SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 75. KEJADIAN DI DUNIA KECIL


__ADS_3

" Aku tidak suka dengan penindasan" Ryu memandang ke arah Anggota Sekte Gunung Es sambil mengirimkan Pesan Jiwa kepada Ketujuh Istrinya.


'Baiklah. Aku rasa sangat cocok untuk berlatih ' Sheng Zhishu membalas dengan pesan jiwa.


" Serang mereka semua" Perintah Salah satu Anggota Sekte Gunung Es.


" Wuush" Ryu mengimbas tangannya. Seketika Semua Anggota Sekte Gunung Es menghilang dari pandangan.


Melihat kejadian di depan mereka, Para Pria yang tadi sangat ketakutan melihat Pemuda di depan mereka sambil menahan sakit akibat luka sayatan di tubuh mereka.


" Jangan Takut, aku bukan orang Jahat." Ryu tersenyum melihat tingkah mereka.


" Senior terimakasih telah menolong Kami." Pria Paruh Baya memberanikan diri untuk berbicara sambil berlutut.


" Sembuhkan luka kalian dulu! " Ryu memberikan beberapa Pil Pemulihan kepada mereka.


" Terimakasih Senior." Pria tersebut mengambil Pil langsung membagikan kepada yang lain.


Tidak menunggu lama, mereka pun kembali pulih dan luka mereka mulai menutup.


" Senior, Terimakasih atas bantuannya. Kami harus melanjutkan Perjalanan mengejar Anggota Sekte Gunung Es yang telah membawa Para Gadis yang mereka Tawan." Salah satu Pemuda melangkahkan untuk melakukan pengejaran.


" kalau boleh tau, kemana arah mereka membawanya? " Ryu menghentikan langkah Pemuda tersebut.


" Mereka ke arah sana Senior " Pemuda tersebut menunjuk ke sebuah Hutan.


Seketika Ryu telah menghilang dari pandangan tanpa ada yang mengetahui kemana arah Ryu.


" Pria itu mungkin salah satu Leluhur Agung di Benua ini." Pria Paruh Baya menganggap Ryu sudah berusia Seratus Tahun lebih.


" Kita harus menyusul mereka! Aku tidak ingin hal buruk pada mereka terlebih Kekasihku." Pemuda tadi kembali melangkah.


" Mmmmm " yang lain juga melangkah sambil mengangkat beberapa Mayat dari Rekan mereka berniat untuk menguburnya terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan.


...****************...


Di Dunia Kecil:


" Ada dimana kita ini?" ucap beberapa Murid Sekte Gunung Es bertanya kepada yang lain.


" Kalian sudah berada di Dunia Neraka" Tiba-tiba Ketujuh Istri Ryu muncul di depan mereka.


" Waaaah. Ada Bidadari yang sangat cantik bahkan aku tidak pernah bertemu dengan Wanita secantik ini seumur hidup." ucap beberapa dari mereka.


" Kalau begitu, hari ini juga tidak pernah lagi melihat Matahari." Sheng Zhishu mengeluarkan Api Putih Tingkat Bumi. berwujud Kirin.


" Ka Zhishu, Sabar... Sisakan dari mereka untuk Adik Yuwang! Biarkan Dewi Iblis akan membantu." Tianhe memandang kelompok tersebut dengan senyuman licik.


" Adik Tianhe, Apa maksudnya? " Sheng Zhishu yang belum faham.


" Pisahkan masing-masing 15 Orang! dengan begitu Adik Yuwang akan cepat naik Level seperti kita." Yunjiang menjelaskan.


" Aku sudah berjanji sama Suami kita. Aku tidak akan memakai Teknik itu lagi." tegas Yuwang.


" Adik Yuwang, apa kamu tidak malu saat bersanding dengan Suami kita dengan Kultivasi mu sekarang? meski kamu sudah naik 2 Level sekarang, Tapi kamu tidak mampu mengejar ketertinggalan." Yinshi menghasut.


" Tenang saja, kami tidak akan memberi tahukan kepada suami kita. Bagaimana dengan Ka Zhishu, Ka Chie sama Ka Yue?" Tanya Tianhe.


" Aku penasaran dengan Teknik yang kalian Pakai, jadi aku ingin melihat." ucap Huli Yue.


" Baiklah kalau begitu kita akan melukai mereka saja! Begitu? " Tanya Xin Chie.


" Kami harus menyerapnya saat kondisi Prima, Jadi Kita Pisahkan mereka jadi Orang. Adik Yuwang, Bagaimana?" Tanya Yunjiang.


" Semoga Suami kita memaafkan ku " Yuwang berfikir apa yang mereka katakan ada benarnya.


" Lakukan sekarang!" Sheng Zhishu langsung melancarkan serangan Api.


Kini Xin Chie dan Huli Yue juga melancarkan Petir dan Api milik mereka yang yang seakan menyiksa Anggota Sekte Gunung Es.


Merasa diri mereka sedang terdesak, Anggota Sekte Gunung Es juga membuat Pertahanan mereka dengan Elemen Es.


Namun karena Api dan Petir yang terlihat ganas membuat Pertahanan Es langsung mencair hingga membuat mereka keawalahan.


'Pelindung Es'

__ADS_1


Pelindung Gabungan mereka menciptakan Kubah pelindung sangat Besar.


" Traaang" Serangan gabungan Api dan Petir memecahkan Pelindung Es.


" Bboooom" Gabungan bola Api Putih membuat mereka Terpental dan mengalami banyak Luka.


" Sekarang giliran kami." Tianhe langsung mengikat mereka dengan Tali Cahaya hingga memisahkan mereka menjadi 3 kelompok.


Yunjiang dan Yinshi pun mendapatkan tugas membawa 2 Kelompok lain menjauhi Area tersebut sementara Tianhe menarik 15 Orang ke hadapan Yunjiang.


" Ampun Nona, Ampun... Kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kami." ucap mereka dengan tubuh gemetar.


" Tidak masalah... aku akan mengampuni kalian asal kalian mampu melayani kami. Tapi kondisi kalian sepertinya tidak mampu memuaskan kami." Tianhe sambil menggoda.


Mendengar ucapan tersebut terlihat wajah 15 Orang tersebut sangat bersemangat apalagi melihat Wanita yang di depan mereka sangat cantik.


" Sembuhkan diri kalian terlebih dulu, baru bisa melayani kami" Tianhe melepaskan ikatan lalu memberikan Pil Pemulihan kepada mereka.


" Naik Nona." mereka terlihat bersemangat langsung meneguk Pil tersebut lalu menyerapnya.


Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue yang masih penasaran kini hanya memilih Diam sementara Yunjiang dan Yinshi kini telah kembali ke hadapan mereka.


Merasa kondisi mereka sudah pulih total, langsung membuka mata sambil menunggu ketujuh Wanita di depan mereka memilih siapa yang dipilih.


" Ting." Bunyi jentikan jari Tiga Dewi Iblis seakan masuk ke otak mereka.


Seketika tingkah mereka menjadi berubah seakan sedang bermain dengan bayangan asap hitam yang telah diciptakan untuk menutupi tubuh mereka yang sudah tidak memakai sehelai kain pun.


" Yuwang." Tianhe memberikan sebuah Isyarat.


" Mmmmmm." Yuwang langsung membuat Asap berwarna merah muda dari tangannya mengelilingi tubuh mereka.


Seketika Bayangan membentuk Asap Putih dari ke 15 Orang tersebut masuk ke dalam tubuh Yuwang.


" Jadi ini Teknik yang kalian Gunakan untuk Korban? Pantas saja Kalian minta Pertanggung jawaban dari Suami kita saat ilusi itu menyerang balik kalian sendiri." Sheng Zhishu sambil memperhatikan Tingkah 15 Orang tersebut.


" Mmmmm'' Tiga Dewi Iblis dan Yuwang mengangguk.


" Aku kira kalian sendiri yang langsung berhubungan intim dengan korban kalian." Xin Chie berasumsi.


" Ka Chie, Kami juga masih punya harga diri. Hanya karena Suami kita itu saja yang memiliki Tubuh Aneh yang mampu memantulkan Ilusi kami dan menyerang balik. " Ucap Tianhe.


" Selesai! " Yuwang mengakhiri Penyerapan karena tubuh Korbannya sudah mengering secara perlahan menyatu dengan tanah dan hanya meninggalkan 15 Cincin Ruang biasa.


Mereka pun melakukan hal yang sama kepada Dua kelompok lainnya hingga Yuwang merasa sudah cukup karena Tingkat Kultivasi sudah berada di Level 63 menyamai Yunjiang dan Yinshi.


" Sepertinya kita berempat hanya membutuhkan Penguatan Tulang, Jiwa, dan Qi saja. Kita sudah tertinggal dari Ka Zhishu, Ka Chie dan Ka Yue." ucap Yuwang.


" Mmmm''Tiga Dewi Iblis mengangguk.


" Sebaiknya kita pulang dulu. Aku berharap Suami kita mengirim lebih banyak lagi Orang untuk mencoba kekuatan baru kita." Sheng Zhishu membawa mereka kembali ke Istana Emas.


...****************...


Di Dunia Iblis Wilayah Tanah Putih:


" Jenderal... Katakan pada Sekutu kita di Dunia Manusia untuk memperkuat Diri dan menambah Anggota Menggunakan Teknik Iblis Neraka Itu. Perintah Sosok yang sedang berdiri di Kursi Kebesarannya.


" Sesuai perintah Raja." Jenderal tersebut menundukkan kepala langsung meninggalkan Ruangan.


" Penasehat Agung, Bagaimana dengan Pendukung kita di Wilayah tanah Putih ini?" Tanya Raja Bai.


" Mereka sudah siap. Sekarang mereka tinggal menunggu Perintah." ucap Penasehat Agung.


" Bagus. Aku tidak sabar ingin menguasai Wilayah Tanah Hijau. Dengan begitu, jalan kita untuk menghancurkan Dunia Dewa akan segera terwujud." Raja Bai


" Ayah, Jangan lupa dengan Putri Raja Linglan. Aku ingin menjadikan dia sebagai Istriku." ucap sosok Pemuda yang berdiri di samping Raja.


" Tenang saja Nak. Aku akan membalas Penghinaan Putri itu kepada Kerajaan Tanah Putih. " Ucap Raja Bai.


" Bagaimana dengan Kerajaan Tanah Merah dan Tanah Hitam? " Tanya Sosok lain.


" Untuk Raja Hongtu, mereka Sangat Mendukung. Tapi untuk Raja Hei Aku tidak Peduli. lagi pula jika mereka menentang, akan tau akibatnya." Ucap Raja Bai.


" Ayah, Aku dengar Putri Raja Hei sedang menjalankan misi untuk menguasai Dunia Manusia. Kata Orang Kecantikannya melebihi Putri dari Raja Linglan." Ucap Pemuda tersebut.

__ADS_1


" Kalau kamu menginginkannya, itu soal gampang. Aku tinggal mengirimkan Surat kepada Raja Hei, jika dia menolak kita hancurkan saja kerajaan mereka. Tapi yang penting, kuasai dulu Tanah Hijau." ucap Raja Bai.


" Baik Ayah." ucapnya.


...****************...


Sebuah Hutan yang tidak terlalu rimbun, terlihat sekitar 80 Anggota Sekte Gunung Es sedang membawa para Wanita sekitar 120 orang dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta mulut diikat dengan kain.


" Saudara, kali ini kita banyak mendapatkan buruan." Salah satu sosok berkat dengan yang lain.


" Benar Saudara, pasti Paktriak dan Para akan senang dan memberikan kita banyak Hadiah." ucap yang lain.


" Saudara, apa lebih baik kita nikmati saja mereka terlebih dulu. baru kita serahkan mereka."


" Bodoh. kau ingin dibunuh? jika tidak menjalankan misi, kita boleh sesuka hati."


" Maaf Saudara, tapi ini terlalu banyak. untuk apa Paktriak kali ini meminta dalam jumlah banyak?"


" Aku dengar mereka akan menjualnya kepada Para Bangsawan atau tempat Hiburan dengan bayaran sangat mahal."


" Pantas saja kita disuruh harus mencari ke berbagai tempat bahkan harus masuk Sekte kecil."


" Aku dengar teman kita yang lain sedang menuju ke Klan Bing, Karena disitu permintaan khusus dari salah satu Bangsawan di Kekaisaran Tang untuk mengambil Bing Yin sebagai Selirnya yang dikenal Paling Cantik di Klan mereka."


" Hahahaha. Akhirnya Klan Bing yang sombong itu akan tinggal nama."


Dari pembahasan mereka telah terdengar jelas oleh Ryu yang sedari tadi mengintai mereka hanya sekedar mencari informasi karena belum tau letak jelas Sekte Gunung Es karena tidak ada yang berani mendekati Wilayah mereka yang dikenal sangat Luas.


Ryu yang awalnya ingin mengikuti mereka untuk mengetahui keberadaan Sekte Gunung Es kini berinisiatif untuk menyerang mereka agar lebih cepat menuju Klan Bing langsung mengirimkan Pesan Jiwa kepada Ketujuh Istrinya.


" Wuush" Ryu langsung berdiri di depan mereka.


" Siapa kamu? cepat minggir sebelum kami berubah pikiran." bentak sosok yang paling depan.


Tanpa banyak bicara, Ryu langsung mengibaskan tangannya membuat barisan depan langsung menghilang.


Ryu langsung menuju ke arah lain sambil mengibaskan tangannya hingga semua Anggota Sekte Gunung Es sudah berpindah ke Dunia Kecil yang disambut oleh Ketujuh Istrinya.


Setelah selesai, Ryu langsung melepaskan ikatan mereka dan memberitahukan bahwa akan ada yang akan membawa mereka kembali ke tempat aman.


Begitu banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan oleh para tahanan tersebut kepada Pemuda tampan yang menyelamatkan mereka, namun karena Ryu yang langsung pergi kini hanya diam sambil menunggu kedatangan Kelompok yang akan menolong mereka.


Menjelang sore telah tiba, Ryu langsung menuju Dunia Kecil, dimana seperti yang dia janjikan meski dalam Hati terus melakukan perjalanan.


Saat di Dunia Kecil Ryu merasa curiga dengan Kultivasi Yuwang meningkatkan Pesat, namun dia tidak terlalu memikirkan karena dia pikir teknik itu digunakan untuk orang yang pantas.


Keesokan Pagi, Ryu kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Klan Bing yang berada di sebuah Dataran rendah.


Hingga saat Siang Hari, Ryu sudah berada di depan Pintu Gerbang Klan yang terlihat sedang dijaga ketat oleh Penjaga.


" Penjaga, aku ingin bertemu dengan Ketua Klan. Apa bisa memberitahukan kepadanya? "Tanya Ryu.


" Pemuda, Cepat pergi dari sini! Kami tidak menerima siapapun jika tanpa Lencana Kehormatan dari Klan Bing itu sendiri." Kepala Penjaga sambil memeriksa Tingkat Kultivasi Ryu yang masih berada di Level 51 yang sengaja Ryu sembunyikan.


" Tapi Penjaga, ada Hal penting yang ingin aku sampaikan. Setelah itu Aku akan pergi." Ucap Ryu.


" Aku bilang tidak bisa ya tidak Bisa. Apa Kamu mau cari Mati." Pemimpin Penjaga langsung melepaskan Aura Pembunuh


" Penjaga, ada apa ribut-ribut?" Sosok Pria Tua keluar dari dalam kediaman Klan.


" Ketua, Katanya Pemuda ini ingin bertemu denganmu. Tapi dia memaksa untuk Masuk." Ucap Pemimpin Penjaga.


" Nak, Apa urusanmu ingin mencari ku? dan Siapa Kamu?." Bing Zhou Menekan Ryu dengan Aura Pembunuh.


" Sepertinya Kedatanganku disini tidak disambut dengan Ramah. Sayang sekali aku Sudah Jauh-jauh dari Benua Lotus Untuk mengembalikan Kitab Es yang pernah Aku temui." Ryu merasakan Penekanan terhadapnya meski tidak mendapatkan efek langsung berjalan menjauhi Gerbang.


" Kitab Es? " Bing Zhou langsung melompat berdiri di depan Ryu." Berikan Kitab itu, atau kamu Akan mati." langsung memberikan penekanan Aura Pembunuh yang lebih kuat lagi.


" Apa Kamu Fikir Aku akan memberikan kepadamu yang ingin membunuhku? Dasar tidak tau diri." Ryu langsung melepaskan Aura Dewa langsung menekan balik Bing Zhou.


'Apa? Aura ini sangat kuat' Bing Zhou merasakan Aura tersebut seakan mengintimidasi.


" Terimakasih atas sambutan hangat Kalian. Lebih baik simpan Tenagamu untuk melawan Sekte Gunung Es. Aku rasa mereka Akan menghancurkan Klan Bing sampai tidak ada yang tersisa." Ryu melangkahkan kakinya dengan santai.


" Apa?" Bing Zhou dan Para Penjaga merasa bukan tidak mungkin Sekte Gunung Es akan menyerang mereka.

__ADS_1


" Kakek, Saudara Ryu, Apa yang terjadi pada kalian?" Bing Yin terlihat senang melihat Ryu namun bercampur Khawatir karena Kakeknya sangat Arogan kepada siapapun.


" Nona, Kau mengenaliku?" Ryu berbalik bertanya kepada Bing Yin.


__ADS_2