SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 81. DANAU TUJUH HATI


__ADS_3

" Sebaiknya aku harus kembali ke Dunia Kecil." Ryu menuju Istana Emas langsung membersihkan diri.


Sesaat kemudian Ketujuh Istrinya juga telah berada di kamar sambil menunggu Ryu keluar dari kamar mandi.


" Suamiku, apa kamu telah berhasil? " tanya Sheng Zhishu saat Ryu sudah keluar.


" Mmmmmm." tapi Aku harus menyempurnakan Fondasi terlebih begitu juga Tianhe, Yinshi, Yunjiang dan Yuwang." ucap Ryu.


" Sayang yang penting sekarang Danau Tujuh Hati sudah ada pada kita." ucap Tianhe.


" Mmmmmmm. Danau Itu sangat Dalam, jadi aku meminta Zi Mayi dan bawahannya untuk membuat tempat kita untuk Berkultivasi disitu." ucap Ryu.


" Suamiku, kalau masalah itu, serahkan saja padaku.! Lagi pula Kita punya Gunungan Emas, aku akan memperluas Istana ini dan membawa Danau ke Ruangan besar. lalu kita bisa menaruh semua bahan langka ke dalam Danau. Kalian pasti menyukainya." ucap Sheng Zhishu.


" Jika menurut kalian baik, lakukan saja." ucap Ryu.


Pada keesokan harinya Sheng Zhishu langsung menciptakan Danau Baru lalu membuat sebuah jembatan di atasnya dari bongkahan Emas. Sheng Zhishu mengalirkan Air yang ada di Danau Tujuh Hati hingga tercipta Danau baru.


Setelah itu dia Sebuah Ruangan besar menyatu dengan Istana yang menutupi Danau namun tidak merusak pemandangan Istana.


Kini giliran Ryu yang menaruh Kristal, Jamrud, Mutiara Kerang Langit, dan Permata Tujuh Warna yang seakan langsung larut menyatu dengan Air. Sheng Zhishu juga langsung menaruh Beberapa Kelopak Bunga Cinta sebagai bahan terakhir.


Merasa sudah selesai semua Ryu, Tianhe, Yunjiang, Yinshi, dan Yuwang melanjutkan memperkuat Fondasi mereka.


Begitupun Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue juga ikut memperkuat Elemen mereka yang masih Tingkat Bumi dan mencoba untuk menerobos Tingkat Langit seperti yang dimiliki Ryu dengan Petir berwarna Ungu.


Waktu terus berjalan berbulan-bulan hingga satu Tahun lebih mereka kini telah Puas dengan hasil yang mereka inginkan dimana Ryu masih berada di Level 71 Aura Dewa Langit, Tulang Naga Langit, Jiwa Tingkat Langit, Elemen Petir masih Tingkat Langit (warna Ungu), Qi Tingkat Langit 1 Juta Lingkaran.


Sheng Zhishu dan Xin Chie berada di Level 70 , Aura Dewa Bumi, Tulang Naga Langit, Jiwa Tingkat Langit, Api Tingkat Langit (Warna Biru), dan Qi Tingkat Langit 1Juta Lingkaran.


Huli Yue berada di Level 70 Aura Dewa Bumi, Tulang Naga Langit, Jiwa Tingkat Langit, Petir Tingkat Langit ( warna Ungu), dan Qi Tingkat Langit 1 Juta Lingkaran.


Tianhe dan Yinshi berada di Level 70 Aura Dewa Bumi, Tulang Naga Langit, Jiwa Tingkat Langit, Elemen Cahaya kepadatan Tingkat Langit dan Qi Tingkat Langit 1Juta Lingkaran.


Yunjiang dan Yuwang berada di Level 70 Aura Dewa Bumi, Tulang Naga Langit, Jiwa Tingkat Langit, Elemen Kegelapan Tingkat Langit dan Qi Tingkat Langit 1 Juta Lingkaran.


" Akhirnya Semua Fondasi kita semua berada di Tingkat Langit. Meskipun Kita hanya beda Aura dan Kultivasi 1 level." Ryu terlihat senang.


" Ka Zhishu, Ka Chie, Ka Yue, Sepertinya Kekuatan kita sudah Imbang. Apa kita bertanding lagi? " tanya Tianhe.


" Tidak Perlu, aku sudah tau hasilnya. Lagi pula semua Hamparan Bunga Ciptaanku bisa hancur." ucap Sheng Zhishu.


" Kalian tidak Perlu Bertarung. Setelah aku membaca Kitab Teknik Cermin Neraka, Sepertinya yang bisa memakai Teknik itu hanya Kultivator Elemen Kegelapan. Jadi aku percayakan kepada kalian berdua. Teknik itu Sangat berbahaya karena bisa menghapus Tingkat Kultivasi musuh selama 24 Jam." Ryu memberikan Kitab Cermin Neraka kepada Yunjiang.


" Sayang, kamu tenang saja. Asalkan kamu tetap mencintaiku" Yunjiang menggoda.


" Tianhe, Yinshi, aku belum menemukan Teknik yang cocok untuk kalian. Karena Teknik Petir Mengguncang Semesta dan dan Teknik Amarah Dewa Api hanya bisa untuk kami berempat. Sedangkan Kalian berdua memiliki Elemen Cahaya." Ucap Ryu.


" Suamiku kamu tidak perlu seperti itu. Kami bisa menggunakan Teknik Langkah Kilat dan Wujud Hantu. Ditambah lagi dengan teknik kami sebelumnya, aku rasa sudah cukup." ucap Tianhe.


" Untuk Teknik Jalan Bayangan hanya bisa digunakan untuk Kultivator Pria saja. Tapi semua Teknik ini harus memenuhi Syarat lain seperti sudah mencapai Level 75 dan Semua Fondasi Tingkat Langit 1 Juta Lingkaran kecuali Aura itu tidak masalah. Itulah kenapa aku meminta kalian agar memperkuat Fondasi." Ucap Ryu.


" Sayang, kalau begitu tunggu apa lagi? Sebaiknya kita Berkultivasi di Danau Tujuh Hati." Yuwang seakan tidak sabar.


" Lebih baik kita istirahat saja hari ini, Besok pagi kita lanjutkan!" Ryu menuju Kamar Mandi untuk membersihkan diri.


" Haaahh... Aku tidak sabar lagi melihat reaksi Suami kita." Yuwang tersenyum sambil membawa mereka menuju Kamar.


Pada keesokan hari mereka langsung menuju Danau Tujuh Hati yang sekarang terlihat seperti Pelangi yang terdapat sekuntum bunga dengan Kelopak berjumlah Tujuh dengan berbagai macam warna.


" Yuwang, Bunga Apa itu? Sepertinya sangat Aneh." tanya Ryu.

__ADS_1


" Sayang, aku tidak tau pasti. Tapi khasiatnya menangkal semua Teknik Ilusi. Bahkan Aku dan Tiga Dewi Iblis juga tidak bisa lagi menggunakan Ilusi." ucap Yuwang.


" Syukurlah." Ryu merasa lega.


" Sekarang kita mulai saja!" Sheng Zhishu langsung menuruni anak tangga lalu berjalan ke arah tengah Danau yang sudah diberikan jembatan.


Setelah semua berada di Tengah Danau, mereka langsung duduk melingkar dalam posisi Berkultivasi.


Secara perlahan mereka langsung menutup mata hingga beberapa saat Sekuntum bunga Aneh tersebut terlepas hingga terpisah dengan tangkai.


Hingga Ketujuh Kelopak bunga langsung terbang ke atas kepala Istri Ryu masing-masing kemudian menghilang dan masuk ke kening mereka.


Sedangkan Tangkai bunga tersebut langsung masuk ke kening Ryu tanpa mereka sadari hingga terlihat cahaya Warna-warni keluar dari masing-masing tubuh mereka lalu menyatu menjadi satu kesatuan.


Setelah Tiga Bulan Berkultivasi, kini mereka mulai membuka mata untuk menyudahi kegiatan mereka.


Kini terlihat dari Ketujuh Istri Ryu seakan memancarkan Kecantikan yang luar biasa dari sebelumnya dengan wajah Putih bersih berseri terlihat juga dengan mata yang indah yang membuat Ryu sendiri membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


" Gluug" Ryu menelan ludah.


" Sayang, kamu kenapa? Tianhe menatap Ryu yang bersikap aneh tidak seperti biasanya.


" Kalian lihat saja wajah kalian di cermin." Yuwang yang sudah tau fungsi dari bahan yang mereka gunakan.


Semua langsung mengambil Cermin masing-masing hingga mereka sendiri seakan tidak percaya dengan wajah mereka sendiri, bahkan Yuwang yang tau hasilnya juga Membulatkan mata saat memandang wajahnya di cermin.


" Aku pikir ini terlalu berlebih-lebihan" Yuwang sambil menatap Ryu yang masih dalam kekagumannya.


" Aku akan tinggal di sini untuk beberapa bulan." Ryu mencoba mengendalikan pikirannya yang seakan melayang.


" Adik Yuwang, ini ulah kamu. Kalau seperti ini kita tidak bisa bebas di luar sana." Sheng Zhishu menghelakan napas.


" Sayang, mungkin kita harus ke kamar secepatnya " Ryu menarik tangan Yuwang mengisyaratkan kepada yang lain untuk ikut.


" Tidak ada salahnya malam ini adalah malam yang indah bersama Suami kita " Yinshi langsung memegang tangan Ryu.


Sesampai di kamar, Ryu langsung mengangkat tubuh Yuwang lalu membaringkan di atas Ranjang langsung membuka Pakaiannya yang masih basah.


" Sayang sabar dulu!" Yuwang juga langsung melepaskan Pakaian karena takut tempat tidur mereka ikut basah.


Melihat hal itu, Tianhe berinisiatif untuk mengambil pakaian mereka yang basah lalu menyimpan ke dalam Keranjang.


Setelah yang lain sudah menanggalkan pakaian dan memakai Kain seadanya, mereka langsung ikut berbaring mendekati Suami mereka.


" Sayang," Ryu langsung mencium Kening, Alis , Pipi dan bibir Yuwang.


" Suamiku, apa kamu hanya Ingin mencium Adik Yuwang saja?" Sheng Zhishu menggoda.


Tanpa menjawab Ryu langsung mencium mereka satu-persatu dengan penuh perasaan yang membuat mereka terbuai.


" Kalau begitu, Aku akan memulai dari yang lebih Tua dulu." Ryu melepaskan kain penutup Sheng Zhishu hingga terlihat bentuk tubuh yang begitu sempurna membuat Ryu seakan tidak tahan lagi langsung menguasai Sheng Zhishu hingga mereka berdua mencapai Puncaknya seraya tersenyum memberikan sebuah ciuman di bibir Ryu.


Begitupun dengan yang lain, Ryu juga melakukan hal yang sama kepada Istrinya yang lain hingga malam itu seakan seperti malam Pertama mereka


Pada keesokan pagi, mereka keluar dari kamar menuju lantai dasar Istana menikmati hidangan yang telah disediakan oleh Tianhe dan Yinshi sambil berbincang kecil.


" Suamiku, Apakah kita akan kembali ke Benua Lotus?" Tanya Huli Yue.


" Benar... Tapi sebelumnya aku ingin belajar Teknik Jalan Bayangan terlebih dulu, Karena sekarang Aku sudah mencapai Level 76. Begitu juga dengan Yunjiang dan Yuwang, karena kalian sudah mencapai Level 75, Kalian sudah bisa mempelajari Teknik Cermin Neraka." ucap Ryu.


" Mmmmm. Aku tidak sabar ingin segera bertemu dengan Ayah Mertua." Yunjiang sambil membaca Kitab di tangannya lalu memasukkan Spiritual miliknya ke dalam Kitab hingga Kitb tersebut mengeluarkan Elemen Kegelapan yang pekat dan masuk ke dalam Keningnya.

__ADS_1


Yunjiang pun mempelajari Teknik tersebut di Alam bawah sadarnya hingga berhasil menguasai Teknik tersebut dengan sempurna.


Setelah beberapa saat, Yunjiang memberikan Kitab tersebut kepada Yuwang untuk dipelajari hingga Yuwang juga melakukan hal yang sama sampai menguasai Teknik tersebut dengan sempurna.


Begitupun Ryu yang mempelajari Teknik Jalan Bayangan kini sudah menyelesaikan latihan di Dunia Bawah Sadar dengan wajah yang sangat puas.


" Istri Chie, Apa ada cara lain untuk membuat Pil Pemulihan untuk mengisi Qi lebih banyak lagi.?" Ryu terlihat serius.


" Suamiku, Pil Pemulihan Tingkat 10 yang kuciptakan hanya bisa memulihkan kondisi tubuh yang terluka, tenaga dan mengembalikan Qi 10 Lingkaran karena berkat bantuan Bunga Spiritual Krisan." ucap Xin Chie.


" Apa yang dibuat oleh Ka Chie sudah sangat luar biasa, Jika dibandingkan dengan Pil Pemulihan di luar sana yang masih meregenerasi Luka dan mengembalikan tenaga tidak sesempurna Pil buatan Ka Chie. Ditambah lagi hanya mampu mengembalikan Qi 1 Lingkaran saja, itu pun Jika sudah di Tingkat 10." Tianhe sangat kagum dengan Pil ciptaan Xin Chie.


" Suamiku, mengapa kamu bertanya seperti itu?" Sheng Zhishu penasaran.


" Untuk menggunakan Teknik Jalan Bayangan menghabiskan Qi 7000 Lingkaran, jika ditambah dengan Teknik lain maka berapa Lingkaran yang dihabiskan dalam Pertarungan." ucap Ryu.


" Jika ditambah Teknik Petir Mengguncang Semesta untuk Teknik Pertama 20 Lingkaran, Teknik Kedua 30 Lingkaran, Ketiga 50 Lingkaran, Keempat 100 Lingkaran, Kelima 300 Lingkaran, Keenam 500 Lingkaran dan Terakhir Malapetaka membutuhkan 800 Lingkaran. Jika tanpa Pil ketika bertarung sudah jelas Qi kita Habis terkuras." Huli Yue menimpal.


" Sepertinya Teknik Amarah Dewa Api juga memiliki 7 Teknik dimana membutuhkan Qi yang sama dengan Teknik Petir Mengguncang Semesta." ucap Sheng Zhishu.


" Sayang, jangan terlalu dipikirkan. Aku pikir Hal itu setimpal dengan kerusakan yang ditimbulkan. Lagi pula Teknik Cermin Neraka juga membutuhkan 9000 Lingkaran dalam sekali pakai. Jadi kita harus menggunakan Teknik Itu ketika waktu terdesak saja dengan waktu yang tepat." Ucap Yunjiang.


" Kamu benar, hal itu wajar saja mengingat teknik yang kita Pakai adalah Teknik yang paling ditakutkan di Seluruh Alam Semesta." Ryu mengela napas.


" Sayang, Lebih baik kita pergi ke Benua Lotus saja sekarang! " Ucap Tianhe.


" Mmmmmmm" Ryu membuka sebuah Peta Benua Lotus.


" Itu sangat mudah, kita langsung saja ke atas Bukit tempat kediaman kita." Tianhe melambaikan tangan.


Seketika sebuah Cahaya melingkar berbentuk Cincin membentuk Ruang Hampa seluas Dua Meter persegi.


Ryu dan Ketujuh Istrinya pun langsung masuk ke Ruang Hampa tersebut satu-persatu hingga menutup kembali kemudian terlihat sebuah Cahaya di atas Bukit tempat kediaman Ryu sebelumnya diikuti Delapan sosok yang keluar dari Lingkaran tersebut.


" Sayang, ini Rumah Kita?" Yuwang melihat sebuah bangunan besar di depan mereka.


" Mmmmmm. Anggota Sekte ku yang membuatnya." Ryu melangkahkan kakinya masuk ke dalam Rumah.


" Sayang, tunggu dulu... Aku ingin melihat Pemandangan dari tempat ini." Tianhe berjalan menuju tempat duduk di bawah Pohon Rindang.


" Kalian nikmati saja Pemandangan. Aku Ingin membereskan beberapa barang terlebih dulu." Ryu langsung menuju ke arah Kamar.


" Kita melihat Pemandangan sekitar saja dulu. mumpung masih Pagi." Sheng Zhishu membawa mereka mengikuti Tianhe.


Mereka bertujuh pun langsung bersantai sambil menikmati terpaan Angin di bawah Pohon yang begitu sejuk.


Saking asyiknya, mereka tidak tau bahwa ada dua sosok Wanita lain yang menyaksikan diri mereka yang sedang bersantai.


" Saudari, Siapa Ketujuh Gadis itu apa mereka Bidadari yang turun dari langit? " Bisik salah satu Pelayan.


" Bisa jadi, tapi mengapa mereka turun di tempat kediaman Tetua Agung? kita laporkan ini pada Para Tetua." ucap Pelayan lain berhati-hati menuruni Bukit.


Mereka langsung menuju ke Kediaman Liu Meng dengan terburu-buru membuat beberapa Tetua lain merasa heran.


" Tetua Meng... Kediaman Tetua Agung...." Kedua Pelayan tersebut bicara dengan tubuh gemetar.


" Pelayan ada Apa? kenapa dengan Kediaman Tetua Agung?" Liu Meng mengerutkan keningnya.


" Tetua, Tempat Tetua Agung Ada Tujuh Bidadari yang turun dari langit." ucap salah satu Pelayan.


" Benar Tetua, Ketujuh Bidadari itu sedang duduk di bawah Pohon." Pelayan lain menimpal.

__ADS_1


" Tujuh Bidadari? Baiklah aku akan segera kesana untuk memeriksa." Liu Meng langsung melesat ke atas Bukit.


'Jika itu Tujuh Bidadari, Apa tujuan mereka datang ke Kediaman Anakku ' Liu Meng terus berjalan sambil mencerna informasi tersebut.


__ADS_2