SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
ASSOSIASI MATAHARI TIMUR


__ADS_3

Mendengar ucapan dari Ryu, mereka pun kembali berfikir untuk menyelesaikan masalah tersebut.


" Begini saja. Kebetulan Zi Mayi dan Zi Mifeng ingin tinggal di Kekaisaran Awan, mereka bisa menelusuri Wilayah Kekaisaran Awan. Jika sudah mendapatkan keberadaan mereka, dengan bantuan Jendral Yuchen, Jenderal Heilong, Jenderal Li Chun dan Pasukan Semesta, aku rasa mereka sudah mampu menyelesaikannya." Ryu berfikir dengan bantuan mereka, Perguruan Hantu Malam bisa terselesaikan.


" Baiklah... Aku rasa itu sudah cukup. Sekarang kita Istirahat saja, karena besok kita akan berangkat." Sheng Zhishu bangkit dari tempat duduk menuju kamarnya.


" Gege... Kami juga ingin Istirahat." Xin Chie juga bangkit dari tempat duduk menuju kamarnya.


Satu-persatu mereka meninggalkan tempat tersebut kembali ke kamar masing-masing yang membuat Ryu mengerutkan kening melihat perubahan sikap mereka.


Sebenarnya semua Istri Ryu sedang melakukan latihan untuk menyempurnakan tubuh Dewi Emas Suci di kamarnya masing-masing agar Ryu tidak menaruh curiga.


Setelah mereka semua sudah pergi, Ryu juga kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


...----------------...


( Sehari setelah Pertarungan di Dunia kecil)


Di Perguruan Hantu Malam terlihat Ling Xianzi sedang duduk bersama beberapa Sosok wanita lain sedang melakukan perbincangan.


" Zi'er... Kamu sudah kelewatan. Bagaimana kamu bisa berfikiran meninggalkan Murid yang lain." Guru ketiga menggelengkan kepala atas tindakan dari Ling Xianzi.


" Maafkan aku Guru. Semua ini diluar dugaanku. Kami telah bertarung melawan 21 sosok wanita yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap awal, namun kekuatan mereka sangat mengerikan." Ling Xianzi menjelaskan apa yang terjadi pada kelompoknya.


" Pendekar Surgawi? Ini sangat sulit dipercaya. Bagaimana di Kekaisaran Awan ini banyak menyimpan Pendekar Surgawi." Guru Agung menggelengkan kepala seakan tidak percaya dengan hal tersebut.


" Guru Agung... Mereka bukan dari Kekaisaran Awan, tapi mereka berasal dari Kekaisaran Shin." Ucap Ling Xianzi.


Mendengar ucapan dari Ling Xianzi, mereka semua terlihat khawatir. Sangat sulit bagi mereka untuk percaya mengenai hal tersebut.


" Ling Xianzi... Kamu tau, jika semua Murid yang kami kirim tidak kembali. Maka setengah dari kekuatan kita akan hilang." Guru Agung menghela nafas karena telah kehilangan Murid terbaik di Perguruan Hantu Malam.


" Begini saja, bagaimana kalau kita mencari Murid baru ke seluruh Wilayah Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin. Kita tidak bisa seperti ini terus." Guru pertama memberi usul.

__ADS_1


" Aku punya rencana lain. Sepertinya kita kesulitan untuk meningkatkan Kultivasi di Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin jika tanpa Sumberdaya yang memadai. Sebelum kita berkembang, Prajurit Istana Kekaisaran Awan pasti akan menemukan keberadaan kita." Guru Agung menghela nafas panjang sambil memikirkan sesuatu.


" Kita harus bergabung dengan Sekte Burung Hantu yang kebetulan Matriak dan Tetua Agung mereka adalah kerabat ku. Sekte Burung Hantu adalah Sekte besar yang letaknya diantara Kekaisaran Han dan Kekaisaran Taiyang." Guru Agung mengingat kembali kedua sahabatnya itu yang dimana mereka adalah mantan Istri dari Hantu Malam.


Meskipun Guru Agung sekarang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir, namun jika berhadapan dengan Kekaisaran Awan yang memiliki jumlah pasukan yang besar, tentu saja akan kerepotan bahkan tidak menutup kemungkinan dia juga akan mengalami kekalahan.


" Lalu bagaimana dengan Kaisar Ryu? Bukankah Pemuda itu memiliki 'Yang' Matahari?" Guru ketiga seakan tidak rela melepas buruannya yang sangat langka.


" Aku juga memiliki pemikiran yang sama. Kita harus menangkap Pemuda itu sebelum pergi ke Sekte Burung Hantu." Guru pertama ikut bersuara.


" Aku juga." Guru kedua, Guru keempat dan Guru kelima ikut bersuara.


" Zi'er... Apa kamu tau keberadaan Pemuda itu?" Guru ketiga menoleh ke arah Ling Xianzi.


" Sepertinya Kaisar Ryu pasti akan keluar dari Istana dan pasti akan tertarik dengan terbukanya Hutan larangan." Ling Xianzi merasa Ryu tidak betah tinggal di Istana Kekaisaran Awan.


Ditambah lagi saat dia berada di Dunia kecil, dimana Ling Xianzi dapat merasakan Aura samar-samar dari sosok Pemuda yang sedang pingsan tersebut memiliki Aura yang sama dengan Ryu saat dia menggunakan teknik mata ratu ular.


" Zi'er... Apa kamu yakin?" Tanya Guru pertama.


" Guru kelima... Sepertinya hanya kamu yang bisa mengetahui Kaisar Ryu, karena kamu memiliki teknik mata dewa." Guru ketiga menatap ke arah Guru kelima.


" Tidak masalah... Kita bisa mencarinya saat berada di hutan larangan." ucap Guru kelima.


" Aku sangat penasaran dengan Pemuda itu. Kita tidak boleh melewatkannya begitu saja." ucap Guru kedua.


" Baiklah... Guru pertama, Guru kedua, Guru ketiga, Guru keempat dan kau Guru kelima... Aku perintahkan secara langsung kepada kalian untuk menangkap Pemuda itu. Jika Pemuda itu berhasil menjadi budak kita, maka kita tidak perlu repot-repot bergabung dengan Sekte Burung Hantu." Guru Agung memberi perintah kepada mereka, karena hanya mereka saja yang sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap menengah.


" Baik Guru Agung." jawab kelima Guru serempak.


" Guru Agung... Bagaimana denganku?" Ling Xianzi tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bertemu dengan Ryu dan ingin menjadi orang yang pertama menyerap energi 'Yang'matahari milik Ryu.


" Zi'er... Lebih baik kamu fokus menyempurnakan tubuh emas milikmu!" ucap Guru Agung.

__ADS_1


" Ba... Baik Guru Agung." Ling Xianzi tidak mampu mengelak lagi.


" Sekarang berikan serbuk mata merah itu kepada Guru pertama! Aku tidak ingin rencana ini gagal." Guru Agung menatap tajam ke arah Ling Xianzi.


" Ba... Baik Guru Agung." Ling Xianzi berkeringat dingin sambil memberikan botol kecil yang berisi serbuk mata merah kepada Guru pertama.


" Sekarang kalian boleh pergi! " Ucap Guru Agung.


" Baik Guru Agung." Satu-persatu mereka meninggalkan ruangan tersebut kembali ke kediaman masing-masing.


...----------------...


( Di Assosiasi Matahari Timur seminggu setelah keluar dari Dunia kecil )


" Pengawal... Apa yang kalian temukan di Dunia kecil itu?" Tanya sosok yang sedang duduk di sebuah kursi sambil menatap beberapa sosok yang di depannya.


" Tuan Manager... Kami menemukan beberapa Sumberdaya saat menelusuri Dunia kecil itu." ucap salah satu Pengawal.


" Aku tidak menanyakan masalah Sumberdaya yang kalian dapatkan. Tapi aku menanyakan tentang pengamatan kalian." ucap sosok yang duduk di kursi adalah Manager Assosiasi Matahari Timur yang ada di wilayah Kekaisaran Awan.


" Tuan Manager... Menurut pengamatan kami, Wilayah Kekaisaran Awan ini banyak menyimpan Kultivator jenius yang memiliki tingkat Kultivasi yang mengerikan. Tidak hanya itu, saat kami berada di Dunia kecil, ada 21 sosok wanita yang sudah mencapai Pendekar Surgawi atau lebih tinggi lagi. Meskipun mereka menyembunyikan tingkat Kultivasi mereka, namun aku sangat yakin kalau mereka sudah mencapai Pendekar Surgawi."


" Ini sungguh sulit dipercaya, dari mana mereka menemukan Sumberdaya yang berlimpah. Karena setahuku hanya Assosiasi Matahari Timur saja yang memiliki Sumberdaya yang memadai." Pengawal Assosiasi Matahari Timur menjelaskan tentang pengamatan mereka.


" Ini sungguh merepotkan. Sekarang penjualan Sumberdaya di Assosiasi Matahari Timur semakin menurun, terkhusus untuk wilayah Kekaisaran Awan dan Kekaisaran Shin. Jika seperti ini terus, maka kita akan merugi." Manajer Assosiasi Matahari Timur menggelengkan kepala.


" Bukankah Assosiasi Matahari Timur memiliki pelanggan tetap dari Istana Kekaisaran Awan?" tanya salah satu Pengawal.


" Mereka tidak lagi mengambil Sumberdaya disini. Haaahh... Ini semua kecerobohanku, aku telah menjual Sumberdaya dengan harga yang sangat tinggi kepada mereka. Mungkin mereka sekarang sudah menemukan Organisasi yang lain yang juga menjual Sumberdaya dengan harga terjangkau, karena aku sudah memeras Harta mereka." Manager menggelengkan kepala.


Pada saat pertama kali Istana Kekaisaran Awan memesan Inti Roh Hewan Ilahi, Manager langsung memasang harga yang sangat tinggi kepada pihak Istana bahkan untuk jenis Sumberdaya yang lain.


Sejak saat itu Assosiasi Matahari Timur semakin berkembang pesat, karena Batu Roh yang selalu mengalir dari pihak Istana.

__ADS_1


Namun dalam beberapa bulan terakhir, pihak Istana tidak lagi membeli Sumberdaya di Assosiasi Matahari Timur yang tentu penjualan mereka mengalami penurunan drastis.


__ADS_2