SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Kuda Putih


__ADS_3

" Gege... Sepertinya Bai Ma adalah Makhluk Kuno yang baik. Kenapa kamu ingin membunuhnya?" Sheng Zhishu menggelengkan kepala merasa kasian kepada Bai Ma.


Xin Chie dan yang lain juga mengakui bahwa Bai Ma adalah Makhluk Kuno yang baik, sangat disayangkan jika harus mati.


" Aku juga tau itu... Tapi aku Juga membutuhkan Inti Jiwa miliknya." ucap Ryu.


" Lalu mengapa Gege bilang bahwa 12 Makhluk Kuno bisa menyebabkan 12 Kekacauan?" Xin Chie kembali bertanya kepada Ryu.


" Kalian bayangkan saja jika Bai Ma dimiliki oleh orang yang jahat yang ingin menguasai Dunia ini. Bai Ma yang sangat baik tentu tidak ingin membunuh siapapun, tapi karena kebaikannya juga dia bisa dimanfaatkan oleh orang jahat. Bukankah itu bisa menjadi bencana besar?" Ucap Ryu.


Mendengar ucapan dari Ryu, Xin Chie dan yang lain mengangguk setuju. Mereka juga merasa senang karena Bai Ma sudah berada di tangan Jinying.


" Gege... Aku mengerti." Jinying tersenyum sambil menatap ke arah Ryu.


" Mmmm... Lebih baik kita lanjutkan perjalanan." Ryu membawa Istrinya menyusuri tempat yang lain.


Saat sudah berada di pohon besar, kini Ryu dan Istrinya berjalan menuju bagian timur dari pohon tersebut.


Seketika wajah Shu Meilu dan yang lainnya begitu bersemangat karena mereka dapat merasakan bahwa ada banyak Hewan Roh tingkat langit yang ada di dimensi tersebut.


" Gege... Aku ingin bermain dengan mereka." Shu Meilu yang memiliki naluri Harimau Putih langsung melesat ke arah dimana letak puluhan Hewan Roh.


Tanpa menunggu jawaban dari Ryu Shu Meilu langsung berubah wujud menjadi Harimau Putih dan menyerang puluhan Hewan Roh tersebut dengan ganas.


" Naluri Harimau Putih memang susah ditebak. Aku juga ingin bermain dengan mereka." Sheng Zhishu menggelengkan kepala langsung berubah wujud menjadi Kirrin melompat ke arah kumpulan Hewan Roh.


Satu-persatu Istri Ryu yang juga tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut langsung menyebar ke berbagai arah untuk bertarung melawan Hewan Roh yang ada di tempat itu.


Ryu yang melihat tingkah laku dari Istrinya hanya bisa menggelengkan kepala sambil berjalan ke arah lain untuk mencari sesuatu yang berharga.


*****


Di tempat lain terlihat beberapa kelompok yang sedang menyusuri Makam Kuno yang dimana mereka dapat merasakan Aura yang sangat kuat dari arah depan mereka.


" Saudara... Suara apa itu?" salah satu sosok Pemuda mendengar suara pertarungan sengit yang tidak jauh dari tempat mereka.


" Aku juga tidak tau. Sepertinya ada pertarungan antara tingkat Langit ataupun lebih tinggi lagi." Ucap yang lain.


" Sialan... Bagaimana bisa kita menjelajahi tempat ini jika banyak sekali Hewan Roh tingkat langit."


Tiba-tiba mereka dapat merasakan getaran yang sangat kuat di tempat mereka berdiri.

__ADS_1


" Makhluk apa ini? Mengapa energinya bisa sampai kesini." Mereka dapat merasakan kengerian dari pertarungan tersebut meskipun berada di tempat yang jauh.


" Lebih baik kita mencari tempat yang lain, disana terlalu berbahaya." Tidak ingin mengambil resiko, beberapa sosok tersebut mengambil arah lain.


Beberapa kelompok lain juga merasakan hal yang sama, dimana mereka semua harus berbalik arah agar tidak terkena imbas dari pertarungan yang sangat mengintimidasi mereka meskipun berada di tempat yang jauh.


Satu-persatu mereka meninggalkan tempat tersebut menjauhi wilayah pertarungan meskipun mereka sedikit kesal karena tidak bisa menelusuri wilayah yang ingin mereka tuju.


Getaran gempa tersebut tidak lain adalah ulah dari Sheng Zhishu dan yang lain yang tidak memberikan kesempatan kepada buruan mereka untuk lari.


Puluhan kelompok yang awalnya terlihat bersemangat untuk menjelajahi Makam Kuno, kini langsung memasang wajah murung karena keinginan mereka untuk mencari Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan tidak bisa terwujud.


Bahkan ada beberapa kelompok yang sudah ciut nyalinya langsung keluar dari Makam Kuno dengan tubuh gemetaran.


Di tempat lain dimana Dao Luo, Yan Ran dan tujuh Hewan Kontrak yang ada di Makam Kuno juga merasa heran akibat getaran gempa tersebut.


Namun setelah mereka memeriksa dengan Spiritual mereka, kini hanya menggelengkan kepala karena gempa tersebut akibat ulah dari majikan mereka sendiri.


" Lebih baik kita kembali! Sepertinya tidak ada lagi yang bisa kita ambil." Ucap Tou Shuijing.


" Mmm." Dao Luo dan yang lain mengangguk lalu berjalan ke arah pintu dimensi.


Disisi lain Ryu terus berjalan menjelajahi tempat tersebut tanpa kendala apapun karena ulah Istrinya membuat beberapa kelompok lari kocar-kacir menjauhi tempat itu.


Dan yang tentu adalah Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan juga telah Ryu temukan.


Ryu memang sengaja tidak mengambil Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan termasuk Batu Roh tersebut karena dia berpikir puluhan tahun lagi, Makam Kuno akan terbuka kembali yang tentu akan bermanfaat bagi para Kultivator Muda.


" Haaahh... Mereka memang benar-benar ingin memusnahkan Hewan Roh di tempat ini." Ryu bergumam sambil menyelamatkan beberapa Hewan Roh agar tidak punah.


Dengan Aura Dewa Agung, Ryu berhasil membuat puluhan Hewan Roh jatuh pingsan lalu menaruhnya di tempat yang aman di balik beberapa Goa.


Tidak lupa Ryu membuat Pelindung Yin-Yang Kura-kura untuk menyembunyikan Hewan Roh yang dimana bisa hancur setelah sebulan.


Setelah semuanya selesai, Ryu berniat untuk meninggalkan Makam Kuno lalu mengirim pesan jiwa kepada Istrinya.


Tanpa menunggu lama, kini satu-persatu mereka mulai berdatangan ke arah Ryu.


" Sebaiknya kalian kembali ke Dunia Quzhu. Aku akan keluar dari Makam Kuno ini." Ryu menggelengkan kepala atas tindakan Istrinya.


" Mmm." Sheng Zhishu dan yang lain langsung kembali ke Dunia Quzhu.

__ADS_1


Setelah mereka sudah pergi, Ryu langsung menuju ke arah pintu dimensi hingga dalam beberapa saat dia sudah muncul di depan galian.


Melihat Ryu yang muncul paling belakangan, semua bertanya-tanya mengapa Pemuda tersebut bisa selamat dari keganasan Hewan Roh tingkat langit.


Termasuk Pangeran Qing Sun yang juga ada di tempat itu langsung memandang Ryu penuh selidik.


" Tuan Pendekar.... Apa kamu menemukan Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan?" Tanya salah satu Prajurit.


Tanpa berkata apapun Ryu berjalan mendekati Qing Sun.


Ryu juga merasa tidak enak akibat ulah dari Istrinya membuat banyak orang lari kocar-kacir mengurungkan niat mereka untuk menjelajahi Makam Kuno.


" Pangeran Qing Sun... Apa kita bisa bicara sebentar?" Tanya Ryu.


" Hei anak muda, jaga sikapmu!" Teriak Sosok Jenderal yang ada di tempat itu.


" Mmm." Qing Sun mengangkat tangannya memberi isyarat kepada Jenderal dan Prajurit agar tidak bertindak gegabah.


Melihat Isyarat tersebut Jenderal dan Prajurit langsung terdiam sambil menundukkan kepala yang menandakan bahwa Pangeran Qing Sun menerima ajakan Ryu.


" Tuan Pendekar... Apa yang ingin kamu bicarakan? Mohon maaf sebelumnya atas tindakan dari Prajuritku." Qing Sun menyambut ramah kepada Ryu.


" Maaf Pangeran Qing Sun, Apa kita bisa mencari tempat yang aman?" Ryu kembali bertanya kepada Pangeran Qing Sun.


Mendengar ucapan dari Pemuda tersebut, Sang Jenderal dan Prajurit langsung berjalan mendekati Ryu menganggap Pemuda tersebut berniat jahat kepada Pangeran Qing Sun.


Hal itu memang wajar karena mereka adalah Prajurit Kekaisaran Beruang Putih yang ditugaskan untuk melindungi Pangeran Qing Sun.


" Tenang saja... Aku tidak berniat jahat kepada Pangeran. Kalian boleh memotong leherku jika itu terjadi." Ryu memaklumi hal itu.


" Silahkan masuk Tuan Pendekar." Qing Sun mempersilahkan Ryu untuk masuk ke dalam Kereta.


" Mmm." Ryu mengangguk lalu masuk ke dalam Kereta.


Begitupun dengan Pangeran Qing Sun, meskipun sedikit takut namun dia mengikuti keinginan Ryu karena dia berpikir bahwa Pemuda tersebut tidak mungkin berbuat buruk kepadanya.


Saat mereka sudah berada di dalam Kereta, Ryu secara diam-diam menciptakan Pelindung kedap suara agar tidak ada yang bisa mendengar percakapan mereka.


" Pangeran Qing Sun... Disini ada Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan. Silahkan Pangeran periksa." Ryu memberikan sebuah Cincin Ruang kepada Qing Sun.


" Mmm... Qing Sun mengangguk lalu mengambil dan memeriksa Cincin Ruang tersebut dimana terlihat Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan yang cukup banyak.

__ADS_1


" Tuan Pendekar... Ini terlalu banyak." Qing Sun tidak menyangka dan berpikir bahwa Ryu memberikan semua Melati Emas dan Bunga Spiritual Krisan.


__ADS_2