
Di bagian terdalam gurun es, nampak sosok makhluk raksasa seperti beruang, namun memiliki enam kaki ratusan kali lipat dari tubuh Jiu Tou She dan Tou Shuijing dengan berbulu lebat berwarna putih.
Tentu saja kehadiran makhluk tersebut membuat 23 Istrinya Gemetar. Namun setelah Ryu menjelaskan, Istrinya terlihat senang memberanikan diri untuk mendekati makhluk tersebut mengikuti Ryu.
Kini rasa penasaran dari Sheng Zhishu dan yang lain telah terjawab setelah melihat wujud dari Penguasa elemen Es.
" Anak Muda... Sudah lama aku menunggumu." Penguasa Elemen Es mengeluarkan cahaya dari tubuhnya kemudian masuk ke tubuh Ryu hingga mengisi ruang kosong di Akar Jiwa miliknya.
" Wuush." Seketika Ryu menerobos Pendekar Surgawi tahap akhir.
" Terimakasih Penguasa." Ryu terlihat senang lalu memberi hormat.
" Anak Muda... Fisikmu masih lemah, jadi kamu belum bisa menggunakan Kekuatan elemen yang sesungguhnya. Meskipun begitu, tidak ada satupun yang menandingi elemen milikmu." Ucap Penguasa elemen Es.
"Yang lain telah lama menunggu. Temukan di berbagai tempat." Lanjut Penguasa elemen Es kemudian menghilang bersama butiran salju.
" Haaahh.. Seperti apa lagi caraku untuk meningkatkan kekuatan fisik ini, padahal sudah mencapai tingkat sempurna Tubuh Dewa Agung." Gumam Ryu sedikit kesal karena masih dianggap tubuhnya masih lemah
Ryu pun membawa Istrinya keluar dari gurun es dimana dengan kekuatan pikiran Ryu menciptakan balok Es hingga melesat cepat dengan bantuan angin yang dia miliki.
Sheng Zhishu dan yang lain bertanya-tanya saling berpandangan bagaimana Suami mereka dengan mudah mengendalikan elemen es dan angin tanpa menggunakan Qi sedikitpun.
Mereka langsung teringat apa yang dikatakan oleh Ryu sebelumnya, bahwa serangan elemen tidak akan bisa melukainya sehingga Sheng Zhishu dan yang lain ingin membuktikan sendiri.
Setelah terbang di udara selama dua hari, kini Ryu dan Istrinya sudah berada di pinggir gurun es.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom." Serangan gabungan dari Sheng Zhishu dan yang lain dengan kekuatan penuh dari elemen Api, Petir, Angin, Air dan Es membuat tubuh Ryu terlempar puluhan meter hingga mengenai gurun es.
" Apa yang kalian lakukan?" Ryu kembali bangkit sambil mengibaskan pakaiannya.
" Maaf Gege... Kami hanya ingin membuktikan sendiri bahwa kekuatan elemen itu tidak berfungsi lagi untukmu." Sheng Zhishu yang awalnya sedikit khawatir, kini terlihat puas karena Suami mereka tidak mengalami luka sedikitpun.
" Haaahh... Kalian mengagetkanku saja. Tapi tidak masalah, berkat serangan elemen kalian tubuhku semakin bertenaga. Nanti malam aku akan memberi hukuman kepada kalian." Ryu kembali berjalan mendekati Istrinya.
" Gluug." Sheng Zhishu dan yang lain menelan ludah membayangkan bagaimana serangan gabungan mereka bisa membuat seorang Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah bisa menjadi kabut darah .
__ADS_1
Sedangkan untuk Ryu, malah akan menambah kekuatanya.
Setelah kembali ke pinggir gurun es, Ryu langsung mengeluarkan Jiu Tou She.
" Salam Tuan Muda." Jiu Tou She menundukkan kepala.
" Jiu... bawa kami menuju Sekte Tirai Air. " Ucap Ryu.
" Baik Tuan Muda. " Jiu Tou She berubah menjadi Hydra kemudian terbang membawa Ryu dan 23 Istrinya menuju Arah Sekte Tirai Air.
*****
( Sekte Tirai Air )
" Patriak.. Aku tidak menyangka atas perkembangan kita selama tiga minggu ini. Para Murid banyak yang menembus Pendekar Langit tahap menengah dan tahap akhir." Tetua Siwu sangat senang.
" Aku juga sangat Senang. Para Tetua dan Guru Sekte juga mampu mencapai Pendekar Surgawi tahap awal." Ucap Patriak Mao.
" Ini semua berkat menantu Patriak... Jika tidak, para Murid hanya mampu mecapai Pendekar Bumi dan mungkin Murid jenius saja yang mampu mencapai Pendekar Langit tahap awal." Sahut Patriak Jila.
" Ayah... Mereka tidak mungkin melupakan rencana kita sebelumnya. Aku yakin setelah mereka mencapai gurun es, pasti akan langsung kesini." Ucap Shui Jian.
" Mereka Terlalu nekat untuk kesana. Sebelum mencapai Gurun Es saja mereka harus menghadapi Jutaan Hewan Roh. Bahkan seluruh Penduduk tidak ada yang berani mendekati Hutan Itu. Apalagi untuk masuk ke dalam." Patriak Mao mengerutkan keningnya.
" Paktriak... Aku yakin Tuan Muda Ryu sudah mempertimbangkan semuanya." Sahut Tetua Jila.
" Tetua Jila... Bagaimana kamu bisa yakin? " Tanya Patriak Mao.
" Aku, Tuan Muda Jian dan 23 Murid Lainnya sebagai saksi. Bagaimana dia menundukkan kelompok Harimau Cakar Pedang bersama Pemimpinnya. Tidak Hanya itu, dia Juga dengan mudah mengalahkan Ratu Ular Sisik Merah dan Kirrin Es." Tetua Jila menjelaskan.
" Apa? Bukankah kamu bilang Kera Gunung milikmu saja hampir mati gara-gara Ular Sisik Merah. Aku tidak membayangkan kuatnya Ratu mereka. Apalagi dengan adanya Kirrin Es adalah Makhluk Kuno." Tetua Siwu menggelengkan kepala.
" Memang itulah yang terjadi. Kera Gunung yang aku banggakan masih tidak sekuat Tuan Muda Ryu." Tetua Jila senyum masam.
" Haaahh... Rahasia apalagi yang disimpan menantuku itu. Kalian bilang ada Makhluk mengerikan yang menjadi Hewan Kontrak miliknya. Tapi aku berharap nanti akan melihatnya sendiri." Patriak Mao menundukkan Kepala.
__ADS_1
" Maaf Patriak... Dengan kekuatan kita yang sekarang, seharusnya kita mencari Senjata Roh tingkat Bumi. Tetapi waktu kita tidak Sempat untuk mencari Master Penempa tingkat Bumi." Ucap Tetua Siwu.
" Tetua Siwu... Untuk mencari Master Penempa Tingkat Bumi itu hanya beberapa saja. Tapi untuk membuat Sebuah pedang saja, harus memakan waktu berbulan-bulan untuk membuat senjata tingkat Bumi." Ucap Tetua Jila.
" Aku, Istriku dan Anakku serta Yue'er sudah memilikinya, bahkan Senjata Roh tingkat langit. Bukan hanya itu, Cincin ini juga sangat luar biasa bisa menyembuhkan luka sangat singkat. " Patriak Mao mengeluarkan Pedang Angin Biru miliknya.
" Apa? Senjata Roh tingkat langit?" Para Tetua kaget seakan rahang mereka terlepas.
" Tidak perlu seperti itu... Kita masih memiliki Senjata Roh tingkat Alam. Jadi gunakan saja apa yang Ada." Ucap Para Tetua.
" Patriak... Tuan Muda Ryu bersama 23 Istrinya sudah Kembali." Salah satu Tetua muncul dari balik pintu ruangan tersebut.
" Suruh mereka Kesini! Ada hal yang aku tanyakan pada mereka." Ucap Patriak Mao.
" Baik Paktriak." Tetua tersebut kembali ke luar ruang pertemuan
Tidak lama kemudian, Ryu dan 23 Istrinya langsung masuk ke ruang pertemuan Bersama Tetua yang sebelumnya.
" Salam Ayah Mertua, Kakak Ipar dan Para Tetua." Ryu menundukkan Kepala.
" Salam Ayah, Kakak dan Para Tetua." Qin Shuomei menundukkan kepala diikuti Sheng Zhishu dan yang lain.
" Mmmm" Patriak mengangkat tangan lalu menganggukkan kepala.
" Ryu'er... Apa kalian sudah mencapai Gurun Es?" Tanya Patriak Mao.
" Sudah Ayah Mertua." Sahut Ryu dengan santai.
Mendengar ucapan dari Ryu Patriak Mao, Shui Jian dan Para Tetua merasa ngeri namun mencoba untuk mengendalikan diri mereka.
" Syukurlah kalian tidak terjadi apa-apa. Lalu bagaimana dengan rencana Kita? Jika kita berangkat besok, mungkin kita bisa sampai tepat waktu hari pernikahan para Pangeran." Ucap Patriak Mao.
" Kita akan berangkat 4 Hari Lagi. Ayah mertua tenang saja, kita tidak Akan terlambat. Aku harus menyiapkan semua sebelum kita menyerang." Ucap Ryu.
" Baiklah... Aku percayakan semua padamu. Sekarang kalian bisa pergi. Kalian pasti kelelahan saat melakukan perjalanan jauh. " Ucap Patriak Mao mempersilahkan mereka untuk beristirahat.
__ADS_1
Ryu dan 23 Istrinya pun meninggalkan Ruang Pertemuan menuju tempat kediaman mereka.