
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" Li Chun, Aku memintamu untuk membawa Dua Jenderal dan beberapa Prajurit untuk menyerang Markas Raja Kelinci dari Paviliun Kelinci Merah." Ryu membuka peta lokasi dimana tempat tinggal Raja Kelinci dan beberapa titik lainnya.
" Baik Tu... Yang Mulia Kaisar." Li Chun mengangguk setuju.
" Mmmm." Ryu mengerutkan kening mendengar panggilan tersebut kepadanya.
" Yang Mulia Kaisar, Hamba Cheng Yuchen siap menjalankan tugas." Jendral Yuchen menundukkan kepala.
" Baiklah... Tapi untuk menemukan lokasi mereka dan membuka Pelindung yang mereka ciptakan, Kalian harus memakai Topeng Kelinci ini." Ryu mengeluarkan Puluhan Topeng Kelinci.
' Pantas saja kami tidak bisa menemukan lokasi mereka.' Jenderal Chuang membatin.
" Yang Mulia Kaisar, sepertinya Markas mereka ada di berbagai titik." Li Chun menatap ke arah Peta tersebut.
" Benar... Kalian hanya perlu menghancurkan Markas Raja Kelinci saja, karena Raja Kelinci sudah mencapai Pendekar Langit Tahap Awal. Jadi kalian harus hati-hati." Ucap Ryu.
" Pendekar Langit?" Semua yang hadir terkejut.
" Yang Mulia Kaisar, sepertinya Raja Kelinci sangat cocok untukku. sedangkan yang lain bisa membantu menyerang bawahannya." Li Chun terlihat bersemangat.
" Itulah kenapa aku memintamu untuk kesana. Sedangkan beberapa titik yang lain biar aku sendiri yang kesana, karena Wilayah Kekaisaran Awan masih ada Manusia Rawa, Sekte Iblis Neraka dan Sekte Kabut Ilusi yang selalu membuat Kekacauan." Ryu menghela nafas panjang.
" Kalian harus menekan pergerakan mereka tidak membuat masalah." lanjut Ryu.
" Baik Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak.
" Jenderal Chuang, Jenderal Yuchen, Aku meminta kalian agar bisa menjalankan tugas ini." Ryu melemparkan Dua buah Cincin Ruang kepada mereka yang berisi Harta langit dan Sumberdaya.
" Yang Mulia Kaisar... Ini..." Jenderal Chuang dan Jenderal Yuchen sontak kaget.
" Tugas kalian sangat berbahaya, anggap saja sebagai bekal kalian." Ryu menatap mereka bergantian.
" Terimakasih Yang Mulia Kaisar, Kami akan menjalankan tugas ini sebaik mungkin." Jenderal Chuang sangat senang atas perhatian dari Ryu, begitu juga dengan Jenderal Yuchen.
" Kalau begitu kalian boleh pergi." ucap Ryu.
" Baik Yang Mulia Kaisar." mereka memberi Hormat lalu meninggalkan Ruangan.
__ADS_1
" Hua'er, Jun'er, Lu'er, Mei'er, An'er, Aku pergi dulu. Ada hal yang harus aku kerjakan." Ryu berjalan menuju kamar Utama.
" Gege... Ingat nanti malam." Wang Mingjun berjalan ke Ruangan Keluarga Kaisar.
" Mmmmm." Ryu mengangguk lalu melangkahkan kaki.
Sesampai di Kamar Utama, Ryu langsung menghilang menuju Kereta tempat dia berada sebelumnya.
Di dalam perjalanan menuju Sekte Kuil Bambu Rombongan Ryu tidak mengalami kendala apapun hingga sampai di tempat tujuan.
Di Luar Kereta, Pemimpin Prajurit dan Ling Ying langsung menuju ke Pintu Gerbang Sekte untuk memberitahukan tentang kedatangan Kaisar Ryu.
" Penjaga.. Kami membawa Yang Mulia Kaisar, tolong beri jalan." Ling Ying langsung menyampaikan hal tersebut.
" B... Baik." Penjaga langsung membuka Pintu Gerbang.
Terlihat Ryu sudah turun dari Kereta dengan Pakaian Kebesarannya membuat Ling Ying dan Prajurit yang mengantar kaget.
" Prajurit, Kalian boleh kembali." Ryu berjalan mendekati Pintu Gerbang.
" Tapi Yang Mulia Kaisar, Kami harus memastikan keselamatan Yang Mulia." ucap Pemimpin Prajurit.
" Baiklah... Aku meminta kalian agar sampai bertemu dengan Paktriak saja." Ryu masuk ke dalam Sekte.
Di sisi lain, Ling Ying langsung masuk terlebih dulu untuk mengabarkan hal tersebut kepada Paktriak mereka.
Tidak beberapa lama, terlihat beberapa sosok yang datang menemui mereka.
" Salam Yang Mulia Kaisar... Sebuah kehormatan Yang Mulia Kaisar mengunjungi Sekte Kuil Bambu ini. Saya Ling Sancuo sebagai Paktriak memberi hormat." Ling Sancuo menundukkan kepala.
Dalam hati Semua Anggota Sekte yang berbeda di tempat itu bertanya-tanya mengapa Seorang Kaisar mau mendatangi kediaman mereka.
Hal itu tidak lepas dari pandangan Ling Liddan dan Ling Queqi yang pernah bertemu dengannya beberapa Bulan yang lalu.
' Jadi Pemuda ini adalah Kaisar? Aku tidak menyangka sama sekali.' Ling Liddan membatin.
' Tidak menyangka Pemuda ini adalah Kaisar. Tapi Pemuda ini sudah memiliki Istri... Tidak Tidak... Kendalikan dirimu Queqi.' Ling Queqi terlihat gelisah.
Memang dari awal bertemu Ling Queqi menyukai Ryu, tapi karena sudah memiliki Istri Ling Queqi berlaku seperti orang cuek untuk melawan perasaannya.
" Salam Paktriak, Salam semuanya. Aku mampir kesini karena kebetulan sedang melakukan perjalanan, lagi pula ada hal yang perlu saya sampaikan." Ryu masih terlihat bingung mau mengutarakan tujuannya.
" Mari Yang Mulia Kaisar, silakan masuk." Ling Sancuo membawa mereka ke Ruang Paktriak.
" Yang Mulia Kaisar, kami akan menunggu di luar." Pemimpin Prajurit menundukkan kepala lalu berjalan keluar Gerbang.
" Mmmmmm." Ryu menoleh sebentar lalu mengikuti Ling Sancuo.
Saat berada di dalam Ruang Paktriak, Ling Sancuo mempersilahkan mereka untuk duduk lalu meminta beberapa Pelayan untuk membawa makanan.
" Mohon maaf Yang Mulia Kaisar seperti inilah keadaan kami." Ling Sancuo membuka kembali pembicaraan sambil merendah.
" Paktriak... Tidak perlu sungkan." Ryu ingin berbicara langsung ke inti, namun dia sedikit Ragu karena tujuannya seperti bukan menandakan Wibawa seorang Pria.
Meskipun dia sendiri hanya menuruti kemauan Gurunya Dewa Alkemis.
" Ah... Yang Mulia Kaisar, jika boleh tau, ada apa gerangan Yang Mulia Kaisar sampai kesini." Ling Sancuo memberanikan diri untuk bertanya.
" Begini Paktriak.... Sebenarnya aku datang kesini hanya untuk memenuhi janjiku pada Dewa Alkemis." Ucap Ryu.
__ADS_1
" Dewa Alkemis?" Sontak membuat mereka Kaget karena Dewa Alkemis adalah Sosok leluhur yang kagumi meskipun sudah meninggal Ribuan Tahun yang lalu.
" Benar... Guru memberi Pesan agar aku memilih Seorang Istri dari Klan Ling. Tapi itu tergantung dari kalian semua, yang penting aku sudah memenuhi keinginan Guru sebagai wujud Hormat seorang Murid." Ryu berusaha bicara apa adanya meskipun dia sendiri tidak yakin akan tindakannya tersebut.
" Yang Mulia Kaisar, sebenarnya aku secara Pribadi sangat senang dengan hal itu." Ling Sancuo terlihat senang.
" Baiklah Paktriak." Ryu melemparkan satu buah Pil Roh kepada Ling Sancuo.
" Pil Roh?" Ling Sancuo serta Para Tetua lain merasakan Aura yang sangat kuat dari Pil tersebut.
" Yang Mulia Kaisar masalah ini kami harus bertanya langsung kepada Anggota Klan Ling yang masih Gadis. " Ling Sancuo tidak yakin mengenai Dewa Alkemis, namun yang pasti hal itu adalah kesempatan untuk menjadi bagian dari Kerajaan.
" Tidak masalah... Kalau begitu, aku pamit." Ryu melangkahkan kakinya.
" Yang Mulia Kaisar... Untuk malam ini Yang Mulia Kaisar bisa menginap disini sampai besok Pagi. Untuk masalah itu nanti kami yang membicarakan." Ling Sancuo menghentikan langkah Ryu.
Setelah berfikir cukup lama, akhirnya Ryu menyetujui kemauan mereka untuk menginap di Sekte Kuil Bambu.
Pelayan langsung membawanya ke sebuah Kamar tamu kehormatan Sekte dengan membawa berbagai macam makanan.
Saat berada di Kamar, Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu menuju Istana Kaisar dimana Kelima Istrinya sedang menunggu kedatangannya.
Sedangkan di Ruang kerja Paktriak, kini mereka sedang mengadakan rapat membahas tentang siapa yang akan menjadi Keluarga Kekaisaran Awan.
" Tetua Liddan, bagaimana menurutmu?" Tanya Ling Sancuo.
" Bukankah Yang Mulia Kaisar sudah bilang jika dia hanya menepati janjinya saja pada Dewa Alkemis sebagai Bakti seorang Murid. Masalah ada atau tidak, Yang Mulia Kaisar tidak memaksa yang berarti Yang Mulia Kaisar sudah terlepas dari janjinya." Ling Liddan memiliki pandangan lain terhadap Ryu dan menganggapnya sebagai sosok yang bertanggung jawab kepada Gurunya.
" Tetua Liddan, Apa kamu yakin apa yang dikatakan Yang Mulia Kaisar tentang Dewa Alkemis? bukankah itu sangat mustahil?" Ling Sancuo masih belum percaya.
" Benar apa yang dikatakan oleh Paktriak." Tetua Lain ikut menimpal.
" Paktriak... Jika Yang Mulia Kaisar berbohong, lalu bagaimana dengan Pil Roh itu? Bukankah hanya Dewa Alkemis saja yang mampu menciptakan Pil tersebut.
Mendengar ucapan dari Ling Liddan, kini mereka sudah percaya bahwa Kaisar Ryu memang Murid dari Dewa Alkemis meskipun itu diluar logika karena Leluhur mereka sudah lama meninggal sejak Ribuan Tahun yang lalu.
" Tetua Liddan, bagaimana dengan Cucumu? " Ling Sancuo terlihat serius.
" Kalau masalah Cucuku aku rasa dia akan setuju. Meskipun dia terlihat Cuek dan dingin, tapi aku yakin dia sangat menyukai Yang Mulia Kaisar sejak awal kami bertemu." Ling Liddan mengetahui bahwa Cucunya menyukai Ryu karena cucunya sering melamun setelah pertemuan itu dan tidak seperti biasanya.
" Kalau begitu, Aku rasa semua akan beres." Ling Sancuo bernafas lega.
" Maaf Paktriak, sepertinya tidak cukup jika hanya satu. Jika bisa, harus ada yang lain lagi. Dengan begitu Klan Ling semakin disegani dan sudah pasti akan mendapatkan Harta yang berlipat ganda dari Kekaisaran Awan." Tetua yang lain memberi usul.
" Benar sekali Paktriak." Para Tetua lain menimpal.
" Aku juga berfikir begitu, Cucuku Ling Xianzi akan sangat senang dengan kabar ini. Hanya saja dia tidak seperti Anggota Klan Ling yang lain. Dia mewarisi sifat Ibunya yang memiliki ambisi berlebihan." Ling Sancuo begitu ragu dengan cucunya tersebut.
" Tapi tidak ada Calon lain selain mereka berdua. Selain Jenius, Ling Queqi dan Ling Xianzi menjadi Primadona untuk Orang Seusia mereka melebihi Ling Ying." ucap salah satu Tetua.
Mendengar ucapan dari beberapa Tetua, Ling Sancuo juga memutuskan untuk mengambil Cucunya Ling Xianzi sebagai Istri Kaisar Ryu meskipun dalam hatinya begitu Ragu.
Ling Xianzi adalah sosok Wanita Cantik dan Jenius mampu menyaingi Ling Queqi. Namun Ling Xianzi adalah sosok yang Licik yang mampu menggeser Posisi Ayah dari Ling Queqi sebagai Paktriak sebelumnya dan digantikan oleh Ayah Ling Xianzi itu sendiri namun tidak ada yang mengetahui bahwa Ling Xianzi adalah dalang dari semua itu.
Karena terjadi sebuah Insiden, Orang Tua Ling Xianzi dan Ling Queqi menghilang entah kemana dan sampai sekarang belum diketahui keberadaan mereka hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengangkat Ling Sancuo sebagai Paktriak baru.
Ibu Ling Xianzi adalah Putri dari Anggota Keluarga Kekaisaran Shin yang sedang menjalankan misi rahasia dan tidak ada satupun yang mengetahuinya kecuali Ling Xianzi yang melanjutkan Misi Ibunya.
Tidak ada yang mengetahui bahwa Ling Xianzi juga adalah Reinkarnasi Ratu Ular Neraka yang pernah dibunuh oleh Dewi Phoenix Petir.
__ADS_1
Meskipun tidak memiliki Tubuh Abadi, namun dari segi kekuatan, Ratu Ular Neraka adalah sosok yang paling ditakuti karena Kelicikan dan Kekejamannya pada saat masih hidup dan kelanjutannya hanya Author yang tau. Peace!!! 😁