
Namun kali ini, tepat di hadapan Wu Tian dimana Putri Duyung atau Shiren dimana lehernya telah terpotong.
" Sekarang kita lanjutkan perjalanan. Aku rasa tidak ada lagi gangguan. Karena aku yakin kelompok Perompak sudah banyak yang mati." Ryu sangat yakin bahwa Shiren sudah banyak memakan korban karena Aura Pembunuhnya sangat pekat.
" Baik Tuan." Wu Tian langsung menuju ruang kemudi.
Bersamaan dengan lajunya kapal, Ryu langsung mengambil Inti Jiwa Shireen lalu membuang mayatnya ke Dunia Quzhu.
" Dengan begini energi alam Dunia Quzhu semakin padat dan semakin luas. Aku harap akan lebih cepat menerobos." Ryu berjalan masuk ke dalam kapal menuju kamar utama.
Sedangkan keenam Hewan Kontrak terlihat masih duduk bersila untuk memulihkan kondisi, karena banyak mengalami luka dalam.
Bahkan dengan bantuan Pil pemulihan saja hampir tidak mampu.
*****
Dua bulan telah berlalu kini sebuah daratan mulai terlihat dari kapal, dimana Wu Tian langsung melaporkan hal tersebut kepada Ryu.
" Tuan..." Wu Tian yang baru saja ingin menemui Ryu, kini sudah berdiri di ruang kemudi.
" Wu Tian... Kita cari tempat yang aman untuk berlabuh agar tidak diketahui orang lain." Ucap Ryu.
" Baik Tuan." Wu Tian bergegas untuk mengemudi kapal membelokkan arah mereka.
Setelah beberapa saat kini mereka sudah berada di Benua Utara dan memilih tempat yang sepi untuk keluar dari kapal udara.
Di pinggir pantai kini terlihat Ryu, Dao Luo, Yan Ran, ketujuh Hewan Kontrak dan para wanita.
Sedangkan Wu Tian lebih memilih untuk tinggal di kapal udara agar bisa meningkatkan Kultivasi bersama para prajurit.
" Yu Wei, Yu Min dan kalian semua. Sepertinya kalian sudah lebih kuat dari sebelumnya." Ryu merasakan Kultivasi mereka sudah mencapai Pendekar Langit tahap awal.
Terlebih untuk Yu Min dan Yu Wei, mereka sudah mencapai Pendekar Langit tahap menengah.
" Tuan... Jika berkenan, aku dan saudara Yu Wei akan mengabdi kepada Tuan." Yu Min memberanikan diri untuk bersuara karena sangat senang dengan pencapaian mereka berkat Sumberdaya yang berlimpah dari Ryu.
Jika saja tubuh mereka mampu menyerap khasiat Pil lebih banyak lagi, maka mereka akan lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi.
Sayangnya kondisi tubuh makhluk hidup memiliki batasan tersendiri, karena itulah baik Ryu dan Istrinya juga tidak bisa menyerap khasiat Pil secara berlebihan agar tubuh mereka tidak meledak.
" Kami juga Tuan. Kamu siap mengabdikan diri kepada Tuan." 32 wanita yang lain juga ikut bersuara.
" Kalian harus meminta izin kepada Istriku terlebih dulu." Ryu langsung mengirim pesan jiwa kepada Istrinya, bagaimana pun juga mereka adalah wanita agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
__ADS_1
Mendengar apa yang dikatakan oleh Ryu, mereka pun saling berpandangan satu sama karena selama ini puluhan wanita itu belum tau jika sosok pemuda yang di hadapan mereka sudah memiliki Istri.
Dalam hitungan detik kini Sheng Zhishu dan yang lain langsung muncul di hadapan Ryu yang membuat puluhan wanita tersebut sontak kaget.
' Jadi ini semua Istri dari Tuan Ryu?' Yu Wei, Yu Min dan 32 Wanita seakan tidak percaya bahwa Pemuda yang di hadapan mereka memiliki 23 Istri yang sangat cantik.
Mereka yang awalnya sangat tertarik kepada Ryu, kini harus mengurungkan niat mereka karena kecantikan mereka tidak apa-apanya dibandingkan dengan 23 Istri Ryu.
" Gege... Ada apa kamu memanggil kami?" Sheng Zhishu menatap ke arah Ryu lalu menoleh ke arah 34 wanita yang ada di tempat itu.
Begitu pun dengan Xin Chie dan yang lain, mereka juga menatap ke arah 34 wanita itu sedikit menyelidik.
" Nona... Kami ingin mengabadikan diri kepada Tuan dan Nona semua." Yu Min memberanikan diri untuk bersuara meskipun sedikit ketakutan karena dia dapat merasakan Aura dari semua Istri Ryu begitu kuat.
" Kami melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang berbahaya. Kami tidak menjamin keselamatan kalian jika harus berhadapan dengan musuh." Sheng Zhishu menatap mereka secara bergantian.
" Keputusanku sudah bulat. Kami harus membalas kebaikan Tuan Ryu yang sudah menolong kami." Ucap Yu Min.
" Kami juga Nona..." Ucap wanita yang lain.
" Baiklah... Tapi sebaiknya kalian berlatih lagi, Paling tidak kalian semua sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir." Ucap Sheng Zhishu.
" Ba... Baik Nona." 34 wanita tersebut menjawab dengan serentak.
" Baik Tuan." 34 wanita memberi hormat lalu masuk kembali ke dalam kapal.
Setelah semuanya sudah ada di dalam kapal, Ryu langsung memasukkan kapal tersebut ke Cincin miliknya.
" Gege... Kami ingin menikmati pemandangan di Benua Utara ini. Tapi sebelumnya kami akan memakai pakaian yang sudah kami siapkan" Sheng Zhishu mengeluarkan beberapa lembar pakaian yang terbuat dari Sutra langit.
" Gege... Ini untukmu! kami akan berganti pakaian terlebih dulu." Sheng Zhishu memberikan masing-masing satu lembar pakaian kepada Ryu dan Istrinya yang lain.
Tanpa berkata apapun Ryu langsung mengambil pakaian tersebut lalu masuk ke Dunia Quzhu untuk berganti.
Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka juga kembali ke Dunia Quzhu dan memasang pakaian mereka masing-masing yang disertai dengan penutup wajah.
Dao Luo, Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak yang melihat mereka sudah menghilang, kini hanya menunggu sampai mereka kembali.
Setelah beberapa saat Ryu dan Istrinya langsung kembali ke pinggir pantai dimana yang lain sedang menunggu.
" Salam Tuan, Nona." Dao Luo, Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak menundukkan kepala.
" Mmm... Dao Luo, Yan Ran... Kita akan berangkat ke kota pelabuhan ini. Kita harus berbagi tugas. Untuk mencari berbagai informasi." Ucap Ryu.
__ADS_1
" Baik Tuan." Dao Luo dan Yan Ran memberi hormat lalu meninggalkan tempat tersebut.
" Shuijing, Chaizu, Jiejia... Kalian boleh ikut bersama mereka." Ryu memberi perintah.
" Baik Tuan." Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia menundukkan kepala lalu berjalan mengikuti Dao Luo dan Yan Ran.
" Qilin... Kamu sudah lama tinggal di Alam Jiwaku, kamu juga bisa mengikuti yang lain." Sheng Zhishu menatap ke arah Qilin yang berwujud Pria berbadan kekar.
" Terimakasih Nona." Qilin terlihat senang karena bisa diberikan kebebasan lalu berjalan mengikuti Tou Shuijing dan yang lain.
" Jiu Wei Hu.... Kamu juga sudah lama tinggal di Alam Jiwaku, kamu bisa mengikuti yang lain." Huli Yue menatap ke arah Jiu Wei Hu yang berwujud wanita cantik.
" Terimakasih Nona." Jiu Wei Hu sangat senang langsung membentuk bayangan merah dan berjalan di samping Chaizu.
Melihat tingkah dari Jiu Wei Hu, Jiejia sedikit kesal namun tidak berani untuk bersuara karena masih ada Tuan dan Nona mereka.
" Kongque.... Kamu boleh ikut bersama mereka." Tianhe menatap ke arah Kongque Merak langit yang berwujud wanita cantik.
" Terimakasih Nona." Kongque menundukkan kepala lalu terbang mendekati Tou Shuijing yang sudah berjalan.
" Jiaqin... Kamu boleh ikut bersama mereka." Qin Shuomei menatap ke arah Jiaqin Angsa Langit yang sudah berwujud wanita cantik.
" Terimakasih Nona." Jiaqin menundukkan kepala lalu terbang mendekati Tou Shuijing.
Melihat tingkah dari Hewan Kontrak tersebut Ryu dan Istrinya hanya menggelengkan kepala sambil mengambil arah lain untuk mencari berbagai informasi mengenai Benua Utara.
Setelah merasa sudah cukup jauh dari Ryu dan Istrinya, kini Jiejia langsung menarik tangan Chaizu karena dia tau rencana dari Rubah tersebut.
" Ciihhhh... Aku hanya mendekatinya saja tidak boleh." Jiu Wei Hu sedikit kesal.
" Bilang saja kalau kamu ingin merebut Suamiku." Jiejia membawa Chaizu untuk berjalan lebih cepat.
" Kamu tidak cocok untuk Chaizu.... Bagaimana jadinya seekor Harimau menikah dengan Laba-laba? Harimau lebih cocok dengan Rubah. Pasti anak mereka sangat kuat dan tampan." Jiu Wei Hu langsung mengejar dan menggandeng tangan Chaizu.
" Tidak boleh!" Jiejia langsung berdiri di tengah Chaizu dan Jiu Wei Hu.
" Aku hanya tertarik pada Tuan Ryu saja. Tapi statusnya sekarang sebagai Tuanku." Jiu Wei Hu tertunduk lesu.
" Jika kamu berani mendekati Tuanku, Aku akan mamakanmu hidup-hidup." Tou Shuijing dengan nada mengancam menatap ke arah Jiu Wei Hu.
" Gluug." Jiu Wei Hu menelan ludah berkeringat dingin.
Tentu saja Jiu Wei Hu sangat takut kepada Tou Shuijing karena wujud asli dari Tou Shuijing begitu mengerikan.
__ADS_1