SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Cacing Raksasa


__ADS_3

Saat lautan Hewan Roh berhasil dibunuh, Ryu meminta kepada kedua bawahannya mengambil semua Inti Roh tersebut yang diatas Tingkat Surgawi tahap awal dengan memberikan mereka masing-masing Satu buah Cincin pemulihan.


Tentu saja Ryu juga melakukan hal yang sama, mengingat hari sudah sore.


Setelah semuanya berhasil dikumpulkan, Ryu mengibaskan tangannya menarik semua mayat Hewan Roh tersebut ke Dunia Quzhu.


Pada keesokan pagi mereka kembali melanjutkan perjalanan semakin jauh ke bagian terdalam padang gurun, hingga menemukan sebuah lobang yang begitu besar.


" Duaarr." Ryu menjatuhkan sambaran Petir Hitam ke dalam lubang raksasa tersebut.


" Siapa yang berani memasuki kediamanku? " Suara terdengar dari dalam lobang tersebut seperti suara wanita.


" Waaahhh... Sepertinya ada pemilik Tubuh Abadi." Ryu tersenyum lebar merasakan Aura dari lobang tersebut.


Tiba-tiba Sosok Makhluk bersisik dengan Api mengelilingi Tubuhnya.


" Siapa yang menyerangku tadi?" Tanya sosok Ular raksasa tersebut.


" Aku." Jawab Ryu dengan nada santai.


" Siapa kamu? Apa Kau mengenalku? " Tanya sosok Ular raksasa.


" Kita belum mengenal satu sama lain, tapi tubuhmu membuatku tertarik." Ryu menjilati bibirnya seperti mendapatkan hidangan yang lezat.


Melihat ekspresi dari Ryu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She saling berpandangan berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh Ryu.


Mereka berpikir bahwa Ryu sudah tidak waras, bagaimana mungkin dia begitu tertarik kepada sosok Ular raksasa yang sangat mengerikan.


Namun Tou Shuijing dan Jiu Tou She kembali menepis tanggapan mereka dan berpikir bahwa Ryu memiliki rencana lain.


" Bajingan... Enyahlah kau Manusia Rendahan." Sosok Ular raksasa menyemburkan Api ke arah Ryu.


" Wuush." Kobaran api mengelilingi tubuh Ryu yang membuat Tou Shuijing dan Jiu Tou She merasa khawatir.


" Tuan." Tou Shuijing dan Jiu Tou She menatap ke arah Ryu dimana seperti ditelan oleh kobaran api tersebut.


Kedua bawahannya itu dengan sigap menjauhi semburan api tersebut dengan cepat.


" Aku ingin bermain dengannya sebentar" Ryu keluar dari kobaran api tersebut sambil menggeliat merentangkan kedua tangannya lalu menyerang tubuh Ular raksasa itu dengan brutal.


" Brraaak... Brraaak... Brraaak." Pukulan berkal-kali dari Ryu mengenai leher Ular raksasa dari berbagai arah.

__ADS_1


Pukulan demi pukulan yang Ryu lakukan membuat Ular raksasa tidak Mampu menangkis serangan tersebut.


"Manusia rendahan." Ular raksasa terlihat marah membuat tubuhnya dibaluti Api semakin membesar.


Ryu tertawa puas lalu menoleh ke arah Jiu Tou She karena dia ingin melihat kemampuan dari bawahannya itu.


" Jiu." Ryu memberi isyarat.


"Baik Tuan." Jiu Merubah tubuhnya membentuk makhluk bersisik seperti berlian yang mengkilap disertai tujuh kepala.


" Ma_Makhuk apa ini? " Sosok Ular raksasa merasa ketakutan dari segi ukuran layaknya gajah dengan semut.


" Wuush." Semburan gelombang air menuju ke arah sosok Ular raksasa.


" Bboooom." Tubuh Ular raksasa terpental puluhan meter seluruh api di tubuhnya seketika langsung padam.


" A_Ampun." Ucap Ular raksasa tersebut merasakan tubuhnya kesakitan.


" Pertunjukan terlalu Singkat " Ryu merasa sedikit kecewa.


" Maaf Tuan.. Aku terlalu bersemangat " ucap Jiu Tou She yang kembali Ke wujud manusia.


" Tidak masalah... Lagi pula aku sudah mendapatkan yang ingin aku cari." Ryu berjalan menuju ke arah Ular raksasa tersebut.


" Sudah terlambat." Ryu mengeluarkan elemen Api miliknya mencoba membakar Kultivasi Ular raksasa.


" Wuush." Ryu memasukkan Api ke tubuh Ular raksasa yang sudah berwujud wanita bergaun merah.


" Aaarrrggghhhh." Sebuah teriakan yang sangat keras terdengar dari mulut Wanita itu karena merasakan meridiannya terbakar.


Secara perlahan tubuh Ular raksasa mulai melemah bahkan tingkat Kultivasinya juga menurun hingga terlihat seperti orang biasa.


" Wuush." Ryu menarik kembali Api tersebut, menyadari bahwa Api miliknya bisa membakar Ular raksasa.


Ryu tidak menyangka bahwa Api miliknya bisa membakar pemilik Tubuh Abadi, dia berpikir bahwa Api itu bisa membakar apapun.


Wanita bergaun merah itu pun kembali ke wujud Ular, namun memiliki ukuran lebih kecil dari sebelumnya yang menandakan bahwa dia sudah mati.


Tanpa menunggu lama Ryu dan kedua bawahannya kembali melanjutkan perjalanan untuk mencari keberadaan Cacing Raksasa.


Setelah berjalan cukup jauh dari tempat sebelumnya, Ryu mendapatkan sebuah Goa yang terlihat aneh di hadapan mereka.

__ADS_1


" Mana mungkin ada Goa di tempat seperti ini." Ryu tersenyum lebar begitu yakin bahwa Goa tersebut adalah sosok Cacing Raksasa.


' Ternyata Cacing Raksasa ini sangat bodoh, bagaimana mungkin dia bisa menunjukkan kelemahannya sendiri." Ryu membatin sambil berjalan mendekati mulut Cacing Raksasa itu.


" Tuan... Aku rasa itu bukan Goa sembarangan." Tou Shuijing mengingatkan Ryu.


' Shuijing, Jiu... Kalian tunggu disini saja! Kita tidak bisa membunuh Cacing Raksasa itu dari luar, karena kulitnya sangat keras. Aku akan membunuhnya dari dalam.' Ryu mengirim pesan jiwa kepada kedua bawahannya.


Mendengar pesan jiwa tersebut Tou Shuijing dan Jiu Tou She hanya bisa menurut, meskipun mereka sangat khawatir akan keselamatan Ryu.


Setelah masuk ke dalam Goa yang merupakan wujud dari Cacing Raksasa, Ryu langsung melindungi tubuhnya dengan elemen Angin, Petir Hitam dan Api yang dia miliki.


Seketika Goa tersebut menutup kembali dimana Ryu merasakan tempat pijakan kakinya bergetar hebat.


" Tuan." Tou Shuijing dan Jiu Tou She berteriak keras melihat saat melihat Cacing Raksasa menutup mulutnya lalu masuk ke dalam tanah dan menghilang.


Mereka pun berlari ke tempat tersebut sambil memeriksa kemana arah Cacing Raksasa itu pergi.


Di sisi lain Ryu yang sudah berada di dalam perut Cacing Raksasa, dimana di dalam perut Cacing Raksasa memiliki organ tubuh yang sangat tajam yang bisa memotong benda apapun yang masuk ke dalam perutnya.


Melihat hal itu Ryu langsung mengeluarkan semua elemen Api, Petir Hitam dan Angin membakar dan menyambar seluruh organ tubuh Cacing Raksasa.


Merasakan suatu keanehan dari dalam perutnya, Cacing Raksasa yang awalnya berdiam diri di dalam tanah, kini langsung menggeliat kesakitan karena seluruh organ tubuhnya kepanasan.


Guncangan gempa pun tidak terelakkan lagi sehingga dengan sekuat tenaga Cacing Raksasa mencoba untuk muncul di atas gurun tersebut.


Seketika tubuh Cacing Raksasa keluar dari dalam tanah dan berguling-guling untuk menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Sedangkan Ryu yang masih berada di dalam perut Cacing Raksasa terus melancarkan serangannya ke berbagai arah.


Bahkan jantung dari Cacing Raksasa juga tidak lepas dari incarannya dimana Ryu menciptakan pisau Angin untuk menebas jantung Cacing Raksasa.


Secara perlahan Cacing Raksasa tersebut mulai melemah. hingga tidak mampu untuk bergerak lagi karena seluruh organ tubuhnya hangus terbakar.


Dari kejauhan Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang merasakan getaran gempa tersebut, langsung menuju ke arah itu dimana mereka melihat sosok Cacing Raksasa sudah tidak bernyawa lagi.


" Haaahh." Tou Shuijing dan Jiu Tou She bernapas lega karena Ryu dengan mudah mengalahkan Cacing Raksasa itu.


" Bboooom." Tubuh cacing Raksasa langsung berlobang, dimana terlihat Ryu keluar dari lobang yang dia ciptakan.


" Sangat keras." Ryu bergumam sambil menatap Jasad Cacing Raksasa yang ukurannya setara dengan tubuh Tou Shuijing.

__ADS_1


Melihat hal itu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She secara spontan memegang bagian perut mereka membayangkan jika mereka berada di posisi tersebut.


__ADS_2