SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 98. KLAN XIE


__ADS_3

Ryu melakukan itu bukan tanpa alasan, karena saat Pergi ke Dunia Abadi dia akan mengalami Penurunan Kultivasi.


Begitupun sebaliknya Saat Kultivator dari Dunia Abadi ingin pergi ke Dunia Setengah Abadi juga akan mengalami Penurunan Kultivasi juga dan Itu semua adalah Hukum Alam yang berlaku selama jutaan Tahun yang lalu.


Satu setengah Tahun telah berlalu berada di Benua Pembantaian, Ryu membawa mereka kembali menuju Kabut Asap berwarna hitam Karena Teknik Wujud Naga kini sudah sempurna.


Saat berada di depan Kabut, Ryu meminta Pasukan Semesta untuk kembali ke Dunia Quzhu karena kabut tebal itu memiliki Racun yang sangat kuat.


" Haaahh... Aku harap ada kehidupan di dalam sana." Ryu merubah penampilan menjadi Sosok Alkemis Muda menggunakan wajah Orang lain langsung masuk ke dalam kabut tebal.


Saat berada di Kabut tebal, Ryu merasakan kepalanya sangat Pusing dan seluruh tubuhnya menjadi panas.


Merasa kabut tersebut sangat berbahaya, Ryu langsung menutup Indranya hingga Kepala yang tadi Pusing kini berangsur membaik.


' Beruntung saja aku memiliki Racun yang kuat. Jika tidak, Saat menyentuh kabut ini saja mungkin aku sudah mati.' Fikir Ryu.


Saat memasuki Kabut yang semakin dalam, kabut Asap Racun itupun seakan terus merusak sarafnya hingga membuat Ryu sangat khawatir langsung menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir Berniat ingin mencapai bagian dalam dari Kabut Asap tersebut.


" Bruuuuk." Ryu tidak sadarkan diri Posisi kepalanya Sudah keluar dari Kabut Asap.


Sedangkan Setengah badannya masih berada di dalam Kabut yang seakan terus menghisap Kabut Racun tersebut yang membuat kabut tersebut semakin menipis.


Setelah beberapa jam, terlihat Ada dua sosok yang melewati tanah lapang tersebut sambil membawa barang merasakan ada Aura yang lemah di balik kabut.


Dengan sigap, Mereka langsung berlari ke arah tersebut melihat Sosok Pemuda yang sedang terkapar di Kabut Asap.


" Kai'er, Cepat Tarik Pemuda itu dari Racun Kultivasi." ucap sosok yang lebih Tua.


" Baik Ayah." Xie Kai langsung menarik Tubuh Ryu yang setengahnya masih berada di dalam Kabut.


Xie Kai pun langsung memeriksa denyut nadi dari pemuda tersebut lalu menatap ayahnya." Ayah, Pemuda ini Masih Hidup." Xie Kai membuka mulut Ryu lalu memasukkan sebuah Pil.


" Pemuda ini Sepertinya Seorang Alkemis... Sungguh Keberuntungan Langit." Xie Dong merasakan Tingkat kultivasi Ryu berada di Pendekar Suci Tahap Awal.


Xie Dong dan Xie Kai langsung menyalurkan Qi milik mereka Agar Pil Pemulihan bisa diserap dengan sempurna.


' Apa? Pemuda ini Sudah mencapai Tubuh Baja Tingkat Semesta.' Xie Dong sontak kaget.


" Ayah... Ada apa?" Xie Kai menatap Ayahnya yang kaget.


" Cepat Bawa Alkemis Muda ini ke kediaman Klan Xie." Xie Dong memberi perintah kepada anaknya.


" Baik Ayah." Xie Kai langsung membopong tubuh Ryu dan berlari ke arah Kediaman Klan Xie.


Sesampai di Pintu Gerbang Klan Xie, Xie Kai langsung meminta Penjaga untuk memberi jalan menuju Ruang Pengobatan Klan Xie.


Xie Dong yang berjalan belakangan, langsung menuju ke Kediaman Ketua Klan Xie untuk melaporkan kejadian tersebut.


Di dalam Ruang Pengobatan, Penatua Obat langsung memeriksa denyut nadi Ryu yang melemah sambil meracik obat untuk memulihkan Kondisi Ryu.


" Kai'er... bagaimana kamu bisa menemukan Alkemis Muda ini? Beruntung nyawanya masih bisa tertolong." ucap Penatua Obat.


" Aku dan Ayah menemukan Pemuda ini terbaring di Kabut Racun Kultivasi saat Pulang berburu." ucap Xie Kai.


" Apa? bukankah itu sama saja dengan bunuh diri." Penatua Obat sangat kaget.


" Aku juga tidak tau. Lebih baik kita tanyakan langsung padanya saat sudah Pulih." ucap Xie Kai.


Setelah menjelang Malam, mohon diri untuk pamit pulang menuju kediamannya yang tidak jauh dari Ruang Obat.


...****************...


Satu Minggu kemudian, terlihat Ryu sedang duduk di tempat tidur dengan wajah murung karena Kultivasinya turun drastis Akibat Racun Kultivasi yang dia lewati.


Penatua Obat juga menjelaskan kalau Racun Kultivasi itu memang sudah ada sejak Jutaan Tahun yang lalu dimana setiap orang yang melewatinya Akan kehilangan Kultivasi bahkan bisa Mati.


Ryu juga mempertanyakan tentang Keberadaan Manusia berkepala Hewan yang berada di luar Kabut dimana Mereka adalah awalnya Para Kultivator dari Benua lain untuk menjelajahi Benua Pembantaian yang kaya Akan Energi Alam dan Sumberdaya.


Namun sayangnya Sudah Ribuan Tahun tidak ada yang mampu menembus Kabut tersebut dan berakhir menjadi Manusia Setengah Hewan karena Efek Racun tersebut hingga sifat Mereka menjadi liar dan buas yang menjadikan bangkai sebagai sumber kekuatan mereka.


Manusia berkepala Hewan itu juga menguasai Setengah dari Benua dimana semua ada Wilayah kekuasaan masing-masing yang kadang menyerang Wilayah lain untuk memperkuat Kelompoknya.


Saat Ryu terus melamun, dia dibuyarkan dengan kedatangan Penatua Obat yang sedang membawa sebuah Mangkuk yang berisi Sup untuk memulihkan tenaga.


" Ryu'er... Sepertinya keadaanmu sekarang sudah pulih total." Xie Tong. Berjalan mendekati Ryu.


" Terimakasih atas bantuan Senior, jika tidak mungkin aku sudah mati." Ryu merasa bersyukur.


" Jika bukan Karena Pertolongan Kai'er, aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Minumlah Sup ini, itu akan membantu mempercepat pemulihan." Xie Tong menyodorkan semangkuk sup.


Ryu pun mengambil Sup tersebut lalu meminumnya secara perlahan hingga dia merasa tubuhnya hangat dan terasa enteng.


" Ryu'er... Sepertinya kamu bukan dari Wilayah ini. Apa kamu ingat Klan mu.? " Xie Tong kembali menyelidik.


" Maaf Senior, Aku masih belum ingat apapun." Ryu menyembunyikan identitasnya.


" Sepertinya efek Racun itu merusak ingatanmu. Haaahh... Pantas saja Wilayah Luar Kabut tidak bisa masuk kesini. Masih untung kamu bisa Kembali masuk ke dalam lagi." Xie Tong menyipitkan matanya.


" Aku hanya mengingat Manusia berkepala Hewan itu mengejar ku saja. Setelah itu aku tidak ingin Apapun Selain namaku. Jika tidak keberatan, Mohon penjelasan dari Senior tentang keadaan Wilayah ini. mungkin aku bisa menemukan petunjuk agar bisa kembali ke tempatku." Ryu mencoba menggali informasi meskipun Sandiwaranya kurang baik karena langsung disambut berbagai pertanyaan saat baru sadar.


" Haaahh.... Begitu ya." Xie Tong mengerutkan kening.

__ADS_1


Xie Tong pun menjelaskan Bahwa di Daratan dalam Kabut ini dihuni oleh 20 Klan dimana ada Klan Terkuat hingga yang terlemah.




Klan Long berada di Posisi teratas.




Klan Laohu




Klan She




Klan Xiong




Klan Lang




Klan Song




Klan Gui




Klan Bao






Klan Zhi.




Klan Xie diman tempat Ryu berada.




Klan Wu




Klan Mao




Klan Guo




Klan Ying


__ADS_1



Klan Ma




Klan Lu




Klan Mo




19 Klan Jie.



Klan Shu di Posisi terlemah.



Sedangkan untuk beberapa Klan lain tidak masuk hitungan karena dianggap sebagai Warga biasa.


Mendengar keterangan tersebut Ryu berpura-pura mengingat kembali sesaat mengerutkan kening sambil menggelengkan kepala.


Melihat ekspresi dari Ryu, Xie Tong langsung memasang wajah masam berharap bahwa Ryu adalah dari Klan besar.


Karena demi mempertahankan Kedudukan atau Menaikkan Kedudukan, Klan Kecil sering menjodohkan Anak Gadis mereka yang Paling Cantik kepada Klan Besar bahkan Rela menghabiskan Harta Klan untuk membeli Pil Kultivasi agar Anak Gadis mereka bisa setara dengan calon Menantu Klan besar.


Anggota Klan Long itu sendiri sering mengambil Anak Gadis yang tercantik dari Kesepuluh Klan Besar untuk Istri ataupun Selir mereka.


Setelah tidak mendapatkan Jawaban Apapun, Xie Tong langsung meninggalkan Ruangan untuk melaporkan hal tersebut agar bisa menentukan keputusan karena Ryu bukan dari Klan Mereka dan sudah tentu tidak boleh memasuki Wilayah Klan.


Di sisi lain, Ryu tengah memikirkan cara agar Kultivasinya Pulih kembali agar bisa melanjutkan perjalanan menuju ke Dunia Abadi.


" Haaahh... Dunia ini tidak seperti yang aku bayangkan. Setiap berpindah tempat saja ada harga yang harus dibayar." Ryu bangkit dari tempat tidur sambil memperhatikan sudut ruangan.


Setelah beberapa saat, Ryu memperhatikan Seluruh Bagian tubuhnya dengan Spiritual seketika dia tersenyum.


" Pendekar Suci Tahap Awal ya? tapi masih bisa disandingkan dengan Pendekar Bumi Tahap Awal." Ryu merasakan Fondasinya sudah mencapai Puncak bahkan memiliki katahan fisik sekeras Baja.


" Kalau seperti ini, aku hanya tinggal meningkatkan Kultivasi saja." Ryu langsung mencari tempat duduk untuk Berkultivasi.


...****************...


Di atas Langit kini Zhi Kong Muncul dari Ruang Hampa sambil menggenggam tujuh Bola Cahaya di tangannya.


" Ini ambil Ketujuh Istrimu! Aku tidak ingin karena mencari Ketujuh Istrimu saja kamu membuat Malapetaka di Dunia Abadi." Zhi Kong langsung melempar ketujuh Cahaya tersebut ke Arah Benua Pembantaian tepat di Pinggir Hutan Wilayah Kekuasaan Klan Xie.


" Zhi Kong... Kamu sudah melanggar Perintah dari Sang Pencipta. mengapa kamu melakukan itu dengan campur tanganmu." You Kong Tiba-tiba muncul di sampingnya.


" Aku tidak menyakiti mereka. aku hanya menculik mereka saja. Apalagi di Dunia Abadi mereka dianggap sampah, keseharian ku hanya melindungi mereka bukannya sama saja ikut campur tangan?" ucap Zhi Kong.


" Zhi Kong... Apa maksudnya? Apa kamu melemparkan tanggung Jawab kepadaku?" You Kong penasaran.


" Apa kau tau, Mereka sangat beruntung bisa dilindungi oleh Orang Tua mereka yang memiliki Status cukup tinggi. Satu lagi, Banyak Kultivator Besar yang mempersunting mereka, jika begitu sama saja akan terjadi Perperangan. Lebih baik kau langsung tuntun Pemuda itu untuk menemukan mereka sebelum orang lain menemukannya dan pasti akan banyak Perperangan untuk merebut mereka." Zhi Kong memperingatkan.


" Ada apa dengan kalian? You Kong... Lebih baik kamu bawa Suami mereka. Aku Rasa akan lebih aman jika bersamanya " Sosok Manusia berkepala Kera muncul di depan mereka.


" Wu Kong... Apa kamu yakin? " You Kong menatap Wu Kong penasaran.


" Pemuda itu memiliki Dunia lain yang dia Ciptakan sendiri. Jadi dia bisa menyimpan mereka di Dunia Ciptaannya." ucap Wu Kong.


" Dunia Fana memang unik. Meskipun lemah, tapi banyak menyimpan Pengetahuan yang tidak biasa." Ucap Zhi Kong.


" Setiap Dunia yang kita lindungi, Pasti ada kekurangan dan kelebihan. Jadi jangan Fikir bahwa Dunia kalian yang Terhebat." Wu Kong langsung menghilang. Seketika sebuah percikan cahaya kecil menuju Benua Pembantaian.


" Wu Kong... Apa yang kamu berikan kepada Pemuda itu?" You Kong penasaran.


" Aku hanya memberikan bekal miliknya yang ketinggalan." Suara menggema dari kejauhan.


" Jika saja aku punya hak untuk membunuh, aku pastikan Pelindung Benua Pembantaian itu mati di tanganku." You Kong terlihat kesal lalu menghilang.


...****************...


Di Ruang Rapat Klan Xie, kini terlihat beberapa Sosok yang sedang berdiskusi mengenai keberadaan Ryu yang ada di Wilayah mereka.


" Ketua Tang, sebelumnya aku minta maaf atas kecerobohan ku. Aku lah yang membawa Pemuda itu kesini karena aku khawatir dia akan Mati." Ucap Xie Dong.


" Aku tidak menyalahkan mu. Namun karena itu adalah Aturan untuk semua Klan, maka aku sendiri tidak bisa melanggar. Ucap Xie Tang.


" Tapi Adik Ryu kehilangan ingatan. bagaimana mungkin dia bisa bertahan hidup diluar sana." Xie Kai merasa tidak enak.


" Aku tau itu, kecuali kalau dia menjadi Anggota Klan. Itu Artinya dia harus menjadi menantu Klan Xie. Tapi sepertinya tidak ada yang Cocok karena Kultivasinya masih berada di Pendekar Suci Tahap Awal." Ucap Xie Tang.

__ADS_1


" Bagaimana dengan Adik Xie Shuxiang?" Tanya Xie Kai.


Mendengar ucapan tersebut semua yang ada di tempat itu seakan ingin marah kepada Xie Kai, bagaimana mungkin Xie Shuxiang yang sudah berada di Pendekar Alam Tahap Awal mau disandingkan dengan Pendekar Suci Tahap Awal ibarat langit dan bumi.


__ADS_2