SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 37. AKU KEMBALI


__ADS_3

" Kamu baru bangun? Apa kamu mengalami mimpi Buruk?" Qixuan menatap Zhiliu yang berkeringat dingin.


" Mimpi itu datang lagi" Zhiliu mencoba mengingat apa yang ada dalam mimpinya.


" Tadi aku mendengar sangat jelas kamu memanggil [ Adik Chie, Adik Yue.] . Sepertinya mereka sangat dekat denganmu." Qixuan merasa Prihatin mencari jawaban.


Zhiliu mencoba mengingat nama itu, namun tidak menemukan jawaban sambil menggelengkan kepalanya.


" Nanti saja fikirkan itu. Sekarang Kita Bunuh Siluman yang tersisa. Kurasa mereka Sudah lemah." Zhiliu Langsung melompat langsung membunuh Siluman Yang tersisa.


Hampir memakan Waktu Setengah hari, kini mereka sudah selesai mengumpulkan Semua inti Siluman yang sangat banyak.


" Jadi begini Caramu berburu Siluman?" Qixuan menggelengkan kepala atas kelicikan Zhiliu. Tanpa mengeluarkan banyak tenaga bisa mendapatkan Banyak Siluman Berusia Ribuan Tahun.


" Mmmm... Tapi aku sudah kehabisan Sumberdaya untuk membuat Racun itu lagi." Zhiliu Sambil menatap Mayat Siluman yang sudah diambil Inti Roh tersebut seakan memikirkan sesuatu.


" Aku tau kamu tidak ingin ada yang mengetahui hal ini." Qixuan mengeluarkan Elemen Api membakar Tumpukan Siluman tersebut hingga menjadi Abu.


" Kita secepatnya meninggalkan tempat ini." Zhiliu melangkahkan kakinya menuju arah Luar Hutan.


" Apa kamu tidak melanjutkan perburuan?" tanya Qixuan.


" Sepertinya Akan sangat berbahaya jika kita lanjutkan. Lebih baik kita menunggu waktu untuk Pulang saja." Zhiliu merasakan ada Aura yang sangat kuat dari kejauhan.


Qixuan yang merasakan Kekhawatiran Zhiliu juga merasakan hal yang sama. Mereka memilih untuk menghindar dan mencari tempat aman.


Di tempat lain kini Huan Chen dan kelompoknya tengah mencari keberadaan Zhiliu bersembunyi.


" Sialan kemana arah Pemuda itu bersembunyi?" Huan Chen terlihat marah.


" Junior Chen mungkin mereka telah masuk ke kedalaman Hutan." ucap Hao Cun.


" Senior Cun, Aku sudah membayarmu untuk membunuh Permuda itu. Lalu apa gunanya jika tidak menemukan mereka." ucap Huan Chen.


" Sesuai janjiku kita pasti akan menemukan mereka." Hao Cun antusias.


Mereka pun terus berjalan menyusuri Hutan mengingat waktu hanya tinggal dua hari.


Zhiliu sudah tau dari awal bahwa mereka punya Niat buruk kepadanya. Hal itulah dia selalu menghindar dengan menggunakan Topeng agar keberadaannya tidak diketahui.


Dalam kondisi sekarang, bukan tidak mungkin dia bisa mati mengingat salah satu dari Kelompok Huan Chen sudah berada di level 42. Jika saja Zhiliu Qi milik Zhiliu sudah penuh, akan lebih mudah baginya untuk melawan bahkan Guru mereka Lim Heng yang sudah berada di Level 51.


Hari demi hari sudah berlalu, tepat hari ketujuh adalah hari dimana akan terjadi penghitungan Point. Zhiliu memutuskan agar lebih cepat masuk Sekte agar bisa Aman.


Sedangkan di sisi lain, Kelompok Huan Chen Sangat Prustasi karena terlalu fokus mencari keberadaan Zhiliu mereka sendiri hanya mendapat beberapa inti Roh Siluman berusia Ratusan Tahun saja.


Hal itulah mereka membuat ide gila untuk merampas Inti Siluman dari Peserta lain agar tidak mengalami kekalahan.


Tepat di lapangan Sekte, Para guru Pun mulai menghitung Satu-persatu Inti Roh Siluman hasil Buruan mereka.


Namun beberapa murid yang lain pulang dengan tangan Kosong akibat buruan mereka telah dirampas oleh Kelompok Huan Chen.


" Huan Chen... Kamu akan di diskualifikasi. kalian telah melanggar aturan dengan merampas Inti Roh dari Murid yang lain." Ucap beberapa guru.


" Mohon Maaf sebelumnya Paktriak. Bukankah sebelumnya Paktriak tidak memberitahukan agar tidak Saling merampas Hasil buruan sesama murid lain. Jika saja Paktriak memberitahukan sebelumnya, mungkin Muridku tidak akan melakukan Hal tersebut." Lim Heng membela muridnya.


Zhang Fei kini merasa bersalah dan tidak tau apa yang harus dia lakukan. Para Guru lain juga seakan putus asa akan kelicikan Guru Lim Heng.


Para Murid pun menggerutu dan mengutuk dalam hati mereka atas kecurangan dari Kelompok Huan Chen yang seakan didukung oleh Guru mereka.


" Maaf Paktriak. Apa yang dikatakan Ayah memang ada benarnya. Siapa suruh mereka tidak bisa menjaga Hasil Buruan mereka." Lim Lian juga ikut membela.


Mendengar ucapan tersebut membuat Murid yang lain menatap Lim Lian dengan kebencian, namun tidak bisa berbuat apa-apa mengingat dari tingkat Kultivasi mereka lebih rendah ditambah lagi keberadaan Guru Heng yang paling berpengaruh di Sekte Pedang kuno.


Sedari tadi Qixuan dan Zhiliu yang sudah berada tidak jauh dari kerumunan membuat Qixuan ingin maju namun dicegah oleh Zhiliu.


Zhiliu juga memberikan Isyarat bahwa dia akan memberi Perhitungan kepada Guru Heng dan para Muridnya pada saat yang tepat.


" Saudara Zhiliu. Apa kamu yakin?" Qixuan sedikit Ragu.


" Kamu tenang saja. Setelah Qi milikku sudah penuh, Aku sendiri yang akan Membunuhnya dengan tanganku sendiri." Ucap Zhiliu.


Disisi lain dengan berat hati Paktriak Fei membenarkan tindakan mereka akibat kesalahannya sendiri.


" Baiklah... Sekarang Mulai menghitung Point. Sekarang Siapa yang lebih dulu.!" Paktriak meminta Ketua Kelompok mereka untuk maju.


Satu-persatu Para murid pun maju untuk memberikan hasil buruan mereka.


" Kelompok Lim Lian 30.000 Point.

__ADS_1


Kelompok Huan Chen 7000 Point. Sekarang siapa yang belum?" Kang Jian sambil menatap ke Zhiliu dan Qixuan.


Zhiliu pun maju ke depan dengan santai langsung menumpuk Ratusan inti Roh Siluman berusia Ribuan Tahun dari Tingkat Dasar hingga tingkat Raja.


Melihat kejadian tersebut membuat mereka Membulatkan Mata saling berpandangan Satu sama lain.


Bahkan Guru Heng, Lim Lian, Huan Chen beserta kelompoknya juga tidak bisa menahan keterkejutan mereka.


Dari apa yang di depan mereka sudah tau siapa yang paling banyak, bahkan jika dikumpulkan dari Seluruh Murid Sekte masih kalah Jumlah dengan Inti Roh milik Zhiliu.


Hal itu tentu saja Para Murid lain merasa senang jika ada yang bisa mengalahkan mereka.


Namun tetap saja Guru Heng berdalih jika itu bantuan dari Qixuan yang membuat keadaan disitu semakin memanas.


Dengan sangat terpaksa Qixuan maju ke depan mengeluarkan Inti Roh Berusia Ribuan tahun seperti yang dikeluarkan oleh Zhiliu sebelumnya Namun belum menyamai Jumlah milik Zhiliu.


" Guru Heng. Apa kau belum puas?" Qixuan menatap Lim Heng dengan Amarah.


Habislah harapan Lim Heng untuk menyingkirkan Zhiliu kini merasa malu malah anaknya sendiri yang tersingkir karena kalah Jumlah.


" Untuk Juara pertama Zhiliu mendapatkan hadiah 500 Koin Emas dan diperbolehkan ke Sumur Teratai Pelangi


Untuk Juara kedua Qixuan mendapatkan Hadiah 300 Koin Emas dan Sebuah pedang Tingkat Langit


Untuk Juara Ketiga Huan Cen mendapatkan Hadiah 100 Koin Emas dan 1 buah kitab." Paktriak mengumumkan hasil.


Semua bersorak gembira meskipun mereka kalah paling tidak untuk mengurangi rasa kesal mereka.


" Mohon maaf sebelumnya. Bagi Saudara yang kehilangan inti Roh, aku akan memberikan untuk kalian sebagai Ganti Rugi." Zhiliu mengeluarkan Kantong Besar berisi Inti Roh Siluman usia Ribuan Tahun Tingkat Surgawi.


Melihat apa yang di depan mereka, Para murid pun mengambilnya 1 inti Roh untuk 1 orang secara bergantian sesuai jenis Elemen yang mereka miliki.


" Bagaimana Pemuda ini dengan mudah memberikan Inti Roh yang sulit didapatkan" ucap para Guru kepada yang lain.


Jika saja mereka tau kalau Zhiliu dan Qixuan masih menyimpan inti Roh Siluman usia Ribuan Tahun Tingkat Suci, mungkin ada di antara mereka bisa pingsan.


Sebuah senyuman yang sangat puas dari Paktriak Fei seakan memberikan harapan yang cemerlang untuk Sekte Pedang Kuno karena telah menemukan Orang yang paling berbakat.


" Guru Jian, Antarkan Zhiliu'er ke Sumur Teratai Pelangi." Paktriak Fei memberikan sebuah kunci.


" Baik Paktriak. Zhiliu'er mari ikut aku." Kang Jian membawa Zhiliu dengan senyuman kebanggaan.


Melihat Zhiliu sudah Pergi, Qixuan pun langsung meninggalkan tempat tersebut karena tidak suka akan keramaian.


Di tempat lain, kini Kang Jian dan Zhiliu sudah berada di sebuah lorong yang memiliki pintu terbuat dari Besi.


" Zhiliu'er. Aku hanya bisa mengantarmu sampai sini. Sumur Teratai Pelangi ada di balik pintu ini. Jangan terlalu memaksa jika tubuhmu terasa sakit." Kang Jian sambil membuka Pintu.


" Terimakasih atas Nasehatnya Guru." Zhiliu membungkuk.


" Sekarang masuklah. Aku akan menunggumu disini!" Kang Jian memberikan Kunci.


" Baik Guru " Zhiliu mengambil Kunci langsung masuk kedalam dan menguncinya kembali.


Saat berada di dalam, Zhiliu merasakan Energi Alam yang sangat kuat dari depannya kisaran 20 meter.


Dia pun langsung menuju ke Arah tersebut dimana Sebuah Sumur yang terlihat jernih namun terpancar mengisyaratkan Keganasan.


Secara Perlahan Zhiliu langsung masuk ke Sumur dengan kedalaman seukuran Dada kini Zhiliu mulai merasakan sekujur tubuhnya seperti ditusuk Jarum.


Tanpa memperdulikan hal tersebut, Zhiliu terus menyerap semua Energi Alam yang ada di tempat itu.


Hari demi hari, kini mulai terdengar sebuah teriakan dari Zhiliu yang semakin lama semakin keras.


" Tidak.. aku tidak boleh menyerah." Gumam Zhiliu sambil merasakan sakit yang sangat kuat.


Mendengar teriakkan dari Zhiliu, membuat Kang Jian merasa Khawatir seakan ingin menyudahi penyerapan tersebut.


Sedangkan Zhiliu yang berada di dalam Sumur, kini semakin melemah.


" HAHAHAA" tiba-tiba Sisi lain dari Zhiliu tertawa sangat lantang seakan menikmati serangan dari Sumur itu


Sebuah tertawa yang sangat mengerikan tersebut kini terdengar sangat jelas di telinga Kang Jian.


" Apa yang terjadi dengannya?" Kang Jian merasa tubuhnya Gemetar.


Dibalik tertawa dari Zhiliu kini memory tentang masa lalunya secara perlahan mulai mengingat kembali apa yang telah terjadi pada dirinya.


Sebulan kemudian saat Zhiliu mulai berendam, Kini semua ingatannya telah kembali pulih.

__ADS_1


"Aku bukan Zhiliu... Tapi Aku Ryu" Terdengar suara Serak ditengah Energi dalam Sumur seakan tidak pernah berhenti menyarangnya.


" Adik Chie.. Adik Yue... Maafkan aku." Tetesan Air mata dari Ryu.


" Tunggu sebentar. Aku akan mencari kalian." Ryu mulai berkonsentrasi dengan menutup matanya.


Terlihat Energi Alam yang ada pada Sumur tersebut seakan terus masuk ke dalam tubuhnya dengan lembut tanpa ada merasa sakit sedikitpun.


......................


Di tempat Lain terlihat dua Sosok wanita Cantik sedang berjalan di jalan Setapak.


" Adik Yue... Hanya di Wilayah ini yang belum kita kunjungi." ucap Xin Chie.


" Kuharap kita bisa menemukan Ka Ryu secepatnya." ucap Huli Yue.


" Ka Ryu... apa kamu telah melupakan Kami?" Xin Chie suara Pelan.


" Sabar Ka Chie. Kita pasti bisa menemukannya" Huli Yue mencoba menghibur.


Tiga bulan telah berlalu. terlihat Kang Jian sangat cemas berjalan mondar-mandir seakan Fikirannya kacau.


" Sudah Tiga bulan Pemuda itu belum muncul. Padahal biasa hanya waktu seminggu saja sudah tidak tahan." Kang Jian terus berfikir apa yang terjadi.


Tiba-tiba Pintu terbuka, Terlihat Sosok yang familiar namun terlihat beda dari biasanya yang kini terlihat lebih berotot lagi.


" Ah Payah... Hanya mampu membuatku naik satu level saja." Suara kesal dari Ryu.


" Zhiliu'er Kau kah itu?" Tanya kang Jian melihat perubahan dari pemuda di depannya.


" Eh Guru... Aku Bukan Zhiliu, tapi Ryu. Aku sudah ingat samuanya." ucap Ryu.


" Ah Ryu... tadi kamu bilang, sumur itu hanya meningkatkan Kultivasi Satu level saja. Jadi...?" Kang Jian mengukur tingkat Kultivasi Ryu sudah berada pada level 47.


" Benar Guru. Energi di Sumur itu keburu Habis" Ryu sambil menggaruk kepala.


" Apa?" Kang Jian langsung berlari ke sumur.


" Deg " Jantung Kang Jian seakan mau copot.


' Monster ini dengan begitu mudah menyerap semua Energi ini yang sudah berusia ratusan tahun' Kang Jian beranggapan pemuda yang didepannya meski masih level 47 pasti menyimpan kekuatan yang tidak wajar.


" Maaf Guru... Aku tidak bermaksud" Ryu merasa bersalah.


" Ah tidak masalah. Cepat kita keluar dari sini" Kang Jian berusaha menyembunyikan kejadian itu pada yang lain.


Mereka pun langsung menuju ke Sekte dan melaporkan bahwa Ryu telah berhasil menyerap Energi di Sumur Teratai Pelangi.


" Hahahaha. Selamat Zhiliu. sampah tetaplah sampah." tiba-tiba suara dari Huan Chen terdengar merasakan Kultivasi Ryu masih di level 25.


" Semut berlagak seperti seekor Singa" Ryu memang sengaja menutup Kultivasi sebenarnya.


" Apa Kau bilang aku Semut.?" Hua Chen terlihat Geram.


" Iya. Kau sama saja dengan Gurumu sama-sama sampah yang sombong" Ryu sambil menatap Lim Heng dengan tajam.


" Apa?" Semua yang mendengar terkejut.


" Ahhh pemuda itu mau cari mati" ucap beberapa murid kepada lainnya.


Memang itulah saat yang ditunggu Ryu. Dia ingin membereskan orang yang tidak layak dimatanya.


" Anak Muda. atas dasar apa kamu bicara seperti itu?" Lim Heng Kepanasan.


" Ayah... Biar aku yang merobek mulutnya" Lim Lian bersuara.


" Kau dengan ayahmu sama saja. Nona. Wajahmu memang Cantik, Tapi Hatimu sangat Busuk. " Ryu sengaja memanas suasana.


"Kau.." Lim Lian mengeluarkan pedang langsung menyerang Ryu.


" Kraack" Sebuah cengkraman kuat di leher Lim Lian.


" Apa?" Semua melihat kejadian tersebut.


Lim Hua berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan cengkraman tersebut.


" Wuush " Aura pembunuh dari Lim Heng.


" Prraaak" Ryu melempar Lim Lian lalu membalikan badan ke Arah Lim Heng.

__ADS_1


" Siapa Pemuda ini sepertinya Aura pembunuh dari Lim Heng tidak berpengaruh padanya." bisik satu sama lain.


Paktriak dan beberapa guru lain hanya merasa kasihan Kepada Ryu yang mereka kenal sebagai Zhiliu harus mengalami nasib tragis.


__ADS_2