
" Apa? bagaimana mungkin" Semua seakan tidak percaya dengan ucapan Yuwang.
" Percayalah padaku! Anggap saja Sebagai Bakti ku Kepada Ayah Mertua." Yuwang membuat sebuah gerakan hingga terlihat seperti sebuah Pelindung transparan mengelilingi Sekte.
" Sekarang sudah bisa mempercepat Fondasi kalian, Ini hanya mempercepat Proses Penyerapan saja, bukan untuk mempercepat Usia. Jadi, manfaatkan waktu kalian " Xin Chie mengeluarkan Puluhan Pil Qi, Pil Jiwa dan Pil Tulang.
" Tidak Perlu kaget, Karena setelah 6 Bulan kita akan Menyerang Pasukan Siluman dan Pasukan Peri Kegelapan yang mengacaukan Sekte Kita selama ini." Ryu memandang mereka dengan berbagai macam ekspresi.
" Para Tetua, bagikan Pil ini untuk semua Anggota Sekte. Lebih baik kita lakukan sekarang juga." Lin Feng memberi perintah.
" Baik Paktriak " Mereka langsung membagikan Pil tersebut kepada semu Anggota Sekte dengan jumlah yang sama.
Setelah semua telah mendapatkan bagian, mereka langsung menuju ke Ruang Kultivasi masing-masing untuk memperkuat Fondasi dan Mengurai Aura Pembunuh menjadi Kultivator.
Ryu yang melihat Lapangan Sekte Sudah Kosong, kini langsung membuat Pelindung Tempurung Kura-kura agar Proses Anggota Sekte tidak terganggu lalu membawa Ketujuh Istrinya Kembali ke kediaman mereka.
" Sayang, bukankah dengan kita saja sudah mampu menghancurkan Pasukan Siluman dan Pasukan Peri Kegelapan itu?" ucap Tianhe.
" Biarkan Nama Sekte Lembah Persik saja yang dikenal, dengan begitu tidak ada yang berani mengusik Sekte Lembah Persik. Jika kita yang melakukannya, maka Keberadaan kita akan menjadi incaran Para Dewa, Iblis maupun yang lain." ucap Ryu.
" Benar juga. Jika mereka mengincar Sekte Lembah Persik, sepertinya tidak mungkin karena Anggota Sekte ini sangat besar." ucap Huli Yue.
" Mmmm... Dengan begitu kita bisa pergi ke Dunia Iblis untuk bertemu dengan Ayah dan Ibu Mertua." Ryu memandang Yuwang sambil berjalan.
Setelah beberapa saat, Ryu dan Ketujuh Istrinya sudah mencapai Kediaman mereka langsung masuk ke dalam Kamar dan Yuwang pun langsung duduk bersila untuk memulihkan Qi miliknya yang banyak terkuras akibat mengendalikan Waktu.
...****************...
Enam Bulan kemudian Seluruh Anggota Sekte sudah menyelesaikan Proses Penguatan Fondasi Mereka dengan wajah yang sangat puas.
Ryu yang sudah berada di Ruang kerja Paktriak kini memberikan beberapa Senjata, Puluhan Peti Koin Emas dan Kitab sebagai Harta Sekte.
Ryu juga memberitahukan kepada Paktriak mengenai Rencananya untuk menyerang Pasukan Siluman terlebih dulu mengingat Letaknya lebih dekat dari pada Markas Peri Kegelapan.
Paktriak pun langsung meminta beberapa Tetua untuk memilih Anggota Sekte yang terbaik untuk mengerjakan misi tersebut.
Setelah menunggu beberapa saat, Beberapa Tetua kini telah kembali untuk melaporkan bahwa Anggota Sekte telah berkumpul di lapangan.
" Paktriak, Tetua Jianheng, Tetua Jianying, Tetua Xiuying dan Tetua Qixuan telah mengajukan diri untuk menjalankan misi. Bagaimana menurut Paktriak?" Tanya Dong Shen.
" Jika mereka sendiri yang menginginkan hal ini, lakukan saja!" Ucap Lin Feng.
" Tetua Agung, Mereka menunggu di lapangan. Apa kalian akan berangkat sekarang?" Tanya Dong Shen.
" Mmmmmm... Lebih cepat lebih baik. " Ryu melangkahkan kakinya menuju lapangan Sekte.
" Salam Tetua Agung." Sambut mereka serempak.
" Tetua Jianheng, Tetua Jianying, Tetua Xiuying, Tetua Qixuan, sebaiknya kita berangkat sekarang." Ryu langsung mengeluarkan Chaizu.
" Mmmm." Keempat Tetua juga mengeluarkan Hewan Kontrak mereka yang diikuti oleh Murid.
Mereka langsung melesat ke arah selatan dimana arah Wilayah Pasukan Siluman berada hingga saat sudah sore mereka sudah berada di pinggir sebuah Hutan yang sangat Luas.
" Tetua Agung, menurut informasi, Pasukan Siluman sering muncul di Hutan ini." ucap Jianying.
" Kalau begitu, Kalian harus membagi Dua Kelompok. Dan aku sendiri sambil memeriksa keadaan Musuh." ucap Ryu.
" Tetua Agung, Itu sangat berbahaya jika kamu sendiri." Qixuan terlihat khawatir.
" Tetua Qixuan, Kalian tenang saja. Aku akan lebih berhati-hati. Jika tidak memungkinkan, aku bisa lari." Ryu meyakinkan mereka.
" Baiklah, jika itu yang kamu inginkan. Aku harap kamu bisa berhati-hati." ucap Qixuan.
" Mmmmmm" Ryu langsung berjalan masuk ke Dalam Hutan.
...****************...
Di dalam Hutan Markas Pasukan Siluman:
__ADS_1
" Akhirnya yang ditunggu-tunggu sudah berada di Hutan ini." ucap Salah satu Sosok Pria berpenampilan Kekar.
" Kalajengking Pertama, apa kamu yakin kita bisa mengalahkan Pemuda itu dan bawahannya." ucap Pemimpin Pasukan Siluman.
"Yao Ming... Aku memang tidak bisa mempelajari Teknik Cermin Neraka, tapi aku memiliki Teknik Yin-Yang yang bisa memantulkan Teknik itu dan menyerap balik Teknik tersebut." ucap Kalajengking Pertama.
" Aku harap Kerjasama kita bisa membuahkan hasil. Pemuda itu Sangatlah berbahaya di masa depan jika kita tidak membunuhnya sekarang." Ucap Yao Ming.
" Bukan hanya dia, tetapi Juga ketujuh Istrinya juga sangat berbahaya. Yao Li, Ning Hua dan Kalian Tujuh Dewi Angsa, Aku harap Kalian bisa dipercaya untuk membunuh Ketujuh Istri Pemuda itu. Biarkan Aku, Kalajengking Kedua, Ketiga keempat Pasukan Siluman dan Pasukan Peri untuk mengurus Pemuda itu" ucap Kalajengking Pertama.
" Haaahh... Bukankah ini terlalu berlebih-lebihan, hanya karena Pemuda itu kita harus menggabungkan kekuatan." Ning Hua menggelengkan kepala.
" Turuti saja Perintahku! Aku tidak ingin kecerobohan kalian bisa menggagalkan rencanaku." Kalajengking Pertama menatap mereka dengan tajam.
" Sekarang, Buat Pelindung Yin Yang dengan 8 Harta Suci itu di Wilayah penyergapan." ucap Pemimpin Pasukan Peri
" Baik." Tujuh Dewi Angsa langsung meninggalkan Ruang Rapat.
" Ning Hua, Tugasmu adalah menanamkan Teratai Suci Yin-Yang kepada Pemuda itu agar dia tidak bisa memanggil Bala bantuan Dari Naga Gunung." Perintah Kalajengking Pertama.
" Kau Gila ya? itu Harta Langit dari Klan Ning." Ning Hua sangat marah.
" Apa kamu mau kita mati terpanggang oleh mereka? Aku harap kamu bisa menemukan Pilihan yang tepat agar Klan Ming bisa mendapatkan Muka lagi." Kalajengking Pertama memberi penekanan.
" Haaaah... Baiklah. Tapi setelah itu Tugasku hanya membunuh Ketujuh Wanita itu saja." Ning Hua menghela nafas.
" Tidak masalah, selebihnya aku yang atur. sekarang lakukan tugas kita masing-masing." Kalajengking Pertama mengakhiri Rapat.
Di tempat lain, Ryu yang sudah berada di kedalaman Hutan merasakan firasat buruk yang menimpa mereka.
" Ada apa ini? mengapa kali ini perasaanku tidak enak." Ryu berbicara sendiri.
Ryu langsung melepaskan Spiritualnya untuk memeriksa keadaan sekitar, namun dia tidak menemukan apapun bahkan Rombongannya juga masih sangat jauh.
" Sepertinya Kelompok Para Tetua masih sangat jauh mungkin tiga hari baru mencapai tempat ini." Ryu memperkirakan kedatangan Rombongan.
Seketika Ryu merasakan kekhawatiran kepada Tujuh Istrinya hingga dia memilih untuk kembali ke Dunia Kecil.
" Istriku " Ryu langsung merangkul tubuh Sheng Zhishu seperti ada sebuah kekhawatiran.
" Sayang, kenapa kamu tidak seperti biasanya?" Yinshi menatap Ryu penuh selidik.
" Tidak ada... Aku hanya bersama kalian selamanya." Ryu memeluk mereka bergantian dengan erat.
Melihat tingkah Suami mereka tidak seperti biasanya, Ketujuh Istrinya mengira kalau Ryu sedang ingin mencari Perhatian lebih dari mereka lalu mengisyaratkan membawa mereka ke kamar.
Ryu yang masih terbawa perasaan juga ikut berjalan ke arah kamar seakan ingin terus bersama dengan Istrinya.
" Suamiku, mungkin kamu terlalu banyak fikiran." Sheng Zhishu mengusap tubuh Ryu berniat menghibur Suaminya.
" Sayang, lebih baik kita menikmati Malam Indah ini bersama." Tianhe menarik Tangan Ryu langsung membaringkan tubuhnya seakan Ryu sudah berada di atasnya.
Meski hanya diam, Ryu juga langsung merangkul tubuh Tianhe dengan erat seakan tidak ingin lepas.
" Sayang," Yuwang mencium Pipi Kiri Ryu juga melepaskan pakaiannya menganggap kalau suaminya menginginkan Hubungan intim.
" Cup! " Xin Chie Juga mencium Pipi Kanan Ryu sambil membelai bagian dada Ryu yang sudah tanpa sehelai kain.
Tianhe yang masih berada di Pelukan Ryu kini mengambil sebuah Posisi lalu mencium bibir Ryu dengan lembut sambil melepaskan pakaiannya sendiri hingga tanpa sehelai kain pun.
" Mungkin perasaanku akan lebih baik setelah ini." Ryu memenuhi kebutuhan Ketujuh Istrinya yang dimulai dari Tianhe.
Pada saat itu Ryu seakan lupa akan kekhawatirannya sejenak hingga pada malam itu dia dengan kasih sayangnya melakukan hubungan Suami Istri begitu mempesona membuat Ketujuh Istrinya tidak mengalami kekurangan apapun hingga membuat mereka terkapar lemas berkal-kali sampai mengumpulkan kembali tenaga mereka.
Pada keesokan hari terlihat senyuman puas dari Ketujuh Istrinya meski tubuh mereka masih dalam keadaan lemah sambil menatap ke arah Ryu yang seakan enggan meninggalkan mereka dari kamar.
" Sayang, tadi malam kamu sangat luas biasa. bahkan Aku sendiri bisa mencapai Puncaknya sampai Delapan kali." Tianhe sambil mencium Pipi Ryu.
" Bukan hanya kamu saja, Kita semua juga mengalami hal yang sama." Sheng Zhishu menyandarkan kepalanya di dada Ryu sisi kiri.
__ADS_1
" Ada angin apa Suami kita begitu sangat Romantis kepada kita." Xin Chie juga menyandarkan kepala di Dada Ryu dalam posisi memeluk.
" Sayang, kami tau perasaanmu tidak ingin kehilangan Kami. Tapi Percayalah kami akan baik-baik saja." Ucap Yunjiang.
" Aku tidak Tau, mengapa bisa sangat Khawatir seperti ini tapi aku harap kalian jangan ada yang keluar dari Dunia Kecil ini. Perasaanku mengatakan bahwa ada Orang yang mengincar Kalian." Ryu memberi pesan.
" Sayang, Hal itu hanya perasaanmu saja. Lagi pula apa orang inginkan dari kami sekarang? Cincin pemberianmu hanya berisi Pakaian dan beberapa Koin Emas saja. Kami tidak menginginkan Cincin Ruang Surgawi itu lagi." Tianhe mencium Cincin Ruang Level 10 Pemberian Ryu sebagai Hadiah yang sangat berharga.
" Kalau begitu, Aku akan kembali ke Dunia Manusia agar kita bisa cepat ke Dunia Iblis. Tapi tapi ingat, jangan sampai ada yang keluar dari sini." Ryu bangkit dari tempat tidur langsung menuju Hutan dimana tempat sebelumnya.
Sesampai di Dalam Hutan, Ryu kembali melanjutkan penelusuran untuk mencari keberadaan Markas Pasukan Siluman.
Hingga saat berada di bagian inti Hutan dia telah disambut dengan Kelompok Besar Pasukan Siluman, Pasukan Peri bahkan beberapa Sosok lain yang memiliki Aura yang sangat kuat.
Merasa Hal yang tidak baik, Ryu langsung mengeluarkan seluruh Bawahannya termasuk Tiga Hewan Kontrak.
" Tuan" Zi Mayi dan Zi Mifeng beserta Pasukan terlihat tidak seperti biasanya.
Begitupun dengan Chaizu, Jinying dan Shizi juga merasa sesuatu hal yang buruk mundur beberapa langkah.
Ryu yang melihat kekhawatiran mereka juga merasakan hal yang tidak baik berusaha untuk memilih melarikan diri.
" Aktifkan Pelindung Yin-Yang" Perintah Sosok bertopeng yang terlihat Perkasa.
" Wuush" Sebuah Kubah Besar berwarna Hitam dan Putih berada di bagian Tengah Atas pelindung tersebut.
" Tuan, Ini tidak baik. cepat pergi dari sini! Biarkan kami yang menahan mereka." Zi Mayi meminta Ryu untuk meninggalkan tempat tersebut.
" Sepertinya tidak bisa Ryu merasakan Aura yang sangat kuat dari Pelindung tersebut.
Dalam kepanikan Ryu mencoba untuk kembali ke Dunia Kecil namun tidak bisa bahkan hingga menggunakan Langkah Kilat dan Wujud Hantu untuk menembus Pelindung tersebut juga tidak bisa.
" Mau Kabur dari sini? Hanya mimpi." Ucap Kalajengking Pertama.
" Tunggu apa lagi? Serang mereka sekarang! " Perintah Pemimpin Pasukan Siluman.
Seketika Sekelompok Manusia berkepala dari berbagai jenis Hewan langsung menyerbu ke arah Ryu.
" Pasukan Peri Kegelapan, Serang! " Seru Pemimpin Pasukan Peri Kegelapan.
Seketika Kumpulan Bayangan Hitam berwujud Manusia juga ikut maju dalam Gelombang besar.
" Posisi Bertahan " Ryu langsung menyerukan Perintah kepada mereka.
Seketika Pertarungan tidak terelakkan lagi membuat Ryu dan Bawahannya tersudut meskipun Pasukan Siluman dan Pasukan Peri Kegelapan banyak yang mati akibat Serangan Petir dan Api yang dilancarkan oleh Pihak Ryu.
Dari Segi Kekuatan memang ada di Pihak Ryu, namun Karena Kelompok Lawan yang Puluhan kali lebih banyak dari mereka membuat mereka terdesak.
" Ning Hua, Sekarang Tugasmu sebelum dia memanggil Pasukan Naga Gunung." Perintah Kalajengking Pertama.
" Mmmmmmm" Ning Hua mengeluarkan sekuntum bunga Teratai Suci Yin-Yang lalu melepaskannya ke Arah Ryu.
Ryu yang melihat sebuah benda yang mengarah kepadanya kini langsung menghindar dengan Langkah Kilat Sambil melancarkan serangannya ke Bunga tersebut.
Namun sekuat apapun serangan yang dilancarkan, Bunga Teratai Suci Yin-Yang tidak mendapatkan efek apapun seakan terus mengejar Ryu meskipun berkal-kali menggunakan Langkah Kilat.
' Benda apa ini? mengapa selalu mengejarku' Pikir Ryu Sambil melancarkan serangannya ke Arah Lawan dan Bunga tersebut.
" Suamiku." Ketujuh Istrinya langsung keluar dari Dunia Kecil ikut membantu.
' Sekarang waktunya! Aktifkan Harta Suci Yin-Yang.' Kalajengking Pertama memberi Pesan Jiwa kepada Tujuh Dewi Angsa dan Yao Li.
Seketika Cahaya Keemasan Bersinar dari Delapan Penjuru. Ke arah Langit hingga menyatu membuat Formasi baru.
Ryu yang melihat Ketujuh Istrinya yang Keluar sangat Khawatir lalu meminta mereka untuk kembali ke Dunia Kecil.
Namun saat mereka mencobanya kini tubuh mereka juga seakan ditolak seakan ada sesuatu yang mendorong mereka kembali.
Didalam kekhawatirannya Ryu, Sheng Zhishu, Xin Chie, dan Huli Yue langsung melancarkan Teknik Petir dan Api hingga beberapa kali membuat mereka banyak mengeluarkan Qi den menelan beberapa Pil.
__ADS_1
Meskipun Pihak Lawan sudah kehilangan Pasukan setengah dari jumlah mereka, Namun tetap saja Pasukan Lawan seakan tidak ada Habisnya berdatangan hingga Pasukan Kalajengking Pertama, Kalajengking Kedua, Kalajengking Ketiga dan Keempat juga dikerahkan dalam jumlah yang lebih besar lagi.
Kalajengking Pertama, Pemimpin Pasukan Siluman, Pemimpin Pasukan Peri Kegelapan dan Yao Li juga langsung melesat menyerang Ryu dengan Ganas hingga membuat Ryu merasa kewalahan.