SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Sekte Giok Hitam


__ADS_3

Jenderal Zheng Lie yang melihat pembantaian tersebut tidak berani bertindak apapun, karena dia dapat merasakan bahwa Pemuda yang ada di depannya itu bisa membunuhnya dengan mudah.


" Gluug " Para Jendral dan para Prajurit yang lain menelan ludah sambil memegang leher mereka sendiri


Di sisi lain, bawahan dari Jenderal Ye Gang kini berlarian ke berbagai arah, namun tidak ada satupun yang berhasil melarikan diri.


Para Kultivator Muda lainnya yang masih mampu berdiri pun ikut membunuh para Prajurit tersebut untuk membalas rasa sakit hati mereka.


Melihat kejadian tersebut, para Komandan yang lain hanya terdiam membeku akibat pembantaian tersebut tidak berani bertindak apapun.


Kini kekalahan mereka bukan dari Para pemberontak, tetapi akibat kelalaian mereka sendiri dalam menjalankan Tugas.


" Sekarang semua selesai... Mari kita Pergi!" Ryu menoleh ke arah Istrinya.


" Tu...Tuan Pendekar. " Jendral Zheng lie menghentikan langkah Ryu sambil berlutut.


" Awalnya aku ingin membantu kalian... Tapi setelah penghinaan atas semua Istriku, aku tidak berniat lagi membantu kalian." Ryu melangkahkan kakinya menjauhi tempat tersebut.


" Tuan Pendekar." Salah satu komandan yang pernah bicara dengan Ryu sebelumnya langsung berlari dan berlutut di hadapan Ryu.


" Tuan Pendekar. Aku Hye Mo memohon secara Pribadi kepada Tuan Pendekar agar membantu kami.! Jika kami gagal bukan kematian yang aku takutkan, tetapi Istriku dan Ketiga Anakku yang masih kecil. " Komandan Hye Mo yang masih berlutut di hadapan Ryu.


Mendengar ucapan tersebut Ryu terdiam sejenak lalu memperhatikan seluruh Komandan dan Prajurit yang lain.


Sebenarnya Ryu juga ingin membantu mereka secara diam-diam, hingga akhirnya Ryu mengangguk lalu menoleh ke arah para Kultivator Muda yang banyak terluka.


Ryu lang menuju Para Kultivator tersebut lalu memberikan satu Pil kepada masing-masing mereka.


" Minumlah Pil itu untuk memulihkan Kalian. " ucap Ryu.


" Terimakasih Tuan Pendekar." ucap mereka secara bersama kemudian menelan pil tersebut.


Dengan Sekejap luka mereka menutup pulih kembali seperti semula. Hal itu tentu saja membuat mereka terkejut sekaligus senang.


Para Jendral beserta bawahannya pun tidak luput dari rasa kaget mereka bagaimana dari reaksi Pil tersebut sangat cepat.


" Baiklah aku akan membantu kalian, tapi dengan caraku sendiri. " ucap Ryu menatap Komandan Hye Mo.


" Terimakasih Tuan Pendekar. " Komandan Hye Mo Sangat senang.


Para Jendral yang mendengarnya pun terlihat senang dalam hati mereka juga sangat berterima kasih kepada Komandan Hye Mo disaat fikiran mereka sudah Buntu.


" Terimakasih Tuan Pendekar" ucap Jendral Zheng Lie

__ADS_1


" Baiklah... Sekarang aku membutuhkan para Kultivator Muda ini bersamaku. Apa kalian mau?" Tanya Ryu kepada para Kultivator yang awalnya mau mengorbankan diri mereka saat Kultivator wanita diperlukan dengan semena-mena oleh Jenderal Ye Gang dan bawahannya.


Ryu merasa tertarik kepada Kultivator Muda itu karena rasa kepedulian mereka terhadap seorang wanita.


" Dengan senang hati Tuan Pendekar " jawab mereka serempak terlihat senang.


" Kalian bantulah pasukan Kerajaan disini! " Ryu menoleh ke arah Para Pendekar lain.


Mereka yang sebenarnya ingin mengikuti Ryu, namun kini hanya menganggukkan kepala dengan wajah murung.


Ryu yang bersama kelompok barunya kini pergi dari tempat tersebut tanpa ada yang berani mencegah mereka.


" Tuan Pendekar... Terimakasih telah menolong kami, namaku Luan Hua, dan saudariku Luan Quan, Luan Qian, Qiang dan Luan Weily berhutang nyawa kepada Tuan dan Keempat Istri tuan. " Luan Hua menunjukkan temannya yang merupakan satu keluarga Luan.


" Namaku Guang Cheng mewakili keempat temanku. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada Tuan Pendekar. " Guang Cheng memberi hormat.


Ryu pun mengangguk kecil sambil menatap ke arah Guang Cheng.


" Saudara Guang Chen... Apa kau dan temanmu dari Sebuah Sekte? " Tanya Ryu kepada mereka.


" Kami hanya ingin mengadu nasib Tuan Pendekar. Desa kami telah dihancurkan oleh Sekte Naga Hitam." Jawab Guang Chen terlihat murung.


" Aku turut berduka atas kejadian yang menimpa Desa kalian. " Ryu merasa tidak enak.


" Lalu kalian berasal dari sekte mana? " Ryu menatap Luan Hua dan yang lainnya.


" Kami bukan dari Sekte... Kami hanya dari Perguruan yang baru turun Gunung untuk menambah pengetahuan kami di Dunia Luar. " jawab Luan Hua.


" Kami berasal dari Sekte Giok Hitam Tuan. Kami berhasil keluar dari Sekte tersebut meskipun banyak di antara kami harus dibunuh dengan keji." ucap Wenlie.


"Sekte Giok Hitam?" Semua orang terkejut saling berpandangan satu sama lain.


" Lalu kenapa kalian keluar dari Sekte?" Ryu penuh selidik.


" Kami dan beberapa Tetua Sekte tidak sepaham dengan Patriak dan Tetua Sekte lainnya. Itulah sebabnya kami diburu dan dibunuh sehingga membuat para Tetua Sekte kami mengorbankan diri untuk menyelamatkan kami berlima. " ucap Wenlie.


" Sepertinya kalian banyak mengalami hal yang sulit. Baiklah... Tunjukkan dimana tempat Sekte Giok Hitam dan Sekte Naga Hitam tersebut! " Ryu dengan nada datar berniat untuk menghancurkan kedua Sekte tersebut.


" Tu.. tuan Pendekar." Mereka tidak percaya dengan hal baru Ryu ucapkan.


" Kalian tenang saja! Biarkan kami yang menghadapi mereka." ucap Sheng Zhishu menyadarkan mereka dari rasa kaget.


Mendengar ucapan dari Sheng Zhishu, mereka mau tidak mau menunjukkan keberadaan Sekte tersebut.

__ADS_1


Mereka berjalan cukup jauh karena mereka mengambil jalur lain dari jalan yang ditempuh Anggota Sekte Giok Hitam menuju Istana Kekaisaran Petir. Dengan kecepatan penuh mereka telah berada di depan Sekte Giok Hitam.


Dalam perjalanan tersebut, kelompok baru Ryu saling berkenalan satu sama lain dimana mereka sudah mengetahui bahwa 23 wanita tersebut adalah Istri dari Ryu.


Setelah melakukan perjalanan sangat jauh, mereka pun telah sampai di depan Sekte Giok Hitam.


" Itu dia Tuan Pendekar." Wenlie menunjukkan ke arah dimana letak Sekte Giok Hitam.


" Kalian tunggu saja disini! Biar kami yang menghadapi mereka. Ambil Pil Ini untuk memulihkan Qi kalian." Ryu memberikan puluhan Pil ke masing-masing mereka kemudian berjalan menuju Gerbang Sekte Giok Hitam.


" Ternyata Tuan Muda Ryu sangat Dermawan. Bagaimana dia memiliki Pil sebanyak Ini? Bahkan selama dalam perjalanan kita sudah diberikan puluhan Pil pemulih tenaga Dalam" ucap salah satu dari mereka.


" Itu benar... bahkan dengan kekuatan penuh saat kita berlari, tapi ketika kita menelan Pil ini seketika tenaga kita pulih total. " Yang lain ikut menimpal.


Di depan Pintu Gerbang kini terlihat 24 sosok yang sedang berdiri yang membuat para Penjaga Gerbang Sekte Giok Hitam sangat kaget.


" Siapa Kalian? apa mau kalian disini. " Tanya salah satu Penjaga Gerbang Sekte.


" Shuijing, Chaizu, Jiejia... Mengamuk lah! " Ryu mengeluarkan ketiga Hewan Kontrak miliknya.


" Wuush... Duaarr... " Pintu gerbang terbuka membuat para Penjaga Gerbang terpental Puluhan meter dan mati seketika.


" Qilin... Bersenang-senang lah." Sheng Zhishu mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya.


" Jiu Wei Hu..." Huli Yue juga ikut mengeluarkan Hewan Kontrak.


Begitupun dengan yang lain, mereka juga mengeluarkan Hewan Kontrak miliknya berniat untuk menghancurkan Sekte Giok Hitam.


Ryu dan Istrinya yang baru saja memasuki Pintu gerbang dengan senyuman Jahatnya saat 8 Hewan Kontrak sudah masuk ke Sekte Giok Hitam karena ada tambahan dari Laohu.


Sedangkan Bai Ma, Hewan Kontrak milik Yuwang tidak bisa ikut karena masih dalam pemulihan saat Inti Jiwanya diganti dengan Inti Roh Hewan Ilahi.


" Dugaanku benar, mereka membagi kelompok dan meninggalkan para Murid yang masih Lemah. " Gumam Ryu sambil menatap ke arah Anggota Sekte Giok Hitam.


" Siapa kalian? Tanya salah satu Tetua sambil melirik ke arah delapan Hewan Kontrak yang sudah menyerang Murid Sekte.


" Kami ingin meratakan Sekte ini. " Ancam Ryu sambil membunuh siapa saja yang di depannya.


Keempat Tetua tersebut menyerang Ryu dengan sangat Ganas. Namun sayangnya musuh mereka adalah orang yang salah.


' Jalan Bayangan.'


" Praaakkk... Praaakkk... Praaakkk... " Sebuah serangan membentuk bayangan hitam dengan gerakan tidak terbaca membuat para Tetua dan Guru yang ada di tempat itu dimana kepala mereka langsung remuk.

__ADS_1


__ADS_2