
" Tetua Agung, Sebenarnya apa yang terjadi?" Dong Shen masih penasaran.
" Tidak usah dipikirkan lagi. Lagi pula sekarang aku sudah sehat." Ryu memperlihatkan tubuhnya.
" Hah, Baiklah." Dong Shen kini menyerah.
" Tetua Shen, bagaimana ceritanya kalian bisa bertemu dengan kedua Istriku?" Tanya Ryu.
" Kami bertemu saat mereka sedang mencarimu karena tidak ditemukan di Penginapan, Karena kami ingin Ke Istana setelah Pertemuan dengan Perdana Menteri dan Para Penasihat jadi mereka ingin melihat langsung" Dong Shen sambil menatap Xin Chie dan Huli Yue sedikit takut.
" Tetua Agung, kalau boleh tau kemana tujuan kalian?' tanya Jianheng.
" Kami bertiga ingin ke Benua Bintang, mengingat ada hal yang perlu kami cari disana." ucap Ryu.
" Sepertinya Tetua Agung lebih senang mengembara ketimbang berdiam di Sekte " ucap Jianying.
" Tetua Agung, Itu ada titipan dari Guru Qixuan. Syukurlah kita bisa bertemu di sini " Dong Shen memberi bungkusan dari Kain terlihat lembut.
Seketika Aura pembunuh dari Xin Chie dan Huli Yue menyebar membuat Para Tetua tidak enak.
" Oh ini.. Sepertinya dia sudah mempelajari semua." Ryu mengambil 3 Kitab dari bungkusan tanpa memperdulikan Aura pembunuh dari Kedua Istrinya.
" Jadi Teknik yang mematikan milik Guru Qixuan itu dari ketiga Kitab ini" Dong Shen merasa lega karena keadaan seperti semula.
" Mmmmm" Ryu mengangguk sambil memikirkan sesuatu agar Kedua Istrinya tidak beranggapan buruk.
" Jika begitu, Tugasku sudah selesai. Karena mengembalikan Kitab itu pada pemiliknya " Dong Shen merasa lega, mengingat Kitab itu terlalu berbahaya.
" Tetua Shen, untuk sementara untuk memperluas Wilayah Sekte kita. Bila perlu buka cabang beberapa tempat yang strategis. mengingat Wilayah kita hampir mencapai Wilayah Kekaisaran Lotus Hitam jika kita membuka hutan ini" Ryu membuka sebuah Peta sambil menunjukkan letak mereka.
" Jadi.." Dong Shen tersadar tidak mengira Wilayah Sekte Lembah Persik Hampir berada di Wilayah Kekaisaran Lotus Hitam.
" Untuk sekarang Sekte Lembah Persik akan bersifat Independen dan tidak memihak kepada Kekaisaran apapun selama tidak ada yang buat masalah, Jadi baik dari wilayah Kekaisaran Lotus Hitam maupun Kekaisaran Lotus Putih bahkan Kekaisaran Lotus Merah yang ingin bergabung dengan niat baik, maka kita menerima. Cara kalian menilainya itu tergantung kalian. Tapi semua terserah Paktriak." ucap Ryu.
" Kalau masalah Independen, Paktriak pasti setuju. Tapi untuk masalah Hutan ini?" Dong Shen menunjuk tempat di peta.
" Tidak perlu khawatir, Kalian buka saja Hutan ini. mengingat Hutan ini tidak pernah dilewati manusia " ucap Ryu dengan santai.
" Tetua Agung, Tempat ini Banyak Siluman " Tianba bersuara.
" Justru itulah kenapa aku meminta kalian membukanya besar-besaran. Kurasa kalian Senang " Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu mengeluarkan Chaizu.
Sontak Keempat Tetua sangat kaget menganggap Chaizu sudah berada di Usia 100ribuan Tahun.
" Kalian mau lihat punya kami?" Xin Chie dan Huli Yue juga mengeluarkan Hewan Kontrak mereka.
" Makhluk ini sangat menyeramkan." Gumam para Tetua.
Melihat para Tetua seakan ingin pingsan, Ryu langsung mengembalikan Chaizu yang diikuti kedua Istrinya.
" Tetua Shen, asal kamu tau, Usia Hewan Kontrak milikku jika dihitung dari lahir mungkin belum Genap Sepuluh Tahun. Tapi karena sangat banyak memakan inti Roh maupun mayat Siluman, maka jadi beda lagi." Ryu memberikan Kitab Teknik Kontrak Jiwa.
" Teknik Kontrak Jiwa?" Dong Shen sangat kaget.
" Benar. Pelajarilah untuk Paktriak, Semua Tetua, Guru dan petugas lainnya Agar menambahkan kekuatan kita." ucap Ryu.
" Jika begitu, Mungkin tiap hari aku berburu." Jianheng terlihat bersemangat.
" Itulah kenapa aku meminta kalian untuk membuka Hutan ini. Karena banyak keuntungan yang diperoleh. Baik itu Sumberdaya, maupun Inti Roh Siluman." ucap Ryu.
" Aku tidak sabar mempelajarinya." Tianba seakan ingin cepat pergi ke Sekte.
" Tapi ingat, jangan sampai bocor dari Luar Sekte. Prioritaskan kepada kalian yang sudah lama aku kenal." Ryu memperingati.
" Kalau masalah itu, Tetua Agung jangan Khawatir." ucap Dong Shen.
" Sekarang kalian bisa Pergi! " Ryu mengembalikan Pelindung Tempurung Kura-kura.
" Terimakasih Tetua Agung. Kami Pamit" Keempat Tetua pergi buru-buru seakan ingin cepat sampai ke Sekte.
" Haaahh." Ryu bernapas lega, triknya telah berhasil.
" Suamiku, maaf kami kira kamu ada hubungan dengan wanita itu." Xin Chie dan Huli Yue mendekati Ryu langsung mencium pipinya.
" Lebih baik kita istirahat, besok pagi kita harus berangkat dari Kota ini" Ryu langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Xin Chie langsung mengunci pintu lalu mendekati Ryu yang diikuti Huli Yue.
" Suamiku, Kami sudah siap!" Kedua istrinya menggoda.
......................
__ADS_1
Di dekat perbatasan antara Kekaisaran Lotus Putih dan Kekaisaran Lotus Hitam, Kini Ryu dan kedua Istrinya sedang menunggu antrian untuk menuju ke Wilayah Kekaisaran Lotus Hitam.
" Suamiku, kenapa kita tidak memakai Jinying saja?" usul Xin Chie.
" Jika kita terus terbang, kita tidak akan tau segala informasi. Apa kalian tidak ingin mencari berbagai tempat keberadaan Harta Langit atau yang lain?" tanya Ryu.
" Benar juga" ucap Xin Chie.
" Coba kamu dengar pembicaraan kelompok pedagang disana" Ryu menunjuk ke arah Pedagang yang sedang menuju wilayah Kekaisaran Lotus Putih.
" Saudara... aku memilih berdagang di wilayah kekaisaran Lotus Putih karena lebih aman." ucap salah satu pedagang.
" Aku juga merasa demikian. Sepertinya Kaisar kita tidak Berdaya dengan hadirnya Sekte Tengkorak Iblis. Kekuatan mereka melebihi Kekuatan Kekaisaran." ucap yang ada di sampingnya.
" Benar Saudara. Bahkan aku dengar, Wilayah Kekaisaran Lotus Merah tidak luput dari kekuasaan mereka. Jadi, kita warga biasa yang menjadi korban."
" Aku dengar, mereka juga akan membuka Cabang di wilayah kekaisaran Lotus Putih. Tapi tidak ada yang tau dimana mereka membuka cabang mereka."
" Sayang sekali jika Benua Lotus ini telah dikuasai oleh mereka. Tidak lama lagi kejahatan akan merajalela."
Pembicaraan itupun terus berlanjut, namun Ryu menyimpulkan bahwa masalah itu tidak sesederhana yang dia pikirkan.
" Suamiku, apa yang sedang kamu pikirkan tentang masalah ini.?" Xin Chie menatap Ryu dengan serius.
" Apakah kita akan mencuri lagi? ucap Huli Yue dengan pelan.
" Mungkin aku terlalu jauh mencampuri masalah ini. Tapi jika dibiarkan keadaan semakin tidak terkendali. Kalian lihat saja Penjaga perbatasan itu! mereka meminta Uang Koin yang sangat banyak dari warga." Ryu menatap Beberapa Warga yang tidak bisa masuk karena biaya masuk sangat mahal.
" Apa kita akan menghajar mereka? " Tanya Huli Yue.
" Jangan bertindak gegabah, kita belum tau siapa dibalik semua itu. Kita harus masuk terlebih dulu." Ucap Ryu.
" Berikutnya! " Penjaga memandang ke arah Ryu.
" Harga Masuk 1000 Koin Emas " ucap Pemimpin Penjaga
Ryu langsung membayar 3000 Koin Emas untuk mereka bertiga membuat Warga yang lain memandang Ryu penuh tanya.
" Silahkan masuk! " Pemimpin Penjaga memberi jalan.
" Mmmmm'' Ryu mengangguk masuk ke Wilayah Kekaisaran Lotus Hitam bersama kedua Istrinya.
" Tuan tolong kasihanilah kami.!" Puluhan warga berlutut didepan Ryu.
" Saudara, apa yang bisa aku bantu? " Ryu sekedar basa-basi sudah tau keinginan mereka.
" Tuan, kami ingin menyambung hidup di kekaisaran Lotus Putih. Kami tidak tahan lagi di wilayah ini. Jika Tuan berkenan untuk membantu kami melewati Penjaga disana" ucap salah satu warga.
Setelah berpikir cukup lama Ryu memperhatikan dari pergelangan tangan mereka seperti seorang Kultivator.
" Saudara, Apa kalian seorang Kultivator?" Ryu menyelidik.
Mendengar pertanyaan itu mereka terlihat gugup saling berpandangan satu sama lain bangkit untuk meninggalkan tempat tersebut.
" Saudara mengapa kalian begitu takut? " Ryu bertanya kembali.
" Tuan, buat apa menjadi Kultivator jika kami tidak mampu membantu sesama yang sedang kesusahan" Salah satu dari mereka memberanikan diri.
Mendengar pernyataan tersebut tentu membuat Ryu seakan tertarik langsung mengajak mereka ke suatu tempat.
Meskipun awalnya mereka enggan untuk ikut, namun berkat kegigihan Ryu juga dibantu kedua Istrinya akhirnya mereka mengikuti kemana Ryu membawa mereka.
" Saudara, mengapa kalian bisa seperti ini?" Ryu memulai pembicaraan.
" Tuan apa gunanya kami melawan, mereka terlalu banyak dan kuat. lebih baik kami Pergi ke Kekaisaran Lotus Putih untuk berlindung." ucap satu dari mereka.
" Sekarang aku bertanya kepada kalian semua, jika kalian pindah ke Kekaisaran Lotus Putih apa kalian yakin bahwa mereka tidak akan pergi kesana untuk melebarkan sayap lalu melakukan hal yang sama. Bukankah itu kalian sama saja memberikan peluang kepada mereka untuk lebih kuat lagi? Aku tidak mengerti Jalan Kultivator kalian " Ryu sedikit menekan.
Mendengar ucapan dari Ryu mereka saling berpandangan menunduk merasa malu terlihat salah satu dari mereka memberanikan diri.
" Terimakasih Tuan telah menyadarkan kami. Mulai sekarang kami akan melakukan perlawanan meski harus mati." ucap Pria Paruh Baya.
" Setuju!" Suara lantang dari yang lain.
" Dengan kondisi kalian seperti itu, apa kalian ingin mati Konyol? " Ryu melihat Gerak-gerik mereka.
Kembali mereka langsung menunduk malu apa yang dikatakan Ryu memang benar dan berpikir keras apa yang akan mereka tempuh
" Tuan, aku tau kemana kami akan pergi" ucap yang lain.
" Antarkan kami ke tempat itu!" Ryu dengan tegas.
__ADS_1
" Mari Tuan" Sosok tersebut membawa mereka ke sebuah perkampungan yang letaknya sangat jauh dari tempat mereka semula.
Dengan menempuh perjalanan selama dua hari tanpa Istirahat, Sosok tersebut masuk ke salah satu bangunan cukup besar.
Tidak menunggu lama muncul dua Sosok Pria Tua dan satu Wanita muda terlihat seperti seorang Kultivator berpakaian biasa.
" Apa Tuan yang ingin bertemu dengan kami? tanya salah satu Pria Tua.
" Benar Senior." Ryu menjawab meski tidak tau apa yang terjadi.
" Silahkan masuk Tuan! Terlalu berbahaya jika diluar! " mereka membawa masuk semua Rombongan.
Di Ruangan tersebut terlihat banyak para Kultivator yang seakan sedang mengungsi yang hampir memenuhi Ruangan.
" Inilah Keadaan kami Tuan. Kami tergabung dari beberapa Sekte yang telah dihancurkan. Perkenalkan Namaku Fang Yan yang dipercayakan untuk memimpin kelompok kecil ini." Fang Yan memperkenalkan diri.
" Tuan Perkenalkan namaku Feiyang yang ikut membantu Pemimpin dan ini Cucuku Nallan " Feiyang mengenalkan diri dan Wanita Muda di sampingnya.
" Salam Semuanya, Perkenalkan namaku Ryu dan mereka berdua adalah Istriku" Ryu memperkenalkan diri dan kedua Istrinya.
Sontak semua Kaget dan beranggapan bahwa Ryu bukan orang sembarangan karena memiliki dua istri.
" Tuan... Sebelumnya aku ingin bertanya kepada Tuan, mengapa Tuan begitu peduli dengan keadaan kami seperti saat ini?" tanya Fang Yan.
" Aku hanya tidak suka dengan penindasan yang merajalela. " Jawaban singkat dari Ryu.
" Jika boleh tau, langkah apa selanjutnya yang kalian ambil?" tanya Ryu.
" Kami akan menyerang beberapa titik dimana ada kelengahan mereka?" jawab Fang Yan.
" Apa selama ini berhasil?" tanya Ryu.
Semua terlihat saling berpandangan mengingat selama ini pihak merekalah yang banyak mengalami kerugian.
" Jika aku memberi usul, lebih baik tinggalkan Wilayah ini secepat mungkin. Cepat atau Lambat, persembunyian kalian akan tercium." ucap Ryu.
" Menurut Tuan, kami akan bersembunyi kemana? Fang Yan merasa itu memang benar.
" Jika kalian percaya padaku, aku akan mencari tempat persembunyian yang tepat." ucap Ryu.
" Kami percayakan kepada Tuan " Fang Yan tegas.
" Baiklah mumpung ini masih Sore kita langsung mencari tempat aman" Ryu langsung membawa mereka keluar sambil memeriksa keadaan sekitar dengan Spiritual.
Tiga Hari Perjalanan meski berhenti sejenak, Kini mereka telah berada di dalam Hutan dimana terdapat sebuah Goa yang terlihat Cukup luas.
" Tunggu sebentar, Aku akan membereskan yang ada di dalam Goa ini." Ryu berjalan masuk ke dalam Goa.
" Siapa ini? Mengapa di begitu santai " Terdengar bisikan dari beberapa kelompok itu.
Tidak lama terdengar suara Pertarungan yang sangat kuat seakan membuat gempa kecil. terlihat sangat Khawatir dari wajah mereka semua.
" Kalian tidak usah Khawatir, Hanya ada beberapa Siluman Usia 10 Ribu Tahun Tingkat Surgawi " Xin Chie menepis kekhawatiran mereka.
" Apa?" semua Kaget mendengar hal tersebut seakan tidak percaya.
" Sekarang masuklah! Semua sudah Aman!" Ryu melambaikan tangan.
"Gluug " mereka menelan ludah berkeringat dingin.
Saat mencapai Ruangan Goa, terlihat puluhan Siluman Serigala Darah Berusia 10Ribuan Tahun Tingkat Raja dan Pemimpinnya Tingkat Surgawi.
" Sekarang kalian lebih aman disini sambil mengumpulkan kekuatan. Jangan dulu bertindak jika itu membuat kerugian di pihak kalian meskipun hanya satu orang." ucap Ryu.
" Lalu apa gunanya kami disini jika hanya duduk diam." kini Nallan bersuara.
" Apa kamu mau mati Konyol tanpa perlawanan berarti." ucap Ryu.
" Aku tau perasaan kalian, tapi jika kalian bertindak gegabah malah akan mempengaruhi perjuangan kalian." Ucap Huli Yue.
" Yang dikatakan Suamiku benar. lebih baik Tingkatkan Kultivasi kalian. Senior Fang Yan, Atur sebaik mungkin pil ini agar kalian bertambah Kuat." Xin Chie memberikan Puluhan Kotak Besar yang berisi Pil Kultivasi dan beberapa pil lain.
" Tidak perlu terkejut. Jika kalian bertemu dengan orang yang satu Pemikiran dengan kalian, maka ajaklah bergabung agar kalian bertambah Kuat." Ryu memahami ekspresi mereka
" Terimakasih Tuan. Ini sangat luar biasa. Dengan ini kami mampu melawan Beberapa dari kelompok Sekte Tengkorak Iblis itu." Fang Yan bersemangat.
" Maafkan aku telah salah menilai kalian" Nallan tertunduk malu.
" Mmmmm.... Jika nanti kalian bertemu dengan Sekte Lembah Persik, bergabunglah.Mereka akan membantu melumpuhkan Sekte Tengkorak Iblis. " Ryu memberikan Lencana Sekte Lembah Persik.
" Terimakasih Tuan, Aku akan mengingatnya" Fang Yan merasa sangat senang.
__ADS_1