
Di dalam Istana Kaisar Shandian Bai , terlihat Ryu dan rombongannya disajikan berbagai macam aneka makanan di atas meja yang memanjang.
Meskipun mereka berasal dari kalangan biasa, namun Kaisar Shandian Bai tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Bahkan beberapa petinggi hanya tersenyum menggelengkan kepala mereka saat menyaksikan tingkah laku dari tamu mereka bahkan bisa dibilang tamu Istimewa.
Di pihak lain beberapa pihak Bangsawan merasa risih melihat kejadian tersebut, namun mereka tidak berani menunjukan kekesalan mereka mengingat Kaisar Shandian Bai telah mengatakan bahwa mereka adalah tamu istimewa.
Selang beberapa saat, muncul Jendral Zheng Lie dan Kaisar Shandian Bai.
Di Belakang mereka terlihat sosok Pemuda yang sangat tampan dan berwibawa bersama dua Wanita yang Sangat Cantik, yaitu Putra Mahkota Shandian Dalu! Putri Shandian Jinzi dan Permaisuri Dong Nushin
" Hormat kepada Yang Mulia Kaisar! "
" Hormat kepada Yang Mulia Permaisuri"
" Hormat kepada Putra Mahkota dan Tuan Putri" Semua yang ada di ruangan tersebut menunduk.
Kaisar Shandian Bai menjawab dengan senyuman dan anggukan kepala menyapa ramah kepada mereka.
Para Tamu merasa sangat kagum melihat ketampanan Putra Mahkota terlebih Tuan Putri yang sangat anggun dengan wajah Cantik putih bersih.
" Pertama-tama kami dari Pihak Kekaisaran Petir mengucapkan terimakasih atas bantuan kalian kepada pihak Kekaisaran untuk melawan pemberontak. " Kaisar Shandian Bai
" Terutama untuk Sekte Gunung Suci yang telah ringan tangan. Kami pihak istana juga berharap bisa menjalin kerja sama dengan Sekte Gunung Suci. "
" Untuk para Pendekar, kami juga mempersilahkan jika ada yang ingin menjadi Prajurit Kekaisaran. " Kaisar Shandian Bai menutup pembicaraan.
Kaisar kemudian memandang seorang pemuda yang terlihat berkharisma dengan tatapan seperti mata Elang.
Di belakang Kaisar Shandian Bai juga terdapat satu pasang mata yang terus memandang wajah Ryu penuh kekaguman akan ketampanannya.
" Apakah anda Pendekar Ryu?" Tanya Kaisar Shandian Bai kepada pemuda yang tengah berdiri paling ujung dari kelompoknya.
" Benar Yang Mulia Kaisar. " Ryu senyum ramah menundukan kepalanya.
" Deeeg." Jantung Putri Jinzi melihat senyuman dari Ryu seolah menatapnya, meskipun hanya sekilas.
__ADS_1
" Aku sangat berterimakasih atas aksi Heroik mu membalikkan situasi pertempuran yang membawa pengaruh besar memperoleh kemenangan. Terlebih kau telah menundukkan Monster Harimau Suci yang sering membuat keonaran di kekaisaran Petir ini. " Ucap Kaisar.
" Sudah menjadi Kewajibanku sebagai rakyat Kekaisaran Petir Yang Mulia." Jawab Ryu sambil menundukkan kepalanya.
" Ah... Aku hampir lupa, Pengawal." Ucap Kaisar Shandian Bai sambil menoleh ke arah Pengawal.
Seketika para Pengawal membawa beberapa Peti di hadapan mereka.
" Sebagai rasa terimakasihku, aku harap kalian bisa menerima hadiah kecil dariku. " ucap Kaisar membagikan satu Peti Kecil berisi 10.000 Batu Roh kepada setiap para Kultivator yang ikut berperang, 2 peti besar kepada Tetua Sekte dan masing-masing satu peti besar kepada Ryu dan semua Istrinya.
Hal itu tentu saja membuat Ryu dan 23 istrinya beserta para 30 Kultivator muda yang ikut dengannya memasang wajah masam.
Hal Itu bukan karena masalah jumlah yang diberikan, tetapi mereka sudah merasakan cukup dari rampasan mereka di Sekte Naga Hitam.
Terlebih untuk Ryu dan Istrinya yang sudah tidak tertarik sedikitpun kepada semua Harta tersebut.
" Maaf Yang Mulia Kaisar... Bukan niat hamba menolak, tapi alangkah lebih baik jika harta ini bisa digunakan untuk keperluan yang lain." Ryu memberi hormat.
" Pendekar Ryu, niat baikmu sangat mulia. Tapi jangan kecewakan kami." Ucap Kaisar Shandian Bai.
" Yang Mulia Kaisar... Jika berkenan, kami mohon pamit undur diri menuju ke Sekte Gunung Suci. " Ucap Tetua Wu.
Tetua Wu dan yang lain sebenarnya ingin membawa Ryu dan Istrinya bersama mereka. Namun situasi tersebut sangatlah tidak menguntungkan, karena mereka sebagai tamu kehormatan Kaisar Shandian Bai.
" Baiklah jika itu keinginan kalian, aku tidak bisa menahan kalian. Sekali lagi, terimakasih atas bantuan kalian semua." ucap Kaisar Shandian Bai Tulus.
" Baik Yang Mulia. kami pamit. " Tetua Wu dan Rombongannya menuju keluar Istana.
" Jika demikian, kami juga mohon pamit Yang Mulia Kaisar." Ryu memberi hormat lalu meninggalkan ruangan tersebut bersama kelompok barunya.
Kaisar mengangkat tangannya memberi isyarat untuk mempersilahkan dengan senyum ramah.
Setelah Ryu dan Istrinya beserta para Kultivator lainnya juga mohon pamit untuk undur diri.
Namun ada juga yang mencari peruntungan menjadi Prajurit Kekaisaran Petir atas tawaran Kaisar Shandian Bai sebelumnya.
" Ayah... " Putri Shandian Jinzy terlihat murung.
__ADS_1
" Ada apa Putriku? " Tanya Kaisar Shandian Bai.
" Kenapa Ayah tidak mengizinkan Pendekar Ryu menginap disini? Bukankah dia banyak membantu Kekaisaran?" Jinzy menunduk malu.
Melihat reaksi anaknya tersebut Kaisar Shandian Bai terlihat senyum kecut karena mengetahui keinginan dari Putrinya tersebut.
" Putriku... Apak kau menyukainya? " Tanya Kaisar.
" Deeeg." Jantung Putri Jinzy seakan terhenti seketika pipinya memerah lalu mengangguk pelan.
" Hah... Putriku... Apa Kau melihat 23 Wanita bercadar di dekatnya tadi? 23 wanita itu adalah Istri dari Pendekar Ryu. Apa kau ingin menjadi Istri ke 24?" Kaisar sedikit menggoda anaknya yang sebenarnya dia mengharapkan hal tersebut.
Namun Kaisar Shandian Bai juga tidak ingin menjodohkan Putrinya tanpa persetujuan dari Putrinya itu dan tentu harus mendapatkan persetujuan dari istri Ryu.
Mendengar ucapan Ayahnya, tubuh Putri Jinzy terasa seperti tersambar petir di siang bolong bahkan hatinya terasa perih.
Dia tidak menyangka bahwa Orang yang dia suka telah memiliki istri bahkan berjumlah 23 Istri.
" Apa? Semua 23 wanita itu adalah Istri dari Pendekar Ryu? Aku tidak menyangka Pemuda itu sangat beruntung memiliki Istri yang cantik menyamai Zy'er. Meskipun mereka memakai penutup wajah, tapi aku sangat yakin. " Putra Mahkota kaget sekaligus keceplosan.
Tentu saja Putri Jinzy sangat marah kemudian berlari kecil meninggalkan ruangan tersebut.
Melihat kejadian tersebut, Kaisar dan Permaisuri hanya bisa menggelengkan Kepala.
*******
Di Hutan Giok terdapat dua sosok yang terlihat dengan wajah masam bahkan seperti orang yang sedang menangis menatap semua bangunan yang ada di Sekte Giok Hitam kini telah menjadi Abu.
" Saudara Heng... Apa yang harus kita lakukan sekarang? Semua sekte kita kini telah menjadi Abu. " ucap Patriak Guo.
" Untuk sekarang, aku tidak memiliki tujuan. Saudara... Siapa sebenarnya yang telah membakar hangus sekte kita? " Tanya Patriak Heng.
" Aku juga belum tau pasti. Aku rasa yang melakukannya adalah Sekte Aliran Hitam. Tapi siapa yang berani melakukannya? " ucap Patriak Guo.
" Lebih baik sekarang kita mencari tempat baru untuk mengumpulkan kekuatan dengan Harta yang tersisa di cincin Ruang. Dengan demikian kita akan membalaskan dendam kita. " Ucap Patriak Heng.
Mereka pun meninggalkan tempat tersebut mencoba untuk mencari wilayah baru untuk mendirikan Sekte Giok Hitam dan Sekte Naga Hitam dimana kedua Sekte tersebut telah rata dengan tanah.
__ADS_1