
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Mendengar keterangan dari Tou Shuijing, Ryu mengingat kembali apa yang pernah disampaikan oleh Dewa Alkemis dimana dia mengatakan akan ada 12 kekacauan dimana Inti Jiwa yang dimaksud oleh Tou Shuijing adalah 12 Artefak Kuno.
Ryu tidak habis fikir belum dia menemukan keberadaan Penguasa Elemen yang lain, kini harus mencari keberadaan Makhluk Kuno tersebut.
Namun Ryu sangat yakin 12 Makhluk Kuno itu bukan perkara yang mudah dan sudah pasti mereka memiliki kekuatan yang besar.
" Shuijing... Apa kamu tau bagaimana dengan tingkat Kultivasi mereka?" Ryu bertanya kepada Tou Shuijing.
" Kultivasi mereka tidak terbaca, yang pasti mereka jauh lebih kuat dariku." ucap Tou Shuijing.
" Gluug." Ryu menelan ludah membayangkan bagaimana jika bertemu dengan Makhluk Kuno itu.
' Anak Muda... 12 Makhluk Kuno itu hanya bisa dikalahkan oleh orang yang memiliki lima sifat Putraku. Jika tidak, mereka bisa hidup berkali-kali.' Suara pesan jiwa Shen Weida dari Cincin pemulihan.
' Apa aku seburuk itu?' Ryu senyum masam karena menyandang predikat yang sangat buruk.
' Anak Muda... Kamu masih belum menyadari sifat aslimu. Nafsu, Licik, Serakah, dan kejam. Hanya saja sifat Baik yang ada padamu masih kental. Itulah sebabnya kamu bisa menekan sifat yang lain. Jika tidak, maka kamu akan menjadi makhluk yang mengerikan. Beruntung saja kamu memiliki Tubuh Agung, jika saja kamu terus membunuh, maka Wujud aslimu tidak lagi sebagai Manusia. Mungkin kamu memiliki wujud jauh lebih mengerikan dari sosok Hydra itu.' Pesan jiwa dari Shen Weida.
' Penguasa... Bagaimana caranya agar aku menghilangkan keempat sifat buruk itu?' Ryu bertanya melalui pesan jiwa.
' Anak Muda... Jika kamu tidak memiliki keempat sifat itu, mungkin sekarang kamu sudah mati. Banyak orang yang terlihat sangat baik, namun itu hanya sifat munafik.'
' Anak Muda... Aku hanya menitipkan pesan kepadamu. Jangan pernah membalas kejahatan dengan kebaikan atau kejahatan, tapi balas lah dengan Keadilan. Itu lebih baik dari pada orang munafik.' Shen Weida mengingatkan kepada Ryu.
' Aku akan mengingat Pesan dari Penguasa.' Pesan jiwa dari Ryu.
' Kalau begitu aku akan tidur lagi. Kondisiku masih belum pulih.' pesan jiwa dari Shen Weida.
Mendengar pesan dari Shen Weida, Ryu mengangguk setuju mengingat kembali serangkaian kejadian yang pernah dia alami maupun dari berbagai Kitab yang pernah dia baca.
Ryu juga mengetahui bahwa banyak dari Sekte Aliran Putih yang berpegang pada kebenaran, namun bersikap acuh dengan keadaan sekeliling mereka yang penting bagi mereka adalah tidak ingin membunuh.
Hal itu tentu dimanfaatkan oleh Sekte Aliran Hitam semakin merajalela karena jika mereka bertemu dengan Anggota Sekte Aliran Putih hanya diberikan Nasehat atau paling tidak bertarung tanpa membunuh yang tentunya tidak terlalu merugikan mereka.
__ADS_1
Seandainya saja semua Sekte Aliran Putih mau melakukan tindakan dan menghancurkan Sekte Aliran Hitam, maka semua Sekte Aliran Hitam tidak akan pernah berkembang pesat.
" Tuan... Aku akan membantu semampuku. " Ucap Tou Shuijing, meskipun dia belum yakin.
" Kami juga." Ucap Chaizu dan Jiejia.
" Kita tidak boleh bertindak gegabah... Kita harus meningkatkan Kekuatan kita terlebih dulu sebelum berhadapan dengan mereka." ucap Ryu.
" Baik Tuan." ucap mereka serempak.
Setelah melakukan percakapan, Ryu mencari tempat duduk untuk meningkatkan Aura Dewa Agung.
...----------------...
Di sebuah lembah yang cukup dalam dimana terdapat sebuah Sekte Ular yang sudah berdiri sejak Ribuan tahun yang lalu.
Di dalam sebuah ruangan terdapat beberapa sosok yang sedang berdiskusi.
" Rasanya percuma kita menutup diri selama lebih dari seratus tahun. Ternyata Sekte Gunung Phoenix meningkat pesat dari kita." ucap sosok yang berdiri di tengah mereka.
" Patriak... Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tanya salah satu Tetua.
" Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus bertindak untuk menekan mereka." ucap Patriak.
" Patriak... Menurut mata-mata yang aku kirim, Maktriak Sekte Gunung Phoenix adalah Istri dari Kaisar Ryu. Aku yakin perkembangan mereka yang begitu pesat, pasti ada hubungannya dengan Istana." ucap Tetua yang lain.
" Sepertinya mereka disokong banyak Sumberdaya oleh pihak Istana Kekaisaran Awan. Tapi itu tidak mungkin, karena Harta Kekaisaran Awan tidak akan mampu membeli Sumberdaya yang melimpah kepada Sekte Gunung Phoenix." Tetua yang lain ikut bersuara.
" Tetua benar... Tapi ini sangat sulit untuk dipercaya, kenyataannya sudah di depan mata kita." Ucap Patriak.
" Bagaimana kalau kita lakukan serangan terbuka? Aku yakin kemenangan ada di pihak kita." Ucap salah satu Tetua.
" Kalau begitu kita harus menyerang mereka secara diam-diam ketika anggota Sekte Gunung Phoenix sedang menjalankan misi atau melakukan perjalanan." salah satu Tetua memberi usul.
" Cukup masuk akal... Dengan begitu kita tidak banyak mengalami kerugian." ucap Patriak.
" Disamping menyerang mereka secara diam-diam, bagaimana kalau kita mencari murid baru jenius muda?" Tetua yang lain memberi usul.
" Sangat sulit untuk mencari jenius muda di wilayah Kekaisaran Awan, karena Pihak Istana memberikan upah yang sangat banyak. Bahkan menurut mata-mata, mereka juga diberikan Sumberdaya yang melimpah kepada para Prajurit Istana." ucap salah satu Tetua.
" Jika begitu, kita harus menyusup ke dalam Istana." Ucap Tetua yang lain.
" Itu bukan perkara mudah, Karena setiap orang yang masuk ke dalam Istana akan diuji dengan Bola Kristal yang mampu mendeteksi orang yang berniat buruk atau tidak. Dengan kata lain, hanya Kaisar, Permaisuri, Ratu, Menteri dan Jenderal saja yang tidak diperiksa."
" Sangat sulit dipercaya bagaimana pihak Istana Kekaisaran Awan bisa mendapatkan Pusaka langit seperti itu." Patriak menggelengkan kepala.
" Hanya dua sosok yang bisa menyelinap ke Istana Kekaisaran Awan yaitu Tetua Agung dan Guru Agung kita, karena hanya mereka berdua saja yang memiliki Teknik perubahan wujud." Ucap salah satu Tetua.
" Itu ide bagus." ucap Patriak.
" Apa yang kalian bicarakan?" Tanya satu sosok Pria yang terlihat masih Muda namun sudah berusia lebih dari dua ratus tahun yang diikuti sosok Wanita yang masih terlihat muda namun sudah berusia lebih dari seratus tahun.
" Salam Tetua Agung, Guru Agung." sambut mereka serempak.
" Apa kalian fikir itu hal mudah untuk menyelinap masuk ke Istana." sosok wanita yang bergelar Guru Agung.
__ADS_1
" Maksud Guru Agung?" Patriak mengerutkan keningnya.
" Untuk menyamar, kami harus menculik salah satu dari pihak Istana Kekaisaran Awan terlebih dulu. Dengan begitu kami bisa masuk dengan leluasa." ucap sosok Pria yang menjabat sebagai Tetua Agung.
" Tetua Agung benar... Jika kita berhasil menculik salah satu dari Jenderal, Perdana Menteri bahkan bila perlu menculik Ratu dari Istana Kaisar." Guru Agung menimpal.
Mendengar ucapan tersebut mereka saling berpandangan satu sama lain karena hal itu cukup masuk akal.
" Sepertinya kita akan sedikit bermain peran." ucap Tetua Agung.
Mereka pun mulai mengatur rencana tersebut dengan penuh kehati-hatian agar rencana mereka tidak ada celah sedikitpun.
...----------------...
Di dalam Istana Emas, Ryu yang baru saja keluar dari Alam Jiwa langsung menuju ke Sekte Gunung Phoenix karena baru saja mendapatkan pesan jiwa dari Hong Kian.
" Gege..." Hong Kian terlihat khawatir.
" Kian'er... Apa yang terjadi?" Ryu merasa penasaran.
" Nanti aku ceritakan. Sekalian mengenalkan Gege pada para Tetua dan yang lain." Hong Kian membawa Ryu keluar dari kediamannya menuju ruang rapat Sekte.
Di dalam perjalanan, anggota Sekte Gunung Phoenix yang belum pernah mengenal Ryu kini mereka sangat kagum saat pertama kali melihat Ryu.
" Ternyata Yang Mulia Kaisar sangat tampan dan berwibawa. Pantas saja Matriak bisa jatuh cinta kepadanya." bisik beberapa anggota Sekte Gunung Phoenix.
" Itu wajar saja, seperti mereka pasangan yang serasi." bisik yang lain.
Banyak sekali anggota Sekte Gunung Phoenix begitu mengagumi Ryu, apalagi dari kalangan anggota wanita muda. Namun mereka tidak hanya bisa menyimpan kekaguman mereka dalam hati mengingat Ryu ada Suami dari Matriak.
Ryu dan Hong Kian yang memiliki pendengaran yang baik tentu saja mendengar suara tersebut namun tidak terlalu menanggapi dan terus berjalan menuju ruang rapat Sekte.
" Maaf aku terlambat." Hong Kian berjalan mendekati tempat duduk jabatannya sambil menatap mereka yang sudah menunggu.
" Salam Yang Mulia Kaisar, Salam Matriak." mereka menundukkan kepala.
" Mmm... " Hong Kian dan Ryu menyapa ramah mereka sambil duduk di sebuah kursi yang tersedia.
" Sepertinya aku tidak perlu mengenalkan Suamiku kepada kalian, karena kalian sudah tau sendiri siapa yang disampingku." Hong Kian merasa mereka sudah mengetahui hal itu.
' Ternyata benar apa yang dikabarkan, Kaisar Ryu memang memiliki pesona tersendiri. Siapapun yang melihatnya pasti akan terpana. Pantas saja dia memiliki banyak Istri.' salah satu Tetua sangat terpana melihat penampilan Ryu.
" Para Tetua semuanya, Aku telah mendengar kabar bahwa beberapa anggota Sekte Ular mulai memata-matai Sekte Gunung Phoenix. Apa itu benar?" Hong Kian menatap mereka bergantian.
" Benar Matriak... Beberapa murid yang sedang menjalankan misi mengatakan bahwa mereka sering berkeliaran di wilayah Sekte Gunung Phoenix." ucap salah satu Tetua.
" Kalau begitu perketat lagi penjagaan di sekitar Sekte agar tidak kecolongan." ucap Hong Kian.
" Kalau boleh tau, bagaimana dengan kekuatan mereka?" Ryu ikut bersuara sambil menatap mereka bergantian.
" Yang Mulia Kaisar, Sekte Ular sudah berdiri sejak Ribuan tahun yang lalu. Kita tidak tau seberapa besar kekuatan mereka, karena lebih dari seratus tahun mereka menutup diri. Aku fikir mereka sudah ada yang mencapai Pendekar Surgawi." ucap salah satu Tetua.
" Gege... Aku harap kamu jangan bertindak gegabah. Sekalipun kita mampu melawan mereka, tapi Kekaisaran Awan akan mengalami kerugian banyak. Apalagi jika ditambah dengan adanya Pendekar Surgawi." Hong Kian mengingatkan bahwa itu bukan perkara yang mudah.
...----------------...
__ADS_1
Sekilas Info :
Untuk para pembaca setia, kemaren penulis ada kesibukan. Itulah kenapa penulis hanya bisa menyelesaikan satu episode saja. 🙏