SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 51. SEKTE TENGKORAK IBLIS


__ADS_3

" Jika begitu, kami pamit undur diri. Semoga ini bisa membantu kalian"Ryu mengeluarkan 1 Peti Besar berisi Koin Emas kemudian menghilang bersama kedua Istrinya.


" Aahhhh... Te..." belum sempat melanjutkan pembicaraannya Ketiga Sosok tersebut menghilang Deri pandangan.


Saat Fang Yan membuka Peti tersebut kakinya seakan lemas tidak bisa berkata apa-apa lagi yang membuat Bawahannya merasa heran lalu menatap ke arah sumber yang sama dengan ekspresi yang sama juga.


Setelah beberapa menit mereka kembali dari lamunan mereka lalu berdiskusi tentang bagaimana mempergunakan Koin Emas yang sebanyak itu.


" Pemimpin, dengan Koin ini kita bisa menghimpun kekuatan lebih banyak lagi." usul Feiyang diikuti anggukan yang lain.


" Jika itu keputusan kalian, aku akan mengikuti. Kita akan mengumpulkan Pemuda-pemudi yang berbakat seperti membentuk Perguruan sampai kita menemukan Anggota Sekte Lembah Persik seperti yang dikatakan Pemuda misterius itu." ucap Fang Yan sambil memegang Lencana di tangannya.


" Setuju! " Semua terlihat bersemangat.


" Tolong bantuan dari Rekan-rekan semuanya agar saling membantu." Fang Yan meminta dukungan.


"Pemimpin, Kami akan membantu sebisa mungkin. Kurasa Goa ini mampu menampung kita hingga Sepuluh kali lipat." ucap Nallan.


" Benar Pemimpin. Anggap saja ini markas baru kita, kita harus membuat pertahanan di sekitar Goa ini." ucap yang lain.


Semua mengangguk setuju lalu mengambil Pil yang diberikan Xin Chie sebelumnya yang dipercayakan kepada Nallan untuk mengatur.


Di tempat lain, Ryu dan kedua Istrinya sudah keluar dari Hutan berniat untuk melanjutkan perjalanan dimana sempat terhenti.


Saat berjalan seharian kini mereka disambut oleh beberapa Warga dengan kondisi fisik seperti kurang Gizi dengan kondisi tubuh kurus kering.


Melihat kejadian di depan matanya, Ryu seakan tidak tega melihat hal itu berniat untuk membantu mengurangi beban mereka paling tidak memberikan kebutuhan selama setahun.


" Istriku, bagaimana pendapat kalian? " Tanya Ryu.


" Kita tunggu saja sampai malam! Jangan sampai kita ketahuan agar tidak menimbulkan perhatian." usul Huli Yue.


" Adik Chie benar. Kita harus memberikan Koin Secukupnya agar bisa memenuhi kebutuhan mereka selama setahun atau lebih kurasa akan sangat berguna." Xin Chie menimpal.


" Baiklah, dengan memberikan beberapa pesan, mungkin tidak menjadi bahan perhatian." ucap Ryu.


" Mmmmm'' Kedua Istrinya mengangguk setuju.


Pada keesokan Pagi terlihat dari semua warga di Desa tersebut keluar dengan wajah yang cerah menyapa warga yang yang yang juga mengalami hal serupa.


" Wah Saudara, sepertinya wajahmu cerah Pagi ini" Seorang warga menyapa warga lain.


" Benar Saudara. Sepertinya Saudara juga terlihat senang. Ada apa gerangan?" warga balik bertanya.


" Ah Saudara, aku hanya ingin lebih bersemangat lagi untuk berkebun. Mengingat Pagi ini terasa mendukung."


" Aku juga begitu Saudara. Dengan demikian kuharap hasil Panen Tahun ini akan meningkatkan."


" Bagaimana dengan Kalian anak muda? Sepertinya kalian sangat buru-buru? " Tanya mereka kepada beberapa Pemuda seakan ingin meninggalkan Desa.


" Paman, Kami ingin mengadu nasib di Kota. Jadi kami minta Doa dari Paman semua, agar kami bisa sukses dan kembali membangun Desa kita ini." Ucap salah satu Pemuda.


" Kami selalu mendoakan kalian semua, Karena kalian selalu membantu kami saat susah, sudah selayaknya Kami mendoakan yang terbaik untuk kalian. Tidak seperti Anak muda yang lain yang hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri." ucap satu warga.


" Biarkan Paman. Oh ya, kami pamit dulu mumpung masih Pagi." Beberapa Pemuda itu meninggalkan Desa.


Dari kejauhan Ryu dan kedua Istrinya yang sedang memperhatikan hal tersebut, terlihat senyum puas di wajah mereka karena berjalan sesuai rencana. Dimana para Muda-mudi yang dipilih oleh Ryu dan kedua Istrinya adalah Orang yang layak dijadikan Murid Sekte Lembah Persik yang akan dibimbing oleh Fang Yan dan Kelompoknya.


" Suamiku, sepertinya rencanamu berhasil." Xin Chie terlihat senang.


" Yah... meski hanya beberapa yang kupilih, tapi kuharap tebakanku tidak Salah. Karena aku hanya memilih orang yang bisa dipercaya." ucap Ryu.


" Suamiku, kemana tujuan kita selanjutnya?" tanya Huli Yue.


" Meskipun perjalanan kita ditunda, kita harus mengunjungi beberapa pemukiman yang menurutku juga mengalami nasib yang sama." Ryu mengambil keputusan.


" Kami akan selalu mendukungmu." Xin Chie dan Huli Yue sangat bangga atas kepedulian Suami mereka terhadap Orang yang membutuhkan.


" Sekarang kita pergi dari sini " Ryu membawa mereka keluar dari Wajah itu.


Selama berhari-hari, mereka mengunjungi berbagai tempat Pemukiman dengan melakukan hal yang sama dimana beberapa Pemuda-pemudi meninggalkan Desa mereka menuju suatu tempat yang telah Ryu tulis di sebuah Kertas juga disematkan Beberapa Koin juga beberapa Pil untuk kebutuhan mereka nantinya.

__ADS_1


Lebih dari Satu bulan telah berlalu, kini sudah Puluhan pemukiman yang mereka kunjungi dimana semua itu adalah pemukiman yang terlihat memprihatinkan.


" Sekarang aku kira tugas kita sudah selesai, Sekarang aku meminta bagian kita untuk Ganti Rugi. " Ryu dengan senyuman Jahatnya.


" Suamiku, Sepertinya Sekte Tengkorak Iblis memiliki Tiga Cabang Utama dan dan delapan Cabang bagian. Semuanya berada di Wilayah Kekaisaran Lotus Hitam. " ucap Xin Chie.


" Kita harus menghancurkan Delapan Cabang bagian terlebih dulu, Baru kita Curi Harta Tiga Cabang Utama. Dengan begitu, mereka akan mengalami kemunduran." ucap Ryu.


" Baiklah! Sebaiknya kita istirahat terlebih dulu. Selama sebulan lebih kit tidak ada waktu untuk istirahat dengan baik. Kita Cari Penginapan si Kota terdekat. " ucap Xin Chie.


" Mmmmm " Ryu mengangguk merasa tidak enak, kedua Istrinya harus ikut menderita.


Mereka pun langsung terbang ke arah Kota Syde dengan bantuan Jinying, disamping Kota Syde cukup dekat tapi juga sangat tepat untuk melancarkan strategi Mereka.


Saat mencapai Kota Syde, mereka langsung mencari Penginapan dimana letaknya di tengah-tengah Kota.


Di dalam sebuah kedai Penginapan, mereka langsung mencari sebuah Meja yang terlihat Kosong.


" Pelayan" Ryu memanggil pelayan yang tidak jauh dari tempat itu.


" Mau pesan apa Tuan?" Pelayan wanita menyapa ramah.


" Kami Pesan Semua makanan terbaik disini." ucap Ryu.


" Tunggu Sebentar Tuan." Pelayan langsung menuju ke arah Dapur.


Terlihat dari meja lain Sosok Wanita yang memakai Cadar bersama beberapa Pengawal terus memandang ke arah Ryu, sesaat memandang ke arah Xin Chie dan Huli Yue.


" Ka Ryu, Saudari Chie, Adik Yue." Terlihat air matanya metetes membasahi pipi dibalik kain Penutup wajah Xin Mei.


Ryu yang menyadari tatapan Wanita itu yang terasa tidak asing, kini mulai menyelidik siapa dibalik cadar itu.


" Permisi Tuan, Ini Pesanannya!" Pelayan wanita menyadarkan Ryu dari selidiknya.


" Silahkan dinikmati Tuan!" Pelayan mempersilahkan mereka kembali meninggalkan tempat itu.


Tanpa memperdulikan hal lain, Ryu langsung menikmati Hidangan tersebut bersama kedua Istrinya yang juga sudah tidak tahan lagi menahan lapar.


" Ka Ryu, Saudara Chie, Adik Yue... Maafkan aku." Suara lirih dari Xin Mei yang sudah tidak terbendung lagi Air matanya membasahi tempat tidur.


Para Pengawal yang melihat kejadian tersebut saling berpandangan bertanya satu sama lain apa yang terjadi.


Ryu dan kedua Istrinya yang sudah menyelesaikan makanannya, langsung beranjak dari tempat tersebut menuju meja Kasir untuk membayar sekaligus memesan Kamar untuk bermalam beberapa hari sebelum melancarkan Aksi.


Keesokan Pagi terdengar sebuah keributan di depan Penginapan yang terlihat Satu sosok Wanita bercadar dengan Empat Pengawal melawan 20 Anggota Sekte Tengkorak Iblis.


Ryu yang melihat kejadian tersebut sedikit penasaran karena dengan adanya sosok Wanita bercadar yang kemaren menatap ke arah mereka bertiga.


Ryu mengukur tingkat Kultivasi mereka semua berada di Level 45 dan Wanita bercadar memiliki Tingkat Kultivasi Level 46.


Karena kalah jumlah mereka berlima mulai kewalahan dan mengalami beberapa luka sayatan pada beberapa bagian tubuh.


" Hahaha. Boleh juga kau manis, kulitmu terlihat Putih dan halus. Sangat disayangkan jika harus terluka." Ucap salah satu dari Anggota Sekte Tengkorak Iblis.


Saat wanita bercadar itu berusaha bangkit, salah satu dari anggota Sekte Tengkorak Iblis menyerangnya dengan tiba-tiba membuat wanita bercadar terpental ke belakang.


" Bawa Wanita itu untuk mengisi Pesta kita malam ini" Salah satu dari Anggota Sekte Tengkorak Iblis.


" Brrraaakk" Pukulan sangat kuat membuat salah satu dari mereka yang mencoba mendekati Wanita Bercadar langsung mati dengan Tulang Rusuk patah semua.


" Apa?" Semua yang ada di tempat itu membulatkan mata.


" Aku tidak suka melihat sebuah Penindasan dimataku" Ryu menatap 19 Anggota yang tersisa


" Lancang! Serang “ Salah satu dari Anggota Sekte Tengkorak Iblis memberi instruksi.


" Slaash... Slaash... Slaash " Ryu langsung membunuh mereka semua tanpa sisa.


Melihat kejadian tersebut beberapa Orang yang melihat sangat senang sekaligus merasa khawatir, mengingat Sekte Tengkorak Iblis tidak pernah mengampuni orang yang berurusan dengan mereka.


Ryu yang mendengar dari beberapa bisikan itu hanya tersenyum lalu berjalan ke arah Wanita Bercadar.

__ADS_1


" Nona, Apa kamu baik-baik saja?" Ryu mengambil beberapa Pil lalu membuka Cadar Wanita tersebut.


" Xin Mei " Ryu sontak kaget spontan melepaskan tangannya.


" Ka Ryu, Maafkan Aku!" Suara Pelan dari Xin Mei.


Ryu yang terlihat Geram kini mulai mengendalikan emosi berusaha untuk memaafkan kejadian masa lalunya.


Xin Chie dan Huli Yue yang mengetahui Sosok tersebut adalah Xin Mei langsung melepaskan Aura Pembunuh yang membuat yang ada disitu merasakan dampaknya.


Dengan cepat Ryu menghentikan mereka berdua menghadang di depan mereka.


" Istriku, kendalikan emosi kalian" Ryu memperingati.


Mendengar perintah dari Suami mereka, Xin Chie dan Huli Yue mengembalikan Aura Pembunuh mereka berusaha untuk menahan diri.


" Ka Ryu, Saudari Chie, Adik Yue... Maafkan aku. Aku telah banyak berbuat salah kepada kalian" Xin Mei berusaha bangkit berlutut didepan mereka.


Merasa tidak enak, Ryu mengangkat tubuhnya lalu memberikan Pil Penyembuhan kepada Xin Mei.


" Istriku, ayo kita Pergi dari sini" Ryu merasa tidak mungkin untuk tinggal lebih lama di Penginapan tersebut.


" Mmmmm'' Xin Chie dan Huli Yue mengikuti Suami mereka merasakan hal yang sama, melihat pemandangan dari beberapa Warga seolah menginginkan mereka pergi.


" Nona, Siapa Mereka? Apa kalian saling kenal? " Tanya salah satu dari Pengawal.


" Mmmmm'' Xin Mei mengangguk sambil menatap kepergian mereka.


" Nona, Sepertinya mereka sudah mencapai Level diatas 50. Kuharap kita bisa menjalin hubungan baik dengan mereka " Pengawal mengukur tingkat Kultivasi Tiga Sosok tersebut.


" Itu tidak mungkin terjadi. Sebaiknya kita cepat pergi dari sini" Xin Mei membawa Pengawal meninggalkan tempat tersebut.


Di tempat yang cukup jauh dari Kota Syde, terlihat Ryu yang sedang meredam emosi dari Xin Chie dan Huli Yue.


" Aku tau kalian marah tapi kalian harus ingat bahwa Xin Mei juga teman kita dulu. " Ryu meredam emosi Istrinya.


" Tapi Suamiku, Xin Mei juga terlibat saat mereka menyiksamu juga Adik Yue" Xin Chie masih kesal.


" Istri Chie, Aku tau itu. Tapi mereka sudah mendapatkan Hukuman yang sama hingga jadi Pelarian di Kekaisaran Lotus Hitam ini. Lagi pula jika tidak ada kejadian masa itu, mungkin kita tidak Sekuat sekarang." ucap Ryu.


" Ka Chie, Apa yang dikatakan Suami kita ada benarnya. Dibalik musibah itu, kita bisa bangkit lebih kuat lagi. Jika tidak, mungkin kita masih berada di Sekte." Huli Yue yang kini sudah merasa tenang.


" Jangan fikirkan lagi, lebih baik kita mencari tempat di Hutan ini untuk beberapa hari." Ryu membawa mereka masuk ke dalam Hutan.


Di dalam Hutan, Ryu bersama istrinya membuat sebuah Kemah yang terletak di bawah Air Terjun yang terlihat sangat jernih hingga Ikan di Sungai seakan terlihat dengan jelas dihiasi pemandangan yang sangat indah mengelilingi tempat itu.


" Suamiku, Tempat ini sangat indah sekali" Xin Chie Sangat terpana melihat keindahan tersebut dengan udara yang sangat sejuk mampu melupakan kejadian sebelumnya.


" Suamiku, tempat ini sangat Romantis. sangat cocok untuk kita " Huli Yue merentangkan tangan sambil menghirup udara segar.


" Aku juga berpikir begitu, lagi pula kemah kita sangat kuat." Ryu langsung Terjun ke dalam Sungai seakan tidak mampu lagi menahan daya tarik keindahan tempat tersebut.


Xin Chie dan Huli Yue saling berpandangan seakan tidak ingin melewatkan keindahan alam tersebut juga langsung menceburkan diri mereka ke sungai membuat ikan berlarian kesusahan mencari tempat untuk bersembunyi.


Suara canda tawa mereka bertiga seakan menambah sensasi keindahan Pemandangan sekitar dengan adanya mereka yang terlihat seperti anak kecil sedang bermain Air.


Lima hari dari saat berada di Air Terjun, Kini terlihat Tiga sosok yang berdiri di depan Pintu Gerbang Sekte Cabang Bagian Sekte Tengkorak Iblis Terlihat santai menatap Penjaga.


" Selesaikan secepatnya agar bisa berkunjung ke semua cabang bagian, tapi jangan terlalu membuat rusak kita susah mengambil Harta." Ryu langsung mengeluarkan Chaizu.


" Mmmmm " Kedua Istrinya mengangguk juga mengeluarkan Jinying dan Shizi.


" Selain Anggota Sekte dilarang masuk " Tegas Penjaga Gerbang.


" Bboooom " Ryu langsung mengibaskan tangannya Seketika Gerbang Sekte Runtuh total diikuti Para penjaga mati seketika


Mendengar ledakan yang sangat kuat, semua anggota Sekte Tengkorak Iblis langsung keluar untuk memastikan apa yang terjadi.


" Siapa Kalian?" Tanya Paktriak cabang serta beberapa Tetua guru hingga murid mulai bermunculan.


Kini Ryu yang langsung berwujud Kera Petir lebih kuat dari sebelumnya, begitu pun Xin Chie kini berwujud Serigala Api bersayap sangat kuat dari sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2