
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Yang lain juga melakukan hal yang sama merasa pemberian dari Suami mereka adalah hadiah yang paling berharga jika ada Orang lain yang melihat pasti akan tertarik untuk menginginkannya.
Ryu juga menjelaskan bahwa Kalung tersebut bisa membawa mereka ke tempat yang sudah diletakkan Batu Bintang, dengan begitu mereka bisa saling bertemu atau berkomunikasi jarak jauh.
Mendengar hal tersebut, meraka terlihat senang merasa terbantu jika saat mereka jenuh bisa menemui yang lain.
Kini Huli Yue, Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang mengambil masing-masing satu Ranjang dari Istana untuk keperluan mereka dan tidak lupa juga Harta langit untuk keperluan mereka.
" Sayang... Kebetulan malam ini kamu harus mengambil Yin Es Racun dalam tubuhku." ucap Yunjiang.
" Sesuai dari yang tua saja. Jangan karena alasan Yin Es Racun." ucap Huli Yue.
" Haaahh... mentang-mentang aku yang paling Muda." Yuwang memasang wajah murung.
" Adik Chie... Biarkan Yunjiang terlebih dulu, Karena memang dia harus menyembuhkan Yin Es Racun dalam tubuhnya. Sedangkan aku dan Ka Zhishu sudah mendapatkan jatah." Xin Chie menatap mereka bergantian.
" Terimakasih Ka Zhishu, Ka Chie." Yuwang bernafas lega.
" Sayang... Apa yang dikatakan Chie'er benar. Dengan begitu Ji'er bisa berlatih dan Berkultivasi lebih cepat." Ryu mulai bersuara.
" Baiklah... Aku rasa memang cukup masuk akal." Xin Chie menyetujui hal tersebut.
Lebih dari Enam bulan mereka menghabiskan waktu Dunia Quzhu yang itu Artinya mereka hanya memakan waktu selama Dua hari di Dunia Abadi.
" Haaahh... Aku hampir lupa, Agar kalian saling terhubung satu dengan yang lain, kalian bisa teteskan darah kalian di kalung itu." Ryu mengingatkan.
" Mmmmm." mereka mengangguk kembali ke tempat masing-masing.
Kini berkat bantuan Ketujuh Istrinya terlebih untuk Yunjiang yang memiliki Yin Es Racun Ryu sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Akhir.
Karena Pernikahan Ryu hanya menunggu beberapa Hari, Dia langsung menuju Istana Kaisar.
......................
Di Istana Kekaisaran Shin :
" Salam Yang Mulia Kaisar." Ling Xianzi memberi Hormat.
" Mmmm... Ada apa zi'er?" Tanya Shin Hye Gang.
" Yang Mulia Kaisar, mohon maaf sebelumnya, hamba tidak bisa menemukan jasad Dewi Phoenix Api karena Hutan Bambu itu memiliki Pelindung yang sangat kuat." ucap Ling Xianzi.
" Haaahh... Pantas saja Ibumu sendiri tidak bisa menemukan jasad Dewi Phoenix Api." Ucap Shin Hye Gang.
__ADS_1
" Tapi ada kabar baik Yang Mulia Kaisar. Beberapa hari lagi, Kaisar Ryu akan melangsungkan Pernikahan denganku dan Ling Queqi. Jadi aku rasa itu adalah hal berharga dibandingkan dengan jasad Dewi Phoenix Api." ucap Ling Xianzi.
" zi'er... Apa kamu menolak lamaran ku untuk menjadikanmu sebagai Istri Kesepuluh ku?" Tanya Shin Hye Gang.
" Tenang saja Yang Mulia Kaisar. Aku akan tetap menjadi Istrimu. Aku tidak ingin menjadi Istri dari Kaisar yang lemah." Ling Xianzi mendekati Shin Hye Gang sambil menggoda.
" Baiklah. Kalau begitu kamu harus bermalam disini menemaniku." Shin Hye Gang menarik tangan Ling Xianzi mencium lehernya.
" Sabar Yang Mulia Kaisar. Jika Kaisar Ryu tau kalau Aku tidak Suci lagi, dia bisa akan menaruh curiga." Ling Xianzi menahan hasratnya demi menjadi Ratu di Kekaisaran Awan.
" Itu tidak masalah, Siapa yang tidak menerimamu dengan kecantikan seperti ini. Sepertinya Kaisar Ryu tidak mempermasalahkan hal itu." Shin Hye Gang tidak tahan lagi ingin menikmati keindahan tubuh Ling Xianzi.
" Yang Mulia Kaisar, Kaisar Ryu sudah memiliki Tujuh Istri dan ditambah Ling Queqi yang tidak kalah Cantiknya denganku. Itu artinya sangat sulit untukku mengambil Posisi menjadi Ratu Utama apalagi menjadi Yang Mulia Permaisuri disana." Ling Xianzi menjelaskan situasi di Kekaisaran Awan.
" Haaahh... Ini sungguh berat untukku. Baiklah, Itu demi kelancaran kita untuk menguasai Kekaisaran Awan." Shin Hye Gang mengurungkan niatnya untuk menikmati tubuh Ling Xianzi.
" Yang Mulia tenang saja. Setelah aku Menikah, aku akan sering kesini untuk melayani Yang Mulia. Bukankah Klan Ling berbatasan dengan Kekaisaran Shin? Jadi lebih mudah aku mencari alasan." Ucap Ling Xianzi.
" Hohoho... Tentu saja. kalau begitu aku tidak keberatan." Shin Hye Gang sebenarnya tidak ingin berbagi, namun Itu satu-satunya cara untuk mengetahui sampai mana Kekuatan Kekaisaran Awan.
" Tapi Yang Mulia Kaisar harus menjadikan Aku Sebagai Permaisuri disini." Ling Xianzi mencium bibir Shin Hye Gang.
" Tentu saja! Lagi pula Permaisuri ku sudah hampir Dua puluh Tahun melakukan Kultivasi tertutup. Jadi aku bisa menggesernya." Shin Hye Gang sangat senang.
" Kalau begitu kita sepakat." Ling Xianzi terlihat senang.
" Tapi kamu harus berhati-hati. Kaisar Ryu pasti menyimpan kekuatan tersembunyi, Karena aku dengar sendiri dari keenam Leluhur Kaisar sebelumnya bahwa dia mampu mengalahkan Kaisar Zou yang sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah." Shin Hye Gang mengingatkan.
" Bukankah Yang Mulia Kaisar memiliki puluhan Pendekar Langit Tahap Menengah? itu artinya tidak perlu dikhawatirkan." ucap Ling Xianzi.
" Baiklah... tapi tetap saja kamu harus berhati-hati." ucap Shin Hye Gang.
" Kalau begitu aku pamit dulu untuk mempersiapkan segalanya." Ling Xianzi membelai wajah Shin Hye Gang.
Setelah Ling Xianzi sudah pergi, Shin Hye Gang memerintahkan kepada salah satu Jenderal untuk mengirimkan Pesan kepada Empat Kerajaan kecil di Wilayah Kekaisaran Awan.
...****************...
Di Istana Kekaisaran Awan :
Terlihat Ryu dan Xie Hua sedang berbincang mengenai Pernikahan yang akan dilangsungkan.
" Gege... Bukankah kamu bilang mereka tidak memiliki Tubuh Abadi? " tanya Xie Hua.
" Itu memang benar, tapi aku harus menepati janjiku kepada Guru. Apalagi dengan adanya Ketujuh Istriku yang lain sudah kembali itu artinya aku tidak perlu lagi mencari Tubuh Abadi lainnya." ? ucap Ryu.
" Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku tidak melarang mu karena itu adalah wujud bakti seorang Murid." Ucap Xie Hua.
" Sebaiknya kita biarkan mengalir seperti yang dikatakan Zhishu. Hua'er... coba tutup matamu." Ryu berniat untuk memberikan kalung teleportasi.
" Mmmm." Xie Hua mengangguk tanpa harus bertanya.
" Hua'er... Dengan kalung itu kamu akan menjadi lebih cantik." Ryu memasang kalung di leher Xie Hua.
Setelah beberapa saat Xie Hua membuka kembali matanya sambil menatap ke arah kalung yang melingkari lehernya.
" Gege... Ini? " Xie Hua merasa senang melihat kalung tersebut.
" Kalung itu tidak hanya indah, dengan kalung itu kamu bisa menemui yang lain dengan Teleportasi di kalung itu." Ryu menjelaskan.
" Mmmm." Xie Hua meneteskan darahnya seketika dia mengetahui dimana keberadaan Pemilik Kalung Teleportasi yang lain.
" Gege... Apa Aku bisa menemui mereka? " tanya Xie Hua.
" Untuk sekarang jangan dulu. Tunggu beberapa hari atau minimal seminggu, Mungkin mereka sekarang lagi Berkultivasi." Ryu menyarankan.
__ADS_1
Tidak beberapa lama kini muncul Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan mendatangi mereka.
" Gege... Kenapa kamu tidak bilang kalau kamu datang. Apa kamu tidak kangen sama kami? " Wang Mingjun memelas.
" Benar... Apa Gege tidak sayang lagi sama kami." Li Jilan langsung memeluk Suaminya.
" Hua'hua, Kalung mu Indah sekali." Shu Meilu terpana melihat keindahan Kalung yang melingkar di leher Xie Hua.
Mendengar ucapan tersebut yang lain langsung menoleh ke arah Xie Hua dengan tatapan yang terpana melihat Kalung yang melingkar di leher Xie Hua.
" Kalian tenang saja, nanti aku akan membuat untuk kalian semua, karena kalian juga Istriku." Ryu berinisiatif untuk membuat Kalung yang sama namun tidak memiliki Teleportasi.
" Terimakasih Gege." Keempat Wanita tersebut terlihat senang.
" Gege... Malam ini kami minta jatah. Aku rasa Dunia Quzhu sangat membantu." Wang Mingjun memeluk Suaminya.
" Jun'jun... bukan kamu saja yang kangen, tapi kami juga." Shu Meilu tidak mau kalah langsung memeluk Ryu.
" Baiklah... Kalau begitu kita ke Dunia Quzhu saja." Ryu yang berniat ingin menemui Ting Ye dan Jiang Caiping kini mengurungkan niatnya langsung membawa mereka ke Dunia Quzhu.
Di Dunia Quzhu, Ryu langsung ditarik menuju Tempat tidur oleh Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, dan Li Jilan. Sedangkan Xie Hua hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah keempat Wanita tersebut.
" Yang Mulia Permaisuri, kami minta izin." Wang Mingjun sudah berada di atas Ryu.
" Mmmm." Xie Hua mengangguk lalu masuk ke kamar lain, tidak ingin mengganggu mereka.
" Jun'er, Lu'er, Mei'er, An'er, apa kalian merasa mampu melawanku?" Ryu senyum kecil sambil menatap mereka bergantian.
" Ah... Itu..?" Semua saling berpandangan memasang wajah memerah.
" Meskipun kami kalah, paling tidak ada perlawanan." Shu Meilu memainkan tangannya untuk membangkitkan gairah Suami mereka.
" lu'lu benar." Qin Shuomei tidak mau kalah langsung mencium bibir Syu.
Pada malam itu juga mereka melepaskan rasa rindu meraka penuh dengan kebahagiaan meskipun Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan harus menerima kekalahan namun semangat mereka seakan terbayar.
Keesokan pagi, Ryu dan keempat Istrinya tersebut masih berada dalam kamar karena Keempat Istrinya masih tidak menginginkan Ryu keluar.
" Gege... Tetap saja disini, aku masih kangen." Tergambar jelas dari raut wajah Shu Meilu, dan yang lain penuh kebahagiaan.
" Bukankah kalian ingin mendapatkan Kalung juga?" Ryu beralasan.
" Itu nanti saja." Wang Mingjun kembali membangkitkan gairah Suami mereka sambil mencium leher Ryu memberikan sebuah tanda kepemilikan.
" Baiklah jika itu yang kalian inginkan." Ryu tidak segan memanjakan meraka meski masih pagi.
Pada hari ketiga mereka baru keluar dari kamar, Xie Hua yang melihat itu hanya menggelengkan kepala karena harus mengalah.
" Hua'hua, besok malam Giliranmu, seterusnya kita gantian saja." Wang Mingjun senyum kebahagiaan.
" Aku pergi dulu untuk membuat kalung untuk kalian." Ryu bergegas menuju Ruang Penempa untuk membuat kalung bahkan berniat memberikan kepada Jiang Caiping juga, meski hanya Kalung tanpa Teleportasi.
Pada keesokan hari mereka telah kembali ke Dunia Abadi dimana mereka telah menghabiskan waktu selama lebih dari tiga bulan di Dunia Quzhu.
Karena masih ada waktu, Ryu langsung ke kediaman Ting Ye untuk menjemputnya agar tidak perlu menempuh perjalanan yang sangat jauh.
Di kediaman kamar Walikota Ye, Ryu melihat kamar tersebut masih Kosong.
" Sepertinya Ye'er masih ada Pekerjaan. "Ryu bergegas menuju Ruang kerja Walikota.
" Salam Yang Mulia Kaisar." sambut beberapa Pelayan saat berpapasan dengan Ryu.
" Mmmm." Ryu menyapa ramah mereka seraya berjalan.
Di Ruang kerja Walikota, terlihat Ting Ye bersama beberapa Sosok yang sedang melangsungkan Rapat.
__ADS_1