
Beberapa hari sejak kepergian Zhiliu, kini terlihat Qixuan sedang berjalan mondar-mandir. Dari raut wajah cantiknya, terkadang menunjukkan Senyuman manis namun terkadang memasang wajah Angkuh.
'Ada apa denganku? Kenapa aku bisa seperti ini? ' Fikiran Qixuan sangat kacau berusaha menenangkan diri.
Qixuan membayang saat mereka berlatih bersama terlihat dari wajahnya mengandung Senyuman yang hangat.
Di tempat lain, Zhiliu sudah berbaur dengan murid lainnya meski ada beberapa yang tidak menyukainya yaitu murid dari Lim Heng.
" Saudari Lian, Sepertinya Saudara Zhiliu menjadi Primadona di kalangan murid wanita." ucap murid Lain
" Apa peduliku. " Lim Lian menyembunyikan perasaannya.
" Apa benar Saudari Lian? Jika begitu aku sendiri akan berkenalan dengannya." Murid Wanita lain berjalan ke arah Zhiliu.
" Ciihhhh" Lim Lian sangat Jengkel.
Tiba-tiba Paktriak dan beberapa guru lain datang ke tempat tersebut untuk memberitahukan beberapa Hal.
" Dengarkan Para murid semuanya. Kali ini Sekte akan mengadakan Perlombaan, dimana Paraa Murid Junior dan Murid Senior bisa mengikutinya." Ucap Zhang Fei
" Hari ini Juga Para murid dipersilahkan untuk berburu Siluman. Dalam klasifikasi usia Ratusan Tahun akan dikalikan 10 Point' tiap tingkatan, Bahkan jika ada yang mampu mendapatkan Siluman Berusia Ribuan Tahun Maka dikalikan Nilai 100 tiap tingkatan." Lanjut Zhang Fei.
" Sekarang silahkan bentuk kelompok kalian masing-masing dan daftarkan kepada Guru Masing-masing. Kami beri waktu 5 menit dari sekarang." Lim Heng menimpal.
Semua murid langsung mencari dan membuat kelompok Masing-masing. Disisi Lain, Zhiliu masih kebingungan menentukan kelompoknya.
Ada beberapa Kelompok yang ingin membawa Zhiliu bersama kelompok mereka, namun karena mendapat ancaman dari murid Lim Heng, Akhirnya tidak ada yang berani membawanya.
Kang Jian yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah dari murid Lim Heng.
" Zhiliu'er. Kenapa kamu belum menemukan Kelompok?" Tanya Kang Jian pura-pura tidak tau masalahnya.
" Tidak masalah Guru. Aku masih bisa sendiri." Zhiliu sambil menahan marah atas kelakuan Murid Lim Heng.
" Guru... Maaf baru datang. Aku akan bergabung dengan Saudara ini." Sosok Wanita Cantik tiba-tiba datang Sambil memberi isyarat kepada Kang Jian.
" Eh Siapa wanita itu Sangat cantik sekali" Para murid Pria seakan merasakan tubuh mereka melayang di Udara.
" Andai saja Aku tidak diancam, aku ingin berada di kelompok mereka." ucap yang lain.
" Gu..." Suara Ryu terhenti saat melihat isyarat dari Qixuan.
" Saudara Zhiliu. Bisa kan aku bergabung denganmu? bukankah kita satu Guru? " Qixuan menatap Zhiliu dengan senyuman sambil mencubit pinggangnya.
" Aah... Boleh" Zhiliu meringis kesakitan.
" Saudari. Kamu bisa bergabung dengan kami. Bukankah berburu Siluman itu sangat berbahaya untukmu. Apalagi hanya dua orang." Huan Chen menawarkan diri.
" Terimakasih Saudara. Tapi aku tidak berminat berada di kelompok kalian" Qixuan menggandeng tangan Zhiliu.
Hal itu tentu saja membuat Zhiliu Panas dingin, mengingat sosok yang disampingnya adalah Gurunya sendiri.
Bagi Murid Pria yang lain, seakan ingin menggantikan posisi Zhiliu berkhayal tangan mereka digandeng oleh Sosok Wanita Cantik tersebut.
Sedangkan Paktriak dan Guru Jian hanya memasang wajah masam mengingat Qixuan yang mereka kenal sangat misterius dan Angkuh kini terlihat Agresif.
" Sekarang untuk yang mendapatkan point terbanyak akan mendapatkan 500 Koin Emas dan diperbolehkan untuk memasuki Sumur Teratai Pelangi yang bisa mempercepat Kultivasi berkali-kali lipat." Ucap Paktriak.
" Sumur Teratai Pelangi adalah Sumur yang banyak menyimpan Energi Alam. Kalian bisa memakainya sesuai keinginan sebatas Fisik kalian mampu." Lanjut Paktriak.
Mendengar ucapan tersebut, Semua murid sangat antusias agar bisa meningkatkan Kultivasi mereka secepat mungkin.
" Untuk Juara Kedua, Kalian mendapatkan 300 Koin Emas dan 1 Senjata tingkat tinggi. Sedangkan Juara 3 kalian akan mendapatkan Hadiah 100 Koin Emas dan Sebuah Kitab." Paktriak Fei menjelaskan.
Semua itu sebenarnya telah diatur oleh Lim Heng dengan cara licik Agar bisa menyingkirkan Zhiliu dan membuat muridnya bisa masuk ke Sumur Teratai Pelangi.
Paktriak dan Kang Jiang mengetahui rencana tersebut hanya bisa mengikuti karena Guru Lim Heng adalah orang yang banyak memberikan Kontribusi.
" Waktu kalian mengumpulkan yaitu selama 7 hari terhitung mulai jam saat kalian berangkat. Di hutan bagian timur sekte ini ada banyak Siluman. Berhati-hatilah dan jangan sampai terlalu dalam. Berangkatlah Sekarang!" Paktriak memberi Komando
Semua Murid berbondong-bondong ke arah Pintu Sekte yang dari awal sudah dibuka oleh penjaga.
Sedangkan Zhiliu dan Qixuan masih terlihat santai dalam suasana canggung mengikuti Peserta lain.
" Ahhh. Zhiliu. Lebih baik secepatnya menyusul. Biarpun Aku sudah level 44, Tapi sangat sulit menyaingi mereka" ucap Qixuan.
" Tapi Gu... Aaarrghh" Zhiliu merasakan sakit kakinya diinjak.
" Sekali lagi kamu memanggilku Guru, aku patahkan lehermu." Qixuan mengancam.
__ADS_1
"Gluug" Zhiliu menelan ludah sambil memegang lehernya.
' Dasar Psikopat ' Zhiliu membatin.
" Sekarang kau panggil saja Namaku. Kalau tidak" Qixuan Memperlihatkan Tinjunya di depan Zhiliu.
" Ba..Baik Qixuan" Zhiliu berkeringat dingin.
Dari kejauhan Para Guru dan Paktriak yang memperhatikan tingkah mereka hanya tertawa kecil.
" Guru Jian... Sepertinya Kedua muridmu itu sangat Akrab." beberapa guru lain sepemikiran.
" Be..Benar sekali" Kang Jian menutupi Status Qixuan sambil memandang Zhang Fei terlihat senang.
'Qixuan'er Kuharap kamu akan menemukan kebahagiaan.' Zhang Fei berkata dalam hati.
Di dalam Hutan, Zhiliu merasa darahnya seakan bersemangat dengan wajah yang bahagia tidak seperti biasanya.
" Ada apa denganku? mengapa seakan darahku mendidih seperti ini?" Zhiliu sambil melihat kedua tangannya bergetar hebat.
" Pemuda ini memang Aneh. Bagaimana dia terlihat bersemangat saat seperti ini" Gumam Qixuan.
" Saudari Qixuan Kenapa aku bisa sebahagia ini saat di Hutan" Zhiliu terus berlari ke Kedalaman Hutan seperti anak mendapatkan Hadiah.
" Zhiliu... Tunggu!" Qixuan berusaha mengejar Zhiliu.
" Dasar Aneh. Kau kira ini tempat Taman bermain." Qixuan terlihat jengkel sekaligus keheranan.
" Cepatlah! Kurasa Banyak Siluman disana " Zhiliu menunjukkan ke Arah sebuah Lembah.
" Siapa Sebenarnya dia? aku sendiri bahkan hampir tidak mampu mengejarnya" Qixuan yang berada di belakang Zhiliu.
" GGGRRRR " Puluhan Siluman Serigala Rawa usia Ratusan tahun Tingkat Surgawi sudah berada di depannya.
" Halo sobat... Sepertinya kita memiliki Hubungan yang Kuat." Zhiliu mengeluarkan Pedang yang diberikan Qixuan.
" Pppfffftt" dengan wajah masam memasukannya kembali lalu mengeluarkan Pedang Naga Pembelah Gunung.
Dengan Senyuman yang jahat Zhiliu langsung melompat ke Kerumunan Puluhan Serigala Rawa.
" Slashhh... Slashhh.. Slaash... " Satu persatu Serigala Rawa telah mati dengan Kepala terputus.
" Cukup bagus" Zhiliu memasukkan semua mayat Siluman Serigala Rawa.
" Cincin itu?" Qixuan tersadar dengan Cincin Ruang milik Zhiliu.
" Ada apa dengan Cincinku?" Tanya Zhiliu.
"Auranya sangat Kuat dari Cincin Ruang yang lain." Qixuan penasaran.
" Oh itu.. Ini Cincin Ruang Level 10. Hasil buatanku sendiri." jawab Zhiliu dengan santai.
" Level 10? Buatanmu? " Seakan jantung Qixuan terhenti.
" Mmmmm" Zhiliu mengangguk.
" Jika begitu, apa kamu sudah ingat dengan Latar Belakangmu?" Qixuan kembali menyelidik.
" Aku ingat Semua kemampuanku. Bahkan aku juga teringat ketika aku masuk Hutan ini, Aku teringat bahwa aku pernah melakukan Pertarungan Siang dan Malam melawan Siluman hingga Ratusan usia Ribuan Tahun tingkat Surgawi." Zhiliu mengingat serangkaian Peristiwa pada dirinya.
" Ratusan Siluman berusia Ribuan Tahun tingkat Surgawi?" Qixuan tidak bisa menahan rasa Kaget seakan tidak percaya.
" Mmmmm " Zhiliu mengangguk.
'Siapa Orang ini sebenarnya. Apa mungkin tingkat Kultivasinya sudah berada di atas level 50' Fikiran Qixuan mulai kacau.
" Lalu apa kamu mengenal Seseorang didekatmu sebelumnya?" tanya Qixuan.
" Kadang terdengar seperti 2 Orang Wanita selalu memanggilku dengan sebutan lain." ucap Zhiliu.
" Apa kamu ingat wajah Kedua orang itu?" Qixuan merasakan Hatinya seperti tertusuk jarum.
" Aku tidak mengenal dengan jelas. Tapi mereka selalu memanggilku [ Ka ] Usianya Seumuran denganmu. Bahkan kecantikan mereka Seperti Sosok Bidadari sama sepertimu." Zhiliu berkata Polos.
" Ah Seperti itu. Kurasa mereka Pasti Adikmu" Qixuan salah tingkah dengan pipi memerah.
" Lebih baik kita lanjutkan perjalanan. Sepertinya disini sudah tidak ada lagi Siluman." Zhiliu melangkahkan kaki melanjutkan pencarian.
Qixuan yang mengikutinya dari belakang, selalu terngiang-ngiang dengan yang baru saja dia dengar membuatnya kadang selah tingkah sesaat membelai rambutnya sendiri.
__ADS_1
" Saudara Zhiliu, sepertinya tempat ini sudah jauh masuk ke dalam Hutan " Qixuan bersuara merasakan hal yang tidak enak.
" Saudari Qixuan, Aku tau itu. Tapi hatiku mengatakan, dengan mengulangi serangkaian Peristiwa yang kualami mungkin dapat membantuku menemukan diriku yang sebenarnya." ucap Zhiliu.
" Baiklah. tapi kita harus Hati-hati" Qixuan mengingatkan.
" Mmmm... Sepertinya kita sudah berada di tengah-tengah sarang Siluman. Kita harus cepat bertindak." Zhiliu berlari seakan mencari tempat.
Qixuan yang tidak tau apa yang dilakukan oleh Zhiliu, kini hanya menurut dan mengikuti apa yang dilakukan Zhiliu.
" Sepertinya ini cocok." Zhiliu mengeluarkan puluhan Mayat Serigala Rawa.
" Saudara Zhiliu, Bukankah itu akan memancing Siluman lain kesini?" Qixuan khawatir dengan apa yang telah dilakukan Zhiliu.
" Jika ingin dapat Buruan banyak, memang seharusnya kita memancing mereka agar keluar." Zhiliu menyebarkan Racun Gila ke segala arah.
" Saudara Zhiliu, Bubuk apa itu?" Qixuan penasaran.
" Ini namanya Racun Gila yang kuciptakan sendiri. Sepertinya ini aman dari Murid lain. Kurasa Dua hari lagi baru mereka sampai ke tempat ini. itupun kalau mereka berani." ucap Zhiliu.
" Sekarang Pakailah Topeng ini untuk menutup Aura dan Aroma kita." Zhiliu memberikan Topeng kepada Qixuan.
Meskipun tidak tau dengan apa yang Zhiliu rencanakan, namun Qixuan hanya memilih diam karena apa yang dilakukan Zhiliu sangatlah berbeda dari para Kultivator lain.
" Sekarang kita Naik Ke atas Pohon tinggi disana. yang kita lakukan sekarang adalah menonton ataupun Istirahat untuk menghemat tenaga." Zhiliu langsung melompat ke atas Pohon yang paling tinggi dan duduk di bagian Dahan yang sangat besar dan rindang.
" Sekarang Naiklah! apa kamu mau harus bertempur dengan Ratusan Siluman berusia Ribuan Tahun?" Zhiliu memperingatkan.
" Mmmmm" Qixuan melompat ke atas pohon yang sama dengan Zhiliu.
" Apa hanya ada satu pohon disini?" Zhiliu menatap Qixuan yang sudah berada di sampingnya.
" Tadi kamu tidak bilang" ketus Qixuan.
" Baiklah. Kebetulan Dahan ini sangat besar. Aku Istirahat dulu." Zhiliu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura kemudian menyandarkan tubuhnya ke bagian cabang pohon.
" Ciihhhh. Dalam Kondisi seperti ini masih bisa terlihat santai." Qixuan merasakan kehadiran Kelompok Siluman dari segala arah.
Saat hari mulai gelap, kelompok Siluman mulai berdatangan ke arah yang berbau Darah dari Siluman lain.
Di balik gelapnya malam, Qixuan melihat bayangan-bayangan mendekati Mayat seketika itu pula pertempuran telah dimulai.
Getaran-getaran hebat dari pertemuan itupun membuat area Pertempuran Rusak parah. Meskipun Efek dari Racun Gila hanya bekerja untuk Siluman berusia dibawah usia Ribuan Tahun tingkat Raja saja, Namun naluri Sosok Siluman pasti akan tergoda dengan tumpukan mayat Siluman lainnya untuk menambah tingkatan mereka dengan cepat.
Hal itu tentu saja kesempatan yang sangat langka dan tidak bisa dilewatkan bagi Siluman lain untuk mengambil semuanya dengan serakah agar cepat naik tingkat.
Qixuan yang merasakan aura pertarungan itu makin sengit, membuatnya sedikit khawatir apalagi mulai merasakan Kehadiran Siluman usia Ribuan Tahun Tingkat Raja hingga tingkat Surgawi yang sudah mendekat.
Ditambah lagi Qixuan merasakan aura Samar-samar Tingkat Suci dari kejauhan mulai mendekat.
" Cciiihhhh... Bagaimana Orang ini bisa tidur dengan nyenyak saat keadaan genting seperti ini." Qixuan terlihat jengkel melihat Zhiliu sudah berada di Alam Mimpi.
Menjelang Pagi hari, Kini terlihat tumpukan Mayat Siluman yang tak terhitung jumlahnya membuat Qixuan merasa ngeri.
Ditambah lagi Puluhan Siluman Berusia Ribuan Tahun tingkat Suci Sedang bertarung untuk memperebutkan Tumpukan Siluman tersebut.
" Kamu tidak tidur? " suara Zhiliu yang baru bangun dari tidurnya sambil menatap ke arah Qixuan terlihat matanya memerah akibat tidak tidur semalaman.
" Ciihhhh... Bagaimana kamu bisa tidur seperti orang mati saat seperti ini." Ketus Qixuan.
" Percaya saja. Pertarungan mereka itu pasti sangat lama. Mungkin besok mulai Reda. Apa kamu mau bertarung dengan mereka? Apalagi di Posisiku sekarang belum pulih sepenuhnya. Sama saja menyumbang Nyawa." ucap Zhiliu.
Mendengar ucapan tersebut memang ada benarnya Qixuan pun sadar ternyata tidak selamanya Kultivator selalu mengandalkan kekuatan, tetapi harus mengandalkan Otak juga.
Zhiliu mengeluarkan beberapa Makanan dan dibagikan ke Qixuan untuk mengganjal perut sambil menonton jalannya Pertarungan.
Saat menjelang sore, Qixuan sudah tidak mampu lagi menahan rasa Kantuknya tanpa sadar tubuhnya telah bersandar di pundak Zhiliu.
Zhiliu yang merasakan itu hanya senyum kecut lalu memperbaiki Posisi tidur Qixuan agar tidak terjatuh membiarkan Qixuan bersandar di pundaknya.
Saat tengah malam, Zhiliu memeriksa area sekitar dengan Spiritual namun tidak ada lagi Siluman Lain yang akan datang. Yang Zhiliu rasakan sekarang adalah Kondisi dari Siluman usia Ribuan Tahun Tingkat Suci mulai melemah.
Melihat Qixuan yang tertidur dengan pulas Zhiliu pun memilih untuk tidur mengingat Perjalanan mereka masih Panjang.
Saat tertidur, Zhiliu mengalami mimpi seakan mengingatkan tentang memori Masa lalunya.
Terdengar Suara dari sosok Dua Wanita yang sangat Familiar di telinganya, meskipun wajahnya kurang jelas namun Zhiliu seakan memiliki keterikatan dengan Suara yang selalu memanggilnya.
" Aaagggghhhh" Zhiliu terbangun dari mimpinya.
__ADS_1