SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 60. BUNGA SPIRITUAL KRISAN


__ADS_3

Saat Ryu ingin masuk ke Dinding Petir, Tiba-tiba Raja Siluman Semut usia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Raja bersama bawahnya sekitar 100 Ekor usia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Petarung


Dari arah lain Juga muncul Ratu Siluman Lebah usia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Raja bersama bawahannya sekitar 100 Ekor usia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Petarung.


Merasa hal yang buruk terjadi, Ryu langsung mengaktifkan Wujud Kera Petir dan menggunakan Langkah Kilat untuk cepat masuk ke dalam dinding Petir.


Namun saat masuk kedalaman 1 Meter, langkah kilat yang digunakan Ryu seakan tidak berfungsi.


Sedangkan Raja Siluman Semut yang melihat mangsanya telah kabur, dia seakan marah mencoba menyerang dinding Petir tersebut dengan Petir biru pekat yang dia miliki.


Raja Semut yang sangat kesal, Dia melancarkan serangannya hingga lepas kendali hingga melukai beberapa Anak buah Ratu Lebah yang juga sedang menyerang dinding Pembatas tersebut dengan Api Putih yang sama-sama kuat.


Melihat anak buahnya yang terluka, Ratu Lebah sangat marah langsung menyerang Raja Semut tersebut diikuti semua anak buahnya.


Pertarungan mereka pun tidak terelakkan lagi hingga membuat wilayah sekitar bergetar hebat kecuali bagian dalam Dinding petir.


Ryu yang terus melangkahkan kakinya, kini terlihat Senyuman dari wajah sambil melirik ke belakangnya saat menyaksikan Pertarungan kedua Kubu tersebut.


Dengan segenap Tenaga, Ryu terus berjuang melawan petir Merah yang seakan terus menyambar tubuhnya.


Beruntung Dinding Petir tersebut kurang dari 5 meter hingga dalam beberapa Menit dia sudah mampu menembusnya meski ada beberapa goresan dalam tubuhnya.


Sesampai di dalam, Ryu langsung berjalan menyusuri Daratan di puncak Gunung Kuno yang kini terlihat didepannya ada dua Pohon yang tidak terlalu tinggi memancarkan Aura Petir namun tidak membahayakan.


Ryu dengan hati-hati mengambil bagian tengah Pohon tersebut yang terdapat sebuah bola kecil seperti mutiara yang bercahaya menyilaukan.


Setelah mengambil kedua benda tersebut, Ryu kembali melanjutkan penelusuran hingga menemukan sebuah Goa yang mulutnya sudah tertutup oleh akar-akar pohon yang cukup besar.


Dengan Pedang Naga miliknya Ryu langsung membersihkan Akar tersebut yang terlihat cukup kuat dan tidak bisa dipotong dengan senjata biasa.


Dengan penuh Waspada, Ryu masuk ke Dalam Goa hingga mencapai Dasar yang cukup Luas dan tiga buah Peti berukuran sedang.


Di dalam Peti pertama, Ryu menemukan sebuah Kitab yang sampulnya terbuat dari Kulit Hewan juga sebuah Kotak Giok berisi Biji-bijian yang auranya sangat kuat.


" Bunga Spiritual Krisan " Ryu merasa senang langsung memasukkan peti pertama.


Di dalam Peti kedua Ryu menemukan Satu Kitab tua lain serta puluhan benda yang berbentuk Akar namun Ryu masih belum tau pasti dan berfikir pasti ada hubungannya dengan Kitab tersebut.


Didalam peti ketiga Ryu sedikit murung, karena hanya Koin Emas. Meskipun sekarang sebenarnya mereka sangat membutuhkan, Karen semua Gunungan Koin Emas hasil jarahannya telah disulap menjadi Istana.


" Hah... Paling tidak untuk Satu Tahun kedepan" Ryu keluar dari Goa.


Saat mendekati mulut Goa, tanpa Ryu sadari kakinya menginjak sesuatu yang terlihat samar-samar sebuah Simbol.


" BBOOMMM" Bagian Luar dinding Petir Merah membuat tekanan kuat sampai Ke dinding Petir bagian Awal mereka masuk


Seketika Semua Siluman yang terkena tekanan tersebut langsung sekarat bahkan langsung Pingsan, bahkan Raja Semut dan Ratu Lebah yang terkena tekanan itu langsung sekarat seakan tidak mampu lagi bergerak, tetapi tekanan itu tidak berdampak apapun kepada Semua Murid Sekte.


Murid Sekte yang tengah Bertarung dengan beberapa Siluman di Kaki Gunung hingga mendekati Pertengahan Gunung merasa heran dengan Apa yang sedang terjadi saat melihat Beberapa Siluman di depan mereka langsung sekarat.


Tidak menyiakan kesempatan, Semua Murid Sekte langsung membunuh Siluman Yang ada di hadapan mereka untuk mempercepat pengambilan tumbuhan Sumberdaya.


Disisi lain Ryu yang tidak menyadari atas kejadian tersebut, langsung melanjutkan penelusuran dan kembali lagi ke Dinding Petir karena tidak ada lagi Harta di tempat itu.


Di dalam Dinding Petir, Ryu merasakan Petir tersebut melemah dengan cepat untuk keluar sambil meningkatkan kewaspadaan mengingat sebelumnya ada pertarungan.


Sesampai di Luar, Ryu melihat Kedua Pemimpin sedang sekarat sepintas memikirkan sesuatu yang licik kepada mereka dan langsung berjalan mendekati kedua Pemimpin Siluman tersebut.


" Aku masih belum bisa mengambil Inti Roh Kalian, tetapi aku akan menjadikan kalian sebagai Budakku." Ryu langsung membuat Segel Tuan Hamba kepada mereka berdua.


Sesaat kedua Pemimpin Siluman langsung menyerang kesadaran Ryu dengan Spiritual mereka.


Ryu yang merasakan serangan mental tersebut berusaha menahan serangan dengan Spiritual miliknya.


Pertarungan mental itu membuat Ryu seakan berhalusinasi hingga terlihat keluar darah segar dari hidung dan telinganya.


Merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya, Ryu langsung melepaskan gelombang Qi untuk memperkuat mentalnya.


" Aaarrrggghhhh" Ryu merasakan kepalanya seakan mau Pecah.

__ADS_1


Ryu merasakan gambaran Perjalanan hidup Kedua Siluman tersebut Selama Puluhan Ribu Tahun yang lalu.


Dalam Gambar tersebut, Ryu melihat Raja Semut dan pasukannya memiliki sejarah kelam dimana saat itu mereka seperti Hewan biasa memiliki ukuran yang sangat Kecil bahkan tidak memiliki inti Roh dan terus bersembunyi dari Siluman lainnya di balik lorong tanah.


Hingga suatu saat diatas Lorong mereka terjadi sebuah Pertempuran hebat antara Manusia dan Siluman yang membuat lorong mereka bergetar hebat yang mengakibatkan diantara mereka mati dan hanya tersisa separuh.


Dalam kondisi terjepit karena tanah berjatuhan, dengan sekuat tenaga mereka merangkak keluar lorong dan memakan semua Mayat Siluman dan manusia untuk membalaskan dendam mereka.


Dari situlah salah satu dari mereka tanpa sadar memakan Inti Roh Pemimpin Siluman Serigala hingga membuatnya menjadi lebih kuat.


Hal itu juga semua semut yang lain sama-sama memakan inti Roh Serigala yang lain hingga memakan semua bangkai Manusia.


Dari saat itu mereka membuat Lobang terowongan untuk menjebak Para Siluman yang lain bahkan manusia untuk menambah kekuatan mereka.


Saat merasa cukup kuat mereka langsung menyerang Pemukiman Penduduk dan memakan mereka tanpa sisa hingga mencari berbagai tempat Permukiman.


Tidak jarang mereka juga membunuh Siluman lain dan banyak melakukan kekacauan bahkan Pembantaian dimana dan apa saja mereka temui hingga suatu saat Sosok Misterius berusaha membunuh mereka.


Karena tidak mampu membunuh, Kultivator Misterius tersebut memilih untuk mengurung mereka di Gunung Kuno dan membuat Pelindung agar tidak bisa membuat terowongan dan keluar agar membunuh warga.


Begitupun dengan Siluman Lebah yang Sarang Madu Mereka sering dicuri oleh Para Kultivator karena Sarang mereka mampu menyembuhkan berbagai Penyakit bahkan mampu menyembuhkan Racun mematikan.


Saat itu juga mereka sering menyerang warga bahkan Para Siluman yang ingin mendekati Wilayah mereka hingga merasa sudah Kuat mereka juga melakukan Pembantaian di berbagai tempat hingga mereka tidak lagi Membuat sarang dan memilih membunuh dan memakan Buruan mereka untuk menambah kekuatan hingga akhirnya mereka juga dikurung di Gunung Kuno.


Ryu yang melihat Pembantaian sadis tersebut Berusaha untuk melawan agar mentalnya tidak dikuasai oleh salah satu Siluman tersebut.


Ryu yang mulai kehilangan akal sehat, langsung membuat jaring Petir untuk melilit kedua Pemimpin Siluman tersebut dengan kekuatan yang tersisa.


" Aaarrrggghhhh " Kedu Siluman merasakan tubuh mereka seakan terbakar dan membuat serangan Mental mereka kembali menyerang balik hingga membuat keduanya terdiam dan mulai tunduk.


" Haaahh" ? Ryu dengan napas terputus-putus mencoba untuk memulihkan diri.


Sayangnya saat dia baru duduk bersila, Ryu merasakan akan ada beberapa Sosok yang datang.


Dengan Spiritual yang tersisa, Ryu memaksakan dirinya untuk memindahkan Kedua Kelompok Siluman tersebut ke dalam Dunia Kecil sehingga pandangannya mulai gelap.


" Bruukk" Tubuh Ryu terjatuh dan Pingsan.


Yihua yang memeriksa tubuh Ryu, kini terlihat sangat Khawatir langsung mengangkat dan membopongnya menuruni Gunung yang terlihat Cheung dan Shandian Rou juga muncul.


" Aku membawa Saudara Ryu secepat mungkin! Kalian lanjutkan Pencarian Sumberdaya sebelum Gunung Kuno ini menutup." Yihua langsung melesat dengan segenap kekuatannya untuk mencapai Dinding Petir bagian luar.


Shandian Rou dan Cheung yang seakan mengatakan sesuatu, kini seakan tidak memiliki waktu untuk berbicara karena Yihua langsung meninggalkan tempat itu seperti bayangan.


" Haaahh.. Pasar perempuan." Ketus Shandian Rou.


" Mungkin Saudari Yihua sangat Khawatir padanya." Cheung menggelengkan kepala.


" Atau mungkin Saudari Yihua menyukai Saudara Ryu, makanya dia Sangat Khawatir." ucap Shandian Rou.


" Bisa jadi... Syukurlah teriakan Saudara Ryu sampai terdengar di telinga kita. Jika terlambat sedikit, mungkin Yihua tidak sempat memberikan Pertolongan." ucap Cheung.


" Lebih baik kita lanjutkan pencarian Sumberdaya ini. Mengingat waktu kita sebentar lagi. Aku rasa Saudara Ryu sudah aman di tangan Saudari Yihua." Shandian Rou melangkahkan kakinya mencari Sumberdaya.


" Mmmmmm." Cheung juga langsung mencari Sumberdaya.


......................


Di Kamar kediamannya, Ryu terbangun dari tidurnya merasakan kepala sedikit Sakit sambil memeriksa keadaan sekitar yang terlihat Yihua sedang tertidur di Kursi dengan posisi kepala berada di Tempat Tidur Ryu.


Ryu yang sambil mencerna Serangkaian Peristiwa langsung menghela nafas seakan mencari sesuatu dibalik Cincin Ruang miliknya.


" Hah... Semua sudah Habis." Ryu terlihat senyum Masam.


Sesaat Yihua langsung terbangun sambil mengusap matanya lalu bangkit berdiri memperbaiki posisinya.


" Saudara Ryu, Syukurlah kamu sudah bangun." Yihua terlihat senang.


" Saudari Yihua, terimakasih atas bantuannya" Ryu senyum ramah.

__ADS_1


" Tidak masalah Saudara Ryu. Oh ya, ini Pil untuk memulihkan Kondisimu." Yihua memberikan Pil Pemulihan Level 8 dengan kemurnian 100 persen.


" 100 Persen" Ryu sedikit Kaget mengingat di Benua Lotus hanya ada kemurnian dibawah 50 Persen.


" Mmmmm... Aku membelinya khusus untukmu" Yihua terlihat malu-malu.


" Terimakasih atas kebaikannya. Suatu saat aku akan membalas kebaikanmu" Ryu merasa tidak enak.


" Tidak Perlu seperti itu. Oh ya, Jika kondisi mu sudah pulih total Paktriak memintamu untuk menemuinya." Yihua dengan wajah memerah lalu keluar dari Kamar Ryu dengan Perasaan senang bercampur Malu.


Ryu yang melihat wajah dan gerak-gerik dari Yihua, merasakan ada hal yang tidak beres mencoba mencari cara Agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.


" Haaahh... Sepertinya aku harus keluar dari Sekte ini secepatnya." Ryu mengunci pintu dan membuat Pelindung lalu menuju Istana Emas di Dunia Kecil.


" Suamiku " Ketiga Istrinya menyambut kedatangan Ryu.


" Istriku, Aku ingin memulihkan diri terlebih dulu." Ryu langsung duduk di salah satu Kunci lebar.


Mereka bertiga yang merasa Khawatir dengan munculnya Aura dari Kedua Kelompok Siluman yang letaknya cukup jauh dari Istana dan ingin bertanya kepada Suami mereka, Namun Karena Ryu yang seakan buru-buru mereka hanya memilih diam Sambil menunggu sampai Suami mereka Pulih.


Tidak menunggu Waktu lama, Kondisi Ryu kini pulih total lalu bangkit menuju arah ketiga Istrinya yang masih terlihat Khawatir.


" Ikuti saja Aku." Ryu yang tau kekhawatiran mereka.


" Mmmmm." Ketiganya mengangguk meski belum mengerti.


Ryu langsung membawa mereka keluar Istana langsung menuju ke Arah Hutan yang Cukup jauh dari Istana.


Sesampai di Hutan, mereka langsung disambut ramah oleh kedua Pemimpin Siluman tersebut.


" Tuan " Raja Semut dan Ratu Lebah memberi hormat.


" Raja Semut, Aku akan memberimu Nama Zi Mayi. Dan kamu Ratu Lebah, aku akan memberimu Zi Mifeng." ucap Ryu.


" Terimakasih Tuan." Zi Mayi dan Zi Mifeng terlihat senang.


" Mifeng, aku akan memberimu Tugas untuk membuat Sarang Madu lagi. Hamparan Bunga disini sepertinya lebih dari cukup." ucap Ryu.


" Baik Tuan." ucap Zi Mifeng.


" Mayi, aku akan memberimu Tugas untuk menjaga Dunia Kecil ini. Suatu saat aku akan memintamu jika ada pekerjaan lain." Ucap Ryu.


" Baik Tuan." ucap Zi Mayi.


" Satu lagi, mereka adalah Istriku, kalian harus menuruti perintah mereka juga. Dengan begitu kalian bisa Berkultivasi untuk menaikan Tingkatan Kalian karena Energi Alam di Dunia Kecil ini sangat berlimpah." Ryu memberi Perintah.


" Terimakasih Tuan! Kami akan Selalu menuruti Perintah Tuan dan Nyonya " Zi Mayi dan Zi Mifeng terlihat senang diikuti Para bawahannya.


" Sekarang lakukan tugas kalian! " Perintah Ryu.


" Dengan senang hati Tuan." Mereka langsung menjalankan tugas mereka masing-masing.


" Suamiku, apa mereka tidak berbahaya?" Sheng Zhishu terlihat Khawatir merasakan Aura Pembunuh yang Pekat dari mereka.


" Istriku, Mereka Awalnya adalah Siluman yang baik. Tapi karena dendam, membuat mereka menjadi Jahat. Aku yakin mereka pasti akan kembali seperti semula." Ryu meyakinkan Istrinya.


" Kami Percaya." ucap ketiga Istrinya serempak.


Mereka pun bergegas Kembali ke halaman Istana Emas untuk melakukan Aktivitas mereka dan bersantai di bawah Pohon yang Rindang depan Istana namun tidak merusak pemandangan karena beberapa Pohon berjejer teratur dimana ada tempat untuk duduk bersantai.


" Istriku, aku menemukan ini." Ryu menunjukkan Biji Bunga Spiritual Krisan.


" Suamiku, Itu Bunga termasuk Harta Langit yang Paling sulit ditemukan." Xin Chie sangat senang.


" Aku tau itu, Jika kelopak Bunga ini dicampur dengan Pil, maka Khasiatnya akan meningkatkan Puluhan kali lipat." ucap Ryu.


" Suamiku... Kalau masalah Bunga, serahkan saja padaku! Aku akan membuat Hamparan Bunga Spiritual Krisan di depan Istana Ini." Sheng Zhishu begitu bersemangat.


" Ka Zhishu, Aku rasa itu cocok. bunganya kan sangat indah" Huli Yue seakan berkhayal.

__ADS_1


" Tenang saja Adik Chie, aku akan membuatnya selalu bermekaran tiap hari. Jadi besok Pagi kalian langsung melihatnya." Sheng Zhishu menyebarkan Bibit Bunga tersebut dengan Spiritual miliknya.


__ADS_2