SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 96. PERPISAHAN


__ADS_3

Namun saat ditanyakan tentang hal itu, Ryu selalu menjawab dengan jawaban yang sama yaitu ke Dunia Bawah Sadar Pasukan Semesta.


Saat Pasukan Semesta telah kembali ke Dunia Quzhu, Ryu langsung beranjak ke Markas Serigala kesepuluh yang tidak jauh dari tempat mereka bertempur.


Ryu yang melihat Markas Serigala kesepuluh yang kini hanya terlihat beberapa penjaga saja langsung menyerang mereka dan menjarah semua Harta yang ada di tempat itu.


" Sisa Sembilan." Ryu yang keluar dari Ruang Harta.


...****************...


Dua Bulan setelah menghancurkan Markas Serigala kesepuluh, Ryu dan Shizi kini telah berada di Ruangan Paktriak Sekte Harimau Putih.


" Salam Paktriak." Ryu dan Shizi memberi Hormat.


" Ryu'er... Bagaimana dengan Sepuluh Bersaudara Serigala Besi.?" Su Hai langsung ke inti meski dalam hatinya gelisah karena hilangnya semua Hewan Roh di Wilayah Sekte.


" Sesuai Perintah Paktriak." Ryu mengeluarkan 10 Kepala Serigala Besi.


' Haaahh... Pemuda ini, Aku hanya memintanya untuk mengalahkan salah satu saja. Tapi ini dia membantai semua. Setelah Hewan Roh semua habis dibantai, bisa saja Satu Sekte juga dia bantai. Aku ceroboh telah memelihara sosok Monster.' Su Hai berkeringat dingin menatap Wajah Ryu.


" Mohon maaf Paktriak... Apa Paktriak tau dimana letak Penguasa Pelindung Benua Matahari Terbit? Aku ingin meminta Inti Pohon Bodhi agar bisa menuju Dunia Abadi." Ryu yang melihat Su Hai masih belum berkata apapun.


" Ah itu... Kamu Tunggu saja beberapa saat! Nanti aku akan membantumu." Su Hai terlihat senang, jadi tidak perlu repot-repot lagi untuk mengusirnya.


" Terimakasih Paktriak. ini adalah Harta dari Sepuluh Bersaudara Serigala Besi itu." Ryu memberikan Tumpukan Batu Roh dan berbagai Senjata Tingkat Suci hingga Tingkat Bumi.


Sedangkan untuk Kitab dan Inti Roh dan Sumberdaya, dia mengambilnya untuk kebutuhan mereka.


" Ryu'er... Ini sangat banyak sekali." Su Hai Hilang dari rasa takutnya ketika melihat Harta yang sangat banyak.


" Tidak Masalah Paktriak... Anggap saja sebagai permintaan maafku karena telah mengambil Hewan Roh di Wilayah Sekte." ucap Ryu.


" Kalau begitu kami pamit undur diri." Ryu langsung keluar Ruangan menuju kediamannya.


" Haaahh... Sepertinya ganti rugi ini sudah cukup." Su Hai mengambil semua yang diberikan Ryu.


Di kediamannya, Ryu dan Shizi langsung membersihkan diri kemudian beristirahat sejenak mengingat hari sudah gelap.


Ryu yang tertidur pulas, Shizi pun langsung menyandarkan kepalanya di dada Ryu yang Tiba-tiba mendengar sebuah suara yang sangat dia kenal.


' Meimei ini Aku Zitang.' Suara samar-samar dari tubuh Ryu.


' Sayang kau kah itu?' Shizi membalas pesan jiwa dengan perasaan berkecamuk.


' Benar ini Aku, tolong selamatkan aku. Tidak ingin terlalu lama disini.' ucap Zitang.


' Bagaimana caranya aku mengeluarkan mu?' Shizi serba salah mengingat hatinya. sekarang untuk Ryu namun di sisi lain Zitang adalah Suaminya.


' Aku dibangkitkan oleh pemuda ini saat dia menggabungkan kedua teknik Aneh, Setelah itu jiwaku pulih saat pemuda ini menggunakan Kultivasi Ganda kepada 221 Wanita yang memiliki Yin Murni itu. tapi Kondisiku sekarang masih sangat lemah.' ucap Zitang.


' Kamu bisa kan menolongku agar mencari Energi Yin Murni atau yang memiliki teknik Kultivasi Ganda juga? Aku tidak bisa lama, mungkin aku akan tertidur lagi selama satu Tahun.' lanjut Zitang.


' Baik Aku akan mencari cara.' Shizi terlihat Gelisah.


Setelah itu suara tersebut tidak terdengar lagi hingga Shizi terus memanggilnya.


' Sayang...' Shizi memastikan kembali, namun tidak ada jawaban.


Shizi tidak menyangka bahwa Suaminya itu masih hidup di dalam tubuh pemuda yang ada di sampingnya itu.

__ADS_1


Sungguh diluar dugaan pada saat Shizi mulai menyukai Ryu, kini Suaminya Zitang muncul pada saat yang tidak tepat.


Dalam suatu kebimbangan, Shizi teringat lagi saat-saat dia bersama Zitang mulai dari awal pertemuan mereka hingga sampai akhirnya mereka terpisah.


Pada akhirnya Shizi harus memilih Suaminya Zitang dan terpaksa memanfaatkan Ryu untuk mengembalikan energi kehidupan Suaminya tersebut.


Shizi berpikir tidak ada salahnya jika dia memberikan tubuhnya kepada Ryu, karena memang sejak awal dia menginginkan hal itu.


Shizi juga menganggap jika dia bersama Ryu melakukan Kultivasi Ganda, mereka sama-sama saling menguntungkan.


Terlihat dari wajah Shizi seakan meneteskan Air mata seakan tidak ingin berpisah dengan Ryu. Namun disisi lain dia juga sudah memiliki Suami.


' Tuan... Aku sangat bahagia saat bersamamu. Jika ada kehidupan lain, aku harap kita bertemu lagi.' Shizi langsung mencium bibir Ryu dengan lembut sambil meneteskan Air mata.


Air bening yang jatuh kepada Ryu membuatnya terbangun dari tidur merasa bibirnya telah ditutup oleh Shizi.


Dengan wajah sedikit heran, Ryu menatap ke arah Shizi dengan penuh menyelidik.


'' Tu..Tuan..." Shizi merasa malu karena kelakuannya diketahui oleh Ryu.


Ryu yang masih heran atas tindakan Shizi kini hanya terdiam sambil menatap ke arah Wanita Cantik tepat berada di atasnya.


Shizi yang merasakan Canggung kini melanjutkan aksinya mencium bibir Ryu dengan penuh Gairah memainkan lidahnya.


Dia berpikir sudah waktunya untuk memberikan tubuhnya kepada Ryu sebagai ucapan terimakasih karena telah membantu membangkitkan dirinya dan juga Zitang Suaminya.


' Tuan, aku minta maaf.' Shizi langsung menggunakan Teknik Kultivasi Ganda menyentuh bagian tubuh Ryu yang membuat gairahnya langsung naik.


Tanpa Ragu, Ryu juga membalas ciuman bibir tersebut hingga pertarungan mereka menjadi sengit hingga Ryu juga menyentuh bagian tubuh Shizi yang membuatnya menggeliat kenikmatan.


Shizi yang tidak tahan, langsung melepaskan pakaiannya memperlihatkan bagian dadanya yang seakan menantang dengan tubuh yang indah dan mulus.


Shizi yang merasakan yang dapat merasakan bagian Inti milik Ryu sudah menyatu dengan miliknya kini dengan kedua tangannya melepaskan pakaian Ryu hingga tidak ada yang tersisa.


" Tuan.. Aku ingin kamu menjadikan Aku Ratu untuk malam ini." Shizi memegang bagian dada Ryu sambil menikmati apa yang dilakukan oleh pemuda tersebut.


" Aku tidak sungkan lagi" Ryu membalikkan posisi hingga Shizi berada di bawahnya.


" Kita mulai sekarang" Ryu langsung menurunkan setiap permainan lidahnya mulai melakukan Teknik Kultivasi Ganda kepada Shizi.


Begitupun dengan Shizi, dia juga tidak sungkan lagi untuk melakukan Teknik Kultivasi Ganda kepada sosok Pemuda tersebut.


Pada malam itu pun mereka mengarungi lautan Surgawi sambil saling menyerap energi Yin dan Yang dari pihak lawan jenis.


" Sayang, kamu kuat sekali." Shizi mencium bibir Ryu.


" Aku juga merasakan kamu lawan yang tangguh." Ryu menggoda seraya menyudahi Teknik Kultivasi Ganda tersebut.


" Saatnya kita Berkultivasi seperti ini." Shizi menghentikan aksi Ryu hingga diapun menghentikan aksinya dan menancapkan kembali.


Setelah itu mereka masing-masing memejamkan mata mereka untuk menyerap Yin-Yang bersama-sama hingga memakan waktu beberapa jam.


Hal yang tidak Ryu ketahui adalah 'Yang' yang dia serap akan disalurkan untuk Jiwa Zitang yang masih lemah.


Di sisi lain, Shizi juga membagikan Energinya untuk Zitang agar bisa pulih kembali secepatnya.


Dari lubuk hati Shizi sendiri tidak ingin memanfaatkan Ryu karena dia juga mencintainya, namun untuk menghidupkan jiwa Suaminya pasti membutuhkan Wanita minimal 500 yang masih memiliki Yin Murni dan sudah tentu Ryu tidak akan melakukan hal itu.


Setelah berhasil menyerap semua Energi Yin-Yang, Mereka melanjutkan kembali proses Kultivasi Ganda hingga selama Tiga Hari tiga Malam berturut-turut.

__ADS_1


Saat Ryu tertidur pulas, Shizi membuat sebuah pelindung di dalam jiwa Zitang agar tidak bisa diketahui oleh Ryu begitupun sebaliknya.


Tiga Bulan telah berlalu mereka selalu melakukan Teknik Kultivasi Ganda namun di pihak Shizi maupun Ryu masih belum ada peningkatan yang membuat Ryu merasa heran.


" Shizi, sudah tiga Bulan kita melakukan Kultivasi Ganda. Tetapi masih belum ada peningkatan.?" Ryu merasa heran.


" Sayang... Memang begitulah cara Kultivasi Ganda. Kurang lebihnya seperti kita memakai Sumberdaya." ucap Shizi.


" Kalau begitu aku akan bertemu dengan Patriak dulu untuk menanyakan tentang Penguasa Pelindung." Ryu langsung meninggalkan Ruangan menuju Ruang kerja Paktriak.


Saat berada di Ruang kerja Patriak, Su Hai menjelaskan Penguasa Pelindung sudah berada di Hutan tanpa Nama dan menunggu di Gunung paling Tertinggi di Hutan tersebut.


Hutan Tanpa Nama itu sendiri adalah Hutan yang lebat dan tidak ada yang berani memasukinya karena dikenal dengan Hewan Roh yang sangat banyak dan kuat.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu seakan darahnya mendidih langsung meminta izin untuk pamit langsung membawa Shizi menuju Hutan tersebut.


Didalam perjalanan, Shizi selalu meminta kepada Ryu agar berhenti sejenak jika hari sudah sore mengingatkan mereka harus tetap Berkultivasi Ganda.


Setelah melakukan perjalanan selama delapan Bulan, mereka berada di sebuah Desa yang tidak jauh lagi dari Hutan Tanpa Nama.


" Sayang, lebih baik kita istirahat di Desa ini saja." Shizi memberi usul.


" Tidak masalah... Lagi pula Hutan Tanpa Nama hanya memakan waktu hanya dua jam lagi dari sini." Ryu langsung mencari sebuah Penginapan.


Setelah beberapa saat, mereka sudah berada di dalam penginapan dan langsung memesan sebuah Kamar untuk mereka.


Setelah berada di dalam Kamar, Mereka berdua langsung membersihkan diri kemudian kembali beristirahat.


" Sayang, apa kita akan Berkultivasi lagi?" Shizi menggoda Ryu.


" Baiklah." Ryu langsung menurutinya hingga malam itu mereka melakukan Kembali.


Hingga menjelang tengah malam Mereka telah berhenti melakukan aktivitas mereka mengingat besok Pagi harus melanjutkan perjalanan.


Shizi yang sudah tertidur pulas Ryu hanya tersenyum sambil mempersiapkan segala keperluan untuk perjalanan besok pagi.


" Akhirnya selesai juga" Ryu kembali membaringkan tubuhnya untuk beristirahat.


Saat Ryu sudah tertidur pulas, Shizi langsung terbangun sambil menatap Ryu penuh dengan penyesalan sambil memperhatikan Jiwa yang ada pada tubuh Ryu.


" Sudah waktunya." Shizi menarik jiwa Zitang dengan Spiritualnya hingga terlihat sebuah Cahaya Merah yang masih belum bisa bergerak.


' haaahh... Ternyata masih tidur.' Shizi memasukkan Cahaya tersebut ke dalam tubuhnya kembali menatap Ryu penuh Kesedihan.


" Tuan... Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak mungkin meninggalkan Suamiku." Shizi mengecup kening Ryu lalu keluar dari kamar.


Sesaat Shizi menghentikan langkahnya dan kembali ke tempat Ryu berbaring meninggalkan sebuah surat sambil meneteskan Air mata lalu berlari ke luar Kamar.


Pada keesokan pagi Ryu terbangun sambil mencari sosok yang selalu bersamanya selama ini hingga menemukan sepucuk surat.


" Shizi.." Ryu kembali termenung sambil memegang surat tersebut.


" Mengapa Dunia ini seakan mempermainkan Aku?" Ryu menahan amarahnya hingga dia memutuskan untuk berada di Penginapan tersebut untuk beberapa hari untuk menenangkan diri.


*****


***Ada pertemuan, ada juga perpisahan.


Apakah mereka bisa bertemu kembali?

__ADS_1


Atau mungkin Ryu mendapatkan sesuatu yang lebih baik di Perjalanannya***?


__ADS_2