
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Sebelum Ryu dan Bawahannya datang:
Jiang Caiping yang mendapatkan lawan yang berada di Pendekar Langit Tahap Awal kini terlihat Seimbang.
Sosok yang menggunakan Tombak terus mengarahkan tombak ke bagian tubuh Jiang Caiping.
Jiang Caiping tidak tinggal diam langsung mengeluarkan Pedangnya hingga membuat benturan keras dari kedua senjata tersebut.
Sesekali Jiang Caiping menciptakan Energi Api dari pedangnya hingga pihak lawan merasa kepanasan.
Pihak lawan juga tidak tinggal diam kini membuat perisai Energi Air mengelilingi tubuhnya untuk menghalau hawa panas dari Jiang Caiping.
" Gelombang Air menghapus daratan." Teriak lawan menciptakan Air melesat ke arah Jiang Caiping.
Melihat serangan dari pihak lawan yang mengarah padanya, Jiang Caiping melompat ke belakang dengan gerakan memutar.
" Semburan Api penghancur gunung." Teriak Jiang Caiping menghembuskan nafas Api mengarah ke sumber serangan.
" Bboooom." benturan keras dari kedua serang menciptakan getaran hebat.
Jiang Caiping langsung mundur beberapa langkah kebelakang begitu juga dari pihak lawan.
" Amukan Api penghancur gunung." Jiang Caiping menciptakan Energi Api yang lebih besar mengarahkan kepada lawannya.
" Bboooom." Serangan telak bertumpu pada tubuh lawan membuatnya terpental puluhan meter dengan tubuh seakan terbakar.
" Sial... Ternyata Wanita ini memiliki Teknik tingkat tinggi." pihak lawan merasakan organ tubuhnya semakin panas.
" Uhuuk." Lawannya memuntahkan segumpal darah.
Melihat ada celah, Jiang Caiping melesat lebih cepat berniat ingin menebas.
Pihak lawan yang mengetahui hal itu langsung melompat ke belakang untuk menghindar namun sayangnya sebelum dia menghindar Jiang Caiping sudah berada di dekatnya, namun tidak sempat.
" Crraaash." Jiang Caiping memotong leher Lawannya tersebut.
" Bboooom." Serangan tiba-tiba dari arah belakang membuat Jiang Caiping terpental puluhan meter.
" Uhuuk." Jiang Caiping memuntahkan darah segar sambil memegang bagian dadanya yang sakit.
" Tidak aku sangka kamu bisa mengalahkannya. Tapi sekarang Aku akan bermain denganmu." Sosok lain baru muncul sambil menjilati bibirnya penuh dengan nafsu.
Jiang Caiping yang mengetahui fikiran dari sosok tersebut langsung meningkatkan kewaspadaan bangkit kembali mencoba untuk bertahan karena Qi miliknya sudah terkuras.
Sosok tersebut langsung melompat memainkan tombak di tangannya mengarahkan kepada Jiang Caiping.
__ADS_1
Melihat pihak lawan yang dihadapi sangat kuat dari sebelumnya Jiang Caiping terlihat Kewalahan terus menghindar hingga mendapatkan sayatan pada bagian perutnya karena tidak sempat menghindar.
" Aku harus bertahan sampai Gege datang." Jiang Caiping bergumam sambil menahan serangan tersebut.
Di tempat lain terlihat Ting Ye juga menghadapi satu sosok yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah.
" Pendekar Surgawi ya? Tapi sepertinya kondisimu belum sempurna." ucap salah satu sosok tersebut.
Ting Ye yang juga faham kondisinya sekarang berusaha untuk menyembunyikan rasa kagetnya agar pihak lawan tidak mengetahui bahwa kekuatannya masih setara dengan Pendekar Langit Tahap Menengah.
Hal itu dikarenakan Proses penerobosan dilakukan dengan paksa yang tentu harus dilatih kembali agar Fondasi bisa mengimbangi begitupun dengan Teknik.
Ting Ye deng Pedang biru di tangannya mencoba menghalau serangan Pedang dari pihak lawan hingga tercipta percikan api dari pertemuan kedua senjata tersebut.
Sesekali Ting Ye melepaskan Energi Api untuk menyerang pihak lawan karena berniat ingin mempercepat pertarungan agar bisa membantu Prajurit yang terlihat kewalahan.
Dari pihak lawannya sendiri juga tidak mau kalah langsung melepaskan Energi Api untuk menghalau serangan dari Ting Ye hingga terlihat Pertarungan tersebut seimbang.
Semakin lama bertarung Energi Qi yang dimiliki Ting Ye juga sempat terkuras hingga membuatnya semakin melemah.
Disisi pihak lawan juga mengalami nasib yang sama membuatnya meminta pertolongan kepada dua Prajurit untuk membantu agar dia ada peluang untuk memulihkan Qi yang sudah banyak terkuras.
Mendapatkan serangan dari dua Prajurit, Ting Ye langsung melepaskan Energi Api pada kedua sosok tersebut.
" Bboooom..." Kedua Prajurit tersebut terpental puluhan meter hingga tidak bernyawa.
Pihak lawan yang sebelumnya sudah memulihkan tenaga langsung menuju ke arah Ting Ye sambil membuat terbasan.
Ting Ye yang sudah kehabisan tenaga, kini semakin tersudut hingga mendapatkan sayatan pada Punggungnya.
Karena tidak diberikan kesempatan untuk memulihkan tenaga, Ting Ye hanya bisa berusaha bertahan membuat Perisai Energi Api mengelilingi tubuhnya dengan Qi yang tersisa.
Di tempat lain pada Posisi yang sama, Wang Mingjun yang mendapatkan lawan yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah berusaha sekuat tenaga untuk bertahan.
Dari pihak lawan sendiri terlihat senang karena dalam segi Kultivasi beda satu Tingkat yang tentu kekuatan mereka selisih jauh ibarat langit dan bumi dan tentu saja kemenangan ada di pihaknya dengan perbedaan kekuatan tersebut.
Di sisi lain juga Shu Meilu pada Posisi yang sama karena mendapatkan lawan yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah tentu saja membuat Shu Meilu semakin terpojok dan mengalami beberapa luka sayatan di sekujur tubuhnya.
Bahkan di sisi lain Long Mubai yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Akhir juga semakin tersudut hingga mendapatkan beberapa Luka sayatan karena mendapatkan Tiga lawan sekaligus yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah.
Hal itu tentu saja bisa terjadi karena Qi miliknya sudah terkuras karena tidak diberikan kesempatan untuk memulihkan tenaga.
" Sial... Ternyata mereka benar-benar ingin menyiksa lawan mereka." Long Mubai bergumam sambil melirik bagian sisi kanan dan kiri juga mengalami nasib yang sama.
Di tempat lain Bao Mingson juga banyak mengalami luka berat akibat Serangan bertubi-tubi dari pihak lawan dengan dibantu oleh Prajurit membuatnya semakin terkecoh.
Di tempat lain Gao Liang terlihat kewalahan juga banyak mengalami luka Tusukan di bagian tubuhnya membuat dia tidak mampu lagi untuk bertahan karena dihadapkan dengan lawan yang sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Menengah dibantu oleh Prajurit.
Di tempat yang lain Bing Ruyue, Hong Kian dan Lan Liwei juga kewalahan hingga jatuh tersungkur menghadapi lawan yang sangat banyak yang dibantu oleh Pendekar Langit Tahap Menengah.
Melihat hal itu Zuge dan Tiankong berusaha untuk menyelamatkan mereka, namun mereka juga mengalami nasib yang sama dan tidak berdaya dengan Luka sayatan di sekujur tubuh mereka.
" Prajurit, tangkap mereka!" Perintah salah satu Jenderal sambil menunjuk ke arah Ting Ye, Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei, Li Jilan dan Ling Queqi yang sudah tidak berdaya karena Kaisar Gang meminta kepada Jenderal agar tidak membunuh mereka untuk dijadikan Selir Kaisar Gang.
" Baik Jenderal." ucap beberapa Prajurit langsung menahan mereka.
" Jenderal, bagaimana dengan Wanita dari Penginapan Giok Bulan itu?" tanya salah satu sosok dari Kultivator bayaran.
" Tangkap juga dia, aku yakin Yang Mulia Kaisar akan senang dengan Hadiah ini." ucap Jenderal sambil menoleh ke arah Jiang Caiping yang sudah tidak berdaya lalu berjalan mendekati tawanan lain.
" Baik Jenderal." ucap sosok Prajurit langsung membawa Jiang Caiping ke tempat lain.
" Ternyata Maktriak Sekte Lembah Es yang dikenal dengan Kesuciannya Juga ikut membantu. Padahal Sekte Kalian berada di wilayah Kekaisaran Shin." ucap Jenderal.
" Ciihhhh... Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri." Bing Ruyue bersuara meski dalam posisi tangan terikat kebelakang.
" Apa? lihat kondisimu sekarang! Sepertinya ini kesempatan yang bagus ingin melihat tubuhmu yang tidak pernah disentuh oleh lelaki." Jenderal merobek pakaian Bing Ruyue hingga terlihat Gunung Kembar di bagian kanannya.
__ADS_1
" Dasar Jenderal Busuk." Hong Kian dan Lan Liwei sangat geram atas tindakan dari Sosok Jenderal tersebut.
" Aaa..... Sepertinya kalian juga menginginkan hal itu." Jenderal tersebut juga merobek pakaian Hong Kian dan Lan Liwei hingga memperlihatkan Gunung kembar mereka.
Menyaksikan tindakan dari Jenderal itu, Para Jenderal yang lain hanya bisa menggelengkan kepala karena kelakuan rekan mereka sudah kelewatan.
" Ibu..." Zuge dan Tiankong berusaha melepaskan diri dari ikatan di tangan mereka tidak terima atas perlakuan Jenderal tersebut kepada Ibunya.
" Oh... Jadi kalian Anaknya? Tenang saja, Aku akan menjadikan mereka sebagai Selirku, meskipun Usia mereka sudah tua tapi tentunya mereka sangat memuaskan dari para Istriku yang lain." Ucap Jenderal.
" Jadi ini sikap Keji dari Kekaisaran Shin?" Long Mubai sangat geram atas perlakuan Jenderal tersebut.
" Oh... Kebetulan sekali. Ternyata Paktriak Sekte Naga Emas dari wilayah Kekaisaran Han juga ada di sini." Ucap Jenderal.
" Ciihhhh... " Bing Ruyue memasang wajah memerah atas perlakuan Jenderal tersebut yang berani merobek Pakaiannya.
" Prajurit. Bawa Ketiga Maktriak ini. Sangat disayangkan jika harus dibunuh." Sang Jenderal memberi perintah berniat ingin menjadikan mereka sebagai Selirnya.
" Baik Jenderal." Tiga Prajurit membawa mereka menuju ke tempat dimana Keenam Istri Ryu berada termasuk Jiang Caiping.
" Jenderal. bagaimana dengan mereka?" tanya Jenderal lain menunjuk ke arah Long Mubai, Gao Liang, Bao Mingson, Zuge, Tiankong, Keenam Jenderal dan Empat Menteri yang juga Posisi tangan mereka sudah terikat sedangkan Prajurit yang tersisa langsung menyerahkan diri karena Jenderal mereka sudah tertangkap.
" Bunuh saja semuanya!" Perintah Sang Jenderal.
" Crraaash... Crraaash... Crraaash... " Puluhan Energi Angin berbentuk Pisau memotong leher Prajurit yang ingin membunuh tawanan mereka.
" Apa? Siapa itu?" Para Jenderal, Prajurit dan Kultivator bayaran menoleh ke arah sumber serangan.
" Jenderal Jintao, apa yang kamu lakukan?" Para Jenderal melihat Jenderal Jintao yang tidak jauh dari mereka.
" Maaf Kawan... Kita telah berdiri di Pihak yang berbeda Prinsip." Jenderal Jintao menatap tajam ke arah mereka yang diikuti 500 Prajurit yang bersiap untuk bertarung.
" Baiklah jika itu yang kalian inginkan. Tangkap mereka." Perintah Sang Jenderal.
" Baik." Para Jenderal lain dan Prajurit langsung berlari ke arah Jenderal Jintao dan Prajurit yang dia pimpin.
' MALAPETAKA '
Ryu yang berada di udara melepaskan Lima Bola Petir ke Arah Pasukan Kekaisaran Shin yang sedang berkumpul.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom..." Serangan yang memiliki tekanan sangat kuat membuat kerusakan besar hingga membentuk kawah Besar.
Seketika Ratusan Pasukan Kekaisaran Shin menjadi kabut darah.
Bahkan Para Pendekar Langit Tahap Menengah yang ada di areal serangan mengalami luka berat.
" Apa? Siapa Pemuda itu?" Sang Jenderal menatap ke arah Ryu yang terbang di udara.
" Pendekar Langit Tahap Awal? mengapa serangannya sangat kuat." ucap Jenderal lain yang tersisa yang tidak luput terkena imbas Serangan tersebut.
" Bunuh mereka semua." Ryu sangat marah ketika melihat Istrinya dan Bawahannya banyak yang mengalami luka berat.
" Bboooom... Bboooom... Bboooom...." Suara ledakan tersebar di berbagai tempat.
" Wuush.... Bboooom." Ryu dengan kecepatan tinggi memukul Sang Jenderal hingga membuatnya terpental puluhan meter.
Tidak sempat Jenderal tersebut berdiri, Ryu kembali menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir ke arahnya.
" Bboooom." Tubuh sang jenderal melayang ke udara.
" Bboooom.." Ryu yang sudah berada di udara kembali melepaskan Pukulan keras kepada Sang Jenderal.
" Bboooom..." Tubuh Sang Jenderal terhempas ke tanah membentuk kawah kecil.
" Tanganmu sangat Kotor." Ryu mengeluarkan Pedangnya.
" Crraaash." Ryu memotong tangan kanan Sang Jenderal.
__ADS_1
" Arrgghhh." Sang Jenderal berteriak kesakitan.