kultivasimu terlebih dulu." Shandian Shan memberi saran.
" Terimakasih sarannya Paktriak." Ryu menundukkan kepala.
" Sebaiknya kita ke Lapangan Sekte terlebih dahulu, Sepertinya mereka telah menunggu Kedatangan kita." Shandian Shan membawa Ryu Ke Lapangan.
Sesampai di Lapangan, semua Guru dan Murid terlihat sedang menantikan kedatangan mereka.
Sekte Menara Petir adalah semua Anggota dari Klan Shandian itu sendiri. Mereka tidak menerima Anggota dari Klan lain. Hanya Ryu dan Cheung lah yang Pertama masuk Sekte di luar Klan, Karena kebetulan mereka memiliki Petir yang langka dan tentu atas pertimbangan yang lain.
Paktriak pun langsung mengumumkan bahwa Kitab Petir Warisan Klan yang sempat hilang selama Ratusan Tahun yang lalu kini telah kembali berkat bantuan Ryu.
Mendengar ucapan dari Paktriak mereka, Semua Guru dan Murid terlihat senang merasa Jati diri mereka seakan pulih kembali.
Ucapan pujian kepada Ryu kini terdengar dari semua yang ada di tempat itu membuat Ryu tidak enak dan menganggap itu terlalu berlebih-lebihan.
" Ryu'er, untuk kali ini saya Secara Pribadi sebagai Paktriak Sekte Menara Petir juga Sebagai Wakil Utama Klan Shandian memintamu untuk memberikan beberapa hal yang perlu kamu sampaikan!" Shandian Shan memberi waktu.
" Terimakasih untuk semuanya yang ada disini, untuk kali ini aku juga menyampaikan mengenai keberangkatan Saya untuk melanjutkan Perjalanan. Bukan karena saya tidak ingin disini, tapi karena Hal lain yang belum saya selesaikan." Ryu mencoba memberanikan diri.
Mendengar ucapan tersebut Semua guru dan Murid menjadi terdiam saling memandang satu sama lain bahkan beberapa Murid beranggapan bahwa itu adalah ulah Guru Erlong yang tidak memberikan bimbingan yang layak sebagai Guru kepada Muridnya.
" Ryu'er, maaf... Aku mengaku salah, tapi aku akan berjanji akan mengajarkanmu sebaik mungkin." Guru Erlong mengerti akan tatapan dari Guru lainnya dan beberapa Murid.
" Guru, ini tidak ada hubungannya denganmu ataupun yang lain. Tapi ini benar-benar karena keinginan Pribadi saya sendiri." Ucap Ryu.
" Saudara Ryu, Apa Kamu benar-benar Pergi?" Yihua terlihat sedih seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Ryu.
" Mmmmm." Ryu mengangguk.
Yihua yang begitu menyukai Ryu tanpa sadar Air matanya langsung menetes seakan tidak bisa terbendung lalu lari menjauhi Kerumunan dengan perasaan sedih bercampur Malu.
" Saudara Ryu, Aku harap kamu tidak melupakan Kami disini. Mungkin ini tidak terlalu dibutuhkan, tapi kuharap kamu menerima ini." Shandian Rou memberikan Inti Roh Kirin Berusia Ratusan Tahun Tingkat Abadi.
Kirin adalah Siluman Tingkat tinggi dan sangat Langka. Meskipun Usianya Masih Ratusan Tahun, Namun memiliki Spiritual yang menyamai Siluman lain yang sudah berusia Ribuan Tahun.
" Saudara Ryu, aku tidak sempat memberikan hadiah yang Cocok untukmu. Tapi kiranya kamu bisa menerima." Cheung Memberikan Inti Roh Banteng Iblis berusia Ratusan Tahun Tingkat Abadi.
__ADS_1
Para Murid melihat itu hanya menggelengkan kepala mengigat Banteng Iblis lemah dari tingkat Spiritual dan hanya mengandalkan Fisikna saja.
Jika dijual di Toko Sumberdaya sekalipun mungkin saja mereka akan membeli dengan harga murah, namun mereka memaklumi karena Cheung baru beberapa bulan saja di Benua Bintang.