
Sebagai bentuk dukungan dari Kawan-kawan para Pembaca SANG DEWA AGUNG, penulis berharap namun tanpa unsur paksaan cukup memberikan waktu luang untuk:
Memberikan 'LIKE ' di setiap Episode.
Sempatkan untuk meninggalkan ' KOMENTAR ' meski hanya huruf 'x' maupun 'z'
Dengan demikian Penulis bisa lebih bersemangat untuk menyelesaikan cerita ini sampai Tamat. 🙏🙏🙏
...****************...
" zi'er... Sebaiknya kamu masuk ke dalam." Shin Hye Gang terlihat khawatir.
" Mmmm." Ling Xianzi mengangguk berfikir untuk meninggalkan Istana Kekaisaran Shin secepatnya.
Setelah beberapa saat, terlihat beberapa sosok yang keluar dari Istana
" Ayah... Kami akan membantu." Enam sosok langsung menghadang Pasukan dari Kekaisaran Awan.
Melihat hal itu, Shin Hye Gang langsung melompat ke arah Ryu berniat ingin membunuhnya terlebih dulu dengan kekuatan penuh.
Menyadari arah serangan, Ryu langsung membalikkan badan terlihat sebuah senyuman lalu menciptakan Bola Petir menyambut serangan Shin Hye Gang.
" Bboooom." Pertemuan serangan membuat Shin Hye Gang terpental puluhan meter.
' Apa? bagaimana mungkin.' Shin Hye Gang membatin lalu bangkit kembali sambil mengeluarkan Pedangnya.
" Tebasan Bulan Sabit." Shin Hye Gang menciptakan gelombang Angin berbentuk pedang sabit mengarah kepada Ryu.
" Sambaran Petir." Ryu menyambut serangan tersebut dengan Energi Petir.
" Bboooom." Pertemuan kedua serangan membuat Shin Hye Gang Kembali terpental.
' Chaizu, Heilong, Li Chun, Mayi... Bantu Para Jenderal yang lain.' Ryu mengirim pesan jiwa kepada mereka saat melihat Keempat Jenderal pendukung Nan Sian terlihat Kewalahan.
' Baik ' Keempat bawahan Ryu melesat ke arah Keempat Jenderal tersebut.
Berkat bantuan Chaizu dan yang lain. keempat Jenderal sebelumnya sudah Kewalahan, kini merasa terbantu dengan kedatangan Keempat bawahan Ryu.
Di Pertarungannya, Ryu kini mengeluarkan Pedangnya dengan menggunakan Teknik Pedang Penghisap membuat Prajurit yang menghadangnya langsung menghilang dalam sekali tebas.
" Duuaaar... Duuaaar... Duuaaar... " Ryu menciptakan Hujan Petir untuk membantu Prajurit pendukung Nan Sian.
Kejadian itu terus berlanjut hingga Prajurit Kekaisaran Shin semakin sedikit.
" Jenderal Jintao, siapa Pemuda itu?" tanya salah satu Jenderal.
" Dia Yang Mulia Kaisar sendiri." Jenderal Jintao sambil melakukan pertarungannya.
Di Pertarungan lain Zi Mayi kini bergerak liar dengan mudah membunuh Prajurit di setiap cakarannya.
Begitu juga dengan Zi Mifeng dengan Elemen Api terus melancarkan serangan membuat Prajurit Kekaisaran Shin tidak berani mendekatinya karena setiap serangan yang dilancarkan dengan mudah membunuh siapapun yang mendekatinya.
Di Pertarungan lain Jiejia dengan Racun yang dia miliki dengan mudah membunuh Prajurit Kekaisaran Shin hanya dengan sekali serangan.
Di pertarungan lain juga Chaizu terus melepaskan Aumannya hingga membuat beberapa Prajurit terlempar ke udara menabrak rekan mereka.
Di pertarungan Heilong juga mampu menguasai Pertarungan karena setiap Pukulan yang dilepaskan dengan mudah meremukkan lawan hingga mati.
" Kekuatan mereka benar-benar mengerikan." Gumam Perdana Menteri menyaksikan aksi yang dilakukan oleh Pasukan Semesta.
Di tempat lain Ryu yang sudah berhadapan dengan Kaisar Gang langsung menciptakan Bola Petir ke arahnya.
__ADS_1
" Bboooom." Tubuh Shin Hye Gang kembali Terpental kebelakang.
Tidak ingin terlalu lama, Ryu melesat cepat ke arah dimana Shin Hye Gang terlempar lalu membuat pukulan.
" Bboooom." Tubuh Shin Hye Gang terlempar ke udara
" Wuush." Ryu melompat ke arah Shin Hye Gang.
" Bboooom." Tubuh Shin Hye Gang kembali terpental sebelum menyentuh tanah dan terlempar mengenai beberapa prajurit.
" Duuaaar... Duuaaar... Duuaaar." Ryu kembali menciptakan Hujan Petir membuat Pasukan Kekaisaran Shin yang berbeda di dekatnya menjadi kabut darah.
" Kraaack." Ryu mencekik leher Shin Hye Gang hingga Patah.
" Wuush." Ryu menarik mayat Shin Hye Gang ke Dunia Quzhu.
" Ayah..." Keenam sosok melihat Shin Hye Gang telah mati Langsung berbalik menyerang Ryu.
" Sepertinya kalian ingin menyusul Ayah kalian." Ryu menyambut kedatangan mereka.
" Kraaack... Kraaack... Kraaack." Ryu Menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir memukul bagian Dada keenam sosok tersebut hingga tulang rusuk mereka langsung patah.
" Wuush." Ryu menarik mayat Keenam sosok tersebut ke Dunia Quzhu.
Melihat Shin Hye Gang dan Keenam Putranya telah mati, kini Pasukan Kekaisaran Shin telah kehilangan semangat untuk bertarung hingga membuat Pasukan bawahan Ryu dan Pasukan pendukung Nan Sian berada di atas angin lebih leluasa menguasai pertarungan.
Secara perlahan kini Pasukan Kekaisaran Shin mulai sedikit hingga tidak ada yang tersisa.
" Wuush." Ryu Menggunakan Langkah Hantu Harimau Petir menghisap semua Mayat tersebut dibawa ke Dunia Quzhu.
...----------------...
Di Atas Awan Benua Timur :
Terlihat Dua sosok Pria Muda yang berpakaian putih dan berambut putih.
" Leluhur Dong Yun... Sepertinya akan Lahir Dewa yang baru yang memiliki kekuatan mengerikan." ucap salah satu sosok tersebut.
" Aku harap Raja Laut Timur untuk tidak berurusan dengan Pemuda itu." ucap Dong Hai.
" Kamu benar... Aku juga berharap Raja Awan Timur tidak berurusan dengan Pemuda itu." ucap Dong Yun.
" Haaahh... Aku harus menyampaikan hal ini kepada Raja Laut Timur, agar tidak berurusan dengan Pemuda itu." Ucap Dong Hai terbang ke bawah menuju arah laut.
" Aku juga berfikir begitu." Dong Yun juga meninggalkan tempat itu.
...----------------...
Di Istana Kekaisaran Shin :
Setelah Pertarungan selesai, semua langsung berkumpul mendekati Ryu.
" Salam Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak.
" Mmmm" Ryu mengangguk.
"Kalian semua, Geledah seluruh isi Istana ini, jangan sampai ada yang tersisa." Ryu memberi Perintah kepada keempat Jenderal pendukung Nan Sian.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Keempat Jenderal menunduk buru-buru masuk ke Istana.
" Yang Mulia Kaisar, Silahkan masuk." Perdana menteri mempersilahkan.
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu berjalan menuju Istana Kaisar.
Setelah berada di dalam Istana, Ryu langsung duduk di kursi yang tersedia.
" Mulai Hari ini, Kekaisaran Shin berada di bawah Kekuasaan Kekaisaran Awan." Ryu menatap mereka bergantian.
" Ada yang tidak setuju?" Ryu bertanya kepada mereka.
" Mohon maaf Yang Mulia Kaisar. Semua kami serahkan kepada Permaisuri Sian." Jenderal Jintao menunjuk ke arah Nan Sian.
Tidak beberapa lama, kini terlihat Keempat Jenderal sebelumnya telah muncul dan membawa beberapa sosok wanita.
__ADS_1
" Yang Mulia Kaisar... Didalam Istana tidak ada orang lain kecuali Permaisuri Xianzi dan Pelayan Istana." ucap salah satu Jenderal.
" Apa? " Semua terkejut setelah mendengar ucapan tersebut.
" Gege... Maafkan aku Gege..." Ling Xianzi merasa ketakutan.
Mendengar perkataan itu Ryu tidak menjawab apapun sambil menunggu reaksi Ling Sancuo dan Ling Liddan.
Ling Sancuo sekalipun merasa malu atas perlakuan Cucunya tersebut merasa serba salah.
Sedangkan Ling Liddan sendiri berharap agar Ling Sancuo memiliki Keputusan yang tepat.
" Yang Mulia Kaisar, Biar aku memberi hukuman 1000 cambukan kepada Cucuku ini. Setelah itu Semua akan aku serahkan kepada Yang Mulia Kaisar." Ling Sancuo tidak ingin kesalahan cucunya tersebut akan berimbas pada Klan Ling maupun Sekte Kuil Bambu.
" Baiklah... Semua akan aku serahkan kepadamu." Ryu memang sangat geram kepada Ling Xianzi, namun dalam hati kecilnya biar bagaimanapun Ling Xianzi adalah Istrinya juga.
" Kakek... Aku minta maaf." Ling Xianzi berkeringat dingin karena hukuman cambuk lebih menyakitkan dari kematian.
" Wuush." Jinying kembali ke tubuh Ryu.
' Pendekar Ryu, Aku sudah membunuh 6 Istri, 25 Selir, dan 30 Menantu Kaisar Gang dan menggabungkan tubuh mereka untuk menyempurnakan tubuhku.'
' Tidak hanya itu dengan Energi Yin Murni dari 39 Putri dan 60 cucu Kaisar Gang aku rasa sudah cukup. Sebagai ucapan Terimakasihku aku sudah membunuh semua Putra dan cucu Pria Kaisar Gang yang masih Remaja dan anak-anak.' Jinying menjelaskan kepada Ryu melalui pesan jiwa.
' Sebanyak itu?' Ryu mengerutkan kening membayangkan bagaimana Jinying melakukan Proses penggabungan tubuh Wanita tersebut hanya untuk satu tubuh.
' Aku harus menyempurnakannya dulu.' Jinying menutup pembicaraan.
" zi'er... Kamu telah mencoreng nama baik Kekaisaran Awan dan mencoreng nama baik Klan Ling bahkan lebih buruk dari itu." Ling Sancuo tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena apa yang dilakukan Ling Xianzi sudah kelewat batas.
" Pengawal... Penjarakan Ling Xianzi di Penjara Bawah tanah." Ryu memberi Perintah.
" Wuush." Bayangan Berwarna merah melesat cepat membawa Ling Xianzi.
Dengan sigap Ryu dan yang lain mengejar bayangan merah tersebut, namun tidak ada yang berhasil.
' Siapa sosok yang menolongnya?' Ryu membatin, meskipun sudah memakai Langkah Hantu Harimau Petir masih belum mampu mengejar sosok tersebut.
" Maafkan kami Yang Mulia Kaisar. Kami tidak tau siapa yang menyelamatkan zi'er..." Ling Sancuo yang berlari mengikuti Ryu terlihat sudah banyak mengeluarkan Qi.
" Yang Mulia Kaisar, Atas nama Perwakilan Klan Ling, Aku meminta maaf atas kejadian ini. Kiranya Yang Mulia Kaisar menghargai Pria tua ini." Ling Liddan khawatir akan Klan mereka.
" Yang Mulia Kaisar... Atas nama Sekte Kuil Bambu biar kami sendiri yang mencari Ling Xianzi dan menyerahkan kepada Yang Mulia Kaisar." Ling Sancuo berlutut di depan Ryu hingga menyentuh tanah diikuti Ling Liddan.
Melihat apa yang dilakukan oleh kedua Pria Sepuh tersebut Ryu merasa tidak enak hati, karena bukan mutlak kesalahan mereka melainkan Ling Xianzi itu sendiri.
" Paktriak, Kakek, bangunlah... untuk masalah ini kita fikirkan saja nanti. Kesalahan satu Orang bukan berarti semua harus menanggung kesalahan itu." Ryu mengangkat bahu kedua Pria Sepuh tersebut merasa tidak enak hati bagaimanapun Dia sangat menghormati orang yang lebih Tua darinya.
" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." ucap mereka serempak.
" Lebih baik kita kembali ke Istana." kembali berjalan menuju Istana Kekaisaran Shin.
" Gege..." Hong Kian dan Lan Liwei menyambut kedatangan Ryu.
" Kaisar Ryu... Kursi Kekaisaran Shin tidak ada yang mengisinya." Jenderal Jintao melanjutkan pembicaraan yang sebelumnya terhenti.
" Jenderal Jintao, biar kamu sendiri yang mengisinya." ucap Ryu.
" Sebelumnya Hamba minta maaf Yang Mulia Kaisar. Jika Hamba yang melakukan itu, maka sama artinya Hamba akan membawa sial di Seluruh Kekaisaran Shin." Jenderal Jintao menatap ke arah Ryu lalu menoleh ke arah Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying.
" Mohon maaf Kaisar Ryu... Aku ingin bertanya kepada Pengurus Istana dan Keempat Jenderal. Apa kalian masih menganggapku sebagai Permaisuri di Kekaisaran Shin?" Nan Sian angkat bicara.
" Benar Yang Mulia Permaisuri." Sahut mereka serempak.
" Apa kalian mengakui Kekaisaran Shin sudah dibawah Kekuasaan Kekaisaran Awan?" Nan Sian kembali berbicara.
" Aturan tetaplah aturan, dan kami harus mengakuinya." ucap mereka serempak.
" Kalau begitu, Aku sebagai Permaisuri di Istana Kekaisaran Shin untuk sementara Memimpin Istana Kekaisaran Shin sampai Putra Mahkota lahir di Kekaisaran Shin." Nan Sian bicara dengan lantang.
" Baik Yang Mulia Permaisuri." ucap mereka serempak.
" Kaisar Ryu... Tradisi tetaplah Tradisi, karena kamu adalah Kaisar di Kekaisaran Awan maka tidak mungkin menjadi Kaisar di Dua tempat." Nan Sian menatap ke arah Ryu.
__ADS_1