SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
DEWA SILUMAN ULAR


__ADS_3

Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:




Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.




Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'




Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏


...****************...


Kapal udara pun beranjak dari tempat tersebut yang kini Ryu meletakkan kotak dimensi di bagian inti kapal udara agar air yang ada di kotak dimensi tersebut bisa mengalir ke setiap kamar di kapal udara sebagai kebutuhan mereka.


Untuk para Kultivator mungkin ada beberapa yang memiliki persediaan air masing-masing, namun untuk warga biasa, mereka pasti sangat membutuhkan hal tersebut.


Qixuan yang diam-diam mengawasi hal itu kini terlihat senang karena tidak terfikir olehnya untuk mengisi bak apalagi air di cincin Ruang miliknya karena jarang sekali melakukan perjalanan jauh.


Ryu yang sudah berada di dalam kamar utama kini langsung ditarik oleh Jinying ke Alam Jiwa.


Dua hari telah berlalu kini kapal udara berhenti di pinggir Hutan yang keempat dimana tempat Siluman yang paling banyak dan terdapat Siluman yang sudah mencapai puncaknya.


" Ryu'er... Apa kamu yakin?" Liu Meng sedikit ragu.


" Mmm... Dengan Armor awan dan cincin pemulihan akan sedikit membantu kalian. Tapi usahakan jangan sampai mengalami luka berat." ucap Ryu.


" Dengarkan aku semuanya, jika ada rekan kalian yang terdesak ataupun banyak mengalami luka. Cepat lindungi mereka dan yang terluka harus mundur agar memulihkan diri lebih cepat. Cincin pemulihan memang bisa meregenerasi luka kalian, tapi jika terlalu banyak memiliki luka maka cincin pemulihan akan lebih lama menyembuhkan kalian." Ryu bicara dengan suara lantang.


" Baik Tetua Agung." ucap mereka serempak.


" Satu lagi... Armor Awan memang sangat kuat, tetapi jika mendapatkan lawan yang lebih kuat dan terkena banyak serangan maka tetap saja kalian bisa mengalami luka, bahkan aku sendiri." Ryu mengingatkan kembali.


Mendengar ucapan dari Ryu, mereka langsung mengangguk setuju.


Sekuat dan sekeras apapun pelindung yang dipakai, semua punya batas kemampuan. Bahkan bongkahan Baja sekalipun jika dihantam dengan kekuatan besar, bukan tidak mungkin juga bisa hancur.


Setelah memberi instruksi kepada mereka, Ryu membawa mereka masuk ke dalam Hutan yang dimana langsung disambut oleh kelompok Siluman yang sangat banyak.


Namun berkat bantuan Aura Dewa Agung ditambah lagi dengan Cincin pemulihan dan Armor awan, mereka masih bisa menghalau gelombang Siluman tersebut meski banyak yang mengalami luka berat maupun ringan.


Untuk Ryu sendiri tidak menjadi masalah, karena yang dia butuhkan hanya Siluman yang sudah berusia Jutaan Tahun tingkat Abadi yang setara dengannya.


Meskipun demikian, Ryu juga kewalahan jika berhadapan dengan Siluman jutaan tahun yang dibawah tingkat Abadi jika mereka terlalu banyak seperti yang dihadapi Ryu sebelumnya.

__ADS_1


Setelah berada di bagian terdalam Hutan, kini mereka disambut oleh 90 Siluman Ular berusia Jutaan Tahun tingkat Raja.


Ryu meminta mereka untuk menghadapi Siluman Ular tersebut, karena dia merasakan ada Aura yang sangat kuat yang juga sedang menuju ke arah mereka.


" Tenangkan diri kalian! Bukankah Tetua Agung telah memberi kepercayaan kepada kita? Sebaiknya kita tunjukkan yang terbaik." Jianheng memberikan semangat kepada yang lain karena terlihat khawatir.


" Jangan kecewakan aku yang sudah tua ini. Bukankah selama ini kita tidak gentar menghadapi lawan?" ucap salah satu Tetua yang paling tua diantara yang lain.


" Baik." mereka mengumpulkan keberanian.


" Ssssttt." Siluman ular mendesis mulai melakukan serangan kepada anggota Klan Liu.


Anggota Klan Liu juga tidak tinggal diam langsung mengeluarkan Hewan Kontrak mereka untuk membantu jalannya pertarungan.


Pertemuan serangan dari kedua belah pihak mulai terdengar ke berbagai arah hingga membuat beberapa pepohonan mulai bertumbangan.


Meskipun dalam jumlah Klan Liu sangat banyak, namun dari segi kekuatan mereka terlihat kewalahan meskipun dengan bantuan Hewan Kontrak mereka.


Namun berkat kerjasama yang baik, mereka seakan bergantian untuk menghadapi Siluman Ular tersebut.


Dengan sebuah teriakan dari anggota Klan Liu yang berusaha saling memberi semangat kepada rekannya.


Ketika barisan depan terlihat kewalahan, barisan yang di belakang langsung maju dan memberikan isyarat kepada rekannya untuk memulihkan diri.


Kejadian itu terus berlanjut hingga memakan waktu yang sangat lama karena dari pihak Siluman ular memiliki kekuatan diatas mereka.


Puluhan kali Anggota Klan Liu yang secara bergantian menghadapi Siluman Ular, kini Siluman ular terlihat kesal karena masih belum mampu membunuh lawan mereka dan hanya membuat mereka terluka parah.


Saat ingin membunuh lawan yang terluka, saat itu juga yang lain langsung menghadang berusaha menutupi serangan tersebut.


Karena anggota Klan Liu sangat cepat memulihkan diri, secara perlahan Siluman ular mulai kewalahan karena sudah banyak mengeluarkan tenaga.


Liu Meng pun memberi Isyarat kepada rekannya untuk terus mendesak pergerakan lawan agar tidak sempat memulihkan diri.


" Dengarkan semuanya, ini adalah kesempatan baik untuk menggantikan hewan kontak kita yang mati." Liu Meng bersuara lantang seraya melawan seekor Siluman ular yang didepannya bersama enam rekannya.


" Baik." ucap yang lain dengan serempak.


Liu Meng berfikir jika mereka memiliki Hewan Kontrak yang sudah berusia jutaan tahun, maka kekuatan fisik mereka akan bertambah dan yang pasti dengan Hewan Kontrak yang sangat kuat mereka akan mampu melawan siluman yang lain.


Satu-persatu Siluman ular mulai kewalahan, karena tenaga mereka sudah habis terkuras hingga membuat mereka tidak berdaya.


Liu Meng kembali bersuara agar memberikan kesempatan kepada Anggota Klan memiliki level paling rendah untuk melakukan kontrak jiwa kepada Siluman Ular tersebut.


Yang lain pun mengangguk setuju agar mereka tidak rentan terkena serangan ketika bertemu lawan yang kuat.


Satu-persatu anggota Klan Liu mulai melakukan teknik kontrak jiwa kepada 90 Siluman Ular tersebut hingga mereka kembali memulihkan diri dan memberikan beberapa Pil kepada hewan kontak yang baru mereka dapatkan.


" Tetua Meng... Aku ada usul, bagaimana kalau kita mengajarkan kepada anggota Klan Liu yang berasal dari Desa Lembah Hitam mengenal teknik kontrak jiwa." Jianying membuka suara saat kondisinya sudah pulih.


" Tetua benar... Anggap saja itu sebagai bekal mereka saat berada di Dunia Abadi nanti." Tianba menimpal.


" Tidak masalah... meskipun mereka seperti warga biasa, namun Kultivasi mereka semua rata-rata mencapai level 15 dan itupun yang paling rendah." ucap Liu Meng.

__ADS_1


" Aku juga setuju, tapi sebelumnya kita harus meminta pendapat dari Tetua Agung." ucap Jianheng.


" Nanti kita akan bicarakan hal ini. Sepertinya Ryu'er sedang bertarung melawan Siluman yang lebih kuat lagi. lebih baik kita lihat dari kejauhan saja, agar tidak menjadi beban untuknya." Liu Meng menyadari jika mereka terlalu dekat dengan pertarungan Ryu, maka hal yang buruk akan terjadi pada mereka.


Liu Meng dan beberapa Tetua yang lain juga merasakan Aura yang sangat kuat yang dihadapi oleh Ryu, jika mereka mendekat, maka terkena imbas Aura saja tubuh mereka bisa kehilangan kesadaran.


Di pertarungan yang lain, Ryu telah berhadapan dengan Siluman Ular yang berusia Jutaan Tahun tingkat abadi.


Siluman ular tersebut terus menyemburkan cairan racun yang sangat kuat membuat pepohonan yang terkena langsung menghitam dan layu.


Meskipun tubuh Ryu sudah kebal terhadap racun, namun kali ini racun yang dimiliki oleh Siluman ular jauh lebih tinggi dibandingkan dengan miliknya.


Tidak ingin mengambil resiko, Ryu lebih memilih untuk menghindar dari arah semburan racun tersebut sambil menunggu waktu yang tepat.


Meskipun Ryu sudah berkali-kali melepaskan jarum racun ke tubuh Siluman ular tersebut, namun hanya bisa melukainya saja tapi efek racun yang ditimbulkan seakan tidak ada artinya.


Melihat Ryu yang selalu menghindar dari serangannya membuat Siluman ular sangat marah hingga mengibaskan ekornya menuju ke arah Ryu.


" Bboooom." Getaran yang sangat kuat menyebabkan gempa di wilayah sekitar.


Ryu yang melihat Siluman ular memberikan bagian tubuhnya yang lain buru-buru menciptakan Bola Petir Hitam ke arah bagian vital Siluman ular tersebut.


" Bboooom." ledakan yang sangat kuat membuat tubuh raksasa Siluman ular bergeser menciptakan kawah kecil.


Dengan langkah Hantu Harimau Petir Ryu mendekati tubuh Siluman ular tersebut sambil memegang Pedang ditangannya berniat untuk menebas Siluman ular.


" Craaash... Craaash... Craaash." Tebasan yang sangat kuat membuat tubuh Siluman ular mengalami luka berat.


Namun setelah beberapa saat luka sayatan tersebut seperti menutup kembali hingga kembali seperti semula.


" Efek regenerasi yang sangat kuat." Ryu melirik ke arah terbasan yang baru dia lancarkan.


Siluman ular yang merasakan serangan itu terus meregenerasi kembali lukanya dengan mengeluarkan Qi miliknya kembali menyemburkan racun ke arah Ryu.


Melihat serangan tersebut Ryu langsung menghindar sambil menelan beberapa Pil untuk memulihkan tenaga.


" Wuush." Ryu kembali melepaskan jarum racun agar Siluman ular tersebut terus mengeluarkan darah karena hanya dengan jarum racun saja yang membuat tubuh Siluman ular tidak bisa di regenerasi.


Siluman ular juga semakin ganas berusaha untuk melumpuhkan Ryu secepat mungkin karena jika terlalu lama, maka Siluman ular akan kelelahan akibat darah yang keluar dari jarum racun terus mengalir.


" Baru kali ini aku mendapatkan lawan yang membuatku kewalahan." Siluman ular bergumam seraya menciptakan energi racun menyerang ke arah Ryu.


Ryu juga tidak tinggal diam langsung menciptakan Bola Petir lalu melemparkan ke arah serangan.


" Bboooom." Tekanan yang sangat kuat membuat tubuh Ryu terpental puluhan meter.


Begitupun dengan Siluman Ular kini Terpental kebelakang menabrak pepohonan.


" Pantas saja kamu berani mencapai wilayah kekuasaan ku, tapi kekuatan mu belum cukup." Siluman ular mengibaskan ekornya ke arah Ryu.


Sebelum ekor Siluman ular bertumpu padanya, Ryu langsung melompat menciptakan pelindung Petir Hitam mengelilingi tubuhnya


Dengan lompatan tersebut Ryu menebas ekor Siluman ular tersebut sebelum menyentuh tanah.

__ADS_1


" Craaash." Ekor Siluman ular terpotong dengan sempurna.


" Arrgghhh." Siluman ular berteriak kesakitan menatap ke arah Ryu penuh kebencian.


__ADS_2