
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
Anggota Klan Liu yang awalnya hanya berada di Pendekar Fana tahap awal, secara perlahan mulai meningkat hingga mencapai Pendekar Suci Tahap Awal sesuai dengan tingkat konsentrasi mereka.
Disisi lain Zhang Qixuan yang terus memainkan Kecapi tersebut juga mengalami peningkatan.
Berkat bantuan sosok Misterius yang ada di alam fikirannya, tidak ada energi dari Kecapi tersebut yang terbuang dan semuanya dapat diserap dengan baik oleh mereka tanpa gangguan apapun.
Hingga membutuhkan waktu seharian penuh energi dari Kecapi tersebut sudah habis dimana Zhang Qixuan mampu menerobos Pendekar Bumi tahap akhir, sedangkan untuk anggota Klan Liu rata-rata mencapai Pendekar Alam Tahap Akhir bahkan beberapa dari mereka sudah menerobos Pendekar Bumi tahap awal.
Setelah selesai, Zhang Qixuan kembali ke Istana Emas sedangkan untuk anggota Klan Liu sendiri kembali ke Istana Yexuan untuk melakukan perundingan.
Karena mereka sekarang bukan lagi anggota Sekte Lembah Persik maka mereka berdiskusi untuk memilih Ketua Klan mereka.
Dalam perundingan tersebut mereka sepakat bahwa Liu Meng sebagai Ketua Klan, Jianheng sebagai Wakil ketua Klan, Tianba, Xiuying, Jingmi dan Nuan sebagai pengurus Sumberdaya.
Mereka memilih keempat Wanita tersebut karena di Istana Emas adalah tempat tinggal Ryu dan 22 Istrinya dimana mereka sangat menghormati Kaisar mereka yaitu Kaisar Ryu sendiri juga Permaisuri dan Ratu.
Bahkan Liu Meng sendiri sangat menghargai Menantunya tersebut karena status mereka sebagai Permaisuri dan Ratu.
Dengan adanya keempat Wanita tersebut, mereka bisa mengambil sendiri Sumberdaya yang ada di Dunia Quzhu tanpa harus Istri Ryu yang membawa untuk mereka.
Kali ini mereka tidak ingin melibatkan Ryu sebagai pengurus Klan, karena Ryu sudah memiliki jabatannya sebagai Kaisar besar dimana Ryu sudah pasti banyak pekerjaan.
Seluruh anggota Klan Liu juga berniat untuk membuat beberapa bangunan di kaki Bukit Yexuan tersebut sebagai tempat tinggal mereka agar tidak menggangu kehidupan Ryu bersama istrinya.
Setelah perundingan selesai, semua anggota Klan Liu kembali ke tempat masing-masing.
Di Istana Emas dimana Zhang Qixuan yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya kini disambut oleh Ryu bersama istrinya yang lain.
" Xuan'er... Bagaimana hasilnya?" Tanya Ryu.
" Semua berjalan lancar tanpa sedikit kendala. Sekarang mereka sudah mencapai Pendekar Alam Tahap Akhir bahkan beberapa dari mereka sudah mencapai Pendekar Bumi tahap awal." Ucap Zhang Qixuan.
" Syukurlah... Sekarang kita makan bersama." Ryu membawa mereka menuju meja makan.
" Mmm." mereka mengangguk sambil memilih tempat duduk masing-masing.
Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk istirahat.
Pada keesokan pagi kini mereka kembali berkumpul di lantai dasar Istana Emas sambil mengawasi anak mereka yang sedang bermain.
Tidak beberapa lama terlihat Tianba, Xiuying, Jingmi dan Nuan tengah mendatangi kediaman mereka.
" Salam Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Ratu." Keempat Wanita tersebut memberi hormat.
" Sepertinya ada panggilan baru untuk kami." Ryu mengerutkan keningnya.
" Yang Mulia Kaisar, kemaren kami sudah berdiskusi mengenai anggota Klan Liu untuk kedepan." Tianba menceritakan hasil perundingan mereka.
Tianba menjelaskan bahwa mereka akan berniat untuk membangun sebuah permukiman baru di kaki Bukit Yexuan sebagai tempat tinggal tetap mereka dan membuka lahan baru dibawah kaki Bukit Yexuan.
Mendengar ucapan dari Tianba, Ryu mengerutkan kening karena Istana Yexuan masih mampu menampung mereka.
" Yang Mulia Kaisar... Kami melakukan ini dengan tujuan sambil berlatih. Dengan begitu kami akan lebih cepat untuk meningkatkan Kultivasi." Xiuying meyakinkan Ryu.
" Baiklah jika itu yang kalian inginkan." Ryu merasa itu ada baiknya untuk mereka.
" Tianba, Xiuying, Jingmi,Nuan... Jika kalian membutuhkan Sumberdaya, kalian tinggal ambil saja di ruang Sumberdaya." ucap Xin Chie.
__ADS_1
" Terimakasih Yang Mulia Ratu." keempat Wanita menjawab dengan serempak lalu pergi ke ruang Sumberdaya.
" Gege... Aku pergi berlatih dulu." Zhang Qixuan menuju ruang Kultivasi.
" Gege.. Kami kami ke Istana Kekaisaran Awan dulu." Ling Queqi dan Bing Ruyue meninggalkan tempat tersebut.
" Kami juga ke Istana Kekaisaran Shin." Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying meninggalkan tempat tersebut.
" Aku akan kembali ke Penginapan Giok Bulan." Jiang Caiping pamit kepada yang lain.
" Aku ke Sekte Kabut Ilusi." Lan Liwei meninggalkan tempat tersebut.
" Aku juga ke Sekte Gunung Phoenix." Hong Kian meninggalkan tempat tersebut.
" Hua'hua... lebih baik kamu ajarkan kepada kami Teknik itu, sepertinya yang lain sedang ada pekerjaan." Ucap Sheng Zhishu.
" Mmm." Xie Hua mengangguk lalu pergi ke lapangan latihan yang diikuti yang lain.
Melihat hal itu Ryu memilih untuk mengolah Aura Pembunuh yang masih tersisa menjadi Aura Dewa Agung di Alam Jiwa.
Di Alam Jiwa Ryu melihat Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia sedang Berkultivasi. Sedangkan Jinying tengah melamun di tepi Lautan Qi.
Meskipun mereka berada di Alam Jiwa yang sama, mereka tidak saling bersentuhan atau tidak saling melihat satu sama lain. Kecuali Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia karena mereka adalah Hewan Kontrak dimana mereka memiliki tempat yang sama.
Berbeda dengan Jinying, karena dia bukan Hewan Kontrak dan hanya Ryu sendiri yang dapat melihat mereka.
Ryu sebenarnya ingin melepaskan ikatan jiwa mereka berdua dengan Jinying.
Namun sudah berkali-kali Ryu melakukan hal tersebut tapi tetap saja tidak membuahkan hasil.
" Ying'er..." Ryu langsung duduk di samping Jinying, merasakan kalau Jinying sedang bersedih karena dia dapat merasakan bahwa Jinying mengalami penurunan Kultivasi.
" Gege." Jinying menyandarkan kepalanya di bahu Ryu.
Jinying yang berencana untuk membunuh istri Ryu yang lain, kini seakan sirna karena dia sendiri sudah jauh dibawah semua Istri Ryu.
Ditambah lagi dengan adanya Zhang Qixuan yang selalu membuatnya tertekan karena ada Aura aneh yang membuat Jinying merasa terintimidasi.
Kali ini Jinying hanya berharap mencari sebanyak mungkin tubuh wanita agar dapat meningkatkan Kultivasinya secepat mungkin agar bisa melampaui Istri Ryu yang lain dan melancarkan rencananya dengan baik.
" Ada apa denganmu? Mengapa tingkat Kultivasimu menurun?" Ryu mengerutkan keningnya.
" Aku juga tidak tau... Sepertinya aku membutuhkan energi Yin agar bisa meningkatkan Kultivasiku." Jinying menyembunyikan apa yang terjadi sebelumnya.
" Sebenarnya bisa... Hanya saja membutuhkan waktu puluhan tahun bahkan seratus tahun lebih." Ucap Jinying.
" Haaahh... Semoga saja aku menemukannya." Ryu menghela nafas panjang sambil mengeluarkan Cincin pemulihan lalu memberikan kepada Jinying.
" Meskipun ini tidak banyak membantu, Tapi aku harap Sumberdaya dan Harta langit ini cukup membantu." ucap Ryu.
" Terimakasih Gege... Aku akan mencobanya." Jinying memasang Cincin tersebut di jarinya.
" Mmm." Ryu mengangguk langsung menuju Alam Jiwa tempat Hewan Kontrak berada.
" Salam Tuan." Tou Shuijing, Chaizu dan Jiejia memberi hormat saat mengetahui Ryu mendatangi mereka.
" Sepertinya kita bisa berbicara dengan mudah jika ada disini." Ryu mengerutkan keningnya.
" Benar Tuan... Jika di Alam Jiwa bisa berbicara. Tapi jika diluar, kami hanya bisa mengirim pesan jiwa." ucap Tou Shuijing.
" Mmm... Butuh berapa lama agar kalian bisa seperti semula?" Ryu bertanya kepada mereka.
" Kami juga tidak tau Tuan... Mungkin bisa membutuhkan waktu yang cukup lama." ucap Chaizu.
" Tuan... Saat kami dihidupkan kembali, Aku merasakan akan ada Bencana besar meskipun aku tidak tau dimana tempat itu akan terjadi." Tou Shuijing merasakan ada sesuatu yang buruk jika keberadaan Makhluk mengerikan itu muncul.
" Shuijing... Apa maksudnya?" Ryu sedikit menyelidik.
" Tuan... Sebenarnya aku memiliki banyak Saudara yang memiliki wujud yang mengerikan. Meskipun kami bersaudara, namun kami berusaha untuk saling membunuh satu sama lain."
" Mungkin ini waktu yang tepat untuk menceritakan kepada Tuan, sebelum Saudara-saudaraku menjadi lebih kuat. Sepertinya mereka sengaja dibangkitkan oleh seseorang dari Ras Iblis yang memiliki garis darah dengan Ratu Neraka yang membangkitkan kami." Tou Shuijing menjelaskan kepada Ryu tentang apa yang dia rasakan.
Tou Shuijing mengatakan bahwa akan muncul Saudaranya yang lain yaitu :
Cacing Raksasa Pembunuh yang hidup di gurun pasir mampu menahan bangunan besar membunuh semua orang yang melewati Gurun pasir.
__ADS_1
Monster Phoenix yang mendiami suatu tempat dengan ciri-ciri mendiami Hutan yang sangat lebat dan memiliki Gunung yang paling tinggi.
Cerberus, Anjing Neraka kepala tiga yang memiliki nafas api.
Thypon, sosok berkepala manusia memiliki sayap kelelawar, dan setiap jari memiliki ribuan ular mampu menciptakan badai pasir.
Griffin, berbadan Singa bersayap burung dan kepala seekor elang.
Monster Naga, memiliki empat kaki bersayap kelelawar memiliki tubuh yang sangat besar.
Monster Kirrin, memiliki tubuh seperti Singa namun bentuk kepala seperti Naga memiliki tanduk dan bersayap kelelawar.
Pegasus, bentuk seperti Kuda putih memiliki sayap burung.
Centaurus, bentuk manusia bertanduk domba dan separuh badan kuda.
Yeti, manusia berbulu putih berwajah kera memiliki tubuh besar.
Shiren, memiliki tubuh manusia bersirip ikan.
Chimera. berbentuk Singa bertanduk domba dengan memiliki ekor ular.
Dari 12 Makhluk mengerikan itu Tou Shuijing menjelaskan hanya Pegasus saja yang bersifat baik dimana sosok itu sering mengunjungi Kuburan orang-orang suci.
Tou Shuijing juga menjelaskan bahwa dirinya adalah Makhluk Kuno Hydra yang tanpa sengaja terdampar di Dunia Abadi.
" Tuan... Aku bersedia jika Tuan mengambil Inti Jiwa milikku. Jika Inti Jiwa kami disatukan, maka Tuan tidak terkalahkan oleh makhluk apapun." Ucap Tou Shuijing.
" Aku tidak akan melakukannya, karena kamu adalah rekanku." Ryu menggelengkan kepala atas ucapan dari Tou Shuijing.
" Jika begitu, Tuan harus mengambil Inti Jiwa milik 12 Makhluk Kuno itu. Sekalipun Tuan masih berada di Pendekar Langit tahap akhir, Tuan dengan mudah mengalahkan Pendekar Semesta Tahap Akhir." Ucap Tou Shuijing.
__ADS_1
" Jika begitu aku lebih memilih mengambil Inti Jiwa milik 12 Makhluk Kuno itu." Ryu tidak ingin mengorbankan nyawa rekannya sendiri.
" Jika begitu yang kita butuhkan sekarang mencari keberadaan mereka sebelum orang lain menemukan mereka. Itu sangat berbahaya. Aku sangat yakin pasti ada orang yang menginginkan Inti Jiwa mereka." ucap Tou Shuijing.