SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
JIANG CAIPING


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Mmmmmmm... Karena Meridianku sudah terbuka, mungkin beberapa waktu aku akan Cuti untuk meningkatkan Kultivasi." Jiang Caiping merasa sudah waktunya untuk menerobos.


" Jangan terlalu memaksa, lebih baik Kamu fokus meningkatkan Fondasi terlebih dulu." Ryu kembali memberi saran.


" Aku mengerti. Gege... tinggallah disini untuk beberapa hari, Kakek juga sudah memberi Restu. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Jiang Caiping mengalungkan tangannya ke leher Ryu.


" Baiklah.... Aku akan mengatakan ini kepada Istriku." Ryu tersenyum sambil membelai rambut panjang Jiang Caiping.


Pagi itu mereka berdua seakan enggan meninggalkan Kamar tersebut meskipun hanya berbincang kecil membicarakan berbagai macam hal hingga pada hari berikutnya mereka melangsungkan Pernikahan sederhana yang hanya dihadiri Jiang Dengtong dan seluruh Pelayan di Penginapan Giok Bulan.


" Ryu'er... Sekarang aku titipkan Cucuku untukmu. Jagalah Ping'er seperti kamu menjaga Istrimu yang lain." Jiang Dengtong merasa lega apalagi Istri Cucunya sekarang memiliki Status sebagai Kaisar adalah hal yang sudah diluar dugaan.


" Aku akan berjanji pada Kakek. Aku akan memperlakukan Ping'er dengan cara yang sama seperti Istriku yang lain." Ryu menundukkan kepala.


" Kalau begitu beberapa Bulan lagi aku akan menjalani Latihan tertutup sampai tugasku merekrut Pengawal selesai." Jiang Dengtong menepuk pundak Ryu.


" Kakek... Mohon terimalah Hadiah Permberianku ini." Ryu memberikan sebuah Cincin Ruang berisi Harta langit untuk memperkuat Fondasi.


" Ah... Terimakasih Ryu'er... Ini adalah hal terbaik seumur hidupku." Jiang Dengtong menyembunyikan rasa kagetnya karena Harta langit yang diberikan Ryu sangat tidak ternilai harganya.


" Kakek... Gege, mari kita ke Lantai atas saja." Jiang Caiping berniat untuk membawa ke lantai Atas.


" Ping'er... Kakek hanya disini saja, masih banyak hal yang kakek belum kerjakan. Kakek pamit dulu." Jiang Dengtong senyum lebar sambil berjalan keluar Penginapan.


" Hati-hati Kek." Jiang Caiping tidak bisa mencegah kepergian Kakeknya karena terikat dengan Assosiasi Matahari Timur.


" Mmmmm." Jiang Dengtong melambaikan tangan sesaat langsung menghilang.


Setelah semua selesai, Ryu dan Jiang Caiping menuju Kamar Pribadi mereka sedangkan semua Pelayan tengah sibuk membersihkan Penginapan Giok Bulan agar bisa dibuka kembali meski tidak melepas berbagai hiasan Pengantin



Jiang Caiping ( Memiliki Energi Yin Langit dan Bumi ) Kultivator Api.


Pada hari ketiga setelah pernikahan, Ryu keluar dari Penginapan kembali menuju Istana Kaisar yang kita terlihat sudah kembali seperti semula bahkan terlihat beberapa Prajurit yang baru direkrut.

__ADS_1


Ryu sebenarnya ingin meminta Li Chun untuk menyelidiki keberadaan Paviliun Kelinci Merah, Manusia Rawa, Sekte Iblis Neraka dan Sekte Kabut Ilusi. Namun karena Keadaan Istana Kekaisaran Awan masih lemah, Ryu memilih untuk menunda terlebih dulu.


Setelah berada di Ruang Kerja Kaisar, terlihat Menteri Li Shang bersama Sosok Wanita memakai pakaian berwarna Merah sedang duduk di sebuah kursi.


" Menteri Li Shang, maaf telah membuat kalian menunggu." Ryu menatap kedua sosok tersebut.


" Salam Yang Mulia... Tidak masalah, kami juga baru sampai di sini. " Li Shang memberi hormat sambil melirik ke arah sosok di sampingnya.


' Jadi ini Kaisar yang baru? Sangat Muda dan tampan sekali.' Sosok Wanita tersebut terpana melihat Sosok Pemuda di depan mereka yang awalnya dia fikir sudah Tua karena Li Shang tidak memberitahukan secara detail.


" An'er... " Li Shang menegur Putrinya yang sedang melamun.


" Ah... Salam Yang Mulia Kaisar. Namaku Li Jilan." Li Jilan memperbaiki sikap menyembunyikan rasa kagum dengan Sosok Kaisar yang akan menjadi Suaminya.


" Mmmmm... Nama yang cocok." Ryu tersenyum sambil mengangguk kepala.


" Yang Mulia... Ini dia adalah Putriku seperti yang aku katakan sebelumnya." Li Shang menyampaikan tujuannya.


" Mmmmm." Ryu mengangguk lalu menoleh ke arah Li Jilan. " Li Jilan, Apa kamu bersedia menjadi Istriku? Aku tidak ingin ada paksaan, karena kalian sudah ketahui bahwa aku tidak hanya memiliki satu Istri." Ryu langsung pada tujuannya.


" Hamba Bersedia." Li Jilan menjawab dengan cepat. ' Ah... Kenapa aku bisa seperti ini.' Li Jilan tersadar dengan ucapannya langsung memasang wajah memerah.


' An'er... kenapa sifat dinginmu langsung berubah menjadi orang liar saat bertemu dengan Yang Mulia Kaisar.' Li Shang menggelengkan kepala melihat tingkah Anaknya.


" Baiklah... Kalau begitu kita tinggal atur kapan Rencana Pernikahan akan diadakan." ucap Ryu.


" Kalau masalah itu, kami serahkan kepada Yang Mulia Kaisar." Li Shang menyerahkan semua keputusan kepada Ryu.


" Kalau begitu, Kita akan mengadakan Pernikahan Satu Bulan lagi dari sekarang. Karena aku juga ingin melakukan perjalanan ke Klan Ling dan Mengantar Ye'er Ke Kota Linka." Ryu ingin secepatnya bertemu dengan Xie Hua dan menaruh Batu Bintang agar bisa mengunjungi Istrinya dengan cepat.


" Baik Yang Mulia. Aku dan yang lain akan mempersiapkan semuanya. Kalau begitu aku pamit dulu." Li Shang memberi hormat lalu meninggalkan Ruangan.


" An'er... kamu boleh pilih salah satu Kamar yang ada di sini. " Ryu membawa Li Jilan untuk memilih Kamar.


" Ba... Baik Yang Mulia." Li Jilan mengikuti Ryu dari belakang.


" An'er... Kamu tidak perlu memanggilku seperti itu lagi, karena kamu adalah Calon Istriku." Ryu berjalan menuju bagian Lantai Dua dimana terdapat 15 Kamar di sisi kiri dan 15 Kamar sisi Kanan dan Satu Kamar Utama dimana tempat Kaisar sebelumnya.


" Baik Gege..." Li Jilan menunduk terlihat malu-malu.


Setelah memilih Kamar, Ryu membawa Li Jilan menuju Kamar Utama dimana tempat kediamannya.


Meski terlihat malu, Li Jilan hanya bisa menurut karena Sosok yang disampingnya sekarang adalah Calon Suaminya.


Sesampai di Kamar Kaisar, Ryu menaruh Batu Bintang seperti yang dia lakukan di Kamarnya di Penginapan Giok Bulan.


Li Jilan yang melihat hal itu tentu saja membuatnya kaget namun tidak berani berkata apapun.


Selesai menaruh Batu Bintang, Ryu membawa Li Jilan menuju Dunia Quzhu untuk memperkenalkan kepada Calon Istrinya yang lain.


" Ye'er, Jun'er, Lu'er, Mei'er, An'er, Kalian saling mengenal satu sama lain dan aku harap kalian bisa seperti Saudara sendiri. Aku tidak ingin ada Permusuhan diantara kalian seperti yang sering terjadi pada Kekaisaran atau Kerajaan yang lain." Ryu sangat faham dengan keberadaan dalam Istana yang sering terjadi perebutan kekuasaan antara Istri Kaisar.


Ryu memang tidak pernah berada di ruang lingkup Istana, namun berkat Pengetahuan dari beberapa Kitab yang pernah dia baca maka dia sudah mengerti.


" Gege... Kalau aku sendiri tidak pernah bermimpi bisa menjadi Istri seorang Kaisar ataupun menjadi Istri keluarga Istana. Menjadi Istrimu itu sudah cukup." Ting Ye mengetahui kekhawatiran Ryu.


" Gege... Aku juga tidak pernah berpikir untuk menjadi Keluarga Kaisar. Karena aku hanya menginginkan Sosok Suami yang peduli dan bertanggung jawab." Wang Mingjun mengungkapkan perasaannya.

__ADS_1


" Aku malah berfikir Ingin Menghancurkan Kaisar, tapi malah membuatku Jatuh cinta pada Seorang Kaisar yang seharusnya aku benci tentang Kekaisaran." Shu Meilu berkata jujur dengan apa yang dia rasakan.


Tentu saja hal itu membuat yang lain menoleh ke arahnya sambil menggelengkan kepala.


" Gege tidak perlu khawatir... mana mungkin aku berfikir akan menghancurkan Istana milik Suamiku sendiri." Shu Meilu menepis tanggapan miring terhadapnya.


" Aku hanya ingin berbakti Kepada Suamiku. Tidak lebih dari itu, apalagi memimpikan mendapat kedudukan." Qin Shuomei ikut bersuara.


" Sejak kecil aku dijauhkan dari Istana, Karena Ayah bilang kalau Orang yang ada di Istana banyak menyimpan tipu muslihat. Jadi tidak ada alasan untukku melakukan hal serupa." Li Jilan ikut bersuara.


" Syukurlah kalau begitu. Aku harap kalian bisa seperti Ketujuh Mendiang Istriku. Meski mereka berbeda Ras, tapi mereka memiliki keterikatan batin yang saling membutuhkan." Ryu sambil menatap Lukisan Tujuh Istrinya.


" Gege... Sekarang sekarang sudah ada kami. Kami akan melakukan hal yang sama padamu." Ucap Ting Ye.


" Kalau begitu, kalian bisa pilih salah satu Kamar yang lain di Istana Emas ini. Ye'er... Kamu tinggal disini saja." Ryu menatap kearah Calon Istrinya yang lain secara bergantian.


" Gege curang. bukankah Gege bilang harus adil. Padahal Yeye juga masih Calon juga." Shu Meilu Protes atas tindakan Ryu.


" Ah... Itu... " Ting Ye tidak bisa berkata apa-apa karena hal itu memang benar.


" Begini saja... Malam ini Ye'er bersamaku karena ada beberapa hal yang ingin kami bicarakan, besok malam kalian bergantian. Tapi itu tergantung dari kalian semua." Ryu merasa serba salah dengan cepat mengambil keputusan.


" Baiklah... Di Dunia Quzhu ini sangat membantu. jadi kita bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk beberapa hari di Dunia Abadi." ucap Wang Mingjun.


" anan... kamu yang terakhir datang, jadi kamu harus yang terakhir." Ucap Shu Meilu.


" Ah... Itu..." Li Jilan terlihat gugup tentang ide konyol mereka karena dia sendiri baru datang tanpa terbayang hal sejauh itu.


" Baiklah... Kami pergi dulu." Wang Mingjun membawa yang lain keluar dari kamar.


" Haaahh... Mengapa sifat mereka semua berubah." Ryu menghela nafas panjang.


" Gege... Bukankah aku sudah bilang, kalau Gege memiliki Kharisma yang sangat kuat. Bukan hanya Para Gadis, Ibu-ibu bahkan Nenek-nenek juga akan tertarik padamu. Jadi kamu jangan manfaatkan kelebihanmu itu." Ting Ye menarik tangan Ryu hingga berbaring disampingnya.


" .... " Ryu terdiam mengingat kembali saat dia menolong Kedua Istri Walikota Bei yang terlihat jelas bahwa mereka sangat menikmati apa yang dilakukan Ryu terhadap mereka.


" Gege... Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Ting Ye.


" Ini mengenai Manajer Caiping... Statusnya sekarang menjadi Selir Pertamaku. Aku melakukan ini karena untuk mengembalikan Teknik Teleportasi meskipun masih belum sempurna." Ryu berkata jujur.


" Haaahh... Baru saja aku bilang, ternyata Gege sudah memulai. Gege... Jangan kecewakan Dia, kamu harus memperlakukannya dia dengan cara yang sama seperti Istrimu yang lain." Ting Ye menggelengkan kepala.


" Itu sudah pasti... Hanya saja dia lebih memilih untuk tinggal di Penginapan Giok Bulan." ucap Ryu.


" Mungkin dia lebih menyukai Pekerjaannya seperti aku. Sudahlah sekarang Gege bersamaku malam ini, jadi bicarakan tentang kita saja." Ting Ye mengalungkan tangannya di leher Ryu.


" Ye'er... Apa kamu sudah siap?" Ryu tersenyum seraya mencium Kening Ting Ye.


" Yang penting pemanasan dulu, Milik Gege hampir tidak muat dalam milikku." Goda Ting Ye.


" Aku juga tidak menginginkan hal itu, tapi itu sudah menjadi takdirku." Ucap Ryu di sela aksinya.


" Tapi aku sangat menyukainya." Ting Ye menenggelamkan Kepala Ryu di belahan dadanya.


Malam itu pun mereka lewati bersama dengan penuh kebahagiaan sebagai suami istri yang saling membutuhkan.


__ADS_1


Li Jilan Pemilik Tubuh Abadi dari Klan Li, Kultivator Air.


__ADS_2