SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
GELISAH


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Tapi.... Jika aku membunuh mereka, Maka Pendekar Ryu tidak pernah lagi membuka Alam Jiwa ini. Haaahh... Lebih baik aku mencari yang lain saja. Dengan begitu, aku tidak mengalami kendala." Jinying kembali berfikir jangan sampai rencananya gagal.


Di Dunia Quzhu tepatnya di daratan luas, Ryu membuat Pola dasar Badan Kapal dimana dia telah menghabiskan semua Batu Pelangi dan Batu Meteor.


Karena masih belum cukup, Ryu juga mengambil semua Kristal yang ada.


" Kapal ini terlalu besar... Sepertinya aku perlu beberapa bahan lagi." Ryu mengambil kembali semua Permata tujuh warna.


Namun semuanya masih belum cukup hingga akhirnya dia menggunakan Mutiara Kerang Langit.


Berkat Mutiara Kerang Langit, Akhirnya Kapal Udara selesai terlihat sebuah kemewahan yang tercipta dari Kapal tersebut dengan perpaduan yang sempurna.


" Sentuhan terakhir." Ryu mengambil Bongkahan Emas membentuk sebuah ukiran Naga yang memanjang dari berbagai sisi kapal.


Tidak sampai disitu saja, Ryu juga membuat Pembatas bibir kapal dengan Emas yang semakin menambah kemewahannya.


" Haaahh... Energiku sudah banyak terkuras." Ryu menelan beberapa Pil untuk memulihkan Qi miliknya.


Setelah Qi miliknya terkumpul, Ryu kembali melanjutkan Pekerjaannya menciptakan bagian dalam Kapal membentuk Dua Lantai hingga menciptakan beberapa Kamar seperti Kapal Udara yang dia miliki.


Ketika hari sudah sore, Ryu kembali ke Istana Emas dimana dia harus menyediakan Hidangan kepada Isterinya.


Saat malam tiba, Hong Kian dan Lan Liwei juga menyudahi Kultivasi mereka menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka.


Selesai Mandi, mereka langsung makan bersama sambil berbincang ringan.


Di saat malam tiba, mereka memilih untuk Istirahat, menikmati kebersamaan mereka.


Hari demi hari Hong Kian dan Lan Liwei terus meningkatkan Fondasi mereka. begitupun dengan Ryu juga disibukkan dengan membuat Kapal.


Saat menjelang sore di Dunia Abadi, Ryu mengajak mereka untuk keluar agar tidak menimbulkan kecurigaan dan memilih untuk menghentikan laju Kapal Udara.


" Mayi... Kamu cari tempat yang aman agar Kapal Udara bisa berhenti." Ryu memberi Perintah.


" Baik Tuan." Zi Mayi yang mendapat giliran untuk mengemudi langsung mencari tempat untuk beristirahat.


Setelah beberapa saat, Zi Mayi menghentikan kapal udara tepat di sebuah Gunung yang memiliki daratan yang luas.


" Tuan... Untuk kali ini Biarkan Kami yang berburu." ucap Chaizu.


" Baiklah..." Aku akan menunggu disini saja." Ryu yang sudah membuat Kemah langsung mencari Kayu bakar.


" Gege... Aku ikut." Hong Kian berlari kecil memegang tangan Ryu.


" Gege... Aku juga ikut." Lan Liwei tidak ingin ketinggalan.


" Baiklah..." Ryu berjalan mencari kayu kering.


" Sepertinya Maktriak Hong Kian dan Maktriak Lan Liwei sudah jinak pada Yang Mulia Kaisar" Ling Sancuo menatap ke arah mereka.


" Sepertinya cucu kita mendapatkan saingan." Ucap Ling Liddan.


" Itu wajar saja, Namanya juga Kaisar... Untung saja Yang Mulia Kaisar sedikit licik, Jika tidak, Mungkin Rombongan kita akan bertambah Puluhan Wanita." Ling Sancuo menggelengkan kepala teringat apa yang dilakukan oleh Ryu lebih memilih Putra Hong Kian dan Lan Liwei sebagai Raja baru dari dua kerajaan.


" Benar juga... Jika tidak, mungkin cucu kita lebih banyak saingan lagi." Ling Liddan menggelengkan kepala.

__ADS_1


" Jangankan Kaisar besar, Kerajaan kecil sekalipun pasti banyak memiliki Istri maupun Selir." Long Mubai ikut bersuara.


" Aku rasa setelah itu akan menjalani Latihan tertutup." ucap Ling Liddan.


" Maktriak Ruyue... Ada apa denganmu? Sepertinya kamu selalu memperhatikan mereka." Gao Liang terlihat ke arah Bing Ruyue.


" Ah..." Bing Ruyue kaget merasa malu karena tingkahnya ketahuan.


" Maktriak Ruyue... Apa kamu ingin melepaskan jabatanmu? " Tanya Bao Mingson.


" ..." Bing Ruyue hanya bisa diam ternyata selama ini mereka selalu memperhatikan dia.


" Cinta itu sulit dimengerti. Ada yang setia pada satu Pasangan, ada yang rela berbagi." ucap Ling Sancuo.


" Paktriak benar. Setia pada satu Pasangan terkadang tidak menjamin kebahagiaan." Gao Liang terlihat murung.


Melihat ekspresi dari Gao Liang semua merasa heran mengapa dia tiba-tiba berubah sedih.


" Paktriak Liang, ada apa denganmu?" Long Mubai menyelidik.


" Ah... Tidak ada." Gao Liang tersenyum kembali berusaha menutupi kesedihannya.


Sedangkan Bing Ruyue lebih memilih untuk diam tanpa memperdulikan pembicaraan mereka yang kini telah asik dengan fikirannya sendiri.


' Malang sekali nasibmu Nak. Kamu telah mencintai Orang yang salah, Pria itu hanya ingin mencuri Kitab terlarang. Aku harap bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri jika bertemu' Gao Liang membatin.


Tidak lama kemudian Ryu Hong Kian, Lan Liwei dan Pasukan Semesta telah kembali.


Mereka pun langsung membuat Api Unggun, sementara yang lain tengah sibuk membersihkan hasil buruan mereka.


Setelah semua selesai, Ryu juga membantu mereka memanggang hasil buruan mereka hingga sampai semua masak lalu membagikan kepada mereka.


Kini mereka semua kembali ke Kemah mereka masing-masing untuk Istirahat dan Ryu sendiri juga masuk ke dalam kemahnya.


" Gege..." Lan Liwei tiba-tiba muncul di dalam Kemah Ryu.


" Wei'er... Bukankah kamu punya kemah sendiri?." Ryu duduk kembali.


" Gege... " Hong Kian juga muncul.


" Apa yang dikatakan mereka nantinya jika kalian disini." ucap Ryu.


" Haaahh... Baiklah.Kalau begitu kita ke Dunia Quzhu saja, karena Kapal Udara buatanku belum selesai. Aku rasa kita memiliki banyak waktu disana lebih dari satu Bulan." Ryu tidak ingin mempermasalahkan mereka lagi.


" Mmmm... Disana Aku juga ingin berlatih." ucap Hong Kian.


" Lagi pula kami harus membiasakan diri melayani Suami kami." Lan Liwei senyum menggoda Ryu.


" Baik... " Ryu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura lalu membawa mereka ke Dunia Quzhu.


Setiap Pagi hari di Dunia Quzhu, mereka semua melakukan aktivitas masing-masing hingga saat malam tiba, mereka memilih untuk Istirahat.


Pada keesokan Pagi di Dunia Abadi, mereka telah keluar untuk melanjutkan Perjalanan.


Saat Kapal Udara sudah berangkat, Hong Kian dan Lan Liwei langsung masuk ke Kamar Utama Kapal Udara sambil menunggu kedatangan Ryu yang tengah berbincang dengan yang lain.


Setelah selesai berbincang kecil mereka kembali ke kamar masing-masing dan Ryu juga kembali ke Kamar Utama dimana Hong Kian dan Lan Liwei sedang menunggu.


Untuk mengisi waktu luang, Ryu membawa mereka ke Dunia Quzhu karena Ryu masih menyelesaikan bagian detail Kapal Udara.


Hingga memakan waktu selama Empat hari, mereka telah tiba di depan Gerbang Istana Kekaisaran Shin.


Namun kali ini Ryu beserta Pasukannya telah berdiri di atas Kapal Udara yang secara perlahan mulai turun di halaman Istana.


Seketika Terdengar bunyi Lonceng Darurat yang menandakan ada serangan.


" Permaisuri Sian... Jika benar apa yang kamu katakan sebelumnya bahwa Cucuku telah berkhianat kepada Kekaisaran Awan, maka aku sendiri yang akan menghukumnya." ucap Ling Sancuo.


" Kita lihat saja! " ucap Nan Sian.


" Kalau begitu kita menunggu mereka keluar dari Istana." Ryu mengirim pesan jiwa kepada Chaizu agar menurunkan Kapal Udara lebih rendah lagi.


...----------------...


Di dalam Istana Kekaisaran Shin :


" Salam Yang Mulia Kaisar, di luar ada Kapal aneh. Sepertinya mereka akan menyerang Kekaisaran ini." ucap salah satu Jenderal.

__ADS_1


" Serangan? siapa yang berani menyerang Kekaisaranku." Shin Hye Gang mengerutkan keningnya.


" Gege... Kita lihat saja keluar! Mungkin mereka hanya Kelompok bandit. " Ucap Ling Xianzi.


" Baiklah... Jenderal... Kumpulkan semua Pasukan dan hancurkan mereka semua." Shin Hye Gang bangkit dari tempat duduknya keluar Istana.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Sosok Jenderal langsung menuju kediaman Pasukan Kekaisaran.


' Perdana Menteri... Sepertinya mereka adalah Pasukan Kekaisaran Awan.' Menteri Keempat mengirimkan Pesan jiwa.


' Aku fikir begitu. Cepat siapkan Pasukan kita untuk membantu.' Perdana Menteri membalas pesan jiwa.


' Baik.' Menteri Pertama, Menteri Keempat, dan Menteri Kelima mengambil jalan lain.


' Aku juga harus mengikuti mereka.' Perdana Menteri mengikuti Ketiga Menteri lainnya.


......................


Di atas Kapal Udara :


" Paktriak Sancuo... Apa kamu mengenal Wanita disana?" Nan Sian menunjuk ke arah Ling Xianzi yang baru saja keluar dari Istana Kaisar bersama Shin Hye Gang.


Semua mata tertuju kepada Ling Xianzi yang berada di kumpulan Anggota Di Istana.


" Jadi Wanita itu yang membuat Kekaisaranku diserang." Ryu yang melihat hal itu sangat Geram.


" Yang Mulia Kaisar, biar aku sendiri yang Menghukum Cucuku." ucap Ling Sancuo.


Mendengar ucapan tersebut Ryu mengerutkan keningnya karena dia sendiri yang berniat untuk menghukum Ling Xianzi.


' Jinying... Apa kamu bisa membawa Wanita itu?' Ryu mengirim pesan jiwa kepada Jinying.


' Aku tidak bisa menyentuhnya juga, karena dia memiliki Energi 'Yang' darimu, meskipun bercampur Energi 'Yang' dari Kaisar itu.' Jinying membalas pesan jiwa.


' Tidak masalah... Tapi aku yakin akan banyak Wanita di dalam Istana sana. Kamu mengerti kan maksudku? ' Ryu berfikir bahwa Istri Kaisar Gang pasti banyak, ditambah lagi dengan Menantunya.


' Baiklah... Aku akan masuk ke dalam Istana. Anggap saja sebagai Pengganti Keempat Wanita ini.' Jinying membalas pesan jiwa.


' Baiklah..' Ryu membuka Alam Jiwanya.


Seketika Bayangan hitam keluar dari tubuh Ryu lalu masuk ke dalam Istana Kekaisaran Shin.


Ryu dengan segera mengambil sebuah Bendera Kekaisaran Awan lalu menancapkan di halaman Istana.


...----------------...


Di Luar Istana :


Kaisar Gang dan Ling Xianzi yang baru keluar dari Istana kini telah disambut dengan pemandangan Kapal Udara yang diatasnya terlihat telah berdiri Ratusan Pasukan.


" Gege..." Ling Xianzi menatap ke atas Kapal sangat mengenal dari beberapa sosok, termasuk Ryu.


" zi'er... Kamu mengenal mereka?" Shin Hye Gang menoleh ke arah Ling Xianzi.


" Be... Benar Gege... Mereka dari Kekaisaran Awan." Ling Xianzi langsung tertunduk seakan tidak percaya dengan kehadiran mereka.


Semua kembali berfikir bahwa Pasukan yang dikirim sebelumnya pasti sudah meninggal.


" Sleeeeeppp." Sebuah Bendera Kekaisaran Awan tertancap di tengah halaman Istana.


" Apa?" Semua terkejut melihat bendera tersebut.


" Jenderal" Serang Kapal itu." Perintah Shin Hye Gang.


" Baik." Ketujuh Jenderal menggunakan kekuatan penuh menyerang Kapal Udara.


" Bboooom." Kapal Udara langsung hancur.


Beruntung saja semua yang di atas Kapal dengan sigap langsung melompat menuju halaman Istana.


" Permaisuri Sian... Kami ada di Pihakmu." Perdana Menteri muncul dari arah samping yang diikuti Tiga Menteri dan 4 Jenderal beserta Pasukannya.


" Bagus." Nan Sian terlihat senang.


" Tunggu apa lagi? Serang mereka." Ryu memberi Perintah.


Seketika Pertarungan langsung pecah hingga terdengar suara Pertarungan di berbagai tempat.

__ADS_1


" Gege... Apa yang harus kita lakukan?" Ling Xianzi terlihat gelisah karena Pihak Lawan seakan menguasai Pertarungan.


__ADS_2