SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
PERGERAKAN MUSUH


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


" Benar-benar mengerikan." Sheng Zhishu dan yang lain merasakan Aura Intimidasi yang sangat kuat membuat mereka berkeringat dingin.


Jika saja mereka masih berada di bawah Pendekar Langit Tahap Awal, mungkin tubuh mereka akan hancur berkeping-keping akibat Aura Intimidasi Naga Langit dan Aura Intimidasi Pendekar Langit Tahap Awal.


" Wuush." Ryu menutup kembali Tingkat Kultivasinya agar area sekitar tidak hancur.


" Selamat Sayang... Kamu telah berhasil." Sheng Zhishu sangat senang.


" Sayang... Terimakasih. Ini semua berkat bantuan kalian." Ryu keluar dari Reruntuhan Ruang Kultivasi.


' Jadi begini rasanya memiliki Tubuh Agung.' Ryu merasakan tubuhnya sangat ringan namun menyimpan kekuatan besar.


" Sayang.. Sekarang kamu benar-benar sangat kuat." Yunjiang berlari kecil langsung memeluk Suaminya.


" Haaahh... Mungkin aku akan memperbaiki Istana ini." Ryu memejamkan mata memperbaiki Seisi Istana yang sudah rusak.


" Sayang... Sepertinya kami harus kembali." ucap Sheng Zhishu.


" Di Dunia Abadi masih satu hari. Aku ingin menghabiskan waktu bersama kalian satu hari lagi." Ryu menggoda Ketujuh Istrinya.


" Sayang... Waktu Proses Penyerapan itu juga sudah." Yunjiang beralasan namun sebenarnya dia juga mengharapkan hal itu.


" Waktu Proses Penyerapan itu berbeda. Tapi dengan Tubuh Agung ini aku akan menjalankan kewajiban seorang Suami untuk melayani kalian sekaligus." Ryu merasa ada Energi lain yang mengharuskan dia untuk menyalurkan Energi itu kepada Istrinya.


" Baiklah... Kami terima tantangan mu." Sheng Zhishu merasa bahwa Suami mereka membutuhkan hal itu dan berfikir adalah efek dari Tubuh Agung.


Pada hari kedua di Dunia Abadi kini Ryu telah keluar dari Dunia Quzhu menuju Kamar Utama Istana Kaisar.


" Mana Hua'er?" Sheng Zhishu melihat seisi ruangan kosong.


" Kalian jangan dulu pergi. aku akan mencarinya sebentar." Ryu meninggalkan Kamar Utama.


" Kekuatan Suami kita benar-benar mengerikan." Huli Yue bersuara terbayang apa yang dilakukan Ryu kepada mereka.


" Kamu benar... Apa itu efek dari Tubuh Agung." ucap Yuwang.


" Tubuhku terasa pegal semua, hampir mencapai batas kemampuanku. Tapi setelah itu aku merasakan ada Energi lain mengisi Dantianku. " Xin Chie merasa Energinya bertambah banyak meski sangat melelahkan.


" Aku juga. Meski sangat melelahkan, tapi Dantianku semakin kuat." Tianhe menambahkan.


" Sebenarnya aku menginginkannya lagi, tapi tubuhku sudah mencapai batas." Sheng Zhishu ikut bersuara sambil menggelengkan kepala.


"..." Semua terdiam langsung menatap Sheng Zhishu dengan intens.


" Apa yang kalian lihat? Pasti kalian juga berharap demikian." Sheng Zhishu tersadar ucapannya sambil menatap mereka bergantian.


Mendengar ucapan dari Sheng Zhishu semua mengangguk namun jika dipaksakan bisa beresiko.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Ryu telah kembali bersama Xie Hua.


Setelah berbincang beberapa saat, Sheng Zhishu dan yang lain berpamitan dan kembali ke tempat masing-masing yang kini hanya ada Ryu, Xie Hua dan Liu Guangxi.


' Mengapa Perasaanku seperti ini? Apa karena Tubuh Agung yang aku miliki?' Ryu membatin karena hasratnya masih belum terpenuhi sambil menatap Xie Hua.


" Gege... Ada apa denganmu?" Xie Hua menatap Suaminya yang terlihat aneh.


" Ah... Tidak ada. Aku hanya merasa sedikit pusing." Ryu menyembunyikan hasratnya.


' Hua'er masih tahap pemulihan sehabis melahirkan. Aku tidak mungkin melakukan itu.' Ryu membatin.


Karena tidak tahan dengan hasratnya, Ryu keluar dari kamar mencari Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan untuk menyalurkan keinginannya.


Setelah menyalurkan Energi Aneh pada Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan selama semalam di Dunia Abadi dan Artinya memakan waktu lebih dari tiga bulan di Dunia Quzhu Ryu membawa mereka kembali ke Kamar kediaman Wang Mingjun.


" Gege... Maaf. Kami sangat menginginkan hal itu, bahkan kami sangat bahagia. Tapi kami sudah mencapai batas kemampuan tubuh kami." Wang Mingjun sangat bahagia dengan perlakuan Suami mereka, namun mereka sadar akan fisik mereka.


" Gege, Meridianku sekarang sangat kuat. Tapi fisikku mencapai batas." Shu Meilu sangat bahagia meski harus lelah.


Baik Wang Mingjun, Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan kini memiliki kebanggaan tersendiri dengan Suami mereka Apalagi meridian mereka yang bertambah kuat.


Ryu yang mengetahui kondisi tubuh mereka juga memaklumi hal itu meskipun keinginannya masih belum tersalurkan.


Bahkan Ryu juga mengunjungi Ting Ye, tapi Ting Ye juga Kewalahan hingga menyerah sampai akhirnya Ryu mendatangi Jiang Caiping di Penginapan Giok Bulan.


Setelah menyalurkan Energi Aneh pada Jiang Caiping, Jiang Caiping juga merasa keawalahan meski berkat Energi Aneh pada tubuh Ryu dia mampu menerobos Pendekar Langit Tahap Awal.


" Gege... Terimakasih banyak. Sepertinya Meridianku semakin kuat. Tapi sayangnya aku tidak mampu lagi." Jiang Caiping sangat bahagia meski harus kelelahan.


" Tidak masalah Ping'er... " Ryu tidak bisa memaksa Jiang Caiping, karena juga mengalami nasib yang sama seperti istrinya yang lain.


" Kalau begitu aku pamit dulu." Ryu kembali menuju Istana Kaisar.


Saat berada di Kamar Utama Istana, Ryu terlihat bingung karena atas sikafnya sendiri yang tidak seperti biasanya.


' Aku harus menahan. Ini tidak boleh terjadi.' Ryu mencoba menahan gejolak Energi pada tubuhnya dengan menenangkan diri sambil berbaring untuk beristirahat.


Saat menjelang sore, Ryu terbangun karena mendengar suara dari Xie Hua.


" Qi'er... Kapan kamu datang?" Ryu menatap Ling Queqi yang sedang berbicara dengan Xie Hua.


" Kami baru datang tiga jam yang lalu. Aku melihat Gege sedang tertidur pulas, makanya aku tidak ingin membangunkan mu. " Ling Queqi menggelengkan kepala.


" Sepertinya aku tidur terlalu lama." Ryu mengerutkan kening.


" Gege... maaf, aku tidak memberitahukan dengan kedatangan kami. Tapi semua sudah selesai." ucap Ling Queqi.


" Oh ya... Aku hampir lupa, Ini Pil Pemulihan warisan dari Leluhur kami. Pil ini mampu memulihkan kondisi sehabis melahirkan." Ling Queqi memberikan sebuah Pil kepada Xie Hua.


" Terimakasih qi'qi." Xie Hua sangat senang.


" Gege... Aku memerlukan Dunia Quzhu untuk menyerap Pil ini agar lebih cepat." Xie Hua meminta izin.


" Baiklah. kamu bisa membawa qi'er bersamamu." ucap Ryu.


" Mmmm... qi'qi... Ayo ikut denganku. Gege tolong jaga xi'er." ucap Xie Hua membawa Ling Queqi menuju Dunia Quzhu.


" Mmmm." Ryu mengangguk lalu menggendong anaknya.


" Tok... Tok... Tok... " Terdengar suara ketukan pintu kamar.


Ryu langsung beranjak membuka Pintu yang terlihat ada Empat Pelayan sedang berdiri di depan pintu.


" Salam Yang Mulia Kaisar, sudah waktunya kami mengurus Yang Mulia Putra Mahkota." ucap salah satu Pelayan.


" Oh... Silahkan masuk." Ryu mempersilahkan lalu membaringkan kembali Guangxi.


Keempat Pelayan yang melihat Xie Hua sedang tidak ada di Kamar, kini terlihat gugup sambil melirik ke arah Ryu yang sedang menikmati secangkir teh.

__ADS_1


Ryu yang menyadari hal tersebut hanya tersenyum lalu mengirim pesan jiwa kepada Wang Mingjun.


Setelah beberapa saat bukan hanya Wang Mingjun yang datang, tapi juga ada Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan.


Setelah beberapa saat Keempat Pelayan tersebut keluar dari kamar karena pekerjaan mereka sudah selesai.


" Gege... Untuk malam ini biar aku yang mengurus Putra Mahkota." Wang Mingjun menawarkan diri.


" Aku juga." Shu Meilu, Qin Shuomei dan Li Jilan ikut bersuara.


" Baiklah... Tolong jaga xi'er." ucap Ryu.


" Mmmm." mereka mengangguk lalu membawa Liu Guangxi beserta perlengkapan bayi.


Setelah mereka pergi, Ryu kembali membaringkan tubuhnya untuk beristirahat, sambil menenangkan pikiran untuk menahan gejolak yang ada pada tubuhnya.


Saat sudah malam, Ryu kembali terbangun karena kedatangan Xie Hua dan Ling Queqi yang baru saja keluar dari Dunia Quzhu.


" Gege... Dimana xi'er?" Xie Hua terlihat khawatir.


" Dia bersama Jun'er dan yang lain." ucap Ryu yang masih terbaring.


" Gege... Sepertinya kondisiku sudah pulih total. Apa kita harus melakukannya?" Xie Hua menggoda Suaminya karena masih berbaring.


" Apa kamu yakin?" Ryu terlihat Ragu.


" Gege... Di Klan Ling adalah ahli dalam Pembuatan Pil. Jadi Gege tidak perlu khawatir. Dengan Pil ini aku rasa tenaga kami bisa meningkatkan hingga lima kali." Ling Queqi memperlihatkan 2 Pil di tangannya lalu membagikan kepada Xie Hua.


Melihat hal itu, Ryu teringat akan Ling Xianzi yang seakan tidak kehabisan tenaga saat berhubungan dengannya kini terlihat senang, dengan begitu Energi pada tubuhnya bisa tersalurkan.


" qi'qi... Apa kamu yakin?" Xie Hua terlihat ragu.


" Yang Mulia Permaisuri tenang saja. percayalah padaku." Ling Queqi meyakinkan.


" Baiklah." Xie Hua menarik Ryu dan Ling Queqi langsung ke Kamar di Dunia Quzhu.


" Hua'er... kamu faham saja." Ryu tersenyum lebar.


Malam itu juga Ryu menyalurkan Energi pada tubuhnya kepada Xie Hua dan Ling Queqi.


Pada Keesokan pagi mereka sudah keluar dari Dunia Quzhu dimana berkat Energi dari Tubuh Ryu, Ling Queqi yang awalnya hanya mencapai Pendekar Bumi Tahap Menengah, kini langsung naik ke Pendekar Langit tahap Awal.


Sedangkan untuk Xie Hua masih berada di Pendekar Langit Tahap Akhir karena sebelumnya Energi Deri kelopak Anggrek Nirwana terbagi kepada Liu Guangxi.


Dengan adanya bantuan dari Xie Hua dan Ling Queqi, kini Energi pada tubuh Ryu sudah membaik seperti semula dan diapun bernafas lega.


......................


Sekitar Satu Kilometer di bagian Utara Istana Kaisar, 47 Ribu Pasukan Gabungan dari Empat Kerajaan yang sedang mengepung Istana Kekaisaran Awan.


Di tempat itu juga terdapat 20 Jenderal Para Prajurit dan Kultivator bayaran.


" Jenderal Kapan kita akan menyerang? " tanya jenderal lain.


" Tiga Hari lagi, Yang Mulia Kaisar mengatakan bahwa biarkan Banyak yang mengetahui hal ini biar nyali mereka ciut ." ucap Jenderal lain.


" Benar... Itulah kenapa Yang Mulia Kaisar menyuruh kita mengambil Rute melewati Hutan. Setelah Istana Kekaisaran Awan sudah dihancurkan, kita bebas melakukan penyerangan terhadap Kota Lain."


" Aku Rasa Yang Mulia Kaisar terlalu berlebihan, Bukankah Yang Mulia Permaisuri mengatakan bahwa Pasukan di Kekaisaran Awan kurang dari 10.000 Pasukan."


" Kita ikuti saja Perintah Yang Mulia Kaisar. Yang penting kita bisa mengambil keuntungan dan Pasukan kita tidak mengalami banyak kerugian."


" Tapi Yang Mulia Kaisar mengingatkan kita agar tidak membunuh Permaisuri dan Ratu di Kekaisaran Awan, Karena dia ingin menjadikan mereka sebagai Selirnya."


" Itu Pekerjaan mudah. Itu artinya kita menyisakan orang di dalam Istana saja."


" Sekarang kita bergerak lagi mendekati Ibu Kota Hasperia."


" Baik." Sahut mereka serempak.

__ADS_1


__ADS_2