SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
TUBUH RACUN PENGGODA


__ADS_3

" Mohon terimalah Penguasa! Jika Penguasa belum menemukan Jiwa Abadi ini, aku khawatir jiwa Penguasa semakin memudar hingga menghilang." Ryu berkata dengan tulus karena dia sangat memahami jika ada jiwa tanpa raga, maka secara perlahan akan memudar.


" Terimakasih Anak Muda. Kamu sangat baik sekali." Shen Weida sangat senang dengan pemberian tersebut.


" Tidak masalah Tuan Penguasa. Dengan begitu, aku hanya mencari Tubuh Abadi saja untuk Penguasa." ucap Ryu.


' Kenapa aku merasa tertarik dengan Pemuda ini? Apa karena aku sudah lama beranda di dunia manusia. Tidak mungkin! Aku bukan bagian dari mereka. Aku terlahir bukan dari makhluk hidup. Tapi aku tercipta dengan sendirinya.' Shen Weida membatin sambil menatap ke arah Ryu.


' Tidak... Mungkin itu dulu, sedangkan aku yang sekarang bukan lagi sebagai Penguasa. Jika suatu hari nanti aku sudah memiliki Jiwa Abadi dan Tubuh Abadi, sepertinya aku akan terlahir menjadi makhluk hidup. Tapi jika aku tidak melakukan proses kelahiran kembali, maka jiwaku akan menghilang selamanya.' Shen Weida menepis pikirannya.


" Penguasa... Apa yang terjadi?" Ryu menatap ke arah Shen Weida sambil mengerutkan keningnya.


" Kamu kumpulkan saja 12 Tubuh Abadi pada Cincin milikmu! Akan lebih berbahaya jika aku menggunakannya satu-persatu. Kalau begitu aku pergi dulu." Shen Weida langsung masuk ke Alam Jiwa milik Ryu dengan pikiran yang kacau.


" Haaahh... Di Sekte Burung Hantu ini ada tiga pemilik Tubuh Abadi, satunya lagi ada pada Shu'er. Aku harap bisa menemukan pemilik Tubuh Abadi yang lain." Ryu menghela nafas lalu meninggalkan tempat tersebut menuju ke kediaman Matriak Sekte Burung Hantu.


Pada malam itu juga Ryu terus melancarkan aksinya menuju ke kediaman Matriak Sekte Burung Hantu yang tidak jauh dari kediaman Guru Agung.


Dengan mengaktifkan Armor Pelangi agar keberadaannya tidak diketahui, Ryu langsung masuk ke dalam kamar.


Hal yang paling mengejutkan oleh Ryu, dimana di atas Ranjang tersebut ada dua sosok wanita yang tidak lain adalah Tetua Agung dan Matriak Sekte Burung Hantu yang menggunakan pakaian tipis sedang tertidur pulas.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung menabur Racun kelinci merah untuk menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi.


" Wuush." Asap berwarna merah muda mengelilingi tubuh Matriak Sekte Burung Hantu dan Tetua Agung hingga langsung terhirup olehnya.


" Siapa kamu?" Tetua Agung terbangun dari tidurnya menatap tajam ke arah Ryu.


" Apa Racun kelinci merah tidak berfungsi?" Ryu bergumam sambil meningkatkan kewaspadaan saat melihat Tetua Agung tidak terpengaruh oleh Racun kelinci merah tersebut.


' Sial... Mengapa Pemuda ini memiliki Racun kelinci merah? Untung saja aku memiliki tubuh Racun penggoda. Tapi jika aku bergerak, maka Racun kelinci merah ini akan bekerja.' Matriak Sekte Burung Hantu membatin, tidak berani untuk bergerak dari tempatnya berdiri.


Begitupun dengan Guru Agung, dia juga tidak berani dari tempatnya berdiri karena dia juga memiliki tubuh Racun penggoda.


Sementara Ryu sendiri tidak berani bertindak, karena menghadapi Pendekar Surgawi tahap akhir hanya mengantar nyawa.


Apalagi harus melawan dua Pendekar Surgawi tahap akhir sekaligus, tentu saja sangat tidak menguntungkan.

__ADS_1


" Guru Agung... Apa yang harus kita lakukan? Jika begini terus, kita bisa mati berdiri." Matriak Sekte Burung Hantu berbisik kepada Guru Agung karena posisi mereka mengalami nasib yang sama dimana harus berdiri seperti patung.


" Tidak ada cara lain, kita harus menggunakan teknik Racun penggoda. Dengan begitu kita bisa memanfaatkan Pemuda itu untuk menghilangkan Racun ini." Guru Agung bicara pelan sambil menatap ke arah Ryu.


Meskipun percakapan mereka sangat pelan, namun Ryu masih bisa mendengar dengan jelas percakapan dari mereka yang membuat Ryu sedikit khawatir dengan teknik yang mereka gunakan.


Pemilik tubuh Racun penggoda itu sendiri adalah sebuah teknik yang mengumpulkan beberapa jenis tumbuhan maupun hewan yang memiliki Racun pembangkit gairah yang kemudian diserap dengan teknik khusus.


Saat pemilik tubuh Racun penggoda menggunakan teknik tersebut, maka setiap gerakannya menyebarkan aroma wewangian yang harum semerbak dan membuat sang korban berhalusinasi dimana gairah mereka langsung memuncak.


Tidak hanya sampai disitu saja, Pemilik tubuh racun penggoda juga sangat wangi dan manis bahkan mampu menarik perhatian semua makhluk dengan radius seratus meter dari mereka.


" Kamu benar... Tidak ada salahnya kita menyalurkan hasrat kita kepada Pemuda itu. Pemuda itu sangat tampan, aku harap dia mampu memenuhi keinginan kita." Matriak Sekte Burung Hantu tersenyum lebar menatap ke arah Ryu.


" Mmm." Tetua Agung mengangguk lalu menatap ke arah Ryu bersiap menggunakan teknik tersebut.


" Wuush." Kedua bayangan yang sangat cepat mengarah ke Ryu diikuti asap berwarna ungu.


Dengan sigap Ryu langsung menciptakan Formasi Petir Hitam mengelilingi tubuhnya.


" Brraaak." tubuh kedua wanita itu membentur Formasi Petir Hitam.


Saat itu juga kedua wanita tersebut langsung terkena Racun kelinci merah dimana mereka mulai melakukan gerakan yang menggoda.


Secara perlahan Matriak Sekte Burung Hantu dan Tetua Agung secara sukarela melepaskan pakaian mereka sendiri yang memperlihatkan bagian tubuh mereka yang begitu halus.


" Sial... Teknik ini sangat kuat." Ryu yang berada di dalam Formasi Petir Hitam dapat merasakan aroma wangi menusuk hidungnya.


" Haaahh... Untung saja aku hanya terkena imbas hanya sedikit." Ryu dapat merasakan gairahnya mulai bangkit, namun masih bisa dikontrol.


Ryu berpikir jika terlalu lama membiarkan kedua wanita tersebut terus mengeluarkan aroma wangi dari tubuh mereka, maka tidak menutup kemungkinan semua orang yang ada di Sekte Burung Hantu akan mendatangi tempat tersebut.


" Tuan Tampan... Cepatlah kesini! Aku sudah tidak tahan lagi. Aaahhh.. Ssshhhhh." Matriak Sekte Burung Hantu menatap ke arah Ryu sambil memainkan Gunung kembarnya sendiri.


" Sayang... Ssshhhhh... Tolong lakukan sekarang. Aku sudah tidak sabar lagi. Ssshhhhh." Guru Agung menatap ke arah Ryu yang juga sambil memainkan Gunung kembarnya sendiri.


" Sial... Kenapa aku selalu mendapatkan masalah seperti ini." Ryu berkeringat dingin sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.

__ADS_1


" Tunggu sebentar! Sepertinya Istriku bisa mengatasi masalah ini, karena mereka memiliki tubuh Dewi Emas Suci yang lebih kuat lagi dari tubuh Emas." Ryu bergumam sambil mengirimkan Pesan jiwa kepada Istrinya.


Setelah menunggu beberapa saat dimana semua Istrinya masih belum muncul juga yang membuat Ryu sedikit kesal.


Dengan terpaksa Ryu meninggalkan tempat tersebut langsung menuju ke Dunia Quzhu lalu masuk ke kamar utama dimana Semua Istrinya masih tertidur pulas.


" Haaahh.. Pantas saja." Ryu teringat akan kecerobohannya karena sudah tengah malam, tentu saja semua Istrinya sudah tidur.


" Gege... Ada apa?" Zhang Qixuan terbangun dari tidurnya menatap ke arah Ryu.


" Selamat Xuan'er... Sepertinya kamu sudah berhasil menerobos Pendekar Surgawi." Ryu tersenyum seraya berjalan mendekati Zhang Qixuan.


Dengan kehadiran Ryu di tengah mereka, yang lain juga langsung terbangun dari tidur sambil menatap ke arah Ryu dengan berbagai macam pertanyaan.


" Gege... Ada apa denganmu? Kenapa kamu datang tengah malam seperti ini?" Sheng Zhishu menggelengkan kepala atas tindakan Suami mereka.


" Shu'er... Aku membutuhkan bantuan kalian semua. Aku tengah menghadapi pemilik tubuh Racun penggoda. Aroma wanginya sangat menusuk hidungku. Jika tidak dibereskan malam ini, maka akan menimbulkan masalah." Ryu menjelaskan Situasi yang telah dia hadapi.


" Tubuh racun penggoda? Itu sangat berbahaya. Jika kami menyerapnya, kami juga bisa kehilangan kendali." Xin Chie menggelengkan kepala karena menurutnya itu tidak bisa dianggap remeh.


" Kebetulan sekali aku sudah selesai latihan tertutup. Dengan kecapi yang ada padaku, Aku rasa suatu keuntungan untuk kita." ucap Zhang Qixuan.


" Xuan'er... Apa maksudnya?" Ryu mengerutkan keningnya.


" Gege... Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Lebih baik antar kami kesana sekarang!" Zhang Qixuan kecapi dari Cincin pemulihan miliknya.


" Baiklah! Kita akan kesana sekarang!" Ryu membawa mereka kembali ke tempat semula.


Hanya dalam hitungan detik, mereka telah berpindah ke dalam Formasi Petir Hitam yang Ryu ciptakan sebelumnya dimana terlihat sekeliling Formasi Petir Hitam sudah diselimuti oleh asap tebal berwarna ungu.


" Jadi Racun penggoda ini berasal dari kedua wanita itu?" Xin Chie menatap ke arah kedua wanita yang sudah tanpa busana tersebut.


" Hmmm... Mereka terlihat sangat cantik, Aku kira Suami kita akan tergoda saat melihat pemandangan seperti itu." Yuwang menggelengkan kepala sambil menatap ke arah Ryu.


" Aku hanya bisa tergoda dengan Istriku saja." Ryu memalingkan wajah karena tidak ingin melihat pemandangan tersebut.


" Sudahlah... Lebih baik kita lakukan sekarang! Aku khawatir Racun penggoda ini semakin menyebar. Gege Buka saja Pelindung ini! Kamu tidak perlu khawatir." Zhang Qixuan melepaskan Kecapi dari tangannya hingga terlihat melayang di udara dan berdengung.

__ADS_1


Saat itu juga Ryu langsung membuka Formasi Petir Hitam tersebut hingga dalam hitungan detik semua asap berwarna ungu langsung masuk ke dalam Kecapi tersebut.


__ADS_2