
Ryu dan Xie Hua memang merasakan ada Aura lain yang selalu memperhatikan mereka, namun mereka tidak ingin bertindak lebih jauh karena mereka fikir itu hanya sebuah pancingan.
" Terimakasih atas bantuan Tuan, Perkenalkan namaku BI Zhang, Walikota Moguo." Bi Zhang memperkenalkan diri.
' Moguo?' Ryu teringat Kota di Dunia Fana.
" Ah... Namaku Xie Ryu, dan ini Istriku Xie Hua" Ryu memperkenalkan diri mereka " Maaf Tuan Zhang, jika boleh tau kenapa Manusia Rawa ini begitu Liar dan selalu menyerang Permukiman Warga." Ryu Langsung bertanya.
" Tuan Ryu... Anda tidak perlu memanggilku dengan sebutan Tuan. Tidak sepantasnya kami Orang lemah mendapatkan sebutan itu." Bi Zhang paham tentang Dunia Kultivator. " Untuk Manusia Rawa kami juga tidak tau, yang jelas mereka selalu membunuh semua Warga bahkan tidak jarang mereka juga menyerang para Kultivator." Ucap Bi Zhang.
" Tapi Walikota adalah orang terpandang dan terpelajar. Tidak Layak Kami mendapatkan sebutan seperti itu." Ryu merendahkan diri.
Bi Zhang mengerutkan keningnya karena apa yang dikatakan Ryu memang ada benarnya, kini Bi Zhang berfikir untuk sebutan tidak masalah dari kedua belah pihak.
" Ah.. Tuan Ryu, Tidak baik kalau kita hanya bicara di Luar. Lebih baik kita bicara di dalam." Bi Zhang mengisyaratkan kepada Penjaga untuk memberi jalan. Tuan Ryu, Nona Hua... Silahkan masuk!" Bi Zhang menuntun mereka.
" Baik Tuan Zhang." Ryu dan Xie Hua mengikuti Walikota.
" Salam Tuan, Nona. " Para Penjaga memberi hormat.
" Mmmmm" Ryu dan Xie Hua menjawab dengan anggukan.
Saat berada di Istana Walikota, mereka langsung menuju Ruang Kehormatan dimana telah disiapkan beberapa Hidangan di atas meja berukuran Besar.
" Silahkan duduk Tuan Ryu, Nona Hua. Kita bisa bicara sambil menikmati hidangan." Bi Zhang mempersilahkan lalu duduk di sebuah kursi.
" Terimakasih Tuan Zhang. " Ryu dan Xie Hua menempati kursi yang kosong.
" Tuan Ryu, Nona Hua, jika boleh tau kalian dari Sekte mana? dan tujuan kalian mau kemana? Siapa tahu aku bisa membantu." Bi Zhang menawarkan diri.
" Tuan Zhang... Kami hanya Kultivator Bebas dan bukan dari Sekte manapun. Kami berencana untuk melakukan perjalanan menuju Kota Hasperia." Ryu merasakan Bahwa Sosok di depannya adalah Orang Baik.
" Kalau begitu mohon maaf sebelumnya, Aku tidak bisa membantu. Tapi aku bisa memperlancar Perjalananmu." Bi Zhang memberikan sebuah Lencana. " Saat kamu Berada di Kota Hasperia, ataupun Kota lain Lencana itu akan berguna." ucap Bi Zhang.
" Terimakasih Tuan." Ryu mengambil Lencana tersebut.
" Oh silahkan sambil nikmati hidangan yang ini. mumpung masih hangat." Bi Zhang kembali menawarkan.
" Mmmm... Tuan Zhang, kembali lagi ke pertanyaan sebelumnya, Apa Tuan tau dimana markas dari Manusia Rawa?" Ryu bertanya kembali sambil menyantap hidangan yang disajikan.
" Itulah yang aku katakan sebelumnya. Aku sebagai Walikota bersama Empat Walikota lain sudah menyewa beberapa Kultivator Bebas atau dari Sekte untuk mencari keberadaan Manusia Rawa. Tapi sampai sekarang masih belum bisa ditemukan." Bi Zhang terlihat serius.
" Bukankah Daerah ini juga wilayah Kekaisaran Awan? mengapa tidak melapor kepada mereka?" Ryu menyelidik.
' Pemuda ini... Sepertinya mereka bukan dari Keluarga Kekaisaran Awan. Apakah aku akan memberitahukan keadaan yang sebenarnya.' Bi Zhang membatin.
" Beginilah Keadaan kami sekarang. Kekaisaran Awan tidak Pernah mengirimkan bantuan dari Ibu Kota. Jadi kami hanya berinisiatif untuk melakukannya sendiri. Karena dalam beberapa Tahun ini, Kaisar Zou lebih memilih kesenangan mereka sendiri. " Bi Zhang merasa kalau Ryu dan Xie Hua tidak membahayakan keselamatan Kota Moguo.
" Kesenangan sendiri? Maksudnya?" Ryu terlihat Antusias.
" Be.. Begini Tuan Ryu... Kaisar Zou hanya mementingkan Klan Mereka sendiri yaitu Klan Li. Mereka hanya memperkuat Kekuasaan mereka dengan mengambil Istri dari Klan Besar lain atau Sekte Besar Aliran Hitam dan Aliran Netral. Aku dengar dalam beberapa Bulan lagi, Kaisar Zou akan menikahkan Ketiga Putranya pada Klan Besar." Bi Zhang memberi informasi meskipun terlihat gugup.
" Tuan Zhang, sepertinya Masalah ini menyangkut kelangsungan hidup para penduduk di Wilayah Kekaisaran Awan. Jika saja aku punya kemampuan, aku akan membantu." Ryu memikirkan sebuah rencana. " Tuan Zhang, sepertinya kami sudah lama disini. Kami Pamit undur diri." Ryu beranjak dari tempat duduknya.
" Tuan Ryu... Tunggu sebentar." Bi Zhang memberi Isyarat kepada Pelayan.
Satu Pelayan membawa sebuah Kotak berukuran sedang lalu memberikan kepada Bi Zhang langsung kembali ke tempat semula.
__ADS_1
" Tuan Ryu... Mohon terimalah Hadiah ini sebagai ucapan terimakasih karena telah membantu Kami." Bi Zhang memberikan Kotak tersebut.
" Tuan Zhang, kalian lebih membutuhkan. Apalagi kalian banyak mengalami kerugian karena Manusia Rawa itu. " Ryu menolak secara halus karena hanya berisi Batu Roh walaupun sangat banyak.
" Tapi Tuan. " Bi Zhang merasa tidak enak.
" Kalau tuan Zhang mau, berikan saja kepada Warga yang membutuhkan." Ryu melanjutkan langkahnya yang diikuti Xie Hua.
' Pemuda ini... Disamping sangat kuat, tetapi juga Dermawan dan sangat berkharisma.' Bi Zhang mematung menatap ke arah Ryu karena Ryu tidak seperti Kultivator lainnya yang menginginkan upah.
Setelah berada di depan pintu Gerbang, Ryu kembali melanjutkan Perjalanan menuju ke Kota Hasperia yang masih melewati 4 Kota lagi.
Ketika saat Sore, Mereka kembali ke Dunia Quzhu dan Ryu pun berlatih dan memperkuat Teknik Kontrak Jiwa Karena kali ini Ryu berniat untuk mengendalikan Manusia Rawa.
Pada keesokan pagi, Ryu dan Xie Hua keluar dari Dunia Quzhu untuk melanjutkan Perjalanan hingga sudah berada di Kota Bayin.
Di dalam Kota Bayin, mereka kembali melihat sebuah Pertarungan antara Manusia Rawa dan beberapa Kultivator yang terlihat sudah kewalahan.
" Hua'er... Kita Harus mencari Pemimpin mereka!" Ryu melepaskan Spiritualnya untuk memeriksa wilayah sekitar.
" Mmmmm." Xie Hua mencari ke arah lain untuk mencari Pemimpin Manusia Rawa.
" Hua'er..." Ryu merasakan Keberadaan Pemimpin Manusia Rawa lalu berlari ke arah tersebut.
" Baik." Xie Hua mengikuti kemana arah Ryu berlari.
Saat berada di pinggir Hutan, Ryu mengaktifkan Armor Pelangi langsung berlari ke arah Tiga Sosok dari Pemimpin Manusia Rawa yang sudah mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah.
" Ggooooaaarr" Ryu langsung menggunakan Teknik Bencana Harimau Petir.
Mendapatkan serangan dadakan, Ketiga Pemimpin Manusia Rawa tidak sempat menghindar hingga membuat mereka langsung sekarat.
" Mmmm." Xie Hua membuat Pelindung Tempurung Kura-kura.
" Teknik Kontrak Jiwa." Ryu meneteskan darahnya lalu menciptakan sebuah lingkaran cahaya kecil.
" GGGRRRR " Ketiga Pemimpin Manusia Rawa melawan efek Teknik tersebut.
Namun karena mereka merasakan sekujur tubuh mereka seperti terbakar akibat jaring Petir, mereka tidak mampu berkonsentrasi hingga akhirnya mereka tunduk kepada Ryu.
" Gggrrrrrr" Ketiga Pemimpin tersebut menundukkan kepala.
" Aku tidak mengerti bahasa kalian. Tapi tarik semua Pasukan kalian." Ryu memberi perintah.
Ketiga Pemimpin langsung merespon lalu menutup mata, sesaat Semua Pasukan yang berjumlah Ratusan kembali menuju Hutan.
' Mereka bukan dari Dunia ini, Sepertinya ada Orang lain yang sengaja mengirim mereka.' Ryu menggali informasi dari Ketiga Pemimpin Manusia Rawa.
" Gggrrrrrr." Semua Manusia Rawa memberi Hormat kepada Ryu.
" Tinggalkanlah di Dunia Quzhu untuk sementara." Ryu mengimbas tangannya membuat Ratusan Manusia Rawa menghilang dari pandangan.
" Gege... Bagaimana?" Xie Hua Penasaran.
" Manusia Rawa ini memiliki Banyak Markas. Setiap markas, Mereka memiliki Tiga Pemimpin. Sepertinya sudah cukup untuk memberikan Hadiah kepada Kaisar Zou." Ryu tersenyum lebar.
" Jadi Gege memanfaatkan mereka untuk menyerang Kekaisaran Awan?" Xie Hua menaikkan alisnya.
__ADS_1
" Mmmmm... Dengan begitu aku tidak perlu repot-repot Menghancurkan Kaisar Zou dan pengikutnya." Ryu melangkahkan kakinya ke Kota Bayin.
" Ide yang sangat buruk, tapi cukup masuk akal." Xie Hua mengikuti Ryu.
Sesampai di Kota Bayin, Ryu langsung masuk ke dalam Kota Bayin karena tidak memiliki Penjagaan akibat serangan Manusia Rawa.
Di Kota Bayin, Ryu terus melangkahkan kakinya tanpa kendala Apapun hingga sampai ke kediaman Walikota Bayin.
Ryu melakukan hal itu karena suatu saat nanti, dia membutuhkan bantuan dari setiap Walikota ketika akan Naik Takhta.
Tentu saja Ryu mengatakan bahwa dia berhasil membunuh Pemimpin Manusia Rawa hingga anak Buah mereka mundur untuk membantu Pemimpin mereka yang sudah terbunuh.
Awalnya mereka masih Ragu, namun karena mengingat kembali bagaimana Manusia Rawa itu langsung mundur itu sudah cukup untuk membuktikan bahwa Ryu memang sudah membunuh Pemimpin mereka.
Setelah Perbincangan sudah berakhir, Ryu kembali melanjutkan perjalanan menuju Markas Manusia Rawa mulai dari yang terdekat.
Sebulan telah berlalu, Ryu telah berhasil menundukkan seluruh Pemimpin Manusia Rawa dari Lima Markas karena lokasi mereka terbilang cukup jauh.
" Hua'er... Sekarang hanya ada Dua Markas lagi yang belum kita kunjungi, yaitu berada di Wilayah Kota Linka dan Kota Heson." Ryu seraya berjalan.
" Gege... Apa kamu benar-benar ingin menghancurkan Kekaisaran Awan? " Xie Hua merasa bingung karena Ryu sudah mengumpulkan banyak Manusia Rawa.
" Mmmm... Aku yakin bahwa semua yang berhubungan dengan Kaisar Zou adalah Klan yang menghancurkan Klan Liu." ucap Ryu.
" Gege... aku hanya mengikuti saja. Gege ada benarnya juga." Xie Hua tidak menyalahkan Ryu.
" Kita sudah sampai di Kota Linka. Sepertinya disini cukup Aman." Ryu memperhatikan Pintu Gerbang Kota terdapat beberapa Penjaga terus melanjutkan langkahnya.
" Maaf Tuan, bisa tunjukkan Pengenalnya." Ucap salah satu Penjaga.
" Mmmmm." Ryu memperlihatkan Lencana yang diberikan Bi Zhang.
" Silahkan Tuan... Mari saya antar ke Kediaman Walikota." Pemimpin Penjaga memberi jalan.
" Mmmmm." Ryu mengerutkan kening karena tidak seperti biasanya.
Begitu juga dengan Xie Hua, merasa heran kenapa mereka langsung dituntun ke kediaman Walikota.
Setelah berada di depan Pintu Masuk Istana Walikota, Penjaga tersebut memberi Isyarat kepada Penjaga Pintu yang ada di tempat tersebut.
" Ah... Silahkan masuk Tuan..." Pemimpin Penjaga lain menuntun kembali Jalan Menuju Istana Walikota yang terlihat Megah.
" Penjaga... Siapa Mereka? " Ucap Sosok Wanita yang sudah berusia 35 Tahun namun masih terlihat Cantik seperti masih berusia 20 Tahun yang sedang duduk di Kursi Kebesarannya.
" Walikota Ye Kedua Orang ini memegang Lencana dari Walikota Zhang." Pemimpin Penjaga terlihat gugup.
" Oh... Silahkan masuk.!" Ting Ye memberi Isyarat kepada Ryu dan Xie Hua.
" Mmmmm." Ryu dan Xie Hua langsung masuk meskipun masih bingung, sedangkan Pemimpin Penjaga kini langsung kembali.
" Jadi kalian yang mampu mengalahkan Manusia Rawa itu yang aku dengar dari Walikota Zhang. Ternyata masih muda." Ting Ye memperhatikan mereka bergantian hingga terhenti menatap ke arah Ryu ' Sangat Tampan, sayangnya usiaku jauh lebih Tua darinya.' Ting Ye merasa tertarik kepada Ryu.
" Maaf... Silahkan duduk." Ting Ye mempersilahkan.
" Mmmmm" Ryu dan Xie Hua duduk di kursi yang tersedia.
" Pelayanan." Ting Ye memberi Isyarat.
__ADS_1
" Baik Walikota Ye." Kedua Pelayan meninggalkan ruangan tersebut.