
Perjalanan yang menempuh waktu dua hari, membuat mereka harus membuat beberapa kemah di pinggir Hutan.
Sebenarnya Ryu dan Istrinya masih bisa melanjutkan perjalanan, namun mengingat rombongan yang dipimpin oleh Shui Jila sudah banyak yang kelelahan, Ryu dan Istrinya memilih untuk mengimbangi mereka agar tidak menimbulkan perhatian.
Di dalam kemah dimana Ryu yang sudah merasakan ada suatu yang mengintai mereka dari kejauhan dengan sigap langsung menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura secara diam-diam.
" Gege... Ada apa?" tanya Xie Hua yang melihat Ryu terlihat gelisah.
" Hanya masalah kecil... Yang aku khawatirkan adalah para Murid Sekte." Ryu kembali masuk ke dalam kemah.
Pada keesokan pagi rombongan Shui Jian kembali melanjutkan perjalanan dimana mereka tanpa merasakan ancaman.
Sedangkan Ryu dan 23 Istrinya sudah merasakan puluhan Harimau yang sedang mengintai mereka.
" Persiapkan diri Kalian!" Ryu membuka suara saat merasakan Aura tersebut semakin mendekat.
" Ryu'er... Ada apa?" Shui Jian merasa heran.
" Dari sebelah kiri ada beberapa Harimau Cakar Pedang sedang menuju Kesini." Ucap Ryu dengan nada datar.
" Apa? Bagaimana mungkin dia bisa tau.. " Gumam para Murid dengan sikap siaga.
" Ggooooaaarr" Puluhan Harimau Cakar Pedang menerjang ke arah beberapa Murid.
" Craaash... Craaash... Craaash." Cakaran dari puluhan Harimau Cakar Pedang merobek kulit mereka.
" Wuush." Ryu melepaskan Aura Dewa Agung membuat gerakan puluhan Harimau Cakar Pedang langsung melambat.
Merasakan Aura yang sangat kuat, puluhan Harimau Cakar Pedang seketika langsung menunduk dan memberi hormat kepada Ryu.
Bahkan Pemimpin mereka juga sangat ketakutan dengan kaki gemetar saat Ryu menatap tajam ke arahnya.
" A... Ampuni kami Raja Agung." Pemimpin Harimau Cakar Pedang memperkirakan bahwa Aura yang dilepaskan oleh Ryu adalah dari Raja Agung mereka.
Tetua Jila, Shui Jian dan Para murid membulatkan mata saat para Harimau Cakar Pedang itu sangat ketakutan terhadap Ryu.
" Apa yang kalian lakukan disini? Bukankah seharusnya kalian berada di dalam Hutan." Ryu merasakan ada hal yang tidak beres terhadap Harimau Cakar Pedang tersebut.
Sedikit banyak Ryu mengetahui bahwa Harimau Cakar Pedang tidak pernah mengganggu Manusia jika wilayah mereka tidak diganggu.
__ADS_1
" Ampun Raja Agung... Kami kehilangan tempat tinggal dan sudah lima hari tidak mendapatkan buruan." Pemimpin Harimau Cakar Pedang berkeringat dingin.
" Apa yang Terjadi di Kediaman Kalian? " Tanya Ryu.
" Ratu Ular Sisik Merah bersama pengikutnya telah meracuni sungai yang ada di dalam Hutan. Itu sebabnya kami keluar dari Hutan mencari tempat baru untuk berburu. " Ucap Pemimpin Harimau Cakar Pedang.
" Apa ucapanmu bisa dipercaya? " Ryu penuh selidik.
" Raja Agung... Kami bisa buktikan! Tapi disana sangat berbahaya." Ucap Pemimpin Harimau Cakar Pedang.
" Baiklah... Aku pegang ucapanmu. Jika tidak, aku akan menguliti tubuh kalian semua." Ryu dengan nada mengancam.
" A... Aku berani bersumpah Raja Agung. Sebelumnya kami tidak pernah mengganggu Manusia jika mereka tidak mengusik kediaman Kami." Ucap Pemimpin Harimau Cakar Pedang kembali gemetar.
" Ryu'er... Sepertinya Harimau itu tidak berbohong." Shui Jian memberanikan diri.
" Kakak Ipar... Bagaimana kamu percaya kepada para Harimau ini?" Tanya Ryu, meskipun dia tau bahwa sifat Harimau Cakar Pedang tidak pernah mengganggu Manusia jika wilayah mereka tidak diganggu.
" Saat kami menjalankan misi, Kami tidak pernah diganggu mereka. Bahkan terakhir aku pernah bertemu dengan Harimau ini, namun dia tidak menyerang ku." Jawab Shui Jian.
" Kakak Ipar yakin bahwa Harimau yang dimaksud adalah Harimau ini?" Ryu kembali bertanya sambil menunjuk Pemimpin Harimau Cakar Pedang.
" Baiklah sekarang kalian boleh pergi!" Ucap Ryu lalu kembali ke arah rombongannya.
" Tunggu! Kalian pasti lapar? Aku akan memberikan beberapa daging untuk Kalian." Shui Jian melemparkan beberapa potongan Daging Kepada 23 Harimau tersebut.
" Terimakasih Tuan. " Pemimpin Harimau Cakar Pedang sangat senang kemudian memakan daging tersebut bersama bawahannya.
" Aku juga ingin memberikan sesuatu Untuk kalian." Tetua Jila juga ikut melemparkan melemparkan potongan daging.
Mendapatkan perlakuan tersebut membuat Pemimpin Harimau Cakar Pedang menatap bawahannya lalu menoleh ke arah Shui Jian.
" Tuan... Jika berkenan. Aku akan mengabdi kepada Tuan." Pemimpin Harimau. menundukkan kepala di hadapan Shui Jian.
" A... Apa? Apa kamu mau menjadi Hewan Kontrakku?" Tanya Shui Jian.
" Benar Tuan... Hamba dengan senang hati mengabdi kepada Tuan. Aku yakin Tuan adalah orang yang baik. " Pemimpin Harimau Cakar Pedang yang masih menunduk.
" Baiklah... Aku akan melakukannya!" Shui Jian melemparkan setetes darahnya ke kening Harimau Cakar Pedang kemudian membuat Kontrak Jiwa.
__ADS_1
" Terimakasih Tuan" Ucap Pemimpin Harimau Cakar Pedang.
" Baiklah mulai sekarang Aku akan memanggilmu Lao Hu." Ucap Shui Jian sangat senang.
" Dengan senang sati Tuan." Lao Hu memberi hormat.
" Tuan... Pemimpin kami telah memiliki Tuan Baru. Kami akan mengikuti Pemimpin kami dan mengikat kontrak jiwa dengan orang yang telah kami lukai." Ucap salah Satu Harimau Cakar Pedang yang berada di Samping Lao Hu diikuti 21 Harimau yang lain.
Mendengar ucapan dari para Harimau Cakar Pedang, para Murid sangat senang. Karena memiliki Hewan Kontrak adalah Impian semua para Kultivator.
22 Para Murid itu pun langsung memilih masing-masing Harimau yang mereka jadikan sebagai Hewan Kontrak.
Kini hanya Tetua Jila seorang diri yang tidak kebagian yang membuatnya senyum kecut.
Qin Shuomei sangat senang karena kakaknya telah mendapatkan Hewan Kontrak. Dia juga ikut memberikan tumpukan daging kepada semua Harimau tersebut.
Hal itu tentu saja membuat para Harimau Cakar Pedang sangat senang.
" Tetua Jila... Kamu tidak perlu bersedih. Aku akan berjanji akan mencari Hewan Kontrak yang cocok untukmu." Ucap Ryu yang menyadari sikap tetua Jila.
" Ah... Itu... Itu tidak apa-apa Tuan Muda." Tetua Jila menyembunyikan kekecewaannya.
" Lebih baik kita lanjutkan perjalanan Sekarang!" Tetua Jila langsung memimpin rombongan tersebut untuk melanjutkan perjalanan.
Para Hewan Kontrak juga langsung berubah menjadi cahaya kemudian masuk ke dalam lengan Tuan mereka masing-masing membentuk sebuah Tatto.
Ryu langsung mengerutkan kening saat melihat Lao Hu masuk ke dalam kening Shui Jian terdapat sebuah cahaya yang membentuk bulan sabit.
'Ternyata Siluman itu memiliki Sesuatu yang spesial. Aku yakin kasusnya sama dengan Chaizu' Ryu membatin.
Rombongan itupun melaju ke arah Sungai Hijau dimana di daerah sungai tersebut kini tidak ada tanda-tanda kehidupan sedikitpun.
" Ini Aneh... Sebaiknya kita harus menyusuri sungai ini ke arah Hulu." Ucap tetua Jila.
Setelah berjalan cukup lama menyusuri sungai, terdengar ada sebuah Pertarungan dari kejauhan.
Mereka pun melesat ke arah pertarungan yang terlihat Seekor Kera Gunung Sedang bertarung melawan puluhan Ular Sisik Merah.
Karena kalah dalam jumlah, terlihat Kera Gunung kewalahan dan mengalami luka berat akibat serangan racun dan gigitan dari para Ular Sisik Merah tersebut.
__ADS_1