SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PAGODA JIWA 3


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Anak Muda... Aku tau dalam fikiranmu, tapi aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tapi aku memiliki permintaan kepadamu agar aku bisa mendapatkan kekuatanku dan kembali ke Dunia Fana." Shen Weida tidak memperdulikan apa yang difikirkan Ryu karena dia menganggap itu hal wajar dari sifat Manusia.


" Penguasa, apa yang bisa saya bantu?" Ryu mengerutkan kening menoleh ke arah lain agar fikirannya tidak terganggu.


" Seperti yang aku katakan sebelumnya, Aku membutuhkan 12 Tubuh Abadi dan 12 Jiwa Abadi. Sepertinya di Dunia kecil ini ada satu sosok yang memiliki Tubuh Abadi dan satu sosok lagi yang memiliki Jiwa Abadi. Tapi aku tidak bisa menggunakannya, karena mereka semua memiliki energi 'Yang'. Aku tidak ingin terlalu lama di Dunia Abadi ini, aku harus kembali ke Dunia Fana " Shen Weida menatap ke arah langit.


" Baiklah Penguasa, aku akan mencobanya. Tapi aku tidak bisa berjanji, karena aku juga memiliki banyak tugas yang tidak bisa aku abaikan." Ryu mengela napas panjang belum sempat menyelesaikan satu masalah, kini harus menerima tugas baru.


Meskipun begitu, Ryu juga berniat untuk membantu Shen Weida agar dia bisa kembali menjalankan tugasnya sebagai penguasa Dunia Fana.


" Tidak masalah... Kalau begitu aku akan tinggal di Pagoda Jiwa ini di lantai paling atas. Dengan begitu aku bisa bertahan lebih lama." Shen Weida membentuk sebuah bayangan putih menembus langit-langit Pagoda Jiwa hingga berdiam di lantai 17 dimana tempat paling tinggi dari Pagoda Jiwa tersebut.


Melihat hal itu Ryu langsung berkeringat dingin karena Shen Weida dengan mudah mencapai lantai paling atas, sedangkan Ryu sendiri hanya mampu mencapai lantai empat.


Meskipun Ryu belum bisa naik ke lantai lima, Ryu terlihat senang karena dia dapat merasakan bahwa Dunia kecil dimana tempat sekarang dia tinggali berhubungan langsung dengan Pagoda Jiwa tersebut.


Dengan kata lain, Ryu adalah Dewa dari Dunia kecil tersebut dimana dia dapat merasakan semua yang ada di Dunia kecil itu.


" Sepertinya Ling Xianzi tidak ada di Dunia kecil ini. Apa dia sudah keluar?" Ryu bergumam merasakan di bagian lain dari Dunia kecil itu baru saja menyelesaikan pertarungan.

__ADS_1


Dari Alam Jiwa Ryu dapat merasakan bahwa Istrinya juga ada di tempat itu dengan sebuah senyuman licik Ryu ingin melakukan sesuatu terhadap Istrinya tersebut.


" Setelah semuanya keluar dari Dunia kecil ini, aku akan menutup dan membawa Dunia kecil ini bersamaku." Ryu keluar dari Alam Jiwa hingga terbangun dari tidur dimana tempat jasad kasarnya.


" Syukurlah Tuan Pendekar sudah bangun." salah satu sosok Pria sepuh terlihat senang.


" Ada dimana aku sekarang?" Ryu berpura-pura tidak tahu apa yang telah terjadi bersikap seperti orang normal meskipun dia tau bahwa beberapa kelompok yang membawanya ke Goa tersebut terus berusaha menyalurkan Energi milik mereka kepada Ryu secara bergantian.


" Tuan Pendekar sudah lama pingsan. Itulah kenapa kami membawa Tuan Pendekar kesini karena kami takut akan ada orang lain yang berniat jahat kepada Tuan Pendekar saat pingsan." Pria sepuh menjelaskan apa yang terjadi pada Ryu.


" Terimakasih karena telah membantuku." Ryu menundukkan kepala berkata dengan tulus karena sangat sulit untuk menemukan sosok yang baik seperti mereka.


" Tidak masalah Tuan Pendekar. Kami hanya memberikan sedikit bantuan saja." Ucap salah satu dari mereka yang ikut bersamanya.


" Kalau boleh tau, Kalian berasal dari Kekaisaran mana?" Ryu merasakan bahwa mereka bukan dari Kekaisaran Awan maupun Kekaisaran Shin.


" Tuan Pendekar... Kami adalah kelompok dari Kultivator bebas yang berasal dari Kekaisaran Han dan aku sendiri berasal dari Kekaisaran Taiyang." Pria sepuh tersebut menjelaskan tentang diri mereka.


" Hanya orang bodoh seperti kami inilah yang berani menginjakkan kaki di wilayah Kekaisaran Awan" yang lain ikut bersuara.


" Mohon maaf sebelumnya, kalau boleh tau apa yang membuat Senior berkata seperti itu. Aku hanya anak muda yang masih belum memiliki pengetahuan." Ryu mengerutkan keningnya sedikit penasaran dengan apa yang dikatakan oleh salah satu dari mereka.


" Haaaiiisss... Tuan Pendekar, Sudah menjadi rahasia umum bahwa Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin banyak sekali menyimpan Kultivator seperti seorang Monster." Salah satu sosok tersebut menggelengkan kepala menganggap Ryu memang belum mengetahui hal tersebut.


Pria sepuh itupun menjelaskan bahwa seluruh Benua Timur saat ini sangat segan dengan Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin yang mampu mencapai puncak kejayaan dimana sudah banyak melahirkan Kultivator jenius.


Itulah sebabnya banyak Sekte Aliran Hitam lebih memilih untuk meninggalkan wilayah Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin karena tidak ingin Sekte mereka terkena dampak.


" Tuan Pendekar... Aku harap kamu tidak bertindak gegabah di wilayah Kekaisaran Awan maupun Kekaisaran Shin. Aku sudah banyak mendengar bahwa Sekte Lembah Api, Sekte Kuil Bambu, Sekte Kabut Ilusi, Sekte Menara Awan, Sekte Lembah Es, dan Sekte Gunung Phoenix yang sudah banyak melahirkan Pendekar Langit bahkan aku dengar bahwa ada beberapa dari mereka sudah mencapai Pendekar Surgawi." Pria sepuh itu terlihat serius seraya menghela nafas panjang.


Mendengar ucapan dari Pria sepuh tersebut, Ryu mengerutkan kening sambil mencerna apa yang dikatakan oleh pria sepuh itu.


" Tuan Pendekar... Saat kami menyelamatkanmu, Aku merasakan bahwa Tingkat Kultivasi kelompok Dewi Emas Suci sudah mencapai Pendekar Langit tahap menengah. Tapi sepertinya mereka menyembunyikan tingkat Kultivasi mereka yang sebenarnya dan Aku fikir mereka sudah mencapai Pendekar Surgawi. Sungguh diluar nalar." Pria sepuh menggelengkan kepala.


" Senior... Meskipun mereka sudah mencapai Pendekar Surgawi, tapi itu bukan berarti tidak ada yang berani mengusik mereka. Aku fikir masih banyak lagi yang memiliki Kultivasi yang mengerikan melebihi mereka." Ryu mencoba menyelidik.


" Itu memang benar. Hanya saja dapat dihitung dengan jari. Yang artinya mereka dapat disetarakan dengan Kultivator yang sudah berusia Ribuan tahun bahkan Jutaan Tahun atau atau Kultivator yang berada di Benua Tiantang tempat kediaman para Dewa." Pria sepuh tersebut menjelaskan.


" Tuan Pendekar... Sepertinya kamu juga termasuk orang yang jenius, dengan usiamu yang sekarang sudah mencapai Pendekar Bumi tahap awal. Sedangkan aku sendiri yang sudah berusia lebih dari seratus tahun hanya bisa menerobos Pendekar Langit tahap menengah." Sosok lain memperkirakan usia Ryu hanya 30 Tahun namun sudah mencapai Pendekar Bumi tahap awal.


" Senior... Aku merasakan bahwa Tingkat Kultivasi dari kelompok Perguruan Hantu Malam sangat mengerikan, tapi salah satu dari mereka lebih muda dariku. Aku fikir dia sudah mencapai Pendekar Surgawi atau setingkatnya." Ryu sedikit berbohong karena mengingat Ling Xianzi dengan mudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.

__ADS_1


" Aku juga menyadari hal itu. Tapi aku pernah mendengar bahwa Perguruan Hantu Malam menggunakan jalan pintas untuk meningkatkan Kultivasi mereka. Mereka menggunakan energi 'Yang' pada Pria untuk meningkatkan Kultivasi. Itu semacam Teknik Kultivasi Ganda namun lebih sempurna lagi." ucap Pria paruh tersebut.


" Aku harap kamu tidak menggunakan Teknik itu, karena Teknik itu membuat si pemakai akan ketagihan untuk berhubungan intim yang tentu akan mengurangi kekuatan fisik mereka jika tidak ada Teknik khusus untuk menutupi kekurangan itu." Pria sepuh mengingatkan kepada Ryu.


" Terimakasih Senior sudah mengingatkan." Ryu menundukkan kepala.


" Tuan Pendekar harus hati-hati. Para pengguna Kultivasi jalan pintas biasanya memakai Racun pembangkit gairah tingkat tinggi untuk menargetkan lawan yang memiliki energi 'Yang' yang sangat padat. Meskipun semua kaum Pria menginginkan hal semacam itu, tapi bukan berarti harus menggunakan dengan cara yang tidak benar." Ucap pria sepuh.


" Murid Perguruan Hantu Malam memang sangat Cantik dan menggoda, Tapi saat berhubungan intim dengan mereka, maka kekuatan fisik kita akan menurun." Salah satu dari mereka mengingat akan kecantikan kelompok Perguruan Hantu Malam.


" Huusss... Kamu ada-ada saja." Yang lain menegur, karena tidak enak dengan Ryu yang masih terlihat muda.


" Itu sudah wajar... Naluri seorang pria normal pasti akan terpana melihat keindahan itu. Hanya saja kita harus bisa memilih benar atau salah." Ucap pria lainnya.


" Senior... Aku dengar dari pembicaraan beberapa orang sebelumnya, bahwa ada sebuah Goa yang terletak di sebuah Gunung bagian barat dari tempatku pingsan sebelumnya. Tapi aku tidak berani untuk kesana." Ryu mengalihkan pembicaraan berniat secara diam-diam meletakkan beberapa Harta langit sebagai ucapan terimakasihnya kepada mereka.


" Benarkah? Kalau begitu kita akan kesana sebelum ada yang mengetahuinya." Pria sepuh terlihat bersemangat.


" Maaf Senior... Aku tidak berani kesana." Ryu memasang ekspresi seperti orang yang ketakutan.


" Tuan Pendekar... Kamu jangan cemas, kami akan menjagamu semaksimal mungkin. Karena kita sama-sama Kultivator bebas." Pria sepuh menepuk pundak Ryu tersenyum ramah menganggap seperti mereka.


Meskipun dalam hatinya, Pria sepuh itu merasakan bahwa Ryu bukanlah Orang biasa, sehingga dia selalu memanggilnya dengan sebutan 'Tuan Pendekar'.


Sebagai seorang yang sudah berusia lebih dari seratus Tahun, Pria sepuh melihat Ryu tidak memiliki rasa takut sedikitpun ketika berkumpul bersama para Kultivator yang lain meski hanya sendirian.


Hal itu tentu saja cukup mewakili kecurigaan Pria sepuh tersebut bahwa Ryu memiliki sesuatu yang disembunyikan.


Meskipun sekarang Ryu menunjukkan rasa Takut, tapi itu bukan berarti dia bisa dianggap remeh.


" Maafkan aku Senior... Aku tidak bisa bersama kalian, karena aku ingin mengambil barang yang sempat aku sembunyikan sebelum aku pingsan." Ryu beralasan karena dia merasakan suatu yang akan terjadi pada Istrinya.


" Baiklah... Kami tidak bisa memaksamu. Kalau begitu kami pergi dulu." Pria sepuh membawa kelompoknya meninggalkan tempat itu menuju ke tempat yang diceritakan oleh Ryu.


Setelah mereka sudah berada di tempat yang jauh, Ryu memejamkan mata hingga dalam hitungan detik telah berpindah ke dalam Goa dimana yang dia ceritakan kepada mereka sebelumnya.


Di dalam Goa tersebut terlihat ada beberapa Sumberdaya dan Batu Roh, namun Ryu memilih untuk tidak mengambilnya karena Sumberdaya tersebut masih sama seperti Sumberdaya yang ada di Dunia Quzhu.


Ryu pun mencari tempat untuk meletakkan beberapa Peti berukuran sedang dimana berisi Harta langit berjumlah masing-masing seratus buah dari setiap jenis Harta langit.


Di dalam mulut Goa tersebut juga dijaga oleh Hewan Roh tingkat Langit tahap awal yang tentu kelompok Pria sepuh sebelumnya tidak terlalu mengalami hambatan jika memasuki Goa tersebut.

__ADS_1


Karena Ryu sekarang adalah Penguasa dari Dunia kecil itu, maka dengan mudah dia melakukan sesuatu sesuka hatinya terhadap siapapun yang berada di Dunia kecil tersebut.


__ADS_2