SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
Perbincangan Di Istana Kristal


__ADS_3

Saat berada di tengah Kota Bunhai, Ryu menghentikan langkah lalu menoleh ke arah tiga Istrinya.


" Aku ingin membeli beberapa Sumberdaya disini. Jika kalian ingin mencari sesuatu, nanti aku akan menunggu kalian di taman Kota " Ucap Ryu.


" Kami ikut Gege saja." Jawab Wang Mingjun, Shu Meilu dan Qin Shuomei dengan singkat.


" Baiklah." Ryu kembali berjalan menuju Rumah Sumberdaya yang diikuti tiga Istrinya.


Saat sudah sampai di rumah Sumberdaya, hal yang Ryu lakukan adalah membeli Sumberdaya tingkat Surgawi ataupun Harta yang langka yang akan dilelang oleh Rumah Sumberdaya itu.


Seperti biasa, sebagai gantinya Ryu memberikan Harta langit yang dia miliki agar tidak mendapatkan kesulitan.


Setelah membeli Sumberdaya, Ryu dan Istrinya keluar dari bangunan tersebut sambil berjalan menikmati pemandangan Kota tersebut dengan membeli berbagai macam untuk kebutuhan mereka.


Matahari pun kini telah enggan menampakkan Sinarnya, Ryu membawa Istrinya menuju sebuah penginapan yang terlihat cukup luas di tengah-tengah kota.


Ryu pun masuk kedalam bangunan tersebut menuju meja kasir untuk memesan satu Kamar.


Saat sudah berada di kamar Penginapan, Ryu langsung menciptakan pelindung mengelilingi kamar tersebut lalu menuju ke Dunia Quzhu.


Sesampai di Istana Kristal ( Nama baru Istana Emas) Ryu langsung menuju ke sebuah ruangan dimana tempat Jiu Tou She berendam.


Saat berada di kamar tersebut, Ryu merasakan gejolak yang sangat kuat hingga Ryu berinisiatif untuk membawa tubuh Jiu Tou She keluar dari Istana Kristal menuju arah pantai.


" Tuan... Apa yang terjadi?" Tou Shuijing tiba-tiba muncul dari arah lain, karena dapat merasakan Aura yang hampir sama dengannya.


Sesaat Tou Shuijing tersadar bahwa ada sosok lain yang hampir mirip dengannya.


" Tuan... Aku bisa membantu Naga campuran darah Ular ini." Ucap Tou Shuijing karena dia mengetahui bahwa sosok tersebut juga hewan kontrak milik Tuannya.


" Shuijing... Kalau begitu aku percayakan kepadamu." Ucap Ryu.


" Dengan senang hati Tuan." Tou Shuijing membawa Jiu Tou She menuju ke dasar lautan untuk membantunya memulihkan diri dan mengendalikan energi tersebut.


" Haaahh... Sepertinya satu pekerjaan sudah selesai." Dalam hitungan detik Ryu telah berpindah ke tempat kediaman Kultivator Muda.

__ADS_1


" Salam Tuan Muda Ryu." 15 Kultivator muda memberi hormat.


" Mmmm.... " Ryu mengangguk lalu mengeluarkan semua bawahan yang lain dari Dunia kecil yang ada di kapal udara.


Hal itu tentu saja membuat 15 Kultivator muda sangat kaget karena kemunculan ratusan Kultivator yang lain.


" Salam Tuan." Dao Luo, Yan Ran dan yang lain memberi hormat.


" Mmm... Untuk sekarang kalian boleh tinggal di Istana ini. Kalian juga bisa berlatih ataupun berburu Hewan Roh untuk perkembangan kalian." Ucap Ryu.


" Baik Tuan." Dao Luo, Yan Ran dan yang lain tidak terlalu kaget lagi dengan kejutan dari Ryu karena mereka sudah sering melihatnya.


" Luan Hua, Bawa anggota Wanita bersama kalian agar memilih kamar mereka masing-masing."


" Baik Tuan Ryu." Luan Hua menundukkan kepala lalu menuntun Yu Min, Yu Wei dan puluhan wanita lain menuju lantai dua Istana.


" Guang Cheng... Bawa anggota Pria agar memilih kamar mereka masing-masing." Ucap Ryu.


" Dengan senang hati Tuan Ryu." Guang Cheng memberi hormat lalu menuntun Dao Luo, Yan Ran dan bawahannya ke lantai dasar Istana.


Setelah mereka kembali ke Istana, Ryu berjalan melewati jembatan yang menghubungkan dua daratan tersebut.


Dengan kekuatan Spiritualnya, Ryu kembali menciptakan sebuah bangunan sebagai tempat peristirahatan Tou Shuijing dan Jiu Tou She.


Setelah pekerjaannya selesai, Ryu langsung berpindah tempat di Istana Kristal untuk bertemu dengan semua Istrinya.


Di dalam Istana Kristal, terlihat Sheng Zhishu dan yang lain sedang berkumpul bersama Hewan Kontrak yang lain.


Mereka terlihat menceritakan tentang kepergian Chaizu dan Jiejia menuju ke Dunia Dongwu.


Semua Hewan kontrak tersebut merasa bersedih, terlebih untuk Jiu Wei Hu yang begitu tertarik dengan Chaizu.


' Aku tidak ingin Chaizu Gege pergi begitu saja... Hanya Tuan Ryu saja yang membuatku tertarik selain Chaizu Gege. Haaahh... Kenapa aku bisa berada di situasi seperti ini.' Jiu Wei Hu membatin sambil melirik ke arah Ryu teringat kejadian saat mereka berhubungan badan.


Masih teringat jelas dalam ingatan Jiu Wei Hu bagaimana Ryu menggagahi tubuhnya dengan keperkasaannya.

__ADS_1


Namun di sisi lain Jiu Wei Hu berusaha untuk mengubur perasaannya tersebut, karena statusnya hanya sebagai budak dari Huli Yue.


Dalam lamunan Jiu Wei Hu, bersamaan Ryu dan Istrinya melakukan perbincangan ringan sambil menunggu waktu untuk beristirahat.


Saat hari sudah malam, Wang Mingjun dan Shu Meilu menyiapkan makanan untuk mereka, hingga Ryu dan yang lain menikmati hidangan tersebut


Malam pun telah tiba, Ryu menyudahi perbincangan tersebut beranjak dari tempat tersebut menuju ke kamar utama untuk beristirahat.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lain, mereka juga mengikuti Ryu untuk beristirahat.


*****


Lebih dari tiga Bulan mereka berada di Dunia Quzhu, dimana mereka hanya menghabiskan waktu selama satu hari dari waktu yang sebenarnya di Dunia Abadi.


Ryu pun menuju Pantai dimana tempat Tou Shuijing dan Jiu Wei Hu sedang berendam di lautan.


Dari tengah laut, terlihat dua makhluk raksasa yang hampir mirip. Namun memiliki sedikit perbedaan dimana Tou Shuijing memiliki sisik berwarna merah darah, sedangkan Jiu Tou She memiliki sisik berwarna putih mengkilap seperti Kristal.


" Jiu... Kau benar-benar mengagetkanku." Ryu terlihat senang melihat Jiu Tou She sedang terbang menuju ke arahnya dengan tubuh 20 kali lipat dari Sebelumnya bahkan besarnya menyamai Tou Shuijing dengan wujud Hydra raksasa.


Dari tubuh besar tersebut kini berwarna Putih mengkilap bersisik seperti permata yang menyilaukan. Tubuhnya Jiu Tou She yang dulu terlihat kemerahan sangat mengerikan, kini terlihat sangat cantik.


Saat semakin dekat, Tubuh Jiu berubah menjadi cahaya putih melesat ke arah Ryu berubah menjadi sosok Pemuda yang sangat tampan.


" Salam Hormat Tuan... " Sosok pemuda itu menundukkan kepala.


" Jiu... Kau sangat tampan sekali dalam wujud Manusia. " Ryu terlihat kagum.


" Terimakasih Tuan. Ini semua berkat bantuan Tuan. " Jiu Tou She masih terlihat menundukkan kepalanya.


" Ah. Itu juga berkat hasil Kerja kerasmu. " Ucap Ryu yang juga merasa bangga merasakan kekuatan Baru Jiu Tou She.


" Hei... Bagaimana kalau kita menikmati keindahan kota Bunhai di luar sana?." Ryu berniat membawa kedua Hewan Kontrak tersebut mengelilingi Kota.


" Kami siap menerima perintah Tuan. " Tou Shuijing dan Jiu Tou She menjawab bersamaan.

__ADS_1


" Mari kita pergi! " Ryu membawa mereka keluar dan muncul di kamar yang dia tempati sebelumnya.


Ketiga sosok Pemuda kini keluar dari Kamar langsung menuju ke luar Penginapan.


__ADS_2