SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Perompak Serigala Hitam


__ADS_3

Kapal udara milik Ryu yang semakin mendekat, kini terlihat terdapat 64 Kapal besar dan satu Kapal Induk Perompak Serigala Hitam.


" Dewa Agung... Maaf sebelumnya kami belum memperkenalkan diri. Hamba Wong Sun, Huilan, Huilu, Changji dan satu terakhir Won Qu. " Wong Sun dan keempat rekannya memberi hormat kepada Ryu.


" Mmmm" Ryu menerima hormat mereka dengan sebuah anggukan kecil.


Ryu yang terus memperhatikan pergerakan Kapal Perompak Serigala Hitam yang ada di depan mereka lalu memicingkan matanya.


" Pasukan Lepaskan semua Panah Pada Kapal Induk Perompak Serigala Hitam." Ryu memberi perintah.


" Baik Dewa Agung." Pasukan Semesta menundukkan kepala lalu mengambil tempat masing-masing dimana panah diletakkan.


" Jiu... Hancurkan Kapal di sisi Kanan Kapal Induk!" Ryu memberi perintah.


" Shuijing... Hancurkan Kapal di sisi kanan kapal Induk!" Ryu melanjutkan.


" Ggooooaaarr."


" Ggooooaaarr."


Jiu Tou She dan Tou Shuijing berubah ke bentuk asli mereka menghancurkan dan membakar Kapal sisi kiri dan kanan Kapal Induk Perompak Serigala Hitam yang kini terdengar teriakan dari seluruh Kelompok Perompak sisi kiri dan kanan.


Sedangkan Kapal Induk juga mengalami hal yang sama dimana hujan panah selalu berdatangan membuat mereka Kewalahan.


"Jleeep."


"Jleeep."


"Jleeep."


"Jleeep."


Serangan Panah yang begitu kuat menembus kepala dan tubuh Perompak Serigala hitam.


" Panah ciptaan Shu'er memang sangat mengagumkan." Ryu terlihat senang sambil menoleh ke arah Sheng Zhishu.


Sementara anggota Pasukan Semesta juga merasa senang karena sangat mudah mengoperasi Panah tersebut bahkan memiliki serangan yang kuat dengan jangkauan serangan yang sangat jauh.


" Bajingan." Pemimpin Perompak Serigala Hitam sangat geram melihat kapal yang lain kini telah hancur terbakar.


Bahkan bawahannya yang berada di kapal Induk juga tidak dapat berbuat apa-apa.


" Pemimpin... Serangan Panah kita masih belum Bisa mencapai kapal mereka." Ucap salah satu Kapten yang bersama mereka.


" Pemimpin. Serangan panah mereka sangat jauh dari jangkauan panah Kita. " Ucap salah satu anggota Perompak.


" Kurang ajar itu sama saja kita mati Konyol tanpa perlawanan." Ucap Pemimpin Perompak Serigala Hitam yang sangat geram.

__ADS_1


"Jleeep."


"Jleeep."


" Jleeep."


Serangan anak panah hampir mengenai Pemimpin Perompak Serigala Hitam.


"Aaarrrggghhhh... Berlindung!" Tegas Pemimpin Pemberontak.


Namun sayangnya perintah tersebut sudah terlambat. Anggota Perompak yang awalnya 700 lebih anggota, kini hanya tersisa 4 orang yaitu Pemimpin Perompak dan ketiga Kapten yang berada di kapal Induk.


Ditambah lagi semua anak buah yang ada di kapal lain kini tidak ada lagi yang tersisa akibat serangan yang dilakukan oleh Jiu Tou She dan Tou Shuijing.


Kapal udara milik Ryu yang kini telah menghentikan serangan Panah, mulai merapat di kapal Induk milik Perompak Serigala Hitam.


" Perompak Serigala Hitam... Apa hubungan kalian dengan Perampok Serigala Hitam atau Perompak Serigala Lautan?" Ryu bertanya kepada mereka.


" A...Ampuni kami Tuan... Kami tidak kenal mereka." jawab Pemimpin Perompak Serigala Hitam.


" Jika tidak mau menjawab juga tidak masalah" Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir


" Slaaash." tangan Kiri Pemimpin Perompak Serigala Hitam.


" Aaarrrggghhhh." Pemimpin Perompak Serigala Hitam berteriak kesakitan.


" Belum mau menjawab?" Ryu menatap tajam ke arah mereka.


" Slaaash." Kepala Pemimpin terlepas dari tubuhnya.


Ryu langsung menatap ke arah ketiga Kapten yang kondisi mereka terluka parah akibat panah di Dada Mereka.


" A... Ampun Tuan. " Ucap mereka bersamaan.


" Slaaash... Slaaash... Slaaash." Kepala ketiga Kapten terputus.


" Tidak ada ampunan untuk kalian. " Ryu menghela napas lalu kembali ke kapal udara.


" Gluug." Wong sun, Huilan, Huilu, Changji dan Won Qu menelan ludah.


Mereka sangat bersyukur Ryu malah menawarkan sebuah pengampunan Untuk mereka.


Ryu menatap Sheng Zhishu dan Istrinya yang lain serta semua bawahan terlihat memasang wajah masam lalu menundukkan Kepala.


" Gege... Apa yang terjadi? Tanya Jiang Caiping.


" Dewa Agung." Seluruh bawahannya merasa heran.

__ADS_1


" Untuk Kali Ini biarkan Pasukan wanita saja yang memeriksa keadaan di dalam Induk Kapal." Ucap Ryu.


" Baik Dewa Agung." Sahut para Pasukan Semesta yang wanita lalu masuk ke dalam kapal Induk Perompak.


" Gege... Apa sebenarnya yang terjadi? " Hong Kian yang juga merasa heran.


" Guang Cheng dan kalian semua... Tarik semua mayat mereka ke Dunia Quzhu." Ryu memberi perintah.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak lalu menarik semua mayat tersebut ke Dunia Quzhu dengan sedikit mengeluarkan Qi.


" Suamiku... Apa kamu kecapean? Lebih baik kamu beristirahat! Biarkan Kami membereskan semuanya. " Ucap Zhang Qixuan.


" Tidak perlu... Kita hanya menunggu yang lain disini." Ryu duduk di kursi yang memanjang yang ada di atas kapal.


( Di Dalam Kapal Induk Perompak Serigala Hitam )


Di dalam ruangan yang sangat luas, Luan Hua dan kelompoknya dikejutkan puluhan para tawanan wanita muda yang kondisi tubuh mereka penuh luka tanpa sehelai Kain.


" Saudari Luan Hua... Sepertinya ini yang dimaksud Dewa Agung yang melarang Pasukan Semesta Pria untuk memeriksa ke dalam Kapal. " Ucap Wenlie


" Benar Saudari Wenlie... Pantas saja Dewa Agung meminta kepada kedua Hewan Kontrak itu untuk mengamuk. " balas Luan Hua.


" Saudari Luan Quan... Berikan beberapa pakaian kepada mereka dan juga Pil penyembuh" ucap Luan Hua.


" Baik Saudari." Luan Quan dibantu yang lain memberikan Pil dan Pakaian.


" Kalian jangan takut! Kami akan menyelamatkan kalian!" ucap Luan Quan yang melihat mereka begitu kaget.


Mereka pun mengambil Pil tersebut dan meminumnya, seketika tubuh mereka berangsur-angsur membaik lalu memakai pakaian masing-masing.


" Terimakasih telah menolong kami. " Ucap salah satu dari mereka dengan tatapan sedih.


" Saudari Wenlie, bawa mereka terlebih dulu! Sepertinya mereka lama tidak makan. " Ucap Luan Qian.


" Kalian Semua, mari Ikut aku keluar dari tempat ini! " Wenlie membawa mereka keluar dari Kapal Induk Perompak Serigala Hitam.


Sedangkan Luan Hua dan yang Lain terus berjalan menyusuri tiap sudut ruangan dimana terlihat satu kamar yang terlihat tertutup rapat.


" Sebaiknya kita dobrak pintu ini!" Luan Hua mendorong pintu tersebut.


" Duaarr." Pintu terlepas hingga terlihat 10 sosok wanita dengan kondisi terlentang tubuh mengerikan penuh dengan luka sayatan dan bibir mengering dipasung dalam rantai besi.


" Saudari Luan Weily... Periksa mereka apakah mereka masih hidup." Ucap Luan Hua.


" Mmmm." Luan Weily mendekati 10 wanita itu lalu memeriksa kondisi mereka merasakan denyut nadi mereka sangat lemah.


" Saudari Luan Hua... Sepertinya mereka membutuhkan pertolongan. Luan Quan, Luan Qian, Luan Qiang dan kalian semua. Bantu aku menyalurkan Qi untuk membantu memulihkan kondisi para wanita ini." Ucap Luan Weily

__ADS_1


Semua Pasukan Semesta wanita yang tersisa langsung memasukan sebuah Pil di dalam mulut mereka lalu menyalurkan Qi untuk membantu proses penyerapan khasiat dari Pil tersebut.


Secara perlahan kini kondisi dari sepuluh wanita tersebut mulai membaik hingga bisa membuka mata kembali sambil menatap ke arah beberapa sosok wanita di tempat itu.


__ADS_2