
Sesaat Ryu sedang membuka Kitab yang lain, Tiba-tiba seakan isi Istana bergetar membuatnya khawatir langsung ke lantai Dasar istana.
" Yuwang Apa yang terjadi? " Ryu hanya melihat Yuwang seorang diri.
" Tiga Dewi Iblis itu ingin menguji kemampuan mereka melawan Ka Zhishu, Ka Chie sama Ka Yue." Yuwen sambil menunjuk ke arah luar.
" Hhaaahh... Ada-ada saja." Ryu sambil berjalan menuju ke arah Pertarungan.
Melihat Ryu yang sedang menuju ke arah mereka, Ketiga Istri Ryu dan Tiga Dewi Iblis menyudahi pertarungan mereka seraya berjalan ke arah Ryu.
" Suamiku." Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue merasa tidak enak.
" Ka Ryu, Kekuatan Ketiga Istrimu Kekuatannya mengerikan" Tianhe sambil menatap Ketiga Istri Ryu merasa ngeri.
" Padahal mereka dibawah Dua Level dari kami, bahkan tiga Level dari Tianhe." Yunjiang ikut menimpal.
" Tianhe... Kamu sudah mencapai Level 64, tapi Kualitas Tulang mu Masih tingkat Raja, Jiwamu masih Tingkat Kaisar, Qi masih tingkat Kaisar ditambah Aura kalian masih Aura Pembunuh." Ryu memandang Tianhe.
" Yunjiang, sudah mencapai Level 63. Kualitas Tulang Tingkat Raja, Jiwa tingkat Kaisar, Qi tingkat Raja dan masih menggunakan Aura Pembunuh."
" Yinshi, kamu sudah mencapai Level 63. Kualitas Tulang Tingkat Kaisar, Jiwa tingkat Kaisar Qi tingkat Raja juga memakai Aura Pembunuh."
" Sedangkan untuk ketiga Istriku... meski Berada di Level 61, Kualitas Tulang, Jiwa, dan Qi sudah berada di tingkat Langit. Ditambah Aura Dewa Tingkat Kaisar." Ryu memberi penjelasan.
" Tolong ajarkan Kami! sepertinya Teknik Penguatan Tulang, Jiwa, dan Qi terlihat sangat Padat. Ditambah lagi Aura kami seakan tidak berkutik dengan Aura kalian." Tiga Dewi Iblis terlihat bersemangat.
" Tentu saja. karena nanti kita akan menjadi satu keluarga" ucap Huli Yue.
" Yuwang, meski kamu sekarang ada di Level 38, Kualitas Tulang, Tingkat Jiwa, Tingkat Qi sudah tingkat Kaisar semua. Jadi Hilangkan Aura Pembunuh agar tidak menggangu Perkembangan kalian." Ryu memandang Yuwang di sampingnya.
" Mmmmm." Yuwang mengangguk.
" Adik Yuwang, sepertinya kamu paling muda diantara kami. jadi kamu boleh memanggil kami Kaka. Dan untuk Tiga Dewi Iblis, sepertinya usia Kalian sama. tapi masih beda satu Tahun sama adik Yue. kalian pikir saja!" ucap Xin Chie.
" Baik Ka Chie." Yuwang menurut.
" Haaaah... tidak masalah kalau untuk itu." ucap Tianhe.
" Kalau begitu, aku akan tinggal beberapa hari disini." Ryu meninggalkan tempat tersebut.
" Aku rasa kita akhiri pertarungan, aku ngaku kalah."Tianhe berjalan mengikuti Ryu.
" Aku kalah." Yunjiang dan Yinshi langsung menuju Istana Emas.
Mereka semua kini langsung kembali ke Istana Emas untuk melakukan beberapa kegiatan.
Ryu sendiri juga membuat Armor Pelangi dari semua Bahan yang tersisa Karena milik dia sebelumnya diberikan kepada Yuwang.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Ryu mengambil beberapa Buah Tangan Budha, Apel Matahari, Persik Bulan dan Anggrek Darah Naga untuk meningkatkan Fondasi tubuhnya yang masih berada di tingkat Bumi.
Ketika hari mulai gelap, Ryu menyudahi aktifitasnya berjalan menuju kamar tidur yang terlihat Ketiga Istrinya juga selesai melakukan pekerjaan langsung berbaring di tempat tidur yang sama.
" Suamiku, sepertinya Tiga Dewi Iblis itu sangat Liar. Tapi aku yakin mereka memiliki hati yang baik." Sheng Zhishu sambil menatap Ryu di sampingnya.
" Tapi mereka banyak membuat masalah di Dunia Manusia. Begitupun dengan Yuwang, dia banyak menghasut Manusia agar membuat kekacauan." Ryu seakan tidak percaya telah mengumpulkan Orang-orang berbahaya.
" Tiga Dewi Iblis itu kadang seperti Anak-anak. Sepertinya ingin mendapatkan pengakuan." ucap Xin Chie.
" Nuwang sepertinya banyak memiliki tekanan. Mencoba terlihat Dewasa di Usianya masih 18 Tahun. Malah Tiga Dewi Iblis yang sudah berusia 20 Tahun masih terlihat seperti anak-anak." Ucap Sheng Zhishu.
" Haaahh... Tidak terasa aku sudah menginjak usia 24 Tahun. Sudah bertahun-tahun kita melakukan perjalanan sama-sama." Ryu mengingat kembali saat mereka pertama kali melakukan perjalanan bersama.
" Di usia Ka Chie 22 Tahun dan Ka Zhishu sudah 23 Tahun. Yah meski Sebenarnya Usiaku Sudah Ratusan Ribu Tahun, tapi karena Proses Kelahiran Kembali itu aku masih terhitung 21 Tahun." Huli Yue teringat Proses yang dia tempuh sangat menyiksanya, Namun kini telah terbayar dengan sebuah kebahagiaan.
" Kami tidur di sini juga." Tiba-tiba Tianhe bersama yang lain langsung masuk ke kamar Ryu dan ketiga Istrinya.
" Sayang, kamu harus bersikap Adil. Bukankah kami juga mendapatkan Hak yang sama."Yinshi ikut bersuara.
" Adik Yuwang, Kenapa kamu masih malu? Anggap saja Dia sudah resmi jadi Suami kita." Yunjiang menatap Yuwang mesin di balik pintu luar.
" Sayang, bolehkan kami disini?" Tianhe memandang Ryu.
__ADS_1
" Apa Kalian tidak lihat, Tempat Tidur ini Hanya muat untuk kami berempat saja." Ryu sedikit kesal.
" Kalau masalah itu sangat gampang." Yinshi mengeluarkan Ranjang dan menggesernya sampai menyatu dengan Ranjang milik Ryu dan Ketiga Istrinya.
" Itu Ranjang milikku di kamar sebelah." Xin Chie melihat Ranjang yang dikeluarkan Yinshi.
" Biar Suami kita yang membayar. Lagi pula dengan Ketiga Cincin Ruang Surgawi milik kami yang dia Curi sudah lebih dari cukup jika kami menukarnya dengan semua Ranjang di Istana ini." Yinshi langsung berbaring di Ranjangnya.
Mendengar ucapan dari Yinshi, kini Ketiga Istrinya berbalik menatap Ryu penuh selidik.
" Salah satu dari Harta itu adalah Persik Bulan dan Anggrek Darah Naga. Nanti aku akan mengembalikan Puluhan kali lipat." ucap Ryu.
" Kami tidak memerlukannya lagi. tapi kami punya Hak atas Sumberdaya disini, jadi tidak perlu lagi harus menjelajahi Alam Semesta." Tianhe ikut berbaring di Samping Yinshi.
" Adik Yuwang, Ranjang ini sudah cukup untuk kita Berempat. Apa kamu mau tidur sendirian di Kamar lain." Yunjiang ikut berbaring sambil menatap Yunjiang yang masih berdiri di depan pintu.
" Baik." Yuwang langsung berjalan dan membaringkan tubuhnya di samping Yunjiang.
" Haaahh... Terserah kalian saja, asal tidak membuat masalah." Ryu langsung menutup mata berusaha untuk Tidur.
Hari-hari berikutnya mereka seakan sibuk untuk dengan kegiatan mereka masing-masing, dimana 3 Bidadari Iblis dan Yuwang mengubah Aura Pembunuh mereka menjadi Aura Dewa.
Dengan bantuan Yuwang yang bisa mengendalikan Waktu, Dia membuat Ruang Kultivasi memiliki kecepatan Waktu Ratusan Kali lipat dari Waktu yang sebenarnya.
Dengan Bantuan Sumberdaya yang Memadai, maka Kultivasi mereka bisa meningkatkan Pesat. Namun bagi Ryu yang sudah berada di Level 71, maka dia lebih memilih untuk meningkatkan Kualitas Tulang, Jiwa, Qi saja.
Untuk Sheng Zhishu, Xin Chie dan Huli Yue mereka lebih memilih untuk meningkatkan Elemen mereka hingga mencapai tingkat Bumi baru melanjutkan untuk meningkatkan Kultivasi.
Sesekali Ryu bertanya kepada Nuwang mengenai Dunia Iblis dan Tiga Dewi Iblis mengenai Dunia asal mereka.
Nuwang menceritakan kalau Dunia Iblis banyak sekali Kultivator yang sudah mencapai Level 80 hingga 95. dan memiliki 4 Wilayah yaitu:
Tanah Hijau adalah Wilayah yang Paling Terkuat karena memiliki Sumberdaya yang berlimpah.
Tanah Merah adalah Wilayah terkuat ketiga dan memiliki cukup Sumberdaya.
Tanah Hitam adalah Wilayah paling lemah karena memiliki sedikit Sumberdaya yang kebetulan Yuwang berasal dari salah satu Kerajaan di Wilayah tersebut.
Itulah yang menyebabkan Yuwang dan Pasukannya mencari Wilayah Baru untuk mencari Sumberdaya dan membentuk Kekuatan.
Begitu juga dengan Apa yang dikatakan Tiga Dewi Iblis mengatakan mereka berasal dari Dunia MOSHEN yang keadaanya seperti Dunia Manusia, Mereka hanya Kebetulan melintasi Berbagai tempat untuk Mencari Harta Langit hingga menemukan Kitab Iblis nafsu hingga membuat mereka banyak membuat masalah di berbagai tempat yang kebetulan Dunia Manusia saja yang sangat cocok.
Dunia Peri yang pernah mereka Temui Dunia DONGWU yang juga hampir sama dengan Manusia, Begitu pun Dunia Siluman bernama RENYAO.
Dari Pengamatan Tiga Dewi Iblis, semua demi sebuah Ambisi berbagai Kelompok hingga ada yang menjelajahi Dunia Lain demi kepentingan untuk mencari Tempat yang dianggap Lemah.
Meskipun begitu, bukan tidak mungkin Suatu saat Nanti akan terjadi Gejolak Besar karena Beberapa Ras yang seakan ingin menguasai tempat yang dianggap Cocok termasuk sekarang beberapa Ras dari Dunia DONGWU dan RENYAO yang sedang menjalankan Aksi mereka Untuk menguasai Benua Lotus dan Salah satu Klan dari Dunia Dewa dan salah satu Kerajaan dari Dunia Iblis yang Ingin menguasai Benua Bintang sekaligus mencari Kitab Teknik Penggabungan Darah.
Mendengar ucapan dari Tiga Dewi Iblis, Ryu Sontak kaget dan berharap Sekte Lembah Persik masih dalam keadaan baik-baik saja.
Ryu pun berpikir untuk mempercepat mengembalikan semua Kitab kepada pemilik sah agar cepat kembali ke Benua Lotus.
__ADS_1
Waktu sudah berjalan Dua Minggu, Ryu memulai Perjalanannya dan memberitahukan kepada mereka untuk berhenti jika semua sudah mencapai Level 70 atau 71 agar memilih untuk berlatih dengan kekuatan baru mereka saja.
Mengingat Tiga Dewi Iblis dan Nuwang memiliki Elemen Cahaya dan Elemen Kegelapan yang baru saja dia Ketahui, Ryu meminta mereka untuk berlatih Beberapa Jurus yang ada di Dunia saja terlebih dulu.
" Kalian tinggal saja disini dulu! Aku Khawatir dengan kekuatan kita yang meningkat sangat cepat, akan mengundang Perhatian Dari Dunia Lain." ucap Ryu.
" Sayang, Aku sebenarnya Khawatir diluar sana ada banyak yang menggoda kamu. Jadi kamu harus berjanji Setiap Malam kamu harus datang kesini Istirahat bersama Kami." Tianhe sedikit menekan.
" Tianhe benar, Kapanpun dan di manapun kamu berada Pokoknya kamu Harus kesini. Karena Tiap sore kami juga menghentikan aktivitas kami untuk menunggumu. Bisa Kan Sayang? " ucap Yunjiang.
" Aku sangat setuju. Adik Yuwang sudah mengajarkan Kami Teknik Ikatan Jiwa dan berhasil menanamkan itu padamu, jadi dengan begitu kami tinggal memperkuat efeknya saja." ucap Yinshi
" Suamiku... Setelah dipikir, apa yang dikatakan mereka ada benarnya." Sheng Zhishu ikut membantu.
" Baiklah, Aku berjanji. Tapi kalian harus menyiapkan makanan yang enak untukku." ucap Ryu.
" Sayang, kalau masalah Masak itu Gampang. Tapi aku lebih suka Ikan Laut. Kami Akan menyediakan lautan kecil di Dunia ini, jadi Kamu borong saja semua ikan yang masih hidup. Bagaimana dengan yang lain?" Yinshi memandang mereka Bergantian.
" Aku lebih suka Ternak biasa yang dipelihara oleh Warga." ucap Xin Chie.
" Karena sebelumnya aku berasal dari Wilayah Tanah Hitam, kami bergantung pada Ikan Sungai. jadi kita butuh Sungai. Ka Zhishu, aku butuh bantuanmu " Yuwang memandang Sheng Zhishu.
" Mmmmm'' Sheng Zhishu mengangguk.
" Baiklah, sepertinya kalian punya pekerjaan baru. aku akan membelikan semua apa yang kalian mau." ucap Ryu
" Ka Chie, Sepertinya kita butuh banyak Pil penunda kehamilan." ucap Huli Yue, sekejap wajah mereka memerah.
" Aku pergi dulu! " Ryu langsung keluar dari Dunia Kecil.
Saat Ryu berjalan 100 Meter dari Batu besar, dia bertemu dengan Sosok Pria yang sudah berusia lebih dari seratus tahun namun masih terlihat seperti seusia Dua puluh Tahun dengan Tingkat Kultivasi Level 95 seakan sedang mencari sesuatu.
" Pemuda, apa kamu melihat seseorang saat berjalan ke sini?" Sosok tersebut bertanya kepada Ryu yang berpapasan dengannya.
" Aku tidak melihat. Memangnya ada apa Tuan?" Ryu bertanya dengan ramah sambil menyelidik.
" Aku merasakan ada Hawa darah gabungan sejak Dua Minggu yang lalu berasal dari sini." ucap sosok tersebut.
'Baru kurang sehari aku tidak memakai Armor Pelangi, Auranya sudah terdeteksi.' Ryu merasa beruntung saat keluar dari Dunia Kecil sudah memakai Armor Pelangi lagi.
" Darah Gabungan? bisakah Tuan jelaskan kepada Hamba ini yang miskin Pengetahuan." Ryu merendah sambil menunduk.
" Haaaiiisss... Kalian Para Manusia begitu kurang Pengetahuan. Aku Harus laporkan ini pada Kaisar dan membunuhnya sebelum Sosok Misterius itu sebelum dia menjadi Kuat." Sosok tersebut langsung menghilang dari pandangan Ryu.
Ryu yang khawatir atas kecerobohannya sendiri, kini harus lebih berhati-hati bahkan berniat untuk memperkuat lagi Armor Pelangi Ciptaannya.
Di dalam Perjalanan, Ryu mengawasi berbagai tempat sekedar mencari Keberuntungan untuk menentukan ketiga Kitab lainnya sambil menuju Klan Bing untuk mengembalikan Kitab Es.
Sesampai di sebuah rerumputan Ryu mendengar seperti sedang terjadinya sebuah Pertarungan.
Kini terlihat sekelompok Kultivator Es lain sekitar 40 Orang melawan Sekte Gunung Es yang terlihat berjumlah lebih dari 50 Orang.
" Hahaha... Kalian berani sekali mengusik Sekte gunung Es, maka kalian semua harus Mati." ucap salah satu anggota Sekte Gunung Es.
" Kalian sudah sangat keterlaluan telah banyak menculik Para Gadis bahkan kalian juga menculik Para Murid Wanita dari Sekte kami." ucap salah satu Pria Paruh Baya yang terlihat banyak mengalami luka.
" Salah kalian sendiri punya Sekte terlalu lemah. Jadi lebih baik kami mengajak mereka untuk bergabung bersama kami di Sekte Gunung Es dan menjadi Pelayan Para Tetua dan Paktriak kami." Ucap Pria tersebut.
" Bajingan! " Pria yang lain menyerang ke arah sosok yang baru berbicara.
" Trraaaaaak ... Bboooom " Pria tersebut terlempar jauh dengan kondisi mengenaskan.
" Senior..." Para Anggota yang lain berlari ke arah Senior mereka.
Namun saat mereka sampai di tempat itu senior mereka telah mati yang membuat mereka terlihat frustasi.
" Hahaha... Bunuh mereka semua!" Perintah salah satu sosok kepada yang lain.
" Wuush" Ryu langsung melompat ke tengah menghentikan langkah mereka.
" Jangan ikut campur! kau mau mati bersama mereka?" Salah satu dari mereka terlihat sangat geram.
__ADS_1