SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
SIASAT


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Gege." Hong Kian dan Lan Liwei menyambut kedatangan Ryu.


" Wuush." Bayangan hitam langsung masuk ke tubuh Ryu.


' Hah... Wanita Liar itu bergerak seenaknya.' Ryu membatin lalu menutup Alam Jiwa miliknya takut Jinying bisa bertindak semaunya terhadap Kedua Calon Istrinya.


' Pendekar Ryu... Sepertinya kedua Wanita itu cocok untukku. Buka Alam Jiwa ini, aku akan melahap mereka!' Jinying mengirim pesan jiwa.


' Mereka adalah Calon Istriku, Apa yang kamu lakukan?' Ryu membalas pesan jiwa.


' Aku tidak Peduli, Sepertinya mereka sasaran yang empuk.' Jinying kembali mengirim pesan jiwa.


Mendengar apa yang dikatakan Jinying, Ryu kembali berfikir jika Semua Istrinya yang lain tidak bisa disentuh oleh Jinying lalu kenapa Jinying bisa membunuh Wanita lain dengan mudah.


' Kenapa kamu yakin bisa membunuh mereka dengan mudah?' Ryu kembali menyelidik.


' Setelah aku pelajari, Aku tidak bisa membunuh Orang yang memiliki 'Yang' darimu.' Jinying menjawab dengan cepat.


' Jadi begitu Ya?' Ryu tersenyum lebar.


' Tidak... Aku salah... Tidak seperti itu. Aku juga tidak tau, mungkin ada Energi lain yang melindungi mereka.' Jinying memperbaiki kecerobohannya karena sudah memberitahukan kelemahannya.


' Terserah kamu saja. Aku lebih Percaya kepada ucapanmu yang pertama.' Ryu tau kalau Jinying sudah berbohong.


Setelah mendengar pesan dari Ryu, Jinying tidak bersuara lagi karena sudah melakukan kesalahan.


" Gege... Ada apa denganmu?" Lan Liwei merasa heran.


" Ah... Tidak ada. Aku hanya ingin menunjukkan sesuatu untuk kalian." Ryu Berniat ingin menyalurkan Energi 'Yang' kepada mereka agar Jinying tidak bisa membunuh mereka berdua.


" Gege... Apa itu?" Hong Kian sedikit heran.


" Pejamkan mata kalian." Ryu memegang Pundak mereka lalu membawanya ke Dunia Quzhu.


" Sekarang Buka mata kalian." Ryu mengisyaratkan kepada mereka.


" Gege... Tempat apa ini?" Hong Kian dan Lan Liwei sangat kagum dengan pemandangan sekitar yang dipenuhi bunga.


" Inilah kediamanku yang sebenarnya. Dan tentu akan menjadi kediaman Istriku Juga." Ryu membawa mereka mengelilingi Taman dimana tempat Sumberdaya dan Harta langit.


" Gege... Jadi ini... " Hong Kian melihat tanaman Harta langit tumbuh subur.


" Apakah aku bermimpi?" Lan Liwei mencubit pipinya sendiri.


" Kamu tidak bermimpi... Ini memang Dunia yang aku ciptakan." Ryu membawa mereka ke tempat lain di Pinggir Hutan.

__ADS_1


Terlihat kumpulan Ayam Hutan dan kelinci seakan tidak ada habisnya karena sangat banyak.


Tidak sampai disitu, Ryu juga membawa Hong Kian dan Lan Liwei menuju Sungai ciptaannya yang terlihat Ikan bergerak bebas di air yang sangat jernih.


Setelah Puas melihat Pemandangan di Sungai, Ryu juga membawa mereka menuju Pantai dimana terlihat Lautan luas seakan tidak berujung.


Tentu saja hal itu membuat Hong Kian dan Lan Liwei semakin kagum melihat pemandangan yang selalu memanjakan mata mereka.


Setelah Puas menikmati keindahan laut, Ryu kembali membawa mereka menuju dimana letak Ikan Nian Ekor Tujuh lalu menerangkan apa saja yang ada di Dunia Quzhu.


Hingga saat hari sudah sore, Ryu kembali membawa mereka menuju Istana Emas dimana tempat mereka sebelumnya.


" Gege... Pantas saja Harta langit yang kamu miliki tidak pernah ada habisnya." Lan Liwei terlihat senang memiliki Sosok Suami yang tidak hanya Tampan dan Berwibawa, tetapi juga tapi juga memiliki Harta yang tidak ternilai harganya.


" Itu semua adalah Keberuntungan. Jika saja Aku tidak banyak melakukan perjalanan, mungkin aku tidak pernah mendapatkan Harta langit seperti ini."


" Gege... Selepas dari itu semua, Sejak awal Aku menyukaimu seandainya Gege seperti Orang biasa." Hong Kian berkata jujur.


" Aku juga memikirkan yang sama. Hanya saja aku malu karena Gege Seorang Kaisar bahkan lebih muda dariku." ucap Lan Liwei.


" Tapi sekarang yang aku lihat, Kalian masih seperti berusia 20 Tahun bahkan lebih Muda dari itu. Bahkan kecantikan Kalian sama seperti Istriku yang lain. Itu artinya hanya beberapa orang yang mampu menandingi Kecantikan kalian." Ryu mengakui kecantikan mereka.


" Aku tidak menyangka di usia seperti ini bisa mendapatkan Suami, bahkan Seorang Kaisar." ucap Hong Kian.


" Mungkin kalian saja yang Pemilih. Aku yakin diluar sana banyak orang yang mengagumi kalian." Ryu seraya berjalan masuk ke Istana Emas.


" Gege benar... Tapi tidak ada yang membuatku tertarik kecuali Gege. " Lan Liwei berkata jujur.


" Oh ya... Kalau boleh tau, apa ada Teknik Khusus agar selalu Awet Muda? " Ryu tersenyum sekedar basa-basi.


" Tidak ada... Hanya saja harus menjalani latihan tertutup selama Puluhan Tahun. Saat itu akan terjadi proses kelahiran kembali." Ucap Hong Kian.


" Gege... Tapi tidak semuanya yang berhasil. Banyak juga yang gagal hingga menyebabkan kematian." Ucap Lan Liwei.


" Aku mengerti... Sebaiknya kita istirahat." Ryu membawa mereka masuk ke kamar.


Ryu yang tidak melihat hal itu terus berjalan hingga langsung membaringkan tubuhnya di atas Ranjang.


" Wei'wei... Apa kita akan masuk?" bisik Hong Kian yang masih berdiri di depan pintu.


" Kita sudah hidup menyendiri lebih dari seratus tahun, Aku rasa kita akan melewati malam pertama untuk kedua kalinya." bisik Lan Liwei.


" Aku tau itu... Tapi ini terlalu cepat untukku." bisik Hong Kian.


" Kian'kian... Apa yang kamu katakan memang benar, Tapi adalah hal Manusiawi jika kita butuh seorang Pendamping hidup. Meskipun kita kembali seperti Remaja, tapi dari segi Usia kita seharusnya lebih berpengalaman." Lan Liwei menggelengkan kepala lalu masuk ke kamar.


" Aku harus siap." Gumam Hong Kian.


" Gege... Apakah kita akan tidur seranjang?" Lan Liwei merasa malu karena ada Hong Kian.


" Itu terserah kalian..." Ryu mengerti maksud Lan Liwei.


" Ah... Aku belum siap." Hong Kian melirik ke arah Lan Liwei.


" Kian'er, Wei'er... Kemarilah." Ryu menarik tangan Hong Kian dan Lan Liwei hingga mereka pun menurut lalu berbaring di samping kiri dan kanan Ryu.


" Gege... Apa kita akan melakukannya?" Hong Kian memasang wajah memerah.


" Ada hal yang tidak bisa aku jelaskan kepada kalian. Yang jelas Aku tidak ingin kalian celaka." Ryu mencium Kening Hong Kian lalu mencium kening Lan Liwei.


Seketika Perubahan wajah kedua Wanita tersebut semakin memerah dengan denyut jantung semakin kencang.


Ryu memang ingin menunggu sampai mereka sudah resmi menjadi Istrinya, namun karena takut Jinying akan bertindak macam-macam kepada mereka Ryu memang berinisiatif untuk melakukannya lebih cepat.


Meskipun terlihat malu-malu, Hong Kian dan Lan Liwei mencoba memberanikan diri membelai Tubuh Calon Suami mereka.


Secara perlahan Ryu membelai rambut kedua Wanita tersebut sambil bergerak menuju ke arah lain.

__ADS_1


Merasakan sentuhan lembut dari Ryu, Lan Liwei berinisiatif untuk melepaskan pakaiannya sendiri hingga memperlihatkan kulit putih mulus dan Gunung kembar miliknya.


Begitupun dengan Hong Kian, setelah melihat apa yang dilakukan Lan Liwei dia juga melakukan hal yang sama yang kini juga memperlihatkan Kulit mulusnya dengan Gunung Kembar yang kokoh.


Setelah itu mereka berdua secara perlahan melepaskan pakaian milik Ryu hingga mereka berdua membulatkan mata tertuju pada Tongkat milik Ryu yang berdiri kokoh dan besar.


" Apa kalian bisa memberikan aku keturunan?" Ryu Menggoda mereka berdua.


" Gege... Kami masih bisa memberikan keturunan untukmu, tapi Punyamu terlalu besar. Apa kamu yakin bisa muat?" Hong Kian berbisik mendekati telinga Ryu.


Mendengar bisikan tersebut Ryu senyum masam karena memang sudah seperti itu.


Disisi lain Lan Liwei tengah asik memainkan Tongkat milik Ryu karena dia berfikir jika tidak melakukan hal itu, maka miliknya akan kesusahan masuk.


Sedangkan Hong Kian lebih memilih Goanya dimainkan oleh Ryu agar bisa masuk nantinya.


Dan benar saja, meskipun Tongkat milik Ryu sudah basah, Lan Liwei yang berniat untuk memulainya kini terlihat kesulitan dan akhirnya menyerah meminta Hong Kian untuk yang pertama.


Karena milik Hong Kian sudah basah, kini seakan terbantu meskipun seluruh dinding Goa Sucinya penuh.


Malam itupun Hong Kian dan Lan Liwei habiskan untuk menikmati Indahnya Dunia Surga yang sudah lama tidak mereka dapatkan.


Kini Hong Kian dan Lan Liwei seakan membentuk Tim untuk mengalahkan Suami mereka, namun tetap saja sia-sia yang membuat mereka mengakui kekalahan mereka dengan senyuman kebahagiaan karena tubuh mereka benar-benar kelelahan.


Pada keesokan pagi mereka seakan enggan meninggalkan tempat tidur, karena masih merasakan efek dari serangan Ryu kepada mereka.


" Gege... Aku sangat mencintaimu." Hong Kian mencium Kening Ryu.


" Aku juga." Lan Liwei mencium Kening Ryu.


" Sebaiknya Kalian berlatih di Dunia Quzhu ini saja. Agar Fondasi kalian semakin Kokoh." ucap Ryu.


" Tapi Gege... Seranganmu membuatku hampir tidak bisa bergerak." Hong Kian merasakan sakit di bawah perutnya.


" Kalian bisa Pulihkan diri." Ryu memberikan beberapa Pil untuk mereka.


" Terimakasih Gege.." Ucap mereka serempak.


" Mmmm... Lama-lama nanti kalian sudah terbiasa. Itu hal wajar karena kalian tidak pernah melakukannya lebih dari seratus tahun." ucap Ryu.


" Kalian Istirahat saja, nanti aku yang akan memasak untuk kalian." Ryu bergegas keluar kamar.


" Wei'wei... Aku masih kelelahan." ucap Hong Kian.


" Aku juga kelelahan, tapi aku sangat menikmatinya. Aku fikir kamu juga sangat menikmatinya." Lan Liwei terlihat senang.


" Itu memang benar... Aku mengakui kehebatan Suami kita. Sebaiknya kita harus membiasakan diri." Hong Kian menelan Pil Pemulihan lalu duduk bersila.


Melihat Hong Kian sudah memulihkan diri, Lan Liwei juga menelan Pil Pemulihan lalu duduk bersila.


Setelah beberapa saat, mereka kembali membuka mata lalu duduk di kursi di dalam Kamar tersebut.


Tidak beberapa lama, Ryu datang dengan membawa hidangan kepada mereka.


" Kalian makan dulu." Ryu menyajikan hidangan untuk mereka.


" Gege.. Kamu bisa saja memanjakan Istri." Hong Kian merasa Aroma dari hidangan tersebut sangat menggugah selera.


" Gege... Ternyata apa yang kamu katakan sebelumnya memang benar. Makanan ini paling enak dari yang pernah aku makan." Lan Liwei sangat menikmati hidangan tersebut.


" Kalian terlalu memuji, kalian makan saja." Ryu sambil melahap makanannya.


Selesai menikmati hidangan Hong Kian dan Lan Liwei menuju Ruang Kultivasi, sedangkan Ryu sendiri tengah membuat Kapal Udara yang berbahan Kristal, Batu Pelangi, Batu meteor dan Emas.


Di sisi lain, Jinying yang sudah menyaksikan apa yang dilakukan Ryu kepada Hong Kian dan Lan Liwei kini menggerutu dalam hati karena sasarannya telah diberi Energi 'Yang'.


" Awas saja kalian. Jika aku sudah memiliki tubuh sempurna, Aku akan bunuh kalian semua." Jinying terlihat kesal mencoba menahan amarahnya.

__ADS_1


" Tapi tenang saja.... Sepertinya ada beberapa Wanita di kapal udara. Tunggu saja sampai Alam Jiwa ini terbuka." Jinying teringat dengan Nan Sian, Zhao Luyi, Zhao Liying dan Bing Ruyue.


__ADS_2