SANG DEWA AGUNG

SANG DEWA AGUNG
CH 65. LELANG


__ADS_3

Selesai membeli Peralatan dan Kebutuhan Ketiga Istrinya, Ryu diam-diam membawa semua barang tersebut Ke Istana Emas di Dunia Kecil dengan sedikit Spiritual.


Dalam perjalanan Pulang, dia mendengar ucapan dari beberapa Warga tentang kematian salah satu Pelayan Wanita dari Assosiasi Pagoda Dagang yang dikabarkan bunuh diri.


" Haaahh... Ada-ada saja sampai bunuh diri." Gumam Ryu.


Sesampai di Penginapan, Ryu kembali ke Kamar sambil membersihkan sedikit Aura yang sangat Aneh di sekitar Kamarnya hingga tanpa sisa.


Begitupun dengan tubuhnya sendiri, Ryu baru sadar dengan Aroma seakan melekat pada tubuhnya hingga dia langsung menuju Kamar Mandi.


" Aroma siapa ini? sepertinya sangat kuat melekat pada Tubuhku" Ryu berusaha menghilangkan Aroma seperti wewangian Wanita yang melekat di tubuhnya.


Dengan menggunakan sedikit Qi, Ryu langsung membersihkan aroma tersebut hingga tidak ada lagi lalu keluar dari kamar mandi.


Sekedar mengisi waktu membaca beberapa Kitab hingga terdengar suara Ketukan pintu kamarnya.


" Tuan, ada yang ingin bertemu denganmu " ucap Pelayan dari luar Pintu.


" Aku akan kesana, suruh dia menunggu." Ryu seakan bertanya siapa yang mencarinya.


Dalam pikiran yang memiliki banyak pertanyaan, Ryu beranjak dari tempatnya keluar kamar sambil meningkatkan kewaspadaan.


Terlihat sosok Wanita sedang berdiri di depan pintu seakan sedang gelisah.


" Salam Tuan Ryu " Zhengyi menundukkan kepala.


" Ada apa Nona kesini?" Ryu merasa heran.


" Boleh Aku masuk? " Zhengyi sedikit menyelidik.


" Oohhh, Silahkan! " Ryu mempersilahkan.


Zhengyi yang sudah masuk di Kamar Ryu, kini sambil menyelidik dan memeriksa Aroma dengan meningkatkan Penciumannya.


Hal itu tentu saja membuat Ryu curiga Ang juga seakan menyelidik berusaha bersikap seperti biasa.


" Ada apa Nona Zhengyi? apa ada yang salah di kamarku ini?" Tanya Ryu.


" Ah... Tidak ada. " Zhengyi menghela nafas karena aroma yang dia cari tidak ada di tempat itu.


" Oh ya, ada hal apa membuat Nona mencariku? Apa ada masalah dengan benda yang akan aku lelang?" tanya Ryu.


" Jika boleh tau, apa kamu tinggal sendiri disini?" Zhengyi membuka percakapan melihat Kamar yang di pakai Ryu adalah kelas Eksekutif dan sudah pasti sangat mahal.


" Mmmmm... Tapi aku hanya sebentar disini sampai menunggu waktu lelang." ucap Ryu.


" begitu ya... Apa kamu seorang Pengembara?" tanya Zhengyi.


" Kurang lebih seperti itu Nona." Jawab Ryu.


" Jangan panggil dengan sebutan itu, Panggil saja namaku atau anggap saja aku Adikmu. Lagi pula aku sedikit lebih Muda darimu." Zhengyi mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah Saudari Zhengyi." Ryu bersikap ramah.


" Bagaimana dengan luka Cambuk oleh Gurumu? Kebetulan aku membawa sebuah Salab untukmu" Zhengyi mengeluarkan sebuah kotak berisi obat.


" Terimakasih, tapi sekarang sudah pulih" Ryu berusaha tenang.


" Dimana Gurumu? apa aku bisa bertemu dengannya?" Zhengyi terus menyelidik.


" Haaah. Guruku sangat Misterius, kadang muncul tiba-tiba, kadang menghilang entah kemana." Ryu mengela napas.


" Saudara Ryu, selama ini Apa kamu pernah mendengar tentang Tiga Dewi Iblis?" tanya Zhengyi.


" Aku hanya mendengar dari beberapa Orang yang berada di Kedai Penginapan ini. Tapi aku belum pernah melihatnya, dan aku juga tidak ingin mengalami nasib sial seperti Korban mereka yang mati mengenaskan." Ryu merasa ngeri.


" Memang benar, Teknik yang mereka pakai membuat orang kehilangan kesadaran. Begitupun dengan Pengawal Assosiasi Pagoda Dagang. Tanpa sengaja mempelajari sebuah Teknik Birahi Iblis yang membuatnya Bunuh karena tidak tahan dengan godaan Teknik itu. Bahkan beberapa kali dia ingin Bunuh diri, karena tidak ingin Kesuciannya sebagai Bayaran teknik itu." Zhengyi menggelengkan kepala.


" Aku baru kali ini mendengar teknik itu. Aku turut Berduka atas kematian Pengawal mu itu. Semoga tidak ada lagi yang memakai Teknik itu." Ryu merasa Prihatin.


" Aku rasa Leyli menemukan kebahagiaan dalam hidupnya, karena saat dia bunuh diri aku lihat Senyum bahagia dari wajahnya. Saudara Ryu, Aku rasa Kultivasimu meningkat sangat Cepat." Zhengyi merasa Ryu lebih kuat dari sebelumnya meskipun tidak tau pada level berapa Ryu sekarang.


" Aku baru saja naik Level." Ryu berusaha untuk tenang.


" Kalau begitu Selamat Ya. Oh ya aku pergi dulu, aku tidak bisa terlalu lama meninggalkan Assosiasi, Kalau ada Waktu aku akan kesini lagi." Zhengyi beranjak dari tempat duduknya langsung keluar Kamar.


" Haaahh." Ryu bernapas lega lalu melanjutkan aktivitasnya.


Keesokan hari Zhengyi kembali mendatangi Ryu hingga membuat Ryu sedikit heran atas perubahan sikapnya, Bahkan kali ini Zhengyi membawa beberapa Makanan sebagai pelengkap Perbincangan mereka meskipun menurut Ryu itu hal yang tidak berarti.


Hari-hari yang lain pun sama, Zhengyi terus mengunjungi Penginapan dimana Ryu tinggal baik itu pagi, Siang ataupun sore walaupun hanya berbincang sesaat yang membuat Ryu tambah kesal namun berusaha untuk bersabar mengingat tujuannya untuk mendapatkan Peta Kuno.


Walaupun Ryu sadar bahwa hal itu tentu saja efek dari Aura Dewa yang dia Pakai membuatnya berwibawa seakan membuat siapapun yang melihatnya akan terpikat meskipun dia menutupi Aura tersebut sekuatnya.


Tepat Hari dimana acara Lelang akan diadakan, Ryu Langsung berangkat ke Assosiasi Pagoda Dagang dimana terlihat di samping bangunan terdapat Ruangan yang telah disediakan oleh penyelenggara.

__ADS_1


" Maaf Tuan, boleh tunjukkan Kartu Nomornya?" Tanya Penjaga.


Tanpa menjawab Ryu langsung memperlihatkan Kartu Nomornya kemudian penjaga itu mengisyaratkan kepada salah satu Pelayan untuk membawanya ke sebuah Bilik yang terdapat sebuah Pelindung.


Pelayan tersebut langsung mempersilahkan Ryu duduk di sebuah Kursi dimana tidak ada orang lain di dalam bilik miliknya, kemudian Pelayan meninggalkan tempat tersebut.


Tiba-tiba muncul sosok Wanita berpakaian minim seakan memperlihatkan kemolekan tubuhnya.


" Perkenalkan Namaku Yanyue yang akan memandu acara Pelelangan Hari ini..."


" Bagi Seluruh Peserta tidak diperbolehkan untuk membuat keributan dimana akan dikeluarkan dari Ruangan ini"


" Satu hal yang aku sampaikan kepada para tamu semuanya dimana dalam pelelangan Hari ini akan menjadi Sejarah baru di dalam Dunia Kultivator. "


" Baiklah, Sekarang kita langsung masuk Pada sesi pertama. Untuk pengambilan barang nanti saat Acara selesai dan dapat datang ke Petugas yang telah ditentukan. " Yanyue memberikan sebuah isyarat untuk membawakan barang yang akan dilelang.


" Untuk yang Pertama kami menawarkan Cincin Ruang Level 10 berjumlah lima buah, dimana semua tau bahwa Cincin Ruang Level 10 adalah benda yang Sangat langka."


" Siapa Master Pandai Besi yang bisa menciptakan Level 10 pada Zaman ini?" semua orang bertanya mengingat Pandai Besi sangat sulit dicari, apalagi untuk membuat Cincin Ruang Level 10.


" Untuk kelima Cincin ini saya Mulai dengan Harga 5000 Batu Roh." ucap Yanyue


"7000"


"9000"


"10.000"


"20.000" Terdengar suara dari Bilik No 1.


' Sepertinya di pelelangan ini tidak memakai Koin Emas ' Ryu terlihat murung mengingat dia tidak memiliki satu pun Batu Roh.


" Mentang-mentang keluarga Bangsawan, langsung menawarkan harga seperti itu. Jangan harap. aku Harus memiliki Benda itu " ucap sosok di Bilik No 7


"30.000" bilik No 7.


" 50.000" bilik No 1


" 100.000" Bilik No 7 saking kesal tanpa sadar ucapannya.


"100.000 Pertama "


"100.000 Kedua"


"100.000 Ketiga jatuh pada Nomor 7" Yanyue menunjuk ke bilik No 7.


" Yang benar saja! Kalau menutup Aura masih bisa pakai Teknik." ucap dari Bilik No 2.


Semuanya setuju dengan tanggapan tersebut hingga mereka seakan mengabaikan, bahkan dari Banyak kursi kelas Ekonomi.


Petugas itupun langsung maju kedepan lalu memakai Topeng tersebut.


" Silahkan Para Hadirin sekian untuk mendeteksinya " Yanyue menepis keraguan mereka?


" Apa? mengapa seperti tidak ada orangnya saja di tempat petugas itu" mereka yang mencoba merasakan Aura dari petugas.


Mereka langsung bersemangat untuk memenangkan topeng tersebut, terlebih untuk mereka yang sering mendapatkan Misi Rahasia ataupun Mata-mata.


" Untuk kelima Topeng ini saya Mulai dengan Harga 50.000 Batu Roh."


" 100.000"


"200.000"


" 500.000" suara dari Bilik No 1


"1 juta " suara dari Bilik No 3


" 5 Juta." Suara dari No 1 lagi.


Mendengar ucapan dari Sosok Wanita Muda dari No 1 semua langsung terdiam, mengingat Nilai Segitu sungguh diluar kemampuan mereka dengan memasang wajah murung.


Namun bagi Wanita itu, sangatlah penting baginya dengan Topeng. mengingat mereka adalah kalangan Bangsawan yang kadang jadi incaran terlebih lagi dengan Wanita yang rentan pelecehan.


" 5 Juta Pertama"


" 5 Juta kedua"


" 5 Juta ketiga, jatuh pada peserta No 1." Yanyue terlihat bersemangat.


" Sekarang untuk yang Ketiga didalam Kotak ini ada lima jenis :Pil Kultivasi, Pil Qi, Pil Jiwa, Pil Tulang dan Pil Pemulihan. Semua dengan Tingkat kemurnian 100% Tingkat 8 namun berbeda dari yang lain karena Semua Pil memiliki Aura yang sangat kuat hingga Puluhan Kali lipat." Yanyue membuka Kotak tersebut setelah beberapa detik menutupnya kembali.


Merasakan Aura yang sangat kuat dari Pil tersebut, semua Peserta Lelang merasakan sensasi yang begitu hebat pada tubuh mereka yang seakan melayang Kecuali Ryu yang sedari tadi masih memilih diam.


" Kenapa Acara Lelang hari ini begitu banyak yang tidak masuk akal." Gumam beberapa Peserta seakan frustasi mengingat Harga yang ditawarkan sangat mahal.

__ADS_1


" Untuk Harga Pertama kami menaruh harga 50.000 Batu Roh." ucap Yanyue


" 500.000" Peserta No 2 bersuara.


" 800.000"


" 2 Juta " ucap peserta No 2.


Semua langsung terdiam kembali berfikir, jika mereka menaikkan harga sudah pasti Peserta No 2 akan menawarkan harga yang lebih tinggi lagi.


" 2 Juta Pertama"


" 2 Juta Kedua "


" 2 Juta Ketiga, Jatuh kepada peserta No 2." ucap Yanyue.


Setelah itu, Yanyue menawarkan beberapa Barang lelang lain namu Ryu sama sekali tidak berminat.


" Sekarang adalah waktu yang ditunggu yaitu pada sesi terakhir yang terdiri dari 5 barang Langka "


" Untuk barang yang Pertama Adalah Tombak Petir, Senjata Kelas Dewa Tingkat Bumi "


Bagi para Kultivator Petir, tentu saja itu adalah kesempatan yang langka mengingat senjata Kelas Dewa adalah dambaan terbesar bagi mereka karena Pandai Besi bisa dihitung dengan jari itupun belum tentu bisa membuatnya.


" untuk harga pertama kami menaruh 1 Juta Batu Roh " ucap Yanyue.


"1,5 Juta"


"2 Juta "


"2,5 Juta "


" 5 Juta "


" 10 Juta. " Suara dari No 6 membuat semua orang terdiam.


" 10 Juta Pertama"


"10 Juta Kedua"


" 10 Juta Ketiga Jatuh kepada peserta No 6" Yanyue seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Untuk yang barang kedua adalah Tombak Api senjata Kelas Dewa Tingkat Bumi. Kami akan menaruh harga 1 Juta Batu Roh"


" 2 Juta "


" 3 Juta "


" 5 Juta " terdengar hanya 2 bilik saja yang bersuara.


" 7 Juta " Suara No 9 yang membuat lawan dari No 4 terhenti."


Yanyue pun langsung mengumumkan bahwa Peserta No 9 lah yang menang, karena 1 lawannya sudah tidak bersuara lagi.


" Untuk Barang yang ketiga adalah Apel Petir, dimana semua tau bahwa Harta Langit ini bisa meningkatkan Kultivasi 5 tingkat dalam sekejap." Yanyue sambil menatap beberapa Perserta dengan berbagai ekspresi, ada yang terlihat serakah dan ada pula memasang wajah masam.


" Untuk Apel Petir kami menaruh harga awal sebesar 1 Juta Batu Roh" ucap Yanyue.


" 5 Juta" terdengar suara dari Bilik No 4 membuat yang lain terdiam karena sudah tidak memiliki Harta sebanyak itu lagi.


Sedangkan untuk No 4 sangat yakin bahwa dia akan menang, karena langsung menaruh harga tinggi meskipun mengorbankan semua Hartanya.


Karena tidak ada lagi yang bersuara, Yanyue langsung mengumumkan bahwa Peserta No 4 telah memenangkan Apel Petir tersebut.


" Sekarang Barang yang keempat adalah Inti Roh Naga Air berusia Ratusan Ribu Tahun Tingkat Abadi dengan Elemen Petir." ucap Yanyue


Mendengar ucapan tersebut Ryu merasa tertarik karena dia membutuhkan Inti Roh Naga untuk meningkatkan Pedang miliknya.


" Untuk Inti Roh Naga ini kami menaruh harga awal sebesar 1 Juta Batu Roh" ucap Yanyue.


" 1,5 Juta" kini Ryu bersuara dari bilik No 10 yang membuat mereka heran, karena dari awal Pelelangan tidak pernah bersuara.


Yanyue yang menunggu Suara dari bilik lain sedikit Kecewa sepertinya Peserta No 10 tidak memiliki saingan lagi dan langsung mengumumkan bahwa Peserta No 10 sebagai pemenangnya.


Hal itu tidak saja atas usulan dari Zhengyi agar Ryu tidak memiliki saingan lagi saat Peta kuno dikeluarkan di penghujung Acara


" Sekarang untuk Barang terakhir yaitu Peta Kuno Benua Bintang. Langsung saja, karena semua sudah tau Apa saja yang ada pada Peta ini. Untuk Peta Kuno Kami menaruh Harga awal sebesar 2 Juta Batu Roh." Yanyue memegang sebuah gulungan sesaat memasukkan kembali ke sebuah kotak panjang.


mendengar ucapan tersebut semua yang hadir seakan memandang ke arah Bilik No 10 karena hanya sosok tersebut lah yang dikira menyimpan Harta yang masih banyak karena baru bersuara.


" 2,5 Juta" Ryu langsung bersuara.


Semua memandang Ryu dengan penuh keserakahan dan berniat untuk mencarinya untuk merebut Peta Kuno darinya.


Ryu yang sudah tau Niat licik mereka, Langsung mengaktifkan Armor Pelangi agar nanti tidak ada yang mampu mendeteksi keberadaannya.

__ADS_1


Disisi lain Yanyue juga mengumumkan bahwa Peserta No 10 lah pemenang dari Peta tersebut, meskipun sedikit kecewa namun dia beranggapan bahwa peserta lain memang sudah tidak memiliki Harta lagi karena dari awal sudah habis terkuras.


__ADS_2