
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" Junior... Cepat pergi dari sini, " Senior Sekte terlihat frustasi karena para Junior mengabaikan peringatannya.
Sosok tersebut ingin mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan anggota Sekte mereka, karena para Juniornya masih muda dan masih banyak waktu agar mereka bisa berkembang.
Namun 25 Junior itu sendiri lebih memilih untuk bertarung hidup dan mati bukan sebagai seorang pengecut.
Dalam hati kecil Senior sangat mengagumi para Juniornya, namun itu bukan tindakan yang bagus yang sudah pasti mereka hanya mengantar nyawa.
Kadal ungu itupun berjalan dengan santai, karena sangat yakin dia dapat membunuh mereka, meskipun mereka lari namun racun yang bersarang di tubuh mereka tentu saja membuat mereka tidak bisa bertahan lama.
" Sleeep." Sebuah lidah yang panjang dari Kadal ungu melilit Senior mereka ingin menelannya hidup-hidup.
" Craaash." Sebuah bayangan hitam bergerak cepat memotong lidah Kadal ungu tersebut hingga membuatnya meraung kesakitan.
" Cleeep." dua buah jarum racun menancap ke kedua mata Kadal ungu.
" Zzssskkk..." Kadal ungu menyerang berbagai arah karena tidak mampu melihat lawannya.
Kini muncul Ryu di tengah mereka sambil memegang sebuah Pedang yang sangat besar berwarna hitam ditangannya.
" Bboooom... Bboooom... " Kadal ungu terus melancarkan serangannya ke berbagai arah membuat Pepohonan disekitar rusak total.
Melihat kondisi 26 anggota Sekte sangat memprihatinkan , Ryu bergegas menuju arah Kadal ungu hingga menjatuhkan Hujan Petir Hitam bersarang di tubuh Kadal tersebut.
" Bbbzzzttt... Bbbzzzttt..." tubuh Kadal ungu diselimuti Petir Hitam hingga membuatnya tidak berdaya.
Kejadian itu tentu saja membuat anggota Sekte membulatkan mata, bagaimana Hewan Ilahi itu dengan mudah dikalahkan oleh satu sosok yang mereka fikir masih berada di Pendekar Alam Tahap Awal.
Ryu memang sengaja menyembunyikan tingkat Kultivasi yang sebenarnya, karena dengan begitu dia lebih mudah menemukan siapa kawan dan siapa lawan.
Tidak hanya itu, Ryu juga mengubah penampilannya karena akan mengundang banyak perhatian orang.
__ADS_1
Dengan satu kali lompatan, Ryu langsung berdiri di depan Kadal ungu dan menebas lehernya yang tentu saja mengambil Inti Roh tersebut dan menarik mayatnya ke Cincin miliknya.
Setelah selesai Ryu bergegas menuju ke arah mereka dan memberikan pertolongan.
" Senior bertahanlah." Ryu menempelkan telapak tangannya di punggung senior Sekte dan menarik racun tersebut dari tubuhnya.
Setelah beberapa saat, kini kondisi tubuh yang awalnya sudah menghitam secara perlahan mulai pulih hingga kembali cerah.
" Terimakasih Tuan Pendekar." Pria tersebut merasa senang karena nyawanya tertolong.
" Mmm." Ryu mengangguk sambil menuju arah anggota lain yang sudah tidak berdaya.
Melihat apa yang dilakukan Ryu, Pria tersebut merasa senang karena Ryu sangat peduli kepada Juniornya seraya duduk bersila untuk memulihkan diri karena dia sendiri tidak bisa membantu untuk memulihkan racun yang bersarang di tubuh anggotanya.
Jalan satu-satunya adalah memulihkan diri untuk membantu mengalirkan Qi pada juniornya.
Satu-persatu Ryu mengambil racun tersebut dari tubuh mereka, sedangkan Senior tersebut membantu mengalirkan Qi kepada anggotanya.
" Terimakasih atas bantuan Tuan Pendekar." ucap mereka serempak.
" Mmm... Itu sudah kewajiban untuk saling menolong jika ada yang sedang kesulitan. Maaf... Aku sangat membutuhkan Inti Roh dari Kadal ungu itu. Jika boleh, aku akan membelinya dari kalian." Ryu berkata tulus karena dia menganggap bahwa mereka telah bersusah payah bertarung dengan Kadal ungu tersebut yang hampir merenggut nyawa mereka.
" Tuan Pendekar bisa mengambilnya, kami tidak mengambil sepersen pun dari Inti Roh itu." Senior Sekte tidak mempermasalahkan Inti Roh tersebut karena menurutnya Ryu lebih layak mendapatkan Inti Roh itu karena dia yang membunuhnya
Meskipun mereka juga menginginkan Inti Roh tersebut karena memiliki nilai yang sangat banyak.
" Tidak baik jika aku memanfaatkan situasi. Jika tanpa bantuan Kalian, maka aku sendiri akan kesusahan membunuh Kadal ungu itu. Tolong terimalah." Ryu memberikan 10 Ribu Batu Roh kepada mereka.
Ryu berfikir jika saja Kadal ungu itu masih dalam keadaan prima dan tidak mengalami luka, maka dia sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membunuhnya.
" Kalau begitu kami tidak sungkan lagi. Tapi sebelumnya kami mengucapkan terimakasih atas kebaikan Tuan Pendekar." Senior Sekte mengambil Batu Roh tersebut yang terbilang sangat banyak.
Semua anggota tersebut merasa sangat senang merasakan penderitaan mereka sebelumnya terbayar dengan Batu Roh tersebut.
" Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu melangkahkan kakinya menuju ke arah Jinying palsu berada.
Terlihat sebuah senyuman tergambar jelas dari mereka sambil melangkahkan kakinya keluar dari Hutan mengambil jalur lain.
Jinying palsu yang melihat apa yang dilakukan Ryu merasa sedikit tertarik sifat dermawan yang dia tunjukkan.
Jika saja Kultivator lain berada di posisi Ryu, sudah pasti akan mengambil keuntungan dengan membunuh 26 anggota Sekte itu dan menjarah harta mereka disamping mendapatkan Inti Roh yang berharga.
Akan tetapi Ryu malah melakukan hal yang sebaliknya malah menyelamatkan mereka bahkan memberikan Batu Roh yang sangat banyak.
Selama berada di dalam Istana Kekaisaran Awan, Jinying palsu selalu saja menghindar agar Ryu menyentuh tubuhnya. Namun yang membuat Jinying penasaran, dia belum menemukan petunjuk dari mana asal Harta langit yang diberikan oleh Ryu kepadanya.
Itulah kenapa Jinying tidak ingin banyak berbicara dengan Ling Queqi dan Bing Ruyue karena terlalu fokus mencari keberadaan dimana mereka menyimpan Harta Langit karena di dalam ruang Sumberdaya Istana tidak ada satupun Harta langit.
Sebenarnya Ling Queqi dan Bing Ruyue ingin mengajak Jinying palsu ke Dunia Quzhu, namun setiap mereka ingin membawanya ke Kamar Utama Jinying palsu selalu menolak dengan ramah dalam berbagai alasan karena yang dia fikirkan adalah Ryu akan menikmati tubuhnya.
Dalam keadaan frustasi akhirnya Jinying palsu memutuskan untuk pergi bersama Ryu dan berharap mendapatkan petunjuk.
Tapi setelah bersama dengan Ryu, Jinying palsu kini mulai tertarik ditambah lagi dengan sifat dermawan meskipun dia masih tetap mencari keberadaan Harta langit yang tentu sangat berguna untuk memperkuat Sekte Ular.
__ADS_1
Dari sisi Ryu sendiri merasa heran atas sifat Jinying palsu yang berubah dimana sebelumnya dia sangat agresif dan selalu saja meminta jatah setelah Ryu berada di Alam Jiwa.
Namun Ryu tidak terlalu memikirkan hal itu, karena dia berfikir dikarenakan Jinying sedang kehilangan ingatan dan ditambah lagi dia tidak perlu mendapatkan pekerjaan tambahan karena dengan Istrinya yang lain sudah cukup merepotkan.
" Ying'er... Mari kita pergi dari sini." Ryu membuyarkan lamunan Jinying palsu.
" Ah... Mmm." Jinying palsu mengangguk sambil mengikuti Ryu.
Setelah menempuh perjalanan selama seharian, Ryu meminta mereka untuk beristirahat dimana Jinying palsu memilih untuk membuat tendanya sendiri.
Ryu yang melihat kejadian tersebut sedikit mengerutkan kening karena Jinying tidak seperti biasanya.
' Biarkan saja. Sepertinya Ying'er sedang mengalami hal-hal yang sulit.' Ryu tidak ingin berfikir terlalu jauh membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura langsung masuk ke dalam tenda menuju ke Dunia Quzhu.
" Gege." Sambut Istrinya saat melihat kedatangan Ryu.
" Mmm." Ryu mengangguk sambil berjalan mendekati mereka.
" Kenapa Gege tidak membawa Ying'ying?" Tanya Sheng Zhishu.
" Sepertinya dia masih mengalami hal sulit. Biarkan ingatan Ying'er pulih dulu." Ryu duduk di samping Yuwang.
" Gege... Aku dengar dari beberapa pengunjung penginapan Giok Bulan bahwa Hutan Larangan di bagian timur Kota Anhui pelindungnya semakin melemah, jadi itu kesempatan baik untuk menjelajahi tempat tersebut." Jiang Caiping membuka suara.
" Aku dengar di Kota Linka juga ada sebuah Dunia tersembunyi dimana seminggu lagi akan terbuka. Tadi siang utusan Walikota Chuang melaporkan kejadian itu ke Istana. Menurut mata-mata Walikota Chuang, Dunia kecil itu akan terbuka sekali selama seratus tahun." Ucap Bing Ruyue.
" Aku ingin kesana! Wei'wei, apa kamu mau ikut? mungkin kita bisa mendapatkan Sumberdaya yang berharga disana." Hong Kian merasa itu hal yang baik untuk menjelajah tempat yang baru.
" Aku juga ingin mengatakan hal itu, Sekarang ada beberapa anggota Sekte Kabut Ilusi yang diutus untuk kesana." Ucap Lan Liwei.
" Sebenarnya aku juga mengutus beberapa anggota Sekte Gunung Phoenix untuk kesana juga. Tapi kita membentuk kelompok baru untuk kesana." Hong Kian ingin membawa yang lain menuju ke Dunia kecil tersebut.
' Aku punya rencana. Jangan bilang hal ini pada Suami kita. Kita akan membentuk Tim wanita untuk menjelajahi Dunia kecil itu.' Xin Chie mengirim pesan jiwa kepada istri Ryu yang lain.
' Aku setuju. Sepertinya kita membutuhkan Aura Pembunuh lebih banyak lagi untuk memperkuat Aura Naga Langit kita.' pesan jiwa dari Sheng Zhishu.
' Baiklah... Kita harus pergi diam-diam agar tidak diketahui oleh Suami kita.' pesan jiwa dari Nan Sian.
' Baiklah... Nanti aku akan mengurus semuanya, karena aku berasal dari sana. Dengan begitu Gege tidak mengetahui keberadaan kita.' pesan jiwa dari Ting Ye.
' Aku setuju. Kita harus berlatih secara langsung akan lebih baik daripada terus berdiam disini.' pesan jiwa dari Wang Mingjun.
' Baiklah... Aku akan membagikan elemen Es milikku agar kita bisa menyamar.' Pesan jiwa dari Yunjiang.
' Chie'chie... Kamu atur berbagai macam Pil untuk bekal kita.' Pesan jiwa dari Sheng Zhishu.
' Kalau masalah Pil, serahkan saja padaku.' pesan jiwa dari Xin Chie.
' Bagaimana dengan yang lain? apakah setuju?' Pesan jiwa dari Sheng Zhishu.
Satu-persatu mereka mengangguk tanpa diketahui oleh Ryu karena mereka tidak ingin merepotkan Suami mereka yang tentu Ryu pasti akan melarang mereka.
" Biarkan aku saja yang kesana. Lagi pula ada Ying'er bersamaku." ucap Ryu.
__ADS_1
" Baiklah Gege... Tapi Gege harus berhati-hati, karena tidak menutup kemungkinan beberapa Sekte, Kultivator bebas dari berbagai wilayah akan mendatangi tempat itu." Hong Kian mengingatkan kepada Ryu karena sudah menjadi rahasia umum jika ada Dunia kecil yang terbuka, maka berbagai penjuru akan mencoba keberuntungan di tempat itu.