
Sesampai di Luar, Ryu langsung mencari tempat yang lebih luas lalu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura.
" Untung saja ada Kayu ini, jadi Benda dari Dunia Fana tidak perlu dipakai." Ryu mengeluarkan Kayu Batu lalu mengukurnya dengan Pedang Naga Pembelah Gunung.
Ryu langsung membentuk sebuah Sarung Pedang dan mengukir kayu tersebut hingga terbentuk Ukiran Naga yang seakan dikelilingi Petir. Tidak lupa Ryu menggunakan Spiritualnya untuk memasukkan berbagai Perhiasan seperti Jamrud, Kristal, Mutiara Kerang Langit dan Permata Tujuh Warna yang membuat Ukiran Naga tersebut seakan Hidup ditambah lagi hiasan di pinggir sarung seperti petir Asli.
" Sepertinya Pedang ini lebih cocok dinamakan Pedang Naga Petir." Ryu memberi nama baru Pedang miliknya.
" Mulai besok aku tidak perlu memakai Cincin Ruang ini." Ryu menyimpan Cincin Ruang Surgawi miliknya ke Dunia Quzhu lalu mengambil beberapa bekal untuk kebutuhan selama perjalanan dan memasukkan ke Kantong Dimensi.
" Sepertinya masa kecilku terulang kembali." Ryu teringat kembali ketika masih belum menjadi Kultivator.
Setelah merasa sudah cukup, Ryu meletakkan Pedang Naga Petir di atas meja beserta Kantong Dimensi lalu kembali ke kamar.
Pada keesokan pagi, Semua Anggota Klan yang masih Muda telah berkumpul di lapangan Klan termasuk Ryu dan Xie Hua.
" Tuan Ryu, Sepertinya sekarang Pedangmu sangat Cantik. Tapi tetap saja ukiran Naga itu seakan terus menatapku." Xie Kai masih saja merasa terintimidasi.
' Ryu'er... Sepertinya kamu banyak menyembunyikan kelebihanmu.' Xie Tang menganggap Ryu bukan hanya seorang Alkemis dan Kultivator tetapi juga seorang Master Penempa Karena dilihat dari Ukiran Naga yang dia buat seperti Master Pandai Besi Tingkat Langit.
Begitu juga dengan para Tetua lain, mereka sependapat bahwa Ryu adalah Master Pandai Besi Tingkat Langit.
" Gege... buatkan untukku sarung Pedang seperti punyamu." Xie Hua berbisik kepada Ryu sambil memegang tangannya.
' Ciihhhh... Sok Romantis.' Xie Shuxiang dan beberapa Gadis lain sangat iri pada Xie Hua yang memegang tangan Ryu.
" Hua'er, sepertinya kamu sudah terbiasa dengan Suamimu." Xie Tang melihat tingkah Xie Hua pada Suaminya.
" Ayah..." Xie Hua memasang wajah memerah.
" Biasa, masih Pengantin Baru." Goda Xie Kai.
" Jika semua sudah siap, kita berangkat sekarang." Xie Dong langsung membawa mereka menuju Klan Lang.
Di dalam perjalanan, Ryu selalu waspada mengingat dia belum pernah menjelajahi wilayah Dalam Kabut.
Dalam perjalanan juga Xie Shuxiang dan beberapa Gadis yang ikut seakan mencari kesempatan untuk menggoda Ryu, namun mereka tidak pernah mendapatkan kesempatan karena Xie Hua selalu berada di sampingnya.
Niat mereka tidak lain hanya untuk mendapatkan Sumberdaya yang dimiliki oleh Ryu, karena Ryu dan Xie Hua bisa mencapai Pendekar Alam Tahap Awal.
Setelah berjalan cukup jauh, kini mereka sudah berada di dalam kediaman Klan Lang dimana semua Kultivator muda telah berkumpul untuk mengadu nasib menjadi Murid Akademi Naga Langit.
Saat semua sudah berkumpul, banyak pasang mata yang tertuju pada Ryu dan Xie Hua yang terlihat selalu menempel yang menandakan bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Xie Dong juga memberitahukan kepada Ryu, bahwa namanya yang didaftarkan sekarang adalah Xie Ryu dimana semua harus memakai nama Klan.
Dari sekian banyak Peserta Pria begitu menyanjung kecantikan Xie Hua meskipun tingkat Kultivasinya masih rendah.
Begitu juga dengan Ryu, banyak Peserta Wanita juga yang menyanjung Ketampanan Ryu.
" Haaahh... Seandainya saja waktu itu aku sempet merubah penampilan, mungkin tidak seperti ini." Ryu bergumam mengingat akibat Kabut Asap tersebut membuat wajahnya kembali seperti semula.
" Maksud Gege?" Xie Hua menyipitkan matanya mendengar ucapan dari Ryu.
" Hua'er... Coba kamu perhatikan Para Peserta lain, semua memikirkan sesuatu yang buruk pada kita. Jadi aku harap kamu harus berhati-hati." bisik Ryu.
" Gege benar... mereka seperti tidak suka melihat kita. Beruntung kita sudah berada di sini, jadi mereka tidak bisa macam-macam lagi." Xie Hua sambil menatap beberapa Utusan dari Akademi.
__ADS_1
" Selamat datang untuk semua yang hadir disini, Aku Lang Mutian sebagai utusan dari Akademi Naga Langit. Sebelumnya aku sampaikan beberapa hal kepada kalian semua Jangan sampai ada yang berani membawa Cincin Ruang. Jika ada yang melanggar maka akan dikeluarkan dari Akademi." Ucap Lang Mutian.
" Sekarang silahkan maju satu-persatu untuk diperiksa sesuai dengan jenis kelamin. Bagi peserta Pria bisa maju ke depan Petugas Pria, Begitu juga untuk Peserta Wanita agar bisa maju ke depan Petugas Wanita." Lang Mutian mempersilahkan mereka untuk mengantri.
Semua Peserta langsung maju bergantian menurut Jenis kelamin masing-masing begitupun Ryu dan Xie Hua yang harus terpisah.
Setelah beberapa saat kini giliran Ryu yang akan diperiksa hingga banyak Pasang mata yang tertuju pada Pedang di Punggung Ryu yang ukurannya puluhan kali lipat dari Pedang pada umumnya.
" Pedang apa punya Pemuda itu? sepertinya bukan Pedang biasa." bisik dari beberapa Peserta.
" Lepaskan Pedang itu untuk diperiksa." Ucap petugas begitu curiga dengan Pedang besar tersebut menganggap menyimpan barang lain di balik sarungnya.
Namun hal yang tidak diduga, petugas tersebut berkeringat dingin saat ingin mengangkat Pedang milik Ryu yang membuatnya merasa malu.
" Wah... Ada apa dengan Petugas itu? sepertinya dia kesusahan mencabut Pedang itu." Bisik dari beberapa peserta.
Lang Mutian yang melihat kejadian tersebut langsung mengerutkan keningnya bagaimana bisa Seorang Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Bumi tidak mampu menggeser sedikitpun Pedang tersebut.
Bahkan beberapa Petugas yang lain yang berusaha untuk membantu mencabut Pedang tersebut juga mengalami nasib yang sama.
" Siapa Pemuda Itu? mengapa dia bisa membawa Pedang sebesar itu?" Lang Mutian yang awalnya ingin membantu kini mengurungkan niatnya takut dipermalukan jika dia sendiri tidak bisa mencabutnya.
" Cabut Pedangnya" Perintah Petugas berusaha menahan malu.
" Mmmmm" Ryu langsung mengambil kembali Pedang tersebut Lalu mencabut dari sarungnya.
" Senjata Roh Tingkat Langit?" Para peserta merasakan Aura dari Pedang milik Ryu seakan mencekik leher mereka.
Dari arah lain, Xie Hua yang menyaksikan kejadian itu juga seakan tidak percaya bahwa Suaminya memiliki Pedang yang sangat Berat bahkan Auranya lebih kuat dari Pedang Roh Tingkat Langit miliknya.
Para peserta yang awalnya ingin berniat buruk pada Ryu, kini harus berpikir dua kali untuk mengusiknya.
" Gege..." Xie Hua langsung menuju ke arah Ryu.
" Hua'er... Apa kamu tidak malu dilihat orang banyak?" Ryu merasa tidak enak.
" Biarin... lagi pula kita sudah Menikah." Xie Hua memperbesar volume Suaranya.
" Sudah Menikah?" Semua Sontak kaget mendengar ucapan tersebut membuat beberapa dari mereka memasang wajah masam.
Seperti kebiasaan setiap Tahun, Akademi Naga Langit akan menerima Sepuluh Murid dari 20 Klan teratas yang sudah mencapai Pendekar Alam Tahap Awal.
Dari setiap Klan yang berada di Nomor Sebelas kebawah, Hanya Klan Xie lah yang lengkap sepuluh peserta. Sedangkan yang lain hanya membawa Delapan Peserta bahkan ada yang Dia peserta saja.
Untuk Klan Sepuluh Besar juga memiliki peserta yang lengkap hal itu tentu saja karena Sumberdaya yang mereka dapatkan cukup banyak.
" Sepertinya semua sudah memenuhi syarat. Jadi sekarang kita akan menuju ke Akademi." Lang Mutian mengeluarkan Sebuah kapal yang sangat Besar.
" Waaahhh... " Semua terpana melihat benda yang di depan mereka termasuk Ryu dan Xie Hua sendiri.
Untuk Klan Lima besar hal itu sudah sering merasa lihat jadi mereka tidak begitu kaget saat melihatnya. Di sisi lain Ryu memiliki pemikiran yang beda hingga dia terlihat bersemangat bagaimana cara untuk membuat Kapal seperti itu.
" Didalam Kapal ini kalian juga bisa membeli berbagai keperluan untuk Berkultivasi atau yang lain Karena kita akan menempuh perjalanan selama Lima Bulan. Tapi ingat, jangan sampai ada yang membuat keributan karena kapal ini akan rusak dan sudah pasti kalian akan dilemparkan." ucap Lang Mutian.
' Akhirnya.' Ryu senyum kemenangan.
" Sekarang, kalian boleh masuk dan memilih kamar sesuai nomor Antrian." Lang Mutian mempersilahkan mereka.
__ADS_1
" Maaf sebelumnya Senior, bagaimana dengan aku dan Suamiku?" Xie Hua bersuara mengingat dia belum pernah melakukan perjalanan jauh apalagi dengan Kultivasinya sangat Rendah. Aturan Akademi tidak menjamin keamanan sepenuhnya.
Mendengar pertanyaan tersebut Lang Mutian mengerutkan keningnya sambil menatap sepasang kekasih tersebut, Xie Hua langsung memperlihatkan bukti Pernikahan mereka agar Ketua penyelenggara percaya.
" Sayang sekali padahal masih Muda. Jika dengan kecantikan seperti itu, Klan Besar tidak segan menjadikannya sebagai Istri dan paling tidak sebagai Selir" Ucap beberapa Peserta bahkan petugas lainnya.
" Gadis itu sangat Cantik, aku akan menjadikan dia sebagai Selir bahkan sebagai Istriku yang keenam." ucap Salah satu peserta dari Klan She.
" Benar Tuan, Tuan akan menjadi orang yang sangat beruntung." ucap kesembilan Peserta lain dari Klan She.
Pernyataan tersebut tidak hanya keluar dari Klan She saja, tapi juga keluar dari ucapan Salah satu Klan Long, Klan Laohu, Klan Xiong, Klan Lang dan semua dari peserta Klan 10 Besar.
Begitu pula dengan Peserta Wanita lain, mereka juga memiliki pemikiran masing-masing untuk mendekati Ryu ingin memonopoli dari yang lain karena masalah Kultivasi tergantung dengan Sumberdaya.
Xie Shuxiang dan para peserta Wanita dari Klan Xie itu sendiri kini merasa sudah banyak memiliki saingan dari Klan Besar membuat mereka langsung menyerah.
" Kalau begitu kalian boleh mengambil salah satu Kamar dari nomor Peserta kalian berdua." Lang Mutian tidak bisa berbuat apa-apa karena Xie Hua dan Xie Ryu ( karena diwajibkan memakai nama Klan) sudah memberikan bukti.
Semua peserta pun langsung menuju Dek kapal mengambil tempat masing-masing hingga Kapal udara langsung terbang menuju Akademi Naga Langit.
Di dalam kapal, Ryu langsung menuju tempat penjualan Sumberdaya yang dimana Pil Kultivasi Tingkat Alam dijual maksimal 30 Pil dalam sebulan untuk satu Peserta.
Ryu dan Xie Hua pun langsung mengambil jatah mereka selama Lima Bulan sekaligus yang membuat Peserta lain sangat heran bagaimana bisa Klan Xie dengan urutan kesebelas bisa melakukan hal itu yang bahkan 10 Klan besar
Sesuai dengan janjinya, Ryu juga memberikan beberapa Batu Roh kepada 8 Peserta Klan Xie yang bersama mereka termasuk Xie Kai dan Xie Shuxiang yang membuat mereka sangat senang merasa beruntung Ryu berada di pihak mereka.
Dengan kata lain Xie Shuxiang dan ketiga Anggota Klan Wanita tidak lagi berfikir untuk merebut Ryu dari tangan Xie Hua.
" Tuan Ryu, kamu Sangat Dermawan. " Xie Kai sangat senang.
" Tuan Ryu, sebelumnya aku minta maaf selama ini telah bersikap tidak baik padamu." Xie Shuxiang merasa malu.
" Tidak perlu dipikirkan. Lebih baik sekarang kalian beli disana! tapi jangan terlalu kelihatan dari Peserta lain agar tidak terlalu jadi perhatian." Ryu mengingatkan.
" Kalau masalah itu kami mengerti. Kami pamit dulu!" Xie Kai membawa yang lain menuju tempat penjualan Pil.
" Gege... Seberapa banyak uangmu? Bahkan untuk membeli Pil punyaku saja sudah mengeluarkan 15.000 Batu Roh melebihi Pendapatan satu bulan Klan." Xie Hua merasa heran.
" Hua'er... Kamu tidak perlu memikirkan hal itu. Sekarang berikan Pil Kultivasi itu kepadaku sementara waktu. Untuk selama Perjalanan kamu perkuat Fondasi dulu." Ryu berfikir sangat sayang jika Pil tersebut tidak dicampur dengan Bunga Spiritual Krisan.
" Mmmmm'' Xie Hua langsung memberi 150 Pil tersebut kepada Ryu tanpa bertanya apapun.
Setelah itu, Xie Hua langsung mencari tempat duduk bersila untuk menyerap Kelima Harta Langit yang diberikan Ryu.
" Masih sedikit." Ryu membuat Pelindung Tempurung Kura-kura lalu keluar kamar sambil memperhatikan para peserta lain.
Setelah berjalan di Lorong Ruangan yang Panjang, Ryu sambil memperhatikan berbagai Ekspresi dari Peserta yang terlihat murung menandakan bahwa mereka tidak mampu membeli Pil Kultivasi.
Dengan fikiran Jahatnya Ryu mengingat setiap Wajah tersebut sambil mencari tempat yang aman.
" Beruntung sekali memiliki Elemen Es." Ryu langsung merubah tampilannya menjadi salah satu peserta langsung menuju tempat penjualan Pil.
Hal itu terus Ryu lakukan dengan berbagai bentuk penampilan yang berbeda membuat penjaga merasa kebingungan karena baru pertama kali ini banyak Peserta yang membeli Pil dengan jumlah Maksimal bahkan dari Klan Kecil yang biasa hanya membeli dua Pil saja.
" Saudara, apa kamu tidak merasa ada hal yang aneh? " Tanya penjaga loket kepada rekannya.
" Tidak perlu dipikirkan! yang penting kita bisa dapat Untung besar dan semua tidak menyalahi aturan." ucap Rekannya.
__ADS_1
" Kamu benar. dengan begini, Manager akan memberikan kita bonus yang banyak juga." ucapnya lagi.