SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
ANGGREK NIRWANA


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Dari Sekte Aliran Netral Juga terlihat Ling Sancuo Paktriak Sekte Kuil Bambu, Bao Mingson Paktriak Sekte Menara Awan.


Tempat lain juga terlihat beberapa Pemimpin Kota kecil, Klan Kecil, Sekte Kecil dan Dua Sosok Wanita Cantik dari aliran Hitam yaitu Lan Liwei Maktriak Sekte Kabut Ilusi dan Hong Kian Maktriak Sekte Gunung Phoenix.


Melihat kehadiran Dua sosok Wanita tersebut, meraka saling bertanya satu sama lain.


Ryu yang melihat hal itu hanya tersenyum karena dia sudah tau kalau Kedua Maktriak itu hadir karena perintah dari Leluhur mereka yaitu Huli Yue dan Yuwang.


Sekte Gunung Phoenix sebenarnya adalah Aliran Putih, namun karena tidak sependapat dengan Ideologi dari Kaisar sebelumnya maka mereka di cap sebagai Aliran Hitam.


Dari seluruh tamu undangan yang baru saja mengenal Kaisar Ryu seakan terhipnotis dengan Kharisma yang terpancar dari Kaisar Ryu apalagi masih terlihat Muda.


Tidak sampai disitu saja, Para tamu undangan juga melihat penampilan Permaisuri dan Ratu yang lainnya seakan menambah keagungan seorang Kaisar yang memiliki Istri yang sangat cantik.


Dari kesekian Tamu Undangan yang terlihat kagum, hanya ada Dua sosok Wanita yang langsung berubah dengan wajah memerah yaitu Su Ziya dan Su Jieyu Istri dari Walikota Bei.


Mereka mengenal jelas Sosok Kaisar Ryu yang pernah berhubungan badan dengan mereka saat terkena Racun Kelinci Merah.


Hal itu tentu saja selalu terbayang di mata mereka yang seakan ingin mengulang kembali kejadian itu.


Namun kali ini mereka benar-benar mengurungkan niat mereka karena Pemuda yang mereka kenal dulu sekarang sudah menjadi Kaisar.


Saat Acara Pernikahan selesai, pada sesi penutup diadakan sebuah Hiburan dan Para Tamu Undangan juga menikmati hidangan yang telah disediakan.


Di ujung acara, Para tamu bergantian untuk bersalaman memberikan Hadiah kepada Kaisar Ryu maupun Istrinya yang lain.


" Salam Yang Mulia Kaisar. Mohon maaf karena kami hanya bisa memberikan Hadiah seperti ini." Hong Kian yang mendapatkan giliran langsung memberikan sebuah Inti Roh Hewan Ilahi Serigala Besi.


" Terimakasih Matriak." Ryu senyum ramah.


Melihat apa yang diberikan oleh Matriak Sekte Gunung Phoenix, Sekte Aliran Putih dan Netral yang awalnya mengira hanya memberikan hadiah biasa kini merasa malu karena Pemberian dari Hong Kian lebih berharga dari pemberian meraka.

__ADS_1


" Yang Mulia Kaisar, mohon terimalah Hadiah dari kami." Lan Liwei yang mendapat giliran memberikan Anggrek Nirwana.


" Apa? " semua membulatkan mata tertuju pada benda tersebut karena Anggrek Nirwana yang sudah berusia Ribuan Tahun.


Anggrek Nirwana adalah Harta langit untuk meningkatkan Kultivasi agar bisa naik tiga tingkat setiap Kelopaknya untuk pemilik Tubuh Abadi.


Jika dipakai oleh Kultivator biasa Anggrek Nirwana hanya memiliki efek naik tingkat untuk satu kali saja.


" Terimakasih Matriak." Ryu sangat senang.


' Ciihhhh... Sepertinya kedua Aliran Hitam ini ingin mempermalukan Aliran Putih ' Bing Ruyue yang berdiri di barisan belakang menggerutu dalam hati.


' Aku tidak boleh kalah dari mereka.' Bing Ruyue yang awalnya hanya ingin memberikan Senjata Roh tingkat Langit kini tertantang untuk memberikan Harta yang lebih tinggi lagi.


Sebenarnya Lan Liwei memberikan Harta langit tersebut karena untuk menyerap satu Kelopak saja membutuhkan waktu Selama seratus tahun, dan jika sangat beruntung akan membutuhkan waktu Enam Puluh Tahun itu artinya membutuhkan waktu Delapan Ratus Tahun untuk menyerap Energi yang ada pada Anggrek Nirwana yang berjumlah delapan kelopak.


" Yang Mulia Kaisar, mohon terimalah hadiah dari Sekte Lembah Es " Bing Ruyue yang mendapatkan giliran terakhir memberikan Bunga Es Abadi.


Sekali lagi mereka membulatkan mata karena Bunga Es Abadi memiliki khasiat yang sama dengan Anggrek Nirwana yang juga memiliki delapan kelopak.


" Kenapa dengan ketiga Matriak itu? Apa mereka ingin bersaing ingin mencari perhatian Yang Mulia Kaisar?" bisik beberapa sosok kepada yang lain.


" Ciihhhh, tidak tau malu dengan usia mereka."


" Mungkin mereka kalah dalam segi Usia, tapi mereka masih terlihat masih muda dan tidak kalah dari Istri Kaisar Ryu."


" Kamu benar, jika difikir tidak ada salahnya meraka mencari Perhatian Kaisar, dengan Usia lebih dari Seratus Tahun pasti lebih berpengalaman."


Semua tamu undangan memiliki tanggapan masing-masing kepada Ketiga Matriak tersebut. Sebenarnya Hong Kian dan Lan Liwei melakukan hal tersebut karena Leluhur Sekte meraka yang meminta untuk datang dan memberikan Hadiah terbaik dari sekte walaupun mereka tertarik pada Kaisar.


Untuk sekarang Hong Kian sudah berusia 167 Tahun dan artinya dia hidup menyendiri 127 Tahun hanya menghabiskan waktu untuk Berkultivasi.


Suami Lan Liwei juga meninggal saat dia berusia 35 Tahun dan memiliki seorang Putra dimana Usianya sekarang sudah 165 Tahun dan artinya dia hidup menyendiri 130 Tahun.


Sedangkan Bing Ruyue yang sudah berusia 152 Tahun memang sebagai Syarat utama menjadi Matriak Sekte Lembah Es harus dalam keadaan Suci dimana itu adalah tradisi dari generasi ke generasi.


Bing Ruyue memberikan Bunga Es Abadi hanya karena Gengsi dan tidak ingin Aliran Putih dipermalukan oleh Aliran Hitam di depan orang banyak.


Ketika seorang Kultivator sudah mencapai Pendekar Langit ke atas, mereka sudah mampu untuk meregenerasi organ tubuh mereka agar terlihat awet muda dan itu hanya bisa terjadi jika mereka menjalani Kultivasi tertutup selama Puluhan hingga Ratusan Tahun.


Kembali ke acara pernikahan yang sudah selesai, para Tamu Undangan kini mulai meninggalkan tempat dimana Ryu, Ling Queqi dan Ling Xianzi juga beranjak dari Kursi Pelaminan menuju Kamar Pengantin.


Sesampai di Kamar Pengantin mereka telah disambut dengan Aroma wewangian yang menambah suasana Romantis untuk malam Pertama mereka.


Di kamar Utama, terlihat Xie Hua dan Ting Ye juga mengajak Jiang Caiping agar bisa tinggal bersama mereka untuk beberapa hari.


Awalnya Jiang Caiping ingin langsung Pulang, namun karena desakan Xie Hua dia pun tidak bisa menolak karena dia menganggap itu adalah Perintah dari Permaisuri.


Di dalam Kamar Pengantin terlihat Ling Queqi merasa gugup karena baru kali ini mendekati seorang Pria, Namun untuk Ling Xianzi yang sudah terbiasa tentu saja bisa masih terlihat santai meskipun dalam keadaan terpaksa karena demi sebuah Ambisi.


Ryu yang baru saja mengganti pakaiannya kini langsung duduk di sebuah kursi sambil memperhatikan gerak-gerik mereka yang enggan mendekatinya.


Satu hal yang sebenarnya Ryu fikiran, dia sendiri tidak ingin memiliki Istri terlalu banyak.

__ADS_1


Namun semua sudah terjadi, entah itu anugerah atau musibah yang membuat Ryu seakan tidak berdaya.


Ryu yang melihat hal itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala berniat untuk meninggalkan mereka berdua karena dia berpikir jika kedua wanita itu tidak terlalu menghiraukannya, maka hal itu akan lebih baik dimana Ryu bisa mengembalikan Ling Queqi dan Ling Xianzi ke Sekte Kuil Bambu.


Alasan Ryu sangat sederhana, dimana dia bisa memberikan Harta yang berlimpah kepada Sekte Kuil Bambu atau Klan Ling sebagai kompensasi.


Memanfaatkan situasi tersebut Ryu langsung meninggalkan kamar pengantin berniat untuk menemani Xie Hua dan Istrinya yang lain.


" Gege... Kamu mau kemana?" Ling Queqi berinisiatif untuk menahan Ryu yang terlihat ingin meninggalkan Kamar Pengantin.


Melihat hal tersebut Ling Xianzi berusaha untuk bersandiwara meski Ryu adalah Pemuda yang tampan, namun karena ambisi dia tetap memilih Shin Hye Gang Sebagai kekasihnya.


" Gege... Kenapa kamu mau keluar? bukankah malam ini adalah malam Pengantin kita." Ling Xianzi bersuara lembut sambil merangkul Ryu.


" Aku mau cari Angin segar." Ryu menyembunyikan tujuan sebenarnya.


" Aku ikut." Ling Queqi langsung memegang tangan Ryu, tidak ingin ada kesalahan atas sikap sebelumnya.


" Gege... Aku minta maaf." Ling Xianzi menarik tangan Ryu.


" Gege.... Aku sangat mencintaimu. Hanya saja ini adalah pertama kali aku mendekati seorang Pria." Ling Queqi memeluk Ryu.


' Kenapa jadi begini? seharusnya aku harus bersikap adil.' Ryu merasa tidak enak lalu berbalik ke tempat semula.


" qi'er, zi'er, " Ryu meminta mereka untuk mendekatinya.


" Mmmm." Ling Queqi mengangguk lalu duduk di samping Ryu dan menyandarkan kepalanya.


Melihat Ling apa yang dilakukan Queqi, Ling Xianzi juga melakukan hal yang sama.


" Gege... Jika aku salah, kamu bisa memarahiku." Ling Queqi menganggap Ryu sedang marah kepadanya.


" qi'er... Aku tidak marah padamu." Ryu meyakinkan kepada mereka langsung mengangkat tubuh Ling Queqi menuju Ranjang Pengantin.


Melihat apa yang dilakukan oleh Ryu, Ling Queqi langsung memasang wajah memerah mencoba mengendalikan rasa malu karena takut Ryu kecewa lalu mengalungkan tangannya di leher Ryu.


Ling Xianzi yang menyaksikan hal itu juga berjalan mendekati mereka melakukan apa yang diinginkan Ryu agar tidak kecewa karena tujuannya ingin menguasai Kekaisaran Awan dengan bantuan Kaisar Gang.


" Gege... Aku siap." Ling Queqi memejamkan matanya sambil mencium bibir Suaminya dengan lembut.


Sebagai Suaminya, Ryu membalas Ciuman tersebut membuat gerakan jari menyentuh tubuh Ling Queqi seketika itu juga Ling Queqi merasakan sensasi yang luar biasa hingga gerakannya semakin liar.


Ling Xianzi yang juga terpancing dengan suara ******* dari Ling Queqi, dia lang berinisiatif untuk melepaskan pakaiannya memperlihatkan Gunung Kembarnya yang mulus sambil meraba bagian dada Ryu hingga turun kebawah.


Mereka pun satu-persatu melepaskan pakaian mereka dan menikmati malam pertama untuk menyalurkan keinginan mereka sebagai Suami Istri.


Setelah melewati malam panjang mereka, terlihat sebuah senyuman kebahagiaan dari raut wajah Ling Xianzi dan Ling Queqi yang tidak menyangka bahwa Ryu mampu membuat mereka kewalahan.


" Terimakasih Gege... Cup... " Ling Queqi mencium kening Ryu penuh kelembutan.


" Gege... Kamu sangat perkasa. Cup..." Ling Xianzi tidak mau kalah juga ikut mencium kening Ryu.


" Lebih baik kita istirahat, karena masih banyak pekerjaan besok pagi." Ryu mengusap rambut kedua wanita tersebut berusaha untuk menerima kehadiran Ling Xianzi dan Ling Queqi di dalam kehidupannya.

__ADS_1


Mereka pun mulai memejamkan mata hingga tertidur pulas penuh kebahagiaan, walaupun tidak sepenuhnya seperti itu.


__ADS_2