SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Kekaisaran Petir 2


__ADS_3

Kelima Komandan itu pun mendata semua Para pendekar satu persatu untuk ditempatkan Sesuai tingkat Kultivasi dan memisahkan antara Pendekar Laki-laki dan Perempuan.


Kini giliran Ryu ditempatkan pada kelompok yang memiliki Kultivasi Pendekar Bumi tahap awal, hal itu dikarenakan Ryu menyamarkan Tingkat Kultivasi yang sebenarnya.


Namun kini terlihat Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue dan semua Istri Ryu serta 5 Kultivator wanita lain harus tetap berada di dekat kelima Komandan tersebut.


Hal itu tentu saja mengundang Pertanyaan dari para Pendekar yang menyaksikannya.


Di sisi lain Ryu hanya menggelengkan kepala melihat tingkah dari Prajurit tersebut yang tentu akan mempercepat waktu mereka untuk bertemu dengan malaikat maut.


" Maaf Komandan, mengapa kami berada di sini dan tidak bersama Kultivator wanita yang lain? " Tanya Ting Ye Penuh curiga, namun setelah beberapa saat Ryu memberi sebuah isyarat agar tidak bertindak gegabah.


" Hahaha... Kalian tidak perlu bertempur. Sangat disayangkan jika kulit mulus kalian terluka, apalagi harus mati. " ucap Salah satu Komandan.


" Benar yang dikatakan Komandan Ergo. Lebih baik kalian menemani kami malam ini dan Jendral Ye gang untuk bersenang-senang." Komandan yang Lain menimpal.


Hal itu tentu saja membuat Para wanita tersebut Kaget. Beberapa Kultivator Muda lain yang mendengar ucapan tersebut terlihat sangat geram, namun tidak ingin bereaksi takut hal buruk menimpanya.


" Apa maksud Komandan? " Tanya Kultivator wanita yang lain.


" Hahaha... Lebih baik kalian turuti saja! dengan begitu kalian akan mendapatkan kekayaan yang kalian Inginkan. Terutama untuk 23 wanita bercadar Itu. Aku rasa Jendral Ye Gang sangat menyukainya dan menjadikan mereka Selirnya. " Jawab Jendral Ergo.


" Aku tak menyangka serendah ini Pasukan kerajaan. " Ucap wanita lainnya sangat geram atas tindakan dari Prajurit Kekaisaran Petir.


" Tutup mulutmu! Prajurit, tangkap mereka! Jika ada yang berani melawan, bunuh saja. " perintah Komandan Ergo.


Para Prajurit pun menyerang kelima wanita tersebut, tetapi tidak menyerang Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang lain karena mereka tidak melakukan perlawanan.


Pertempuran tersebut yang berat sebelah dari sisi jumlah membuat kelima wanita tersebut kewalahan dan mengalami luka-luka.


Melihat kelima wanita terluka, seorang Pemuda yang tampan memberanikan diri untuk membantu kelima wanita tersebut yang diikuti Pemuda yang lainnya.


" Apa kalian bosan hidup dan ingin melawan Prajurit Kekaisaran Petir? " Jendral Ergo terlihat marah.


" Maaf Komandan, tidak seharusnya seorang Prajurit Kekaisaran memperlakukan wanita seperti itu." ucap Pemuda tersebut berharap agar Komandan Ergo bisa berbaik hati.


" Prajurit bunuh mereka! " Seru Komandan


Para Prajurit pun menyerang mereka dengan beringas dengan jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya.


Kini beberapa Kultivator wanita yang lain juga ikut membantu, mereka juga berfikir sebagai sesama wanita juga merasakan hal yang sama.


" Dasar para wanita kalang... Jangan beri ampun kepada mereka semua! " Komandan Ergo yang amarahnya memuncak.

__ADS_1


Namun kali ini Sheng Zhishu dan yang lain juga membantu mereka menyerang Kelima Para Komandan tersebut meskipun tidak menggunakan kekuatan mereka sepenuhnya.


Pada awal terlihat para Pendekar sudah kewalahan, kini mereka sudah berimbang berkat bantuan Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang lain.


Mendengar pertempuran dari kejauhan, Jendral Besar, Para Jendral, Komandan dan Prajurit pun menuju ke asal pertempuran tersebut.


Jendral Ye Gang yang paling dekat tentu saja lebih sampai ke areal pertempuran lebih cepat dari yang lain.


" Hentikan! "Jendral Ye Gang terlihat marah.


Seketika Pertempuran terhenti, Kelima Komandan dan para Prajurit pun menuju Sang Jendral.


" Komandan Ergo, apa yang terjadi? " tanya Jendral Ye Gang.


" Jendral hal ini terjadi karena para wanita itu. " jawab Komandan Ergo menunjuk 28 wanita yang dia pilih sebelumnya termasuk Sheng Zhishu dan Istri Ryu yang lain.


" Apa maksudmu? " Tanya Jendral melihat wanita cantik tersebut.


" Jendral. Kami ingin mempersembahkan semua wanita itu untuk Jendral. " Jawab Komandan Ergo.


" Jadi begitu ya?" Jendral Ye Gang memegang dagunya seraya Tersenyum " Pilihan kalian sangat bagus, aku akan memberikan hadiah yang sepadan untuk kalian." Lanjut Jenderal Ye Gang.


" Te.. Terima kasih Jendral " Komandan Ergo dan yang lain merasa senang.


" Ternyata kalian semua sama saja. Tidak kusangka Pasukan Kekaisaran Petir layaknya Binatang." Jawab Pemuda yang membela mereka tadi.


" Hentikan! " Terdengar suara dari belakang mereka.


" Hormat Jendral Besar. " Jendral Ye Gang beserta Komandan dan Prajuritnya memberi hormat.


Hal itu membuat para Pemuda dan para wanita lain yang ikut membantu merasa ketakutan, karena sosok yang baru datang tersebut sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir.


" Jendral Ye Gang, apa yang terjadi? " Tanya Jendral Zheng Lie.


" Jendral Besar mereka ingin melarikan diri dan tidak mau mendengar perintahku bahkan mereka berani melawan. " Jawab Ye Gang senyum Licik.


" Jendral Besar, itu bohong. Mereka memperlakukan Kami dengan cara melecehkan kami. " Kelima wanita yang dipilih sebelumnya langsung bersuara.


" Jendral Ye Gang... Apa itu benar?" Tanya Jendral Zheng Lie.


" Jendral Besar Wanita ****** itu berbohong. Mereka adalah penyusup yang ingin memberontak Kekaisaran." Jawab Jendral Ye Gang.


" Itu benar Jendral Besar. " Komandan Ergo dan keempat Komandan lain menimpal.

__ADS_1


" Aku ingin penjelasan dari Kalian Semua! Apa benar yang dituduhkan itu? Jika tidak, aku pastikan kalian semua akan mati. " Jendral Zheng Lie melepaskan Aura Pembunuh kepada para Kultivator tersebut membuat mereka berkeringat dingin.


" Pendekar Langit tahap akhir." Gumam para Kultivator yang ada di tempat itu.


Namun di pihak lain Sheng Zhishu dan yang lain masih terlihat santai sambil menunggu Isyarat dari Suami mereka.


" Je... Jendral Besar.. mana mungkin kami mengkhianati tanah kelahiran kami sendiri. " Jawab Kultivator Muda tersebut.


" Beraninya kau membantah" Jenderal Ye Gang mengeluarkan Qi di kepalan tangannya mengarahkan kepada Pemuda itu.


" Boom. " Pemuda tersebut terpental muntah darah akibat pukulan Jendral Ye Gang.


" Praaakkk" Leher Jendral Ye Gang langsung patah hingga mati tanpa suara.


" Siapa Pemuda itu? " Gumam mereka melihat sosok bayangan hitam dengan cepat yang telah mematahkan leher Komandan Ye Gang.


" Jendral Besar... Sepertinya kamu tidak bijak dalam mengambil keputusan" Ryu melepaskan Aura Dewa Agung


" Brraaak " Ryu melempar mayat Jendral Ye gang.


Para Jendral dan Pasukannya kini berkeringat dingin merasakan Aura Dewa Agung yang begitu mengerikan seakan ditimpa beban berat.


Sebenarnya Ryu hanya melepaskan 30% Aura Dewa Agung dari yang sesungguhnya. Jika dilepaskan secara penuh, maka semua Prajurit tersebut dapat dipastikan sudah menjadi kabut darah.


" Si...Siapa Kamu? " Tanya Jendral Zheng Lie memberanikan diri meskipun dengan tubuh gemetar.


" Istriku memanggilku dengan sebutan Monster tampan. Dan ini tempat ini juga adalah tanah kelahiranku dimana aku dibesarkan. " Ryu bejalan Santai menuju ke Arah Jendral Zheng Lie sambil melirik ke arah Istrinya.


" Mo...Monster tampan?" Gumam semua orang yang ada disitu.


" Zheng.... Lie... Itu saja aku akan memanggilmu. Bagaimana kau berpikir bahwa mereka adalah para penyusup. Dimana rasa hormatmu kepada para Kultivator dengan tulus membela tanah kelahiran mereka. " Ucap Ryu.


" Tu...Tuan Pendekar. Kami..." Ucapan Jendral Zheng Lie terputus. Dia sangat menyesal atas sikapnya terlebih sikap Jendral Ye Gang dan anak Buahnya.


" Aku tidak butuh penjelasanmu! Tapi aku butuh pertanggung jawabanmu sebagai seorang Jenderal Besar. Dimana pasukanmu telah bertindak kurang ajar kepada semua Istriku." Ryu menoleh ke Istrinya.


" Shu'er, Yue'er, dan kalian semua. Bunuh mereka semua." Ucap Ryu lalu menoleh ke arah Istrinya


" Baik Gege." Sheng Zhishu dan yang lain langsung membunuh semua bawahan dari Jenderal Ye Gang.


Tebasan pedang dari semua Istri Ryu tidak ada satupun yang meleset. Dalam satu kali tebasan, membuat leher mereka satu-persatu langsung putus tanpa mengeluarkan suara.


*****

__ADS_1


Special edisi untuk pembaca setia SDA, hari ini dan besok Penulis akan update 5 Bab.


Terimakasih atas dukungannya 🙏


__ADS_2