SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
ROH PHOENIX ES


__ADS_3

" Ciihhhh... Ternyata Pemuda itu tidak hanya mendapatkan Adiknya, tapi juga Kakaknya." Xiong Zifan sangat iri, namun hanya berani berkata dalam hati.


Beberapa Murid dari Klan lain yang berada di tempat itu seakan ingin menghajar Pemuda yang bersama Xie Xian, namun tidak ada yang berani karena Klan Xiong sendiri seakan Ketakutan melihatnya.


Mereka langsung berfikir bahwa Pemuda tersebut adalah orang yang telah menghajar Klan Xiong beberapa hari yang lalu.


Di pihak Xie Xian sendiri kini memperlihatkan senyum kemenangan setelah melihat Ekspresi dari wajah beberapa Murid Wanita di tempat tersebut.


" Gege... Ayo masuk." Xie Xian sengaja memperbesar Volume Suaranya hingga membuat yang lain semakin kesal.


" Mmmm." Ryu juga masuk ke dalam kediaman Xie Xian juga faham maksud dari Xie Xian.


Setelah berada di dalam Rumah, Xie Xian meminta Ryu untuk menunggu sebentar dan mempersilahkan untuk duduk.


" Gege... minum dulu." Xie Xian keluar dari ruangan lain membawakan secangkir teh.


" Mmmm" Ryu menjawab dengan anggukan.


Sesekali Xie Xian ingin menanyakan tentang asal-usul Ryu, namun kembali dia menepis karena Ryu tidak akan memberi tahukan.


Dalam perbincangan kecil itu Xie Xian seketika mengeluarkan Giok di tangannya lalu memejamkan mata sesaat setelah itu terlihat sebuah senyuman yang manis.


" Xian'er... Ada apa?" Ryu memperhatikan Wajah Xie Xian yang terlihat cerah.


" Aku baru saja mendapatkan Pesan dari Ayah. Ayah merestui hubungan Kita, asalkan mendapat persetujuan dari Hua'er. Tapi aku rasa Hua'er akan setuju." Xie Xian senyum lebar.


" Secepat itu.?" Ryu sedikit kaget langsung mengerutkan keningnya.


" Klan mana yang tidak ingin menikahkan anaknya dengan seorang yang memiliki kekuatan seperti seorang Monster." Xie Xian bangkit dari tempat duduknya sambil berjalan ke arah Ryu " Tapi aku sedikit berbeda dari mereka. Aku menyukaimu dengan Perasaanku. Awalnya aku menepis keinginanku mengingat Gege adalah Suami Hua'er, tapi hal itu membuatku semakin gelisah." Xie Xian tidak sungkan lagi langsung duduk di samping Ryu meski sedikit gugup.


" Xian'er... Sebelum aku harus katakan ini Padamu. Aku bukan berasal dari Dunia ini, dan artinya aku tidak bisa selamanya berada di sini." Ryu menatap Xie Xian dengan intens.


Mendengar ucapan tersebut Xie Xian sedikit mengerutkan keningnya seraya berfikir akan kehidupannya di kemudian hari jika bersama dengan Ryu.


" Aku tidak tau apa yang akan terjadi di kemudian hari, Yang pasti aku tidak ingin menyesal di kemudian hari " Xie Xian membulatkan tekad.


" Kalau begitu, Perkuat Fondasimu agar lebih kuat lagi. " Ryu memberikan Harta Langit lima jenis kepada Xie Xian.


" Gege... Ini... " Xie Xian sangat senang meskipun belum pernah melihatnya Harta Langit tersebut, namun dia tau fungsinya.


" Xian'er... tapi sebelum itu ada satu hal yang kamu perbaiki dalam tubuhmu." Ryu yang sudah melihat sejak awal mereka bertemu ada yang salah pada tubuh Xie Xian tapi tidak ingin memberi tahu hal itu, namun kali ini sudah berbeda karena Xie Xian akan menjadi Istrinya.


" Gege... Ada apa dengan Tubuhku?" Xie Xian memasang wajah memerah berfikir bahwa Ryu selama ini diam-diam telah memperhatikan tubuhnya.


" Kamu memiliki Roh Phoenix Es, tapi kamu gunakan Teknik Kalajengking Api yang memiliki racun. Jika itu kamu teruskan, maka Dantianmu akan dan sudah akan berlawanan hingga bisa membuatmu bisa Mati di Usia 27 Tahun atau lebih cepat dari itu.


" Gege... apa yang harus aku lakukan?" Xie Xian merasa khawatir.


" Aku bukan Ahli Akupuntur seperti Alkemis lain, tapi aku punya cara lain untuk menyerap Api dan Racun dalam tubuhmu. Lagi pula tidak ada yang perlu kamu khawatirkan karena nantinya kamu akan menjadi Istriku." Ryu terlihat serius.


" Ah... Itu..." Xie Xian memasang wajah memerah teringat kejadian saat Ryu menyerap Racun pada kedua Pemuda dari Klan Wu.


" Baiklah... aku rasa tidak masalah." Xie Xian merasa denyut jantungnya berdetak kencang.

__ADS_1


" Kalau begitu kita ke Balai Sumberdaya. Siapa tau ada Kitab yang cocok untukmu." Ryu beranjak dari tempat duduknya.


" Mmmmm'' Xie Xian sedikit canggung sambil memegang tangan Ryu.


Ryu yang melihat tingkah dari Xie Xian hanya tersenyum sambil mengusap Rambutnya "Kalian berdua Adikmu memiliki sifat yang mirip." Ryu sambil melanjutkan langkahnya.


Setelah berjalan beberapa saat, mereka sudah sampai di Balai Sumberdaya langsung menuju ke Ruang Kitab yang terlihat berjejer rapi di sebuah Rak panjang.


" Senior, Kami ingin mencari Kitab untuk yang Ber Elemen Es." Ryu langsung bicara kepada Seorang Penjaga yang duduk di Meja.


" Jika junior ingin mencari Kita Teknik Es bisa di Rak Nomor B. untuk Lantai Satu adalah untuk Kelas Dasar." Pria tersebut sedikit menaikkan Alisnya.


" Senior, kalau di lantai paling atas itu untuk apa?" Ryu melihat lantai Paling atas yang tidak ada seorangpun.


" Di lantai paling atas itu adalah untuk kita Kelas Langit dan Surgawi. Jika Junior mengakses setiap Lantai harus membayar Administrasi sebesar 1000 Batu Roh, ditambah lagi Harga Kitab. Jika ingin kesana itu artinya Junior harus membayar Administrasi sebesar 5000 Batu Roh." ucap Pria tersebut.


" Kami berdua akan kesana!" Ryu langsung mengeluarkan 10.000 Batu Roh yang membuat Penjaga tersebut sangat kaget.


" Silahkan Junior. Ini Kartunya." Pria tersebut mengeluarkan dua lembar Kertas bertinta emas.


" Xian'er... Ayo kita kesana." Ryu mengajak Xie Xian ke lantai lima.


" Mmmmm." Xie Xian mengikuti Ryu.


' Haaahh... Sombong sekali. Aku yakin Pemuda itu hanya bergaya karena Gadis itu saja. Aku yakin dia tidak memiliki Batu Roh lagi untuk membeli Kitab disana.' Pria tersebut berasumsi bahwa Ryu telah mengeluarkan seluruh hartanya.


Ryu dan Xie Xian yang sudah berada di lantai Lima, langsung mencari Kitab yang cocok untuk Xie Xian dan juga untuk Xie Hua yang memiliki Elemen Angin.


" Sepertinya ini cocok untuk Hua'er." Ryu memegang Kitab tersebut yang bertulis 'Mata Pedang Angin' Kelas Langit.


Setelah mengambil Kitab tersebut, Ryu menuju ke Rak untuk Ahli pandai Besi dimana terdapat sebuah Kitab tentang cara Pembuatan Kapal udara.


" Akhirnya dapat juga." Ryu terus berjalan ke arah untuk Ahli Formasi dan Alkemis.


Meskipun tidak ada yang terlalu mencolok, namun Ryu mengambil masing-masing satu Kitab sekedar menambah wawasannya.


" Gege... bagaimana dengan yang ini? " Xie Xian berlari kecil menuju ke arah Ryu langsung menunjukkan Kitab di tangannya.


" Kitab Dewi Es? " Ryu mengerutkan keningnya. " Xian'er... Itu sangat bagus, Tapi kamu harus Kuasai Teknik Roh Phoenix Es dulu." Ryu berjalan ke arah dimana Xie Xian sebelumnya.


Setelah memeriksa cukup lama, mereka pun menemukan Kitab Phoenix Es dan Kitab Pedang Bulan.


" Gege... Apa ini terlalu banyak?" Xie Xian merasa Harga Kitab tersebut terlalu mahal karena semua berada di Kelas Langit.


" Tidak masalah... Karena Ketiga Kitab tersebut saling melengkapi jika digabungkan maka akan setara dengan Kelas Surgawi." Ryu kembali menuruni tangga.


" Mmmmm." Meski Xie Xian merasa ragu namun memilih percaya kepada Ryu lalu mengikutiya.


Setelah berada di depan meja Kasir, Ryu langsung mengeluarkan 4 Kitab yang baru dia ambil dan 3 Kitab milik Xie Xian.


" Senior, tolong hitung total harga Ketujuh Kitab ini." Ryu memperhatikan Ekspresi Penjaga yang terlihat mematung dengan mulut terbuka lebar.


" Ah... Totalnya 700.000 Batu Roh junior." Pria tersebut berusaha menahan ketegangannya.

__ADS_1


" Mmmmmm." Ryu langsung mengeluarkan 700.000 Batu Roh mengambil Kitab tersebut lalu keluar dari Ruang Kitab.


Setelah berada di Ruangan lain, Ryu tidak lupa untuk membeli Pil Kultivasi meskipun Pil sebelumnya masih ada.


" Xian'er... sebaiknya kita langsung Pulang." Ryu mengajak Xie Xian untuk kembali ke Devisi masing-masing.


" Gege... Apa kamu tidak langsung saja menyembuhkan aku?" Xie Xian terlihat murung karena masih ingin bersama Ryu.


" Baiklah... Tapi bagaimana dengan Devisimu?" Ryu sambil memperhatikan Xie Xian.


" Kalau itu tidak perlu khawatir, lagi pula aku sudah minta Izin beberapa hari kepada Ketua Devisi 4 karena ingin menemui Hua'er." ucap Xie Xian.


" Kalau begitu lebih cepat lebih baik." Ryu menyetujuinya.


Setelah sudah berada di sebuah sudut jalan Ryu dan Xie Xian telah disambut oleh Dua sosok Wanita.


" Salam Senior." Xie Xian menundukkan kepala kepada Dua sosok didepannya.


" Oh... Jadi Pemuda ini kekasihmu junior Xian?" She Zhilin memandang rendah Ryu.


" Benar Senior... Dia Suamiku dan juga Suami Adikku." Xie Xian memegang tangan Ryu menundukkan sebuah kebanggaan tersendiri.


' Ciihhhh.. Pemuda ini hanya bermodal tampan untuk mencari Pasangan. Jika saja kami tidak butuh bantuannya aku tidak Sudi datang kesini ' She Bing menggerutu dalam hati.


" Xian'er... Siapa mereka? " Ryu sambil memperhatikan kedua Wanita tersebut.


" Gege... Mereka adalah Si kembar Es Klan She dari Murid Dalam." bisik Xie Xian sedikit ketakutan.


" Senior... Ada apa dengan kalian? mengapa menghalangi jalan kami?" Ryu terlihat santai.


" Junior, sepertinya kamu Seorang Alkemis yang bisa mengeluarkan Racun. Kami mengalami sedikit kendala karena Racun ini." She Bing berusaha bersikap ramah mengingat tujuan mereka.


Mendengar ucapan tersebut Ryu langsung menyelidik kedua Wanita tersebut " Yin Es Racun.' Ryu terlihat senang namun masih bisa mengendalikan pikirannya.


" Maaf Senior... Aku tidak bisa. Silahkan Senior cari Alkemis lain." Ryu tidak mungkin melakukan hal itu meskipun dia sangat membutuhkan Yin tersebut untuk meningkatkan Kultivasinya.


" Ada apa Junor... Aku yakin kamu bisa. Apalagi tugas seorang Alkemis adalah wajib untuk memberikan Pertolongan kepada orang yang membutuhkan bantuan." She Zhilin merasa heran karena menurutnya Ryu Lebih diuntungkan dengan tawaran tersebut.


" Maaf Senior... Aku tidak bisa melakukannya." Ryu menundukkan kepala " Xian'er, kita lanjutkan perjalanan." Ryu memegang Pinggang Xie Xian lalu melanjutkan langkahnya.


Xie Xian yang merasakan sentuhan dari Tangan Ryu membuatnya kaget namun malah sedikit memegang kembali pinggang Ryu seakan menikmati sensasi tersebut.


" Ciihhhh... Sok jual mahal. Padahal dia sendiri yang diuntungkan. lagi pula kita tidak kalah Cantik dari Junior Xian." She Bing terlihat kesal.


" Saudari Bing, mungkin dia merasa tidak enak dengan kekasihnya. Aku yakin Siapa yang tidak ingin menyentuh tubuh kita, apalagi masih suci." She Zhilin begitu yakin kalau Ryu juga menginginkan hal itu.


" Haaahh... Jika saja aku tidak memiliki Yin Es Racun, mungkin aku sudah Menikah dengan Anggota Klan Long." She Bing menggerutu.


" Bukan hanya kamu saja, aku juga batal menikah dengan Putra Ketua Klan Laohu gara-gara tubuh kutukan ini." She Zhilin menyayangkan keinginannya harus putus di tengah jalan.


" Kita harus mencari cara agar tubuh Kutukan ini cepat hilang. Kita harus mendekatinya dengan cara halus." She Bing melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut.


" Kamu benar... kita harus mendekatinya dengan halus." She Zhilin tersenyum lebar sambil mengikuti She Bing.

__ADS_1


__ADS_2