SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Mulai Berlayar


__ADS_3

Nan Sian dan Lan Liwei langsung mengambil Pisau Angin tersebut dengan perasaan senang.


" Ying'ying... Lalu bagaimana untukmu?" Sheng Zhishu menatap ke arah Jinying.


" Aku memiliki Harta langit yang tidak pernah ternilai." Jinying menunjuk ke arah Ryu lalu memeluknya kembali.


" Haaahh... Sebaiknya kita nikmati perjalanan ini. Aku masih belum puas menikmati angin laut yang menerpa wajahku." Ryu mengalihkan pembicaraan.


" Mmm." Yang lain mengangguk setuju dimana Xie Hua mengeluarkan beberapa makanan sebagai pelengkap kebersamaan mereka.


Melihat hal itu Ryu juga mengambil sebuah guci arak sambil menikmatinya dan menganggap Arak tersebut bisa mengendalikan racun pembangkit gairah di kemudian hari.


" Gege... Sejak kapan kamu menyukai arak?" Xin Chie mengerutkan kening diikuti yang lain, dimana mereka semua tau bahwa Ryu tidak menyukai arak. Namun kali ini dihadapan Istrinya, Ryu begitu menikmati arak yang ada di guci tersebut.


" Aku harus membiasakan diri untuk meminum arak ini. Karena aku pikir arak ini bisa membantuku jika bertemu dengan seorang yang memiliki racun pembangkit gairah. Meskipun masih belum efektif, namun lebih baik dari pada tidak melakukan apa-apa sama sekali." Ryu berkata seraya meneguk araknya kembali.


" Gege... Racun pembangkit gairah memang sulit untuk dinetralkan, tapi pembuatannya juga sangat sulit. Tapi berkat racun racun itu juga Gege bisa selamat. Aku tidak bisa membayangkan jika tanpa serbuk mata merah, mungkin Gege dan juga aku tidak akan selamat dari Patriak Sekte Ular yang sudah mencapai Pendekar Semesta." Jinying teringat bagaimana tragisnya kematian Bu Jing Yu saat menghadapi Patriak Sekte Ular.


" Gege... Sebenarnya ada sosok wanita lain yang telah mengorbankan nyawanya untuk kita. Dia adalah Bu Jing Yu yang pernah menyamar menjadi diriku saat aku keluar dari Istana hingga sempat menemani perjalanan Gege hingga sampai ke kota Linka. Aku tidak bisa membayangkan Seorang Pendekar Surgawi tahap menengah bisa menjadi gumpalan daging hanya dalam satu kali serangan oleh seorang Pendekar Semesta Tahap Awal." Jinying menggelengkan kepala.


" Bu Jing Yu? Menyamar?" Sheng Zhishu dan yang lain mengerutkan kening sambil mencerna apa yang dikatakan oleh Jinying.


Baik Ryu maupun Sheng Zhishu dan yang lain langsung berkeringat dingin saat mendengar penjelasan dari Jinying mengenai kekuatan seorang Pendekar Semesta. Mereka dapat membayangkan jika mereka berada di posisi tersebut, bukan tidak mungkin mereka juga akan mengalami nasib yang sama.


" Mmm... Bu Jing Yu juga menyukai Suami kita. Aku rasa Gege pernah menyentuh tubuh wanita itu, itulah kenapa dia berniat ingin menjadi Istri Gege. Sayangnya niatnya tidak kesampaian." ucap Jinying.


" Haaahh... Siapa suruh dia menyamar." Ryu terlihat kesal.


" Aku rasa Suami kalian Hao Mingzi tidak mampu menyaingi keperkasaan Gege, itulah kenapa Bu Jing Yu berpaling darinya. Aku yakin kamu juga berpikir seperti itu." Huli Yue menatap ke arah Jinying.


" Ah... Itu..." Jinying sontak kaget, dalam hati dia juga mengakui bahwa Ryu lebih perkasa dari Hao Mingzi. Namun ada hal yang lain yang membuat dia tidak bisa meninggalkan Ryu.


" Tapi kamu harus merebut Gege dari kami terlebih dulu dengan cara bertarung untuk mengambil posisi. Untuk sekarang Zhang Qixuan di posisi pertama. Seterusnya Xie Hua, Yuwang, Yinshi, Aku sendiri, Xin Chie dan seterusnya hingga yang terakhir Lan Liwei. Jadi kamu harus bertarung melawan Lan Liwei terlebih dulu untuk merebut posisinya." Ucap Sheng Zhishu.


' Sejak kapan ada aturan seperti ini? Jika seperti ini, sudah tentu aku akan menjadi yang terakhir. Aku harus berlatih untuk mengejar ketertinggalanku.' Jinying membatin merasa hal itu tidak terlalu buruk, karena untuk mengukur kemampuannya.


" Tenang saja... Biar lebih adil, kami akan mengajarkanmu teknik tubuh Dewi Emas Suci." Ucap Xin Chie.

__ADS_1


" Sebenarnya aku tidak ingin berlatih lagi. Tapi aku harus kuat agar aku menjadi yang pertama untuk merebut Gege dari kalian." Jinying tidak ingin menjadi yang terakhir sambil memeluk erat tubuh Ryu.


" Baiklah... Sekarang kita pergi ke Dunia Quzhu, biar kami mengajarkanmu teknik tubuh Dewi Emas Suci. Setelah itu kita akan bertarung dengan adil." Ucap Lan Liwei.


" Mmm... Mereka mengangguk setuju lalu kembali ke Dunia Quzhu.


Di sisi lain Ryu terus menikmati pemandangan air laut, di samping itu dia juga menyebarkan Spiritualnya untuk memeriksa keadaan sekitar.


*****


( Di Kerajaan Laut Timur )


Terlihat sosok Pria paruh baya sedang duduk di kursi Kebesarannya sambil menatap beberapa sosok yang ada di depannya.


" Hhmmm.... Sepertinya kita masih belum ketinggalan." Ucap Raja Laut Timur.


" Benar Yang Mulia Raja. Sepertinya Pemuda itu sedang melakukan perjalanan jauh. Apa kita akan mengirim beberapa Prajurit untuk menemani perjalanan Yang Mulia Kaisar?" Tanya salah satu Pria sepuh.


" Aku juga berpikir seperti itu. Sepertinya Kerajaan Awan Timur sudah mengirim beberapa Prajurit untuk menemani perjalanan Yang Mulia Kaisar, aku juga akan melakukan hal yang sama." Raja Laut Timur tidak ingin ketinggalan bagian dari perjalanan Ryu.


" Jenderal Ran... Aku perintahkan kepadamu untuk membawa Prajurit terbaik di Kerajaan Laut Timur ini untuk menemani perjalanan Yang Mulia Kaisar." Raja Laut Timur menatap ke arah salah satu Jenderal terbaiknya.


" Jenderal Sun... Sebarkan berita ini kepada seluruh rakyat Kerajaan Laut Timur agar tidak menggangu perjalanan Yang Mulia Kaisar." Raja Laut Timur memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Raja." Jenderal Sun menundukkan kepala lalu meninggalkan tempat tersebut menuju ke sebuah menara untuk memberikan sinyal kepada seluruh Rakyat Kerajaan Laut Timur.


*****


Di atas kapal Ryu teringat akan Chaizu, Jiejia dan Tou Shuijing. Dia pun mengeluarkan ketiga Hewan Kontrak tersebut agar bisa menikmati pemandangan itu.


" Salam Tuan." Chaizu dan Jiejia menundukkan kepala yang kini sudah berwujud manusia.


Sedangkan Tou Shuijing masih dalam wujud Hydra meskipun dalam ukuran kecil.


" Chaizu, Jiejia... Sepertinya Kalian sudah kembali normal." Ryu terlihat senang.


" Ini semua berkat bantuan Tuan." Ucap Chaizu dan Jiejia.

__ADS_1


" Tuan... Sepertinya ada yang sedang menuju kesini." Tou Shuijing merasakan Aura dari beberapa sosok yang tidak jauh dari mereka.


" Kita tunggu saja, seperti mereka tidak memiliki niat membunuh." Ryu terlihat sebuah gelombang besar yang diatasnya ada beberapa sosok yang sedang berdiri.


Setelah berjarak sudah dekat, salah satu dari sosok itu langsung melompat ke atas kapal lalu menundukkan kepala.


" Salam Yang Mulia Kaisar, Namaku Yan Ran yang diutus oleh Yang Mulia Raja Laut Timur untuk menemani perjalanan Yang Mulia Kaisar bersama Prajuritku." Yan Ran memberi hormat.


" Hhmmm... " Ryu menaikkan alisnya sedikit heran dengan Raja Laut Timur yang mengirim pasukannya itu.


Sejenak Ryu berpikir bahwa Yan Ran dan bawahannya pasti memiliki pemikiran yang sama seperti Dao Luo dan Prajuritnya.


" Baiklah... Aku akan menerima kalian bersamaku, kebetulan Kapal ini masih mampu menampung kalian semua." Ryu merasa dengan keberadaan mereka, dia bisa menghalau semua masalah saat melakukan perjalanan.


" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Yan Ran terlihat senang lalu memberi isyarat kepada Prajuritnya untuk naik ke atas kapal.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Prajurit tersebut menundukkan kepala memberi hormat kepada Ryu.


" Mulai sekarang kalian tidak perlu memanggilku Kaisar lagi. Kita tidak tau apa yang kita hadapi nantinya." Ryu menatap ke arah mereka.


" Ba... Baik Tuan." Jawab mereka serempak cepat tanggap dengan apa yang dikatakan Ryu.


" Itu lebih baik. Chaizu, Jiejia bawa mereka ke kamar baru mereka masing-masing." Ryu memberi perintah.


" Baik Tuan.... Saudara Yan Ran, mari ikut kami!" Chaizu dan Jiejia membawa mereka turun dari atas kapal.


" Mmm..." Yan Ran dan bawahannya mengikuti Chaizu dan Jiejia sambil melirik ke arah Tou Shuijing yang memiliki wujud Hydra.


Mereka berpikir bahwa Tou Shuijing memiliki kekuatan yang mengerikan dan menganggap dia adalah sosok Naga berkepala.


" Tuan... Sepertinya air laut ini bisa mengembalikan diriku seperti semula. Jika lama berendam dalam air laut ini, aku akan membentuk Hydra dewasa." Tou Shuijing tidak tahan lagi ingin melompat ke air laut tersebut.


" Kamu boleh bermain sepuasnya. Tapi ingat, jangan ganggu makhluk hidup yang ada di kedalaman air laut ini." Ryu berpikir bahwa wilayah Kerajaan Laut Timur pasti dibawah kapal mereka.


" Baik Tuan." Tou Shuijing langsung melompat ke atas air dengan wujud Hydra raksasa.


" Ggooooaaarr." Hydra raksasa mengaum keras menciptakan tekanan udara hingga tercipta gelombang besar karena tubuhnya menyamai ukuran Kapal udara itu.

__ADS_1


Mendengar Auman keras tersebut semua langsung naik ke atas kapal termasuk Wu Tian itu sendiri yang hanya meninggalkan Chaizu dan Jiejia, karena mereka sudah tidak heran lagi pasti itu ulah Tou Shuijing.


__ADS_2