SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 70. HUTAN MERAH


__ADS_3

" Saudara Ryu, Kamu tidak Perlu merasa bersalah. Jujur saja, jika tanpa bantuanmu kami mungkin sudah mati. Kekuatan mereka sungguh diluar dugaan Kami. Meskipun kamu banyak mengalami kerugian." Shui Lung memahami ucapan Shui Xian.


" Saudara Ryu, kadang kita harus berkorban untuk melindungi Keluarga kita dan orang yang kita cintai. Seperti sekarang, kami Rela menjalankan misi demi Klan Shui agar tetap bisa bertahan." ucap Shui Xian.


Perlahan Ryu kini menegakkan pandangannya sambil menghela nafas berfikir untuk menghentikan Teknik terkutuk tersebut.


" Saudari Xian, Saudari Lung, aku minta maaf. ini semua diluar kendaliku." Ryu mulai bersuara.


" Saudara Ryu, kamu tidak perlu memikirkan hal itu lagi. Ini menjadi rahasia kita dan tidak seorangpun yang tau." ucap Shui Lung.


" Saudara Ryu, Ini Jarahan kita dari Kelompok Ding Huan. Sepertinya mereka banyak Jarahan dari korban mereka. " Shui Xian memberikan Puluhan Cincin Ruang hasil jarahan.


" Kalian ambil saja! yang penting Kalian Bakar semua kitab Ilusi itu." ucap Ryu.


" Saudara Ryu, Tapi ini sangat banyak. untuk Puluhan Kitab itu sudah kami bakar. " ucap Shui Xian.


" Syukurlah kalau semua sudah dibakar. Anggap saja Semua Harta itu sebagai permintaan maafku." Ryu mulai bangkit.


" Baiklah, Kami tidak perlu sungkan lagi." Shui Xian sangat senang.


" Jika boleh tau, mengapa kalian semua Wanita? lalu kemana Kultivator Pria?" Tanya Ryu.


" Mereka juga menjalankan misi yang sama. hanya saja tempat yang berbeda, kebetulan harus berhadapan dengan Kelompok Du Yao " ucap Shui Lung.


" Saudara Ryu... kalau boleh tau, Teknik apa yang kamu Pakai yang bisa memantulkan Ilusi itu kepada Penggunanya?" tanya Shui Xian.


" Teknik? memantul? " Ryu sejenak berfikir mengingat kembali serangkaian kejadian yang membuatnya Naik tingkat tanpa dia sadari.


Beberapa saat dia teringat dengan Teknik Cermin Kutukan yang pernah dia Pelajari saat di Dunia Kecil 'Aku harus menyempurnakan Teknik tersebut' Ryu merasa Teknik tersebut masih ada yang kurang mengingat masih banyak lembaran Kosong.


" Aku juga belum tau pasti, tapi aku akan mencari tau tentang hal itu" Ryu merasa suatu saat dia harus membagikan Teknik tersebut jika sudah disempurnakan karena itu tidak membahayakan orang lain jika tidak memakai Ilusi.


" Kami tidak perlu tau masalah itu." ucap Shui


"Sebaiknya kita istirahat. Besok pagi kita harus melanjutkan Perjalanan." Shui Xian mengakhiri pembicaraan langsung menuju Tenda


Begitupun Shui Lung juga pamit langsung ke Tenda miliknya Ryu pun mengibaskan tangannya mengeluarkan Tenda juga ikut beristirahat.


Keesokan Pagi mereka langsung membereskan perkemahan masing-masing kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencari keberadaan pengikut Iblis.


Saat mereka mau melangkahkan kaki, Ryu langsung menghentikan langkah mereka sambil menatap bagian dalam Hutan Merah.


" Bukankah Hutan Merah adalah hutan yang tidak pernah terjamah Oleh Kultivator?" Suara Ryu menghentikan langkah mereka.


" Aku dengar begitu. Sama seperti tempat Kami Hutan Angin, Tidak ada yang berani masuk ke dalam Hutan." Shui Xian mengerutkan keningnya.


" Itu Pasti banyak Sekali Sumberdaya. Aku harus mencarinya. Jika kalian ingin Ikut, kalian harus jaga jarak di belakang ku." Ryu langsung berjalan ke bagian Hutan.


" Saudara Ryu, jangan konyol! Hutan ini terlalu Berbahaya " Suara keras Shui Xian mencoba mengingatkan Ryu.


Namun Ryu tetap saja berjalan tanpa memperdulikan peringatan dari Shui Xian dan yang lain yang terus memanggilnya.


" Saudari Xian, bagaimana ini? Saudara Ryu sangat Nekat." Shui Lung terlihat khawatir.


" Mau tidak mau kita harus mengikutinya Shui Xian langsung mengikuti Ryu.


" Pemuda ini benar-benar menarik" Shui Quan memiliki pemikiran lain juga ikut masuk Hutan Hingga mereka semua memberanikan diri untuk masuk


" Aku harap kalian semua bisa Bermain di Hutan ini biar tidak bosan." Ryu langsung mengeluarkan Tiga Hewan Kontrak juga Zi Mayi dan Zi Mifeng beserta Pasukannya.


" Tuan Muda" Zi Mayi dan Zi Mifeng memberi hormat diikuti Pasukannya.


" Ternyata kalian semua sudah mengalami Peningkatan." Ryu terlihat senang.


" Ini semua berkat Tuan " ucap mereka.


" Kalau begitu, Bermainlah sepuasnya" ucap Ryu.


" Terimakasih Tuan" Mereka terlihat senang.

__ADS_1


" Ggooooaaarr" Chaizu dan Shizi seakan berlomba ingin menunjukkan siapa yang terbaik diantara mereka.


Jinying pun seakan tidak mau kalah langsung mengejar Chaizu dan Shizi diikuti Zi Mayi dan Zi Mifeng beserta Pasukan seakan mengejar ketertinggalan mereka.


Sekitar 100 Meter di depan Ryu kini telah terdengar suara Pertarungan yang hebat hingga membuat getaran.


Ryu yang tidak ingin ketinggalan, kini langsung menuju tempat Pertarungan dengan menggunakan Langkah Kilat.


Bahkan Ryu Berkali-kali melancarkan Hujan Petir membuat Rombongan Siluman tersebut banyak yang terluka bahkan langsung Mati.


" Tuan, mereka masih berusia Puluhan Ribu Tahun saja." Zi Mayi merasa itu masih terlalu lembek untuk mereka.


" Habiskan saja! Nanti kalian akan bertemu dengan lawan yang setimpal." Ryu beranggapan bahwa Hutan itu masih banyak menyimpan Siluman yang Berusia Ratusan Ribu Tahun.


Ryu merasa Yakin kalau Kelompoknya bisa membunuh Siluman Yang ada di tempat itu mengingat Zi Mayi dan Zi Mifeng sudah berada di Usia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Surgawi dan Para Bawahannya mencapai Tingkat Raja.


Hal itu tidak lepas dari Darah Ryu, Sumberdaya serta Energi Alam di Dunia Kecil yang sangat Padat.


Dari kejauhan Shui Xian dan Kelompoknya Begitu enggan untuk mendekati pertarungan mengingat apa sempat diucapkan oleh Ryu tidak hanya omong kosong.


" Saudari Xian Apa sebanyak itu Hewan Kontrak milik Saudara Ryu? " Shui Yun memandang dari kejauhan melihat Ratusan Siluman lain yang membantu Ryu.


" Aku tidak tau, tapi sepertinya memang begitu. Bahkan kekuatan mereka sangat mengerikan. Bagaimana cara Saudara Ryu bisa mendapatkan Hewan Kontrak yang sudah berusia Ratusan Ribu Tahun." Shui Xian juga seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


" Teknik Petir yang Saudara Ryu pakai juga sangat mengerikan." Shui Zia melihat keganasan Petir berwarna Ungu milik Ryu.


" Petir itu sangat Langka, bahkan hanya ada di cerita Legenda." Shui Quan yang sedari tadi terus memperhatikan.


" Kalau begini kita tunggu saja, kekuatan mereka diluar kemampuan kita. Apalagi Aura yang dia Lepaskan, bahkan mampu membuat gerakan musuh melambat " Shui Xian menggelengkan kepala.


Di Area Pertarungan, Ryu sesekali mengibaskan tangannya untuk memasukkan Mayat Siluman ke Dunia Kecil karena tanpa bantuannya saja Pasukan Zi Mayi dan Zi Mifeng masih mampu Apalagi ditambah Tiga Hewan Kontrak.


Setelah Matahari sudah berada di atas kepala, Semua Gerombolan Siluman kini sudah tidak ada lagi Ryu pun mengambil semua Mayat Siluman langsung melanjutkan perjalanan masuk hutan Tanpa memperdulikan beberapa Sumberdaya yang menurutnya sudah tidak penting lagi.


Tentu saja hal itu dimanfaatkan oleh Shui Xian dan Kelompoknya untuk mengambil semua Sumberdaya tanpa ada yang terlewatkan.


Sesampai di bagian Paling dalam Hutan, Kini terlihat Ratusan Siluman Ular Sisik Merah yang berusia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Raja hingga ada Beberapa yang sudah mencapai Tingkat Surgawi.


' MALAPETAKA '


Ryu seakan terbang ke Udara membuat Bola Petir yang sangat Besar


" BBBOOOOM " Ledakan dahsyat membuat Wilayah serangan Rusak total seakan seisi Hutan Merah Bergetar hebat.


" Haaahh" Ryu merasa Qi miliknya banyak terkuras langsung meneguk beberapa Pil untuk memulihkan Qi.


" Tuan... " Zi Mayi dan Zi Mifeng merasa Permainan mereka Sudah selesai.


" Aku sudah menyiapkan Sesuatu untuk kalian." Ryu mengeluarkan Lima buah Bola Kristal lalu masuk ke kening Chaizu, Jinying, Shizi, Zi Mayi dan Zi Mifeng.


" Apa ini Tuan?" Merasakan Bola Kristal itu langsung menyatu di kening mereka.


" Benda itu akan membantuku mengumpulkan Mayat Siluman ini menuju Dunia Kecil. Jadi aku tidak harus mengikuti kalian Lagi." ucap Ryu.


" Baik Tuan " Mereka sangat senang lalu mengeluarkan sedikit Qi milik mereka.


Seketika Mayat Siluman tersebut langsung menghilang berpindah tempat ke Dunia Kecil.


" Bermainlah sesuka kalian! tapi ingat, jika terlalu berbahaya kalian harus berkumpul atau menghindar saja." ucap Ryu.


" Baik Tuan." mereka kembali terlihat senang kemudian menyebar ke berbagai arah mencari Siluman yang tersisa di Wilayah Hutan Merah.


" Hah. Sepertinya mereka tidak mau membantuku mengumpulkan Siluman ini dulu." Ryu menghela nafas panjang melihat tingkah mereka sambil mengumpulkan Mayat Siluman di depannya.


Sedangkan Chaizu dan Shizi kini langsung melompat membunuh Siluman Yang masih Hidup namun banyak mengalami luka akibat Serangan Petir milik Ryu lalu memasukkannya ke Dunia Kecil.


Setelah beberapa saat Mayat Siluman tersebut sudah tidak ada lagi yang tersisa, Ryu kembali melanjutkan Perjalanan dimana sekarang sudah Aman karena sudah dihalau Semua bawahannya.


Didalam perjalanan Ryu hanya mengambil Sumberdaya Tingkat 8, 9 dan 10 sedangkan yang lain Ryu hanya melewati sambil mencari Harta Langit.

__ADS_1


Namun sudah lama menelusuri Hutan, Ryu sedikit kecewa karena tidak menemukan apapun seperti yang dia harapkan langsung duduk di atas Batu Besar.


Hingga menjelang Sore, terlihat Shui Xian dan Kelompoknya sedang menuju ke arah Ryu merasa heran melihat wajah Ryu terlihat murung.


" Saudara Ryu, Apa yang terjadi dengan mu? Bukankah Sumberdaya disini sangat banyak " Tanya Shui Xian.


" Aku hanya menginginkan Harta Langit." Ryu melemparkan sebuah Cincin Ruang biasa yang berisi Sumberdaya Tingkat 8 dan 9.


" Haahh... aku tidak tau apa yang kamu Fikirkan? Sementara Orang diluar sana harus berebut jika tau ada Sumberdaya seperti ini." Shui Xian menggelengkan kepala sambil melihat isi dari Cincin tersebut berisi Tumpukan Sumberdaya.


" Kita Beristirahat disini saja dulu. Sepertinya Wilayah ini sudah Aman." Shui Quan merasa Ryu sudah membersihkan Wilayah itu dari Siluman.


" Saudara Ryu, Kamu benar-benar ingin menghabiskan Semua Siluman di Hutan ini." Shui Lung memperhatikan dari awal tidak bertemu dengan Siluman Seekor pun.


" Aku mau Istirahat." Ryu langsung membaringkan tubuhnya di atas Batu.


" Saudara Ryu, Jika kamu menginginkan Harta Langit, Ada Sebuah Danau Tujuh Hati, Konon bisa meningkatkan Kultivasi dengan cepat. Tapi.... " Shui Quan Ragu untuk meneruskan ucapannya.


" Dimana Letaknya?" Ryu kembali bangkit terlihat bersemangat.


" Mmmmm... Itu... Ada di Tengah Hutan Angin. Tapi jangan terlalu berharap, Karena hanya sebuah Legenda." ucap Shui Quan.


" Aku akan Pergi kesana." Ryu terlihat Antusias.


" Saudara Ryu, lebih baik kamu memikirkannya dengan matang agar kelak kamu tidak menyesal." Shui Quan mengingatkan.


" Saudari Quan, aku sudah mempertimbangkannya." Ryu merasa dengan bantuan para Bawahannya akan lebih mudah menghalau Gelombang Siluman.


Melihat keteguhan hati Ryu, Shui Quan memilih untuk tidak melanjutkan penjelasannya langsung melangkahkan kakinya menuju ke Tenda untuk beristirahat.


Sedangkan yang lain juga belum tau tentang Danau Tujuh Hati kini kembali ke tenda masing-masing untuk beristirahat di sisi Ryu sendiri ingin secepatnya mengambil Danau tersebut membawanya ke Dunia Kecil.


Keesokan harinya Ryu terlihat sedang menunggu para bawahannya yang masih belum kembali hingga Matahari sudah menampakkan Sinarnya dengan jelas, kini terlihat semua telah menampakkan diri Juga banyak mengalami Luka meskipun tidak ada satu pun yang Mati.


Sesaat Ryu langsung memberikan beberapa Pil Pemulihan kemudian memasukkan mereka kembali ke Dunia Kecil.


Shui Xian dan Kelompoknya yang menyaksikan hal itu kini menelan ludah membayangkan kekuatan tempur mereka pasti akan banyak kerusakan.


" Saudari Xian, Silahkan tuntun Perjalanan kita! aku harap kalian menyembunyikan hal ini." ucap Ryu.


" Mmmmm" mereka semua mengangguk kemudian berjalan menuju luar Hutan.


Sesampai di luar Hutan, kini mereka melanjutkan Perjalanan menuju wilayah Kerajaan Es dimana tempat Keberadaan Putri Yuwang bersama Pasukan Iblis.


" Apa kalian Yakin mampu melawan Pasukan Iblis?" Ryu bertanya sambil melangkahkan kakinya.


" Ini misi kami yang terakhir. Aku harap tidak ada Kendala." ucap Shui Xian.


" Bukankah kalian sudah mendapatkan Harta dan Sumberdaya yang sangat banyak? " Ryu Kembali bertanya.


" Perjanjian harus ditepati, meskipun Harta yang kami bawa sangat banyak. tidak mungkin kami menggagalkannya." Shui Xian menganggap itu adalah keharusan.


" Aku akui Prinsip kalian. Bahkan aku sendiri harus berfikir dua kali jika berhadapan dengan musuh yang memiliki kemampuan melebihi ku. Bahkan aku lebih memilih untuk Lari." Ryu mengingat dirinya kadang dianggap sebagai mangsa.


Mendengar ucapan dari Ryu mereka tersenyum saling berpandangan mengingat kekuatan yang dimiliki Ryu sangat tidak mungkin memilih untuk lari.


Perjalanan dari Kerajaan Api menuju Kerajaan Es sangatlah jauh, hingga memakan waktu hingga berbulan-bulan karena harus melewati Wilayah Pinggiran Kekaisaran Tang.


Dalam perjalanan, mereka juga sering bertemu dengan kelompok Kecil Para Perampok dan Sekelompok Siluman namun itu bukan hal yang berarti.


Ryu yang sebenarnya ingin mencari Inti Roh Siluman untuk Level 60 juga masih belum menemukan inti Roh yang cocok untuknya.


Hingga di Sela perjalanan, kadang Ryu harus mengecek beberapa bagian Hutan untuk menemukan hal yang Dia inginkan.


Ketika setiap Malam tiba Shui Xian meminta mereka untuk beristirahat sambil meningkatkan Kultivasi, sekarang mereka memiliki Sumberdaya memadai dari hasil jarahan.


Untuk Ryu sendiri tengah sibuk membaca Kitab bertujuan untuk menyempurnakan Kitab Teknik Cermin Kutukan.


Saat menempuh perjalanan selama Seminggu, mereka menemukan sebuah Permukiman Warga yang terlihat hanya dihuni oleh beberapa Warga.

__ADS_1


Melihat kejadian itu, Ryu merasa ada hal yang tidak beres berinisiatif untuk bertanya kepada Warga setempat mengenai apa yang terjadi.


Dari informasi yang Ryu dapatkan, itu semua ulah dari Siluman Kucing


__ADS_2